LOGINThalia baru saja menyelesaikan acara mengajar anak-anak dekat tempat kostnya. Sebagai perantau, dia tak ingin terlalu menyusahkan atau bergantung pada mamanya yang bekerja di tempat tinggalnya.
Dengan kepintarannya, Thalia memanfaatkan itu untuk menjadi guru les beberapa anak SD dan SMP untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya. "Udah hampir jam empat." Gumam Thalia. Dia segera bergegas kembali ke kostnya. Thalia hanya berjalan kaki karena jarak antara kost dan tempatnya mengajar tidak terlalu jauh. Sampai di kostnya, Thalia segera bergegas mandi lalu berganti pakaian. Setelah selesai, dia mulai memesan ojek online lalu keluar dari kamar kostnya. "Loh, udah mau pergi lagi Tha?" Tanya Vella, tetangga kostnya. Thalia mengangguk. "Iya kak, mau jengukin Ojel. Dia lagi sakit." "Oh, oke. Salam ya buat Nozela. Lama dia nggak kelihatan ke sini." Thalia tersenyum. "Iya kak. Kalo gitu aku"Oke selesai, terima kasih untuk hari." Mery langsung menghampiri Leon dan membantu melepaskan jaket yang sedang dipakainya, mereka keluar dari studio kemudian masuk ke ruang make up. "Setelah ini apa lagi kegiatanku Mer?" tanya Leon. "Tidak ada, besok siang kita harus kembali ke luar kota lagi untuk event." jawab Mery sambl membantu Leon membersihkan make up. Terdengar suara hembusan nafas dari mulut Leon, pria tampan itu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan matanya. Tubuhnya terasa lelah harus bolak balik luar kota, mungkin saat semester enam nanti dia akan hiatus dari dunia modelingnya dan akan fokus kuliah terlebih dahulu. Dia tak ingin pendidikannya terganggu seperti semester-semester sebelumnya. Leon membuka matanya, dia menatap Mery yang sedang membuang sampah. "Apa ponselku ada pesan Mer?" Mery menoleh ke belakang. "Entah, aku juga belum m
"Makasih ya seharian ini udah nemenin aku."Clarissa bergelayut manja dilengan William, mereka baru saja keluar dari bioskop setelah selesai menonton film. Willam mengelus pucuk kepala Clarissa dengan lembut, mereka kemudian berjalan menuju parkiran."Masih mau kemana lagi?" tanya William."Kamu nggak capek?"William menggelengkan kepalanya pelan. "Enggak, aku udah janji sama kamu kalo seharian ini waktu aku buat kamu."Kata-kata itu membuat Clarissa melebarkan senyumnya, dia senang karena seharian ini mereka jalan tanpa ada gangguan sedikitpun. Entah itu telepon dari keluarga William atau pun dari Nozela. Clarissa merasa hari ini memang harinya bersama William."Aaa, makasih sayang." Clarissa langsung memeluk tubuh erat William."Sama-sama. Ya udah yuk masuk."Clarissa melepaskan pelukannya membuat William lekas membukakan pintu mobil untuk Clarissa kemudian keduanya langsung masuk ke dalam mobil. William mulai melajukan
Selama berhari-hari setelah kejadian kecelakaan itu, Nozela lebih memilih di rumah saja tanpa kemana-mana apa lagi dia tak memiliki teman karena Thalia pulang ke rumah orang tuanya. Seharian ini dia hanya tiduran di kamar tanpa melakukan apaun."Huft."Nozela menghembuskan nafas panjang, dia menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia menatap jam didinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul tiga sore, tak terasa sebentar lagi akan malam dan dia terus melakukan hal yang sama."Gue mau ngapain ya?"Ceklek."Astaga Ojel, kamu seharian nggak keluar kamar ngapain sih?"Tiara berdiri diambang pintu kamar putrinya yang masih asik tiduran di ranjang, dia menggeleng-gelengkan kepalanya heran bahkan Tiara sudah tidak bisa lagi berkata-kata melihat Nozela yang seharian ini belum menampakkan diri di rumah."Mama apaan sih, Ojel lgi males ngapa-ngapain mah.""Ayo bangun, lama-lama jadi kepompong kamu tiduran terus. Mau?"
"Sudah siap semuanya?"Mona dan Aluna mengangguk."Tapi Liam kemana mah? Nggak ikut?" tanya Jimmy."Kakak udah di rumah kak Ojel pah, udah dari sore sih katanya." jawab Aluna.Mona menoleh ke arah putrinya. "Dia udah di rumah Ojel, kenapa nggak bilang sama mama?"Aluna tersenyu hingga memperlihatakan gigi-giginya. "Sebenarnya kak Liam emang udah disana mah.""Tapi tadi Liam bilang..astaga kalian berdua ini seneng banget ngerjain mama ya."Jimmy tertawa melihat istrinya yang kesal karena ulah kedua anak mereka."Yuk berangkat sekarang, nanti takut kemaleman.""Yuk pah."Aluna menggandeng lengan Jimmy kemudian mengajaknya keluar dari mansion, mereka masuk ke dalam mobil lalu berangkat menuju kediaman Nozela."Apa Andito sudah pulang dari kantor?" tanya Jimmy."Katanya tadi sudah diajlan sih pah, paling sebentar lagi sampai."Jimmy menganggukan kepalanya kemudian kemabli fokus mengemudi. Sekitar
"MAH...MAMAH.."Aluna berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil mamanya, dia melemparkan tasnya ke sofa lalu berlari masuk ke dapur."Bik, mama dimana bik?" tanya Aluna sambil ngos-ngosan."Nyonya ada di taman non, lagi nyiram tanaman. Ada apa memangnya non? Kenapa non Luna kaya cemas gitu?" tanya asisten rumah tangga sedikit khawatir."Ceritanya panjang bik, kalau gitu Luna cari mama dulu."Tanpa menunggu jawaban asisten rumah tangganya, Aluna pergi dari dapur sambil berlari menuju taman yang ada di halaman belakang mansion Jasper. Gadis cantik yang masih memakai seragam sekolah itu pun segera menghampiri mamanya."Mamah."Mona yang sedang membersihkan dauh kering menoleh ke belakang saat mendengar suara anak perempuannya."Ada apa Lun kenapa lari-lari gitu sih?" tanya Mona."Hah..hah.." Luna membungkukkan tubuhnya sambil memegangi lututunya yang terasa pegal karena berlari.Mona berdiri dari dudukn
"Jel tunggu Jel."William terus mengejar sahabatnya yang berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah. Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal saat melihat tingkah aneh Nozela yang seperti sedang marah padanya."Jil tinggi Jil." ucap Nozela sambil menirukan ucapan William tadi.Gadis cantik itu terus melajukan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dia tak mempedulilan panggilan William, bahkan dia sengaja menutup telinganya agar tak mendengar suara William.Saat sampai didepan kamar, dia masuk lalu hendak menutup pintu kamarnya. Namun gerakannya tak lebih cepat dari gerakan William.William berlari agar cepat sampai dikamar Nozela lalu menahan pintu kamar Nozela dengan kedua tangannya."Jel, lo kenapa sih?""Lepasin tangan lo, gue sedang nggak nerima tamu." ketus Nozela sambil terus berusaha menutup pintu kamar."Nggak, gue nggak mau pergi sebe







