Share

bab 35

Author: Addarayuli
last update Last Updated: 2025-12-17 20:03:38

William mengeluarkan tangan Clarissa dan melepaskan celananya, kini William berdiri tanpa mengenakan pakaian sedikit pun. Clarissa menggigit bibirnya, perlahan mulai melepaskan sisa pakaiannya sendiri. William terus memperhatikan gerakan lembut dan penuh makna dari Clarissa di depannya.

Dengan gerakan yang tenang dan penuh perasaan, Clarissa membuka jarak antara kakinya, merasakan setiap sentuhan pada dirinya sendiri sambil membelai dadanya dengan penuh kelembutan. Suasana di antara mereka dipenuhi oleh kehangatan dan ketegangan yang mendalam, menunggu momen yang akan membawa kedekatan lebih dalam.

"Gila, Clarissa hot banget." Batin William.

William menelan ludahnya kasar, dia mengurut miliknya sendiri. Dia segera menghampiri Clarissa lalu melumat bibirnya. Tangannya mengarahkan miliknya pada milik Clarissa.

"Emhh, ah."

Blesss!

"Ahhh." Erang keduanya.

William menegakkan tubuhnya,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   bab 66

    "Jel tunggu Jel."William terus mengejar sahabatnya yang berjalan lebih dulu masuk ke dalam rumah. Dia menggaruk kepalanya yang tak gatal saat melihat tingkah aneh Nozela yang seperti sedang marah padanya."Jil tinggi Jil." ucap Nozela sambil menirukan ucapan William tadi.Gadis cantik itu terus melajukan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dia tak mempedulilan panggilan William, bahkan dia sengaja menutup telinganya agar tak mendengar suara William.Saat sampai didepan kamar, dia masuk lalu hendak menutup pintu kamarnya. Namun gerakannya tak lebih cepat dari gerakan William.William berlari agar cepat sampai dikamar Nozela lalu menahan pintu kamar Nozela dengan kedua tangannya."Jel, lo kenapa sih?""Lepasin tangan lo, gue sedang nggak nerima tamu." ketus Nozela sambil terus berusaha menutup pintu kamar."Nggak, gue nggak mau pergi sebe

  • Gairah Sahabatku   bab 65

    Clarissa dan William terbaring lemas diatas tempat tidur apartemen Clarissa, wanita itu menoleh ke samping dan mendapati William sedang memejamkan matanya. Dia bersingut dari pelukan William sambil mengambil selimut dan memakainya untuk melilit tubuhnya.Clarissa memunguti pakaianya kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia tersenyum kecil saat melihat banyak jejak cinta buatan William pada dada dan lehernya. Meski mereka tidak jadi pergi namun Clarissa merasa puas karena bisa mendapatkan seseuatu tanpa harus dia duluan yang memancing.Puas menatap hasil karya kekasihnya, Clarissa meutuskan untuk mandi agar tubuhnya lebih segar. Selesai mandi, dia mengambil selimut baru kemudian memberikannya pada William yang saat ini tertidur."Ganteng banget pacar aku." puji Clarissa sambil membungkuk dihadapan wajah William.Dia menegakkan tubuhnya kemudian mengambil pakaian kekasihnya yang tergeletak dilantai."Ponsel Liam." gumam Clarissa.

  • Gairah Sahabatku   bab 64

    Leon menghentikan mobilnya didepan sebuah kafe yang lokasinya tak jauh dari dari rumah sakit. Dia turun dari mobil lebih dulu kemudian membukakan pintu untuk Nozela. Nozela keluar dari mobil dengan wajah datarnya, meski tadi sudah sepakat untuk berbaikan dengan Leon dia masih sedikit kesal apa lagi tadi Leon berbohong padanya."Kok masih cemberut?"Leon mencubit pelan pipi Nozela membuat Nozela sedikit tersenyum."Kenapa? Nggak suka tempatnya, mau pindah aja?" tanya Leon sambil melepaskan cubitannya.Nozela menggelengkan kepalanya pelan. "Enggak kok.""Ya udah yuk masuk."Leon mengenggam tangan Nozela lalu membawa kekasihnya masuk ke dalam kafe, mereka mencari kursi kosong kemudian duduk. Tak lama setelah mereka duduk seorang pelayan menghampiri mereka."Mau pesen apa sayang?"Nozela menerima buku menu lalu melihat beberapa menu yang menggugah selera, sebenarnya saat ini sudah cukup siang untuk dikatakan sarapan jadi Noze

  • Gairah Sahabatku   bab 63

    "Ih, Liam kemana sih? Dari tadi nggak sampai-sampai." Clarissa kesal sendiri saat menunggu kelasihnya datang ke apartemen. Dia berniat mengajak William pergi jalan-jalan untuk sekedar mengusir rasa bosannya. Namun sampai siang hampir menjelang sore, kekasihnya tak kunjung sampai. Clarissa berkali-kali menghubungi William namun teleponnya tidak diangkat, bahkan pesannya juga tidak dibuka bahkan tidak dibalas. Wanita cantik itu sudah siap hendak pergi, namun sepertinya harus dia tunda. Drrtt.. Drrtt.. Buru-buru Clarissa mengangkat ponselnya saat ponselnya bergetar, dia tersenyum saat mengira telepon itu dari kekasihnya. Namun kekecewaan kembali menghampirinya saat membaca nama sang peneplon. "Sial, gue kiria William." Melihat nama Drake dalam layar ponselnya sudah membuat Clarissa malas. Ketika dia memilih untuk tidak mengangkat panggilan itu, seketika teleponnya tidak berhenti bergetar. Sambil menghembusk

  • Gairah Sahabatku   bab 62

    Ckit.William menghentikan mobilnya didepan rumah Archen, dia lekas keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah Archen yang kebetulan pintunya tidak tertutup."Pagi den, mau cari den Archen ya?" sapa asisten rumah tangga Archen.William mengangguk. "Iya bik.""Kebetulan den Archen belum keluar dari kamar den, den Liam langsung naik saja.""Makasih bik."William lekas menaiki anak tangga menuju kamar sahabatnya, dia mengetuk pintunya lebih dulu kemudian masuk ke dalam. William menatap sekeliling kamar sahabatnya yang kosong tak berpenghuni, dia menutup pintu kamar Archen kemudian mereabhkan tubuhnya ke ranjang."Hah."William menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kemudian menatap ke atas sambil memikirkan Nozela. Dia menghela nafas kasar saat teringat Nozela lebih memilih pergi bersama Leon, dia hanya takut Leon lepas kendali dan meyakiti Nozela."Kenapa sama perasaan gue?" gumam William.Ceklek.

  • Gairah Sahabatku   bab 61

    "Loh den Liam nggak jadi berangkat ke rumah sakit?" Tanya bik Jum yang baru saja datang dari dapur.Liam tersenyum. "Ojel sama pacarnya bik, kalau begitu Liam beres-beres dulu terus pulng.""Sarapan dulu den, bibik udah masak banyak.""Nggak usah bik, Liam permisi."Bik Jum menangguk lalu mempersilakan William naik kembali ke kamar Nozela.Sampai di kamar Nozela, William lekas membereskan barang-barangnya, dia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas sofa, dia menyalakan ponselnya yang terdapat banyak pesan dari kekasihnya. Dia tersenyum kecil lalu menyempatkan membalas pesan dari Clasrissa. Selesai membalas pesan dari Clarissa, William memakai jaketnya lalu keluar dari kamar Nozela, dia menuruni anak tangga kemudian masuk ke dalam mobilnya."Apa gue minta tolong Arcen buat bantuin gue? Nanti biar dia bawa mobi Ojel dari sana."William mengangguk-anggukkan kepalanya pelan, dia kembali mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi saha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status