로그인"Kalian hati-hati ya."
Tiara mendekat ke arah Nozela kemudian memeluknya dengan erat, dia pasti akan ssanget merindukan putrinya selama beberapa hari kedepan.
"Jaga diri baik-baik ya, kalau ada apa-apa segera hubungi mama."
Nozela menganguk sambil membalas pelukan mamanya tak kalah erat. "Mama juga jaga diri disana."
"Iya sayang, mama pasti bakal jaga diri kok."
Dada Nozela tiba-tiba terasa sesak, meski bukan pertama kalinya ditinggal pergi jauh oleh kedua o
"Makasih ya dad udah beliin Clarissa semua ini." ucap Clarissa.Cleo tersenyum kemudian mengecup kening Clarissa. "Sama-sama sayang, daddy senang kalo kamu senang."Clarissa meraba lehernya yang sekarang ini melingkar sebuah kalung berlian dengan liontin tulisan namanya, dia tersenyum karena ini hadiah yang entah ke berapa yang daddynya berikan padanya."Gimana, kalungnya suka kan? Atau ada yang kurang dan mau diperbaiki mumpung kita belum keluar dari Mall ini?" tanya Cleo.Clarissa menggeleng-gelelengkan kepalanya. "Enggak perlu dad, Clarissa suka kok.""Makasih ya daddy."Clarissa segera memeluk daddynya, hari ini dia sangat senang karena bisa qualitty time bersama daddynya. Andai saja mommy dan daddynya tidak bercerai dulu, pasti hari ini akan menjadi hari yang bahagia untuk keluarga mereka.Namun Clarissa tak bisa beruat apa-apa karena mereka suda bahagia dengan keluarga mereka masing-masing. Hanya saja Clarissa masih sul
"Guys, prof. Dharma nggak masuk kelas."Nozela dan Thalia saling tatap kemudian tersenyum bersama, dosen yang absen merupakan kesenangan tersendiri untuk semua siswa termasuk mereka. Selain hanya memberi tugas, kelas juga akan cepat selesai dan mereka bisa segera pulang."Gimana kalo kita bolos aja?" ajak Nozela.Thalia lekas menganggukkan kepalanya, dia tentu saja mau dan juga senang jika diajak bolos seperti ini."Boleh.""Ya udah ayo."Nozela lekas mengambil tasnya kemudian bangkit dari duduknya diikuti Thalia. Dari tempat duduknya, Leon memperhatikan Nozela dan Thalia yag sudah pergi meninggalkan kelas, dia pun ikut berdiri dari duduknya kemudian mengikuti mereka."Nozela."Disela jalannya, Nozela tentu saja mendengar panggilan dari seseorang. Namun dia tak menjawab sama sekali namun justru mempercepat langkanya. Thalia sempat menoleh ke belalkang dan melihat Leon sedang berjalan ke arah mereka."Jel, dibelakang ada
"Fyuh...."Sebuah asap mengepul dari bibir seorang pria dewasa yang usianya hampir mencapai setengah abad namun paras dan tubuhnya masih segar seperti anak muda. Bisa dilihat dari wajahnya yang putih bersih serta terawat, tak ada satupun bulu yang tumbuh didagu serta atas bibirnya.Dia menatap jam dipergelangan tangannya, sudah sekitar hampir sepuluh menit dia menunggu disana namun seseorang yang dia tunggu tak kunjung datang. Pria itu menjentikan rokok ditanganya ke dalam wadah yang sudah tersedia, dia pun kembali menghisap rokok yang masih tersisa setngah itu kemudian mengepulkan asapnya ke udara.Ceklek.Perhatiannya teralihkan saat pintu VIP restoran terbuka, sudut bibirnya terangkat saat melihat orang yang sejak tadi dia tunggu akahirnya datang juga. Buru-buru pria dewasa itu mematikan rokoknya agar asapnya tidak menganggu seseorang yang dia kasihi."Daddy, maaf Clarissa terlambat."Seseorang yang dipanggil daddy itu lekas berdiri dair
"Enak aja dia mian nuduh-nuduh gue, emang dia pikir dia siapa mau ngancam gue."Nozela terus bergumam sambil berjalan menuju kelasnya, hari masih pagi namun dia sudah dibuat emosi oleh Clarissa. Tanpa dia sadari jika sejak tadi dia berjalan , Thalia sama sekali tak mnegikutiya."Kalo menurut lo, Liam bakal betah nggak sama Clarissa kalo dia begini terus?"Nozela berjalan pelan, dia mengerutkan keningnya saat tak mendapat jawaban apapun dari sahabatnya. Seketika Nozela menghentikan langkah kakinya lalu memutar tubuhnya hingga menghadap ke belakang. Dia membelakan matanya saat tak ada Thalia di belakangnya."Thalia mana?"Beberapa mahasiswa memperhatikan Nozela yang tiba-tiba memekik mencari Thalia. Seketika Nozela merasa malu dan pergi dari sana."Thalia kemana sih? Gue kira udah ngikuti gue tadi." gumam Nozela.Langkah kaki Nozela membawa gadis itu pergi ke toilet, dia masuk ke dalam toilet kemudian membasuh kedua tangannya. Noz
Clarissa duduk di depan meja rias hanya mengunakan handuk yang melilit di tubuhnya, dia mengambil concealer kemudian mulai mengaplikasikan ke bagian leher dan beberapa titik didadanya yang terdapat bekas kemerahan.Dengan telaten Clarissa mulai menutupi bekas kissmark akibat ulah mantan kekasihnya. Sambil menggeram kesal, dia terus menepuk-nepuk spons ke lehernya."Drake sialan." Clarissa.Selesai menutupi bekas kemerahan di lehernya, Clarissa segera berdiri dari duduknya kemudian mengganti pakaiannya. Dia kemudian mulai bersiap pergi menuju kampus.Klik.Clarissa menutup pintu apartemennya lalu masuk ke dalam lift, sepanjang jalan dia memainkan ponselnya sambil mengecek notifikasi pesan. Dia semakin marah saat tak mendapati satu pesan pun dari kekasihnya, Clarissa mengenggam erat ponselnya ketika melihat beberapa pesan dari Drake yang menanyakan keadaannya.Ting.Pintu lift terbuka, Clarissa memasukkan ponselnya ke dalam saku celanan
"Lo aneh."Thalia tersenyum tipis ke arah sahabatnya, dia melipat kedua tangannya ke atas meja."Ada apa sih Jel?"Nozela mendelik sambil menatap sahabatnya."Gue masih ingat waktu lo nggak setuju pas Drake nyoba deketin gue, tapi liat reaksi lo sekarang." ucap Nozela sambil mengeleng-gelengkan kepalaya.Thalia meringis kecil sambil memegangi lengan Nozela."Ya sorry Jel, first impression gue waktu ketemu dia tuh kaya pemain. Toh waktu itu lo juga masih pacaran sama Leon kan?"Nozela mengngguk."Nah, tapi kalo sekarang kenapa vibesnya kaya beda orang aja. Drake kelihatan dewasa, meski kesan berandalannya masih ada sih. Sedikit."Mendengar pujian Thalia terhadap Drake membuat Nozela mengerlingkan kedua bola matanya, dia akui jika ucapan Thalia memang ada benarnya, dan dia juga masih merasa jika Drake memang masih berusaha mendekatinya meski dia tak terlalu menanggapinya.Nozela hanya merasa untuk saat ini
Drrtt...drrtttWilliam mengerjapkan matanya saat mendengar suara getaran ponsel disamping tubuhnya, saat dia membuka mata dia melihat Nozela yang masih tertidur dipelukannya. Perlahan William mengangkat tangannya agar tidak membangunkan Nozela, dia mengambil ponselnya lalu melihat siapa ya
Nozela menyandarkan tubuhnya ke pintu kamar mandi, dia memegangi dadanya yang berdetak kecang sambil memejamkan matanya. Dia sedang berusaha meredakan detak jantungnya yang menggila, semakin hari dia semakin merasakan keanehan pada dirinya ketika berdekatan dengan Wiliam. Nozela merasa ada sesuat
Drrtt..drrtt... William merogoh saku celananya saat merasakan ponselnya bergetar, dia menghentikan langkahnya kemudian mengambil ponselnya. Tertera nama Aluna dilayar ponselnya, dia pun segera mengangkat panggilan dari adiknya itu. "Halo Lun." "Halo kak, kakak dim
"Lun, kak Ojel kemana?"Luna yang sedang mencoba lipstick seketika menoleh ke belakang, dia kaget mendapati kakaknya yang sedang berdiri dibelakangnya. Kepalanya menoleh ke segala arah mencari keberadan Nozela."Tadi sama aku kok kak, dibelakang Luna tadi." jawab Luna sedikit pa







