Home / Romansa / Gairah Salah Sasaran / Bab 60 | Darah?

Share

Bab 60 | Darah?

Author: MAMAZAN
last update publish date: 2026-09-02 05:38:25
Bab 60

Killian terpaku di tepi ranjang. Langkah kakinya yang hendak menuju kamar mandi terhenti seketika saat manik matanya menangkap bercak samar berwarna kecokelatan di atas sprei putih yang berantakan.

Dahi pria itu berkerut dalam. Ia berlutut di tepi peraduan, menyentuh halus sprei tersebut untuk meneliti noda yang sudah mengering di sana.

“Darah...?”

Killian mendesah pelan, rahangnya mengeras disergap rasa bersalah yang mendadak menyeruak hebat di dadanya. Sebagai seorang dokter, ia paham b
MAMAZAN

Killian keceplosan? Apakah bab berikutnya akan kebongkar?

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
bakso mercon
nah ..loh .. ketahuan kan.apo mulai memercik ..tinggal ketiganya bertemu langsung,baru api membara...drama2 lebay tersaji,rumit dan bertele-tele.kalau dua2 nya hamil wk wkwkwk,pusing pak dokter hyper.bah! basi!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 92 | Aku Akan Memastikannya

    Bab 92“Terima kasih ya sudah mau menemani aku malam ini, Killian,” ucap Irish lembut seraya menoleh, memecah keheningan di dalam mobil.Killian menyunggingkan senyum tipis tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan malam Monschau. “Sama-sama, sayang.”Irish membetulkan posisi duduknya, lalu kembali berucap dengan nada sedikit tidak enak hati, “Maaf ya kalau Irina terkesan agak cuek tadi. Saudariku itu memang seperti itu, tapi sebenarnya dia sangat baik.”Killian terkekeh pelan—sebuah tawa kaku untuk menutupi gejolak di dadanya. “It’s ok. Tapi kalian berdua benar-benar sangat mirip.”Irish tertawa kecil mendengarnya. “Benar! Semua orang kesulitan membedakan kami berdua. Karena bahkan suara kami sama."Deg!“Hanya warna suara yang membedakan?” tanya Killian dengan nada serak yang ditahan sekuat tenaga.Irish mengangguk polos seraya tersenyum manis. “Setipis itu bedanya. Irina punya nada bicara yang sedikit lebih tegas, sedangkan aku agak lebih lembut. Tapi kalau cuma mendengar sepintas

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 91 | Hanya Satu Orang

    Bab 91Killian menatap tajam wanita di hadapannya. Manik matanya tak melepaskan pandangan sedikit pun. “Ian?” ulang Killian, menuntut.Irina tersentak, mencoba menguasai raut wajahnya kembali. “Killian... Ada apa? Di mana Irish?”Pria tegap itu tak menjawab. Ia justru melangkah maju, memangkas jarak di antara mereka hingga aroma vanilla yang mengusik pikirannya berhembus makin kencang.Irina berusaha melepaskan genggaman tangan Killian di hatinya yang berdesir kencang. “Tolong lepaskan.”“Kau baru saja memanggilku Ian,” tekan Killian dengan suara rendah yang amat dalam. Tatapannya menuntut penjelasan, enggan mundur setapak pun.“Anda pasti salah dengar,” sahut Irina dingin. Ia membalas tatapan itu sekuat tenaga, mempertahankan poker face di balik jantungnya yang berdegup liar.“Aku tidak salah dengar, Irina,” potong Killian serak. Cengkeramannya di lengan wanita itu kian menegas, menolak alibi apa pun. “Hanya satu orang yang menyebutku dengan sebutan Ian. Yaitu Irish.”Deg!“Satu orang

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 90 | Aroma Vanila

    Bab 90Killian tersentak saat aroma manis vanilla dari tubuh Irina menyeruak masuk ke panca indranya. Belum sempat otaknya mengolah keterkejutan itu, tubuhnya mendadak membeku kaku mendengar bisikan lirih yang menusuk pendengarannya.“Aku pergi menyapa tamu yang lain dulu. Senang bertemu denganmu malam ini... Ian.”Deg!Jantung Killian berdegup kencang seketika. Tanpa sadar ia segera berbalik, tangannya terulur hendak menahan gaun hitam Irina. Namun wanita cantik itu sudah terlanjur melangkah pergi, melebur anggun bersama deretan tamu penting lainnya.“Ada apa, Killian?”Suara lembut Irish seketika membuyarkan keterkejutannya.Killian menarik kembali tangannya yang menggantung di udara, lalu menatap wanita di depannya dengan pandangan sedikit linglung. “Irish…”Irish mengerutkan keningnya. Ia menggeser posisinya hingga kini berdiri tepat di hadapan Killian, menatap penuh perhatian. “Iya? Are you ok, sayang?” tanyanya lembut.Killian sekuat tenaga menata poker face-nya, menekan kebingun

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 89 | Mereka Pernah Bertemu

    Bab 89“Irish!”Irish menoleh, matanya membelalak kaget mendapati sosok wanita yang sangat ia kenali. “Clara? Kamu di sini?”Clara tersenyum lebar. “Ya! Aku dapat invitation dari kerabatku yang tidak bisa hadir. Dan aku sama sekali nggak nyangka kalau galeri semewah ini ternyata milik Irina.”Irish terkekeh pelan, lalu memperkenalkan sahabatnya itu. “Clara, kenalkan ini Irina, saudariku.”“Hai, Irina,” sapa Clara ramah, menatap Irina dengan binar takjub. Selama ini ia hanya mengenal sosok Irina lewat cerita-cerita Irish, dan hari ini adalah pertama kalinya mereka bertatap muka secara langsung.Clara mengalihkan pandangannya berulang kali antara Irish dan Irina, lalu bertutur takjub, “Astaga, aku tidak menyangka kalian berdua benar-benar bak pinang dibelah dua! Mirip sekali!”Irina menyunggingkan senyum tipisnya. “Hai, Clara. Senang akhirnya bisa bertemu langsung denganmu.”Clara yang memang sengaja ingin melihat-lihat koleksi busana segera menarik tangan Irish. “Irish, temani aku ke ar

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 88 | Kalian Sangat Mirip

    Bab 88“Irina... I’m sorry. I’m late.”Irina membalikkan tubuhnya perlahan, menyunggingkan senyum yang sudah ia siapkan untuk menyambut saudari kembarnya.Namun, senyum itu membeku.Bukan karena Irish. Melainkan karena pria yang berdiri tepat di samping saudarinya tersebut.Tubuh tegap dalam balutan jas gelap yang sangat dikenalnya. Wajah yang berusaha ia singkirkan dari pikirannya, serta aroma maskulin yang masih membuat dadanya sesak.Ian...Nama itu hanya bergema di dalam hati Irina. Ia tidak mengucapkannya. Tidak mungkin. Bahkan untuk sekadar menggerakkan bibir pun, Irina merasa tidak sanggup.Ia mengunci rapat ekspresi terkejutnya, mempertahankan poker face yang dingin.Di sisi lain, Killian juga membeku di tempatnya.Tatapan pria itu terkunci sepenuhnya pada wajah Irina. Ada sesuatu yang membakar di dadanya, membuatnya sama sekali tidak mampu mengalihkan pandangan.Wajah itu... begitu familiar.Namun, bukan sekadar karena kemiripan fisik dengan Irish. Ada sesuatu yang jauh lebih

  • Gairah Salah Sasaran   Bab 87 | Grand Opening

    Bab 87“Perhatikan pencahayaan di area patung busana utama, dan pastikan anggur yang disajikan untuk para tamu VIP sesuai dengan list yang sudah kutentukan,” perintah Irina tegas pada asisten sekaligus sahabat kepercayaannya, Sasha.Sasha terkekeh pelan seraya menepuk lengan Irina. “Tenang aja, Nona Irina. Semuanya sudah aku periksa dua kali. Kamu tinggal fokus tampil memukau malam ini.”Irina menyunggingkan senyum tipis, “Thank you, Sha.” Ia merasa lega memiliki Sasha yang selalu bisa diandalkan untuk menangani pekerjaannya.Hari H Grand Opening galeri dan butik Irina di Monschau itu berlangsung elegan dan mewah. Rancangan bernilai fantastis dipajang rapi di berbagai sudut ruangan. Staf profesional yang diboyong langsung dari kantor pusat mereka di Berlin bergerak sigap di bagian masing-masing di bawah arahan Sasha.Banyak tamu penting dari kalangan pebisnis kelas atas, kolektor seni dunia, hingga deretan figur publik papan atas berdatangan memenuhi Galeri. Nama besar Harold Family—di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status