Beranda / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 73 Penguasa di Balik Istana

Share

Bab 73 Penguasa di Balik Istana

Penulis: Irbapiko
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-24 08:05:20

Suasana hangat di dalam mobil mendadak menguap, berganti dengan dingin yang menusuk tulang. Arya bisa merasakan jemari Sonya yang tadi menggenggam tangannya kini mendingin dan gemetar. Di depan teras rumah, berdiri sosok pria tua namun masih terlihat sangat bugar. Namanya adalah Pak Baskoro, ayah kandung Sonya, sang pendiri dinasti bisnis yang kini dikelola anaknya.

"Papa..." bisik Sonya, suaranya nyaris hilang.

Arya menghentikan mobil tepat di depan teras. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan gemuruh di dadanya. "Tenang, Sonya. Hadapi dengan kepala tegak. Saya ada di belakangmu."

Mereka turun dari mobil. Pak Baskoro tidak bergerak sedikit pun, matanya yang tajam di balik kacamata frame emas itu menatap Arya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tatapan yang meremehkan, seolah sedang menilai sebuah barang rongsokan yang salah masuk ke halaman istananya.

"Selamat malam, Pa. Kenapa nggak kabar-kabar kalau mau pulang ke Jakarta?" Sonya mendekat,

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 87 Permainan Dua Muka

    Lampu neon di koridor lantai server berkedip sekali sebelum akhirnya padam total. Pak Dirman, yang sudah puluhan tahun bekerja di keluarga itu, merasa bulu kuduknya berdiri. Namun, instingnya sebagai mantan penjaga keamanan tidak hilang. Ia merogoh saku, mencari ponsel untuk dijadikan senter."Reza?" panggilnya dengan suara berat. Tidak ada sahutan. Hanya suara hening yang mencekam dan desis mesin server yang perlahan mati.Di ujung koridor, bayangan itu bergerak. Pak Dirman mencoba mengejar, namun langkahnya terhalang oleh tumpukan kardus yang sengaja diletakkan di tengah jalan. Saat ia berhasil menyalakan senter ponselnya, koridor itu sudah kosong. Pintu darurat di ujung lorong masih berayun pelan.***Sementara itu, di sebuah kedai kopi tersembunyi yang jauh dari jangkauan gedung Sonya Fast, Reza duduk dengan tenang sambil menyesap espresso-nya. Di depannya, duduk seorang pria paruh baya yang mengenakan topi bisbol rendah. Pria itu ad

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 86 Desas Desus di Koridor Kekuasaan

    Pagi itu, suasana di kantor pusat Sonya Fast tampak seperti biasa, namun di bawah permukaan, ada arus yang mulai bergejolak. Arya, yang kini sudah terbiasa dengan setelan kemeja kerja yang rapi, melangkah masuk melalui lobi utama. Beberapa karyawan memberikan salam dengan hormat, tetapi Arya bisa merasakan perubahan atmosfer. Ada bisik-bisik yang terhenti setiap kali ia melintas.Reza, asisten pribadinya yang ambisius, sudah menunggu di depan ruang kerja dengan tablet di tangan dan senyum yang terlalu sempurna."Pagi, Pak Arya. Jadwal hari ini cukup padat. Ada rapat dengan tim audit eks-Nexus jam sepuluh, lalu makan siang dengan perwakilan pelabuhan," sapa Reza dengan suara yang sangat profesional."Pagi, Rez. Langsung siapkan bahan auditnya di meja saya. Oh ya, apa ada masalah dengan operasional semalam?" tanya Arya sambil membuka pintu ruangannya.Reza mengikuti dari belakang, menutup pintu dengan pelan. "Operasional lancar, Pak. Tapi... anu, a

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 85 Tunas Baru & Ambisi Tersembunyi

    Malam harinya, badai benar-benar telah berlalu. Arya menjemput Sonya dari tempat persembunyiannya. Begitu melihat Arya, Sonya langsung lari memeluknya. Tidak ada kata-kata, hanya tangis lega yang membasahi kemeja Arya.Mereka kembali ke rumah besar yang kini terasa jauh lebih damai. Pak Baskoro sudah menunggu di sana dengan sebuah botol anggur tua untuk merayakan kemenangan mereka."Kamu melakukan tugasmu dengan sangat baik, Arya. Lebih baik dari yang pernah Papa bayangkan," ucap Pak Baskoro sambil menepuk bahu menantunya. "Mulai besok, Global Nexus Indonesia resmi menjadi anak perusahaan Sonya Fast. Kalian punya pasar Asia Tenggara di tangan kalian."Arya hanya tersenyum tipis. "Terima kasih, Pa. Tapi setelah ini, saya ingin istirahat sejenak. Saya ingin fokus pada Sonya."Pak Baskoro tertawa. "Tentu, tentu. Kalian layak mendapatkan liburan panjang."*** Setelah Pak Baskoro pergi, Arya dan Sonya duduk di

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 84 Jejak Digital di Negeri Merlion

    Arya menghabiskan malam itu bukan di atas ranjang yang empuk, melainkan di depan tiga layar monitor di ruang kerjanya. Dengan bantuan tim IT ahli yang ia rekrut dari Jogja—anak-anak muda yang terbiasa bermain dengan kode—Arya mulai menelusuri aliran dana Global Nexus. Berkas audit lama dari Pak Baskoro menjadi kunci utama."Mas, lihat ini," bisik salah satu tim IT, menunjuk sebuah transaksi janggal dari cabang Singapura ke sebuah rekening di kepulauan Cayman. "Angkanya terlalu rapi untuk sebuah kerugian operasional. Ini pola round-tripping."Arya menyipitkan mata. "Jadi mereka mengirim uang keluar, lalu memasukkannya kembali sebagai investasi modal asing untuk mencuci dana gelap? Marco ternyata lebih kotor dari yang saya duga."Pagi harinya, Arya tidak langsung ke kantor. Ia meminta Sonya menemui Pak Baskoro untuk mendapatkan akses ke firma hukum rekanan di Singapura. Strategi Arya kali ini bukan lagi fisik, melainkan serangan presi

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 83 Gerilya di Jalur Tikus

    Sesuai dengan rencana yang disusun di malam sebelumnya, Arya memulai langkah taktisnya. Ia tahu bahwa melawan raksasa seperti Global Nexus di jalur utama pelabuhan besar adalah tindakan bunuh diri. Marco memiliki modal yang tak terbatas untuk menyuap otoritas pelabuhan. Maka, Arya memilih "Jalur Tikus"—pelabuhan-pelabuhan rakyat dan dermaga kecil di sepanjang pantai utara Jawa yang selama ini diabaikan oleh pemain besar.Pagi itu, di ruang rapat darurat yang hanya dihadiri oleh Sonya dan tim inti yang baru, Arya membentangkan peta digital."Marco pikir dia bisa mengunci kita dengan menguasai slot kontainer di Tanjung Priok," ujar Arya sambil menunjuk satu titik merah di peta. "Tapi dia lupa bahwa logistik bukan cuma soal kapal besar. Logistik adalah soal ketepatan waktu sampai di gudang konsumen. Kita akan mengalihkan 40% volume pengiriman kita melalui dermaga pengumpan di pesisir."Sonya mengerutkan kening, mempelajari data yang disajikan Arya. "

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 82 Pertemuan Dua Dunia

    Pagi itu, Arya tidak mengenakan jas kantornya yang biasa. Ia memilih setelan yang lebih tajam, sebuah suit berwarna abu-abu arang dengan kemeja putih bersih tanpa dasi. Kesan yang ditampilkannya adalah seorang pria yang tenang namun sangat berbahaya jika diprovokasi. Setelah pengakuan Sonya semalam tentang rayuan Marco, ada api yang menyala di mata Arya—bukan api cemburu yang buta, melainkan insting seorang pelindung yang siap menghancurkan siapa pun yang berani menyentuh miliknya.Arya tiba di kantor Global Nexus yang terletak di gedung pencakar langit daerah Sudirman. Tanpa janji temu, ia melangkah masuk melewati resepsionis dengan wibawa yang membuat petugas keamanan segan untuk menghentikannya."Katakan pada Marco, Arya Wiratama dari Sonya Fast ingin bicara. Sekarang," ucap Arya datar namun penuh penekanan.Tak butuh waktu lama, Arya diantar menuju ruangan Marco yang mewah dengan pemandangan kota Jakarta yang terhampar luas.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status