Share

bab 36

Author: Addarayuli
last update Last Updated: 2025-12-18 20:02:54

"Liam capek, gue pengen rebahan." Ucap Nozela sambil mendongak menatap wajah William.

William menghentikan elusannya pada perut Nozela, dia kemudian membantu Nozela untuk merebahkan tubuhnya ke ranjang.

"Elusin lagi."

William mengangguk, dia sedikit menyibak baju Nozela lalu memasukkan tanganya. Perlahan dia mengelus kembali perut rata Nozela sambil memainkan ponselnya.

Clarissa sejak tadi mengirimkan pesan, bertanya tentang apa yang membuat William pulang. Gadis itu sedikit cerewet jika tiba-tiba William meninggalkan dirinya.

"Liam."

William menoleh ke arah Nozela yang tengah mendongak menatapnya.

"Hem?"

"Lo ada ngerasa sesuatu nggak sih?" Tanya Nozela dengan raut wajah penasaran.

"Maksudnya?" Tanya William tak kalah penasaran.

"Beberapa kali gue perhatiin, Thalia itu sering lihatin Leon." Jawab Nozela pelan.

Willliam m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   bab 65

    Clarissa dan William terbaring lemas diatas tempat tidur apartemen Clarissa, wanita itu menoleh ke samping dan mendapati William sedang memejamkan matanya. Dia bersingut dari pelukan William sambil mengambil selimut dan memakainya untuk melilit tubuhnya.Clarissa memunguti pakaianya kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dia tersenyum kecil saat melihat banyak jejak cinta buatan William pada dada dan lehernya. Meski mereka tidak jadi pergi namun Clarissa merasa puas karena bisa mendapatkan seseuatu tanpa harus dia duluan yang memancing.Puas menatap hasil karya kekasihnya, Clarissa meutuskan untuk mandi agar tubuhnya lebih segar. Selesai mandi, dia mengambil selimut baru kemudian memberikannya pada William yang saat ini tertidur."Ganteng banget pacar aku." puji Clarissa sambil membungkuk dihadapan wajah William.Dia menegakkan tubuhnya kemudian mengambil pakaian kekasihnya yang tergeletak dilantai."Ponsel Liam." gumam Clarissa.

  • Gairah Sahabatku   bab 64

    Leon menghentikan mobilnya didepan sebuah kafe yang lokasinya tak jauh dari dari rumah sakit. Dia turun dari mobil lebih dulu kemudian membukakan pintu untuk Nozela. Nozela keluar dari mobil dengan wajah datarnya, meski tadi sudah sepakat untuk berbaikan dengan Leon dia masih sedikit kesal apa lagi tadi Leon berbohong padanya."Kok masih cemberut?"Leon mencubit pelan pipi Nozela membuat Nozela sedikit tersenyum."Kenapa? Nggak suka tempatnya, mau pindah aja?" tanya Leon sambil melepaskan cubitannya.Nozela menggelengkan kepalanya pelan. "Enggak kok.""Ya udah yuk masuk."Leon mengenggam tangan Nozela lalu membawa kekasihnya masuk ke dalam kafe, mereka mencari kursi kosong kemudian duduk. Tak lama setelah mereka duduk seorang pelayan menghampiri mereka."Mau pesen apa sayang?"Nozela menerima buku menu lalu melihat beberapa menu yang menggugah selera, sebenarnya saat ini sudah cukup siang untuk dikatakan sarapan jadi Noze

  • Gairah Sahabatku   bab 63

    "Ih, Liam kemana sih? Dari tadi nggak sampai-sampai." Clarissa kesal sendiri saat menunggu kelasihnya datang ke apartemen. Dia berniat mengajak William pergi jalan-jalan untuk sekedar mengusir rasa bosannya. Namun sampai siang hampir menjelang sore, kekasihnya tak kunjung sampai. Clarissa berkali-kali menghubungi William namun teleponnya tidak diangkat, bahkan pesannya juga tidak dibuka bahkan tidak dibalas. Wanita cantik itu sudah siap hendak pergi, namun sepertinya harus dia tunda. Drrtt.. Drrtt.. Buru-buru Clarissa mengangkat ponselnya saat ponselnya bergetar, dia tersenyum saat mengira telepon itu dari kekasihnya. Namun kekecewaan kembali menghampirinya saat membaca nama sang peneplon. "Sial, gue kiria William." Melihat nama Drake dalam layar ponselnya sudah membuat Clarissa malas. Ketika dia memilih untuk tidak mengangkat panggilan itu, seketika teleponnya tidak berhenti bergetar. Sambil menghembusk

  • Gairah Sahabatku   bab 62

    Ckit.William menghentikan mobilnya didepan rumah Archen, dia lekas keluar dari mobil kemudian masuk ke dalam rumah Archen yang kebetulan pintunya tidak tertutup."Pagi den, mau cari den Archen ya?" sapa asisten rumah tangga Archen.William mengangguk. "Iya bik.""Kebetulan den Archen belum keluar dari kamar den, den Liam langsung naik saja.""Makasih bik."William lekas menaiki anak tangga menuju kamar sahabatnya, dia mengetuk pintunya lebih dulu kemudian masuk ke dalam. William menatap sekeliling kamar sahabatnya yang kosong tak berpenghuni, dia menutup pintu kamar Archen kemudian mereabhkan tubuhnya ke ranjang."Hah."William menjadikan kedua tangannya sebagai bantalan kemudian menatap ke atas sambil memikirkan Nozela. Dia menghela nafas kasar saat teringat Nozela lebih memilih pergi bersama Leon, dia hanya takut Leon lepas kendali dan meyakiti Nozela."Kenapa sama perasaan gue?" gumam William.Ceklek.

  • Gairah Sahabatku   bab 61

    "Loh den Liam nggak jadi berangkat ke rumah sakit?" Tanya bik Jum yang baru saja datang dari dapur.Liam tersenyum. "Ojel sama pacarnya bik, kalau begitu Liam beres-beres dulu terus pulng.""Sarapan dulu den, bibik udah masak banyak.""Nggak usah bik, Liam permisi."Bik Jum menangguk lalu mempersilakan William naik kembali ke kamar Nozela.Sampai di kamar Nozela, William lekas membereskan barang-barangnya, dia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas sofa, dia menyalakan ponselnya yang terdapat banyak pesan dari kekasihnya. Dia tersenyum kecil lalu menyempatkan membalas pesan dari Clasrissa. Selesai membalas pesan dari Clarissa, William memakai jaketnya lalu keluar dari kamar Nozela, dia menuruni anak tangga kemudian masuk ke dalam mobilnya."Apa gue minta tolong Arcen buat bantuin gue? Nanti biar dia bawa mobi Ojel dari sana."William mengangguk-anggukkan kepalanya pelan, dia kembali mengeluarkan ponselnya kemudian menghubungi saha

  • Gairah Sahabatku   bab 60

    Tiara dan Nozela menoleh saat suara keras itu menggema di koridor rumah sakit. William dengan wajah paniknya segera menghampiri Nozela. Setelah mendapat kabar dari Nozela bahwa gadis itu di rumah sakit, dia segera pergi menuju rumah sakit. William sangat khawatir dengan Nozela. "Liam." Lirih Nozela. Greb. William segera membawa Nozela ke dalam pelukannya. Dia memeluk gadisnya dengan erat seolah mencurahkan rasa khawatirnya, dia bahkan ugal-ugalan di jalan hanya demi segera sampai di rumah sakit. "Lo nggak papa kan?" Tanya William. Nozela menyembunyikan wajahnya didada bidang William, pelukan hangat William sedikit mengurangi rasa gundah dihatinya. "Gue nggak papa William." Tiara tersenyum melihat keduanya berpelukan, bisa dia lihat tatapan mata William yang begitu khawatir pada Nozela. "Kenapa bisa kaya gini Jel?" "Loh, William? Kamu di sini?" Tanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status