Share

CHAPTER 56 | AURORA SELINGKUH!

Author: Langit Parama
last update Last Updated: 2025-09-17 08:05:02

“Papa kamu ke mana, By? Bisa-bisanya dia ngilang padahal acara belum selesai!”

Aurora menggerutu tidak ada habisnya usai acara ulang tahun anaknya di ballroom hotel bintang lima, dan tak menemukan suaminya di mana-mana.

Padahal wartawan sudah siap untuk mewawancara pasangan yang mereka ketahui sangat harmonis itu, tapi gagal karena Isandro pergi tanpa bilang-bilang.

Sementara Arby duduk tenang di sebelahnya sambil menatap sang ibu yang terus marah-marah, sikapnya kontras dengan acara beberapa menit lalu di ballroom.

“Kok bisa sih ada manusia anti banget sama kamera, emang ada apa sama kamera?” sungutnya kesal, tangannya terlipat di dada.

Tak lama, ponselnya bergetar panggilan masuk. Dengan malas Aurora segera meraihnya, matanya membulat mendapatkan nama pemanggil itu.

“Halo?” sapanya dengan suara lembut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 327 |

    “Tipe manusia yang akan jatuh cinta setelah kehilangan?” gumam Luke pelan, setelah percakapannya dengan Isandro sudah lama selesai. Tatapannya kosong, seolah menembus udara. “Maksud Isandro, setelah aku pergi, Aurora akan menyesal?” Ia tersenyum pahit. “Menyesal, lalu sadar kalau dia butuh aku. Baru setelah itu … dia jatuh cinta?” Luke menghela napas berat, dadanya terasa sesak. “Kalau iya begitu. Kalau tidak?” Pertanyaan itu menggantung tanpa jawaban. Karena dia bertanya pada dirinya sendiri, di taman yang sepi karena Isandro dan Yessy sudah meninggalkan taman satu menit yang lalu. “Papa,” panggil Arsy, berjalan tertatih ke arahnya yang duduk di kursi taman dengan langkah kecil yang belum sepenuhnya seimbang. Luke tersentak dari lamunannya. “Ada apa, Nak?” tangannya segera terulur. Arsy langsung meraih jari ayahnya, menggenggam erat. “Sini,” ujar Luke lembut sambil menarik tubuh kecil itu ke pangkuannya. “Duduk sama Papa.” Arsy naik, lalu menarik kedua tangan Luke agar melingka

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 326 |

    Pagi itu, Isandro membawa Yessy berjalan-jalan. Tangannya menggenggam tangan si kecil yang tinggi badannya bahkan belum sampai lututnya. Langkah mereka santai, menyusuri taman di kawasan tempat tinggal, bukan taman pribadi di mansion, melainkan taman umum yang sengaja Isandro pilih karena satu alasan. Luke. Pria itu sudah lebih dulu datang, mendampingi Arsy yang sedang bermain perosotan. Sesekali terdengar tawa bocah kecil itu, disambut senyum tipis di wajah Luke. “Kamu mau main perosotan sama Arsy, sayang?” tanya Isandro sambil menunduk, menatap putri kecilnya. Yessy menoleh, lalu mengangguk singkat. “Main,” celotehnya polos, sebelum melepaskan genggaman tangan sang ayah. “Aciiih,” panggilnya nyaring ke arah Arsy. Arsy langsung menoleh. Senyum lebarnya mengembang, sempat melirik Luke sejenak sebelum turun dari perosotan dan menghampiri Yessy. Dua bocah itu lalu bermain bersama, berbicara dengan bahasa mereka sendiri—ocehan yang hanya mereka berdua pahami. “Jangan berantem, y

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 325 |

    “Sayang,” bisik Isandro tepat di telinga Yessa. Ia baru saja tiba di rumah usai dari rumah sakit, tepat pukul sepuluh malam. Yessa sebenarnya sudah terlelap, namun tak ada satu hari pun bagi Isandro tanpa membangunkannya. Seolah ada yang kurang jika istrinya tidur lebih dulu tanpa menyambut kepulangannya. “Mas …,” Yessa melenguh pelan sambil mengerjapkan mata, berusaha menyesuaikan diri dengan cahaya lampu kamar yang temaram. “Bangun, aku udah pulang,” bisik Isandro lagi. Tangannya bergerak refleks, mengusap perut sang istri yang kini memasuki usia tujuh bulan kehamilan. Gerakannya lembut naik turun. “Hm … ya udah, sana mandi dulu,” gumam Yessa dengan suara serak, sambil mendorong dada suaminya lemah. “Ada yang mau aku omongin, tapi mandi dulu.” “Mandiin,” balas Isandro lirih, nada suaranya terdengar manja dan sengaja. Yessa tersenyum kecil, matanya masih setengah tertutup. “Nyebelin banget sih, Mas. Aku lagi enak-enaknya tidur malah dibangunin.” Ia lalu berusaha duduk. Isandro

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 324 |

    Isandro melirik Yessa yang refleks memegangi perutnya, mengusapnya pelan seolah menenangkan diri sendiri. Setelah itu, pandangannya beralih pada Arby yang berdiri polos di hadapannya, sama sekali tak menyadari getaran halus yang baru saja ia ciptakan. “Mama kamu yang bilang begitu?” tanya Isandro, suaranya rendah namun terkontrol. Arby menoleh dan mengangguk cepat. “Iya, Pa. Mama yang bilang sama Arby tadi. Katanya Arby ganteng, pinter, dan baik kayak Papa. Jadi mau adek yang sekarang sama.” Rahang Isandro mengeras sesaat. Ia menahan banyak hal yang ingin keluar, lalu memilih satu jalan paling aman untuk anak di depannya. “Kamu pasti salah dengar,” ucapnya kemudian, nadanya datar tanpa emosi berlebih. “Maksud Mama kamu itu seperti Papa Luke. Karena adik yang di perut Mama kamu sekarang anak Mama kamu dan Om Luke.” Isandro mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap Arby tepat di mata. “Kamu paham?” Arby mengernyit. Ia belum sepenuhnya mengerti rangkaian kalimat itu, tapi ia paham s

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 323 |

    “Mas …,” bisik Fika lirih, suaranya bergetar. Matanya berkaca-kaca saat menatap Braga yang masih berlutut di hadapannya. Ia lalu mengangguk pelan. “Aku mau, Mas. Mau banget.” Senyum Braga langsung mengembang lebar, nyaris tak mampu ia sembunyikan. Ada lega, haru, dan bahagia yang bercampur jadi satu di dadanya. Empat bulan pendekatan yang penuh kesabaran, percakapan panjang hingga larut malam, saling mengenal luka dan mimpi satu sama lain—semuanya terbayar di detik itu. Braga berdiri, lalu dengan tangan yang sedikit gemetar menyematkan cincin itu ke jari manis Fika. Pas. Seolah memang sejak awal cincin itu diciptakan untuknya. “Syukurlah,” lirih Braga, dahinya menempel ke dahi Fika. “Saya takut keburu kehilangan kamu. Takut kamu berubah pikiran, atau diambil orang lain.” Fika terkekeh kecil di sela air matanya. “Kalau aku udah bilang mau, berarti aku serius, Mas.” Di belakang mereka, Salma mengusap sudut matanya yang basah. Ikut terharu meski Fika bukan anak kandungnya sendiri.

  • Gairah Terlarang: Sahabat Suamiku, Nafsu Rahasiaku   CHAPTER 322 |

    “Fika, ada apa, Nak?” Salma langsung menghampiri anak angkatnya itu. Fika menurunkan ponselnya dengan gerakan yang begitu pelan, meletakkannya ke atas meja. Tatapannya kemudian beralih pada Salma yang berdiri di sebelahnya. “Mas Braga masuk rumah sakit, Ma,” jawab Fika lirih. “Ya ampun,” Salma memegangi dadanya yang tiba-tiba terasa sesak. “Di rumah sakit mana, Fik? Kalau begitu, ayo kita ke rumah sakit sekarang,” Salma segera melepaskan celemeknya, bersiap untuk menemani Fika menemui Braga. Keduanya bergegas kembali ke kamar masing-masing, meraih ponsel dan dompet sambil memesan taksi online untuk menuju ke rumah sakit yang alamatnya sudah dikirim. _____ “Mama, Om Luke udah dateng dari belanja,” seru Arby begitu kembali ke kamar ibunya, Aurora. Wanita itu hanya menghela napas panjang, malas menanggapi lebih jauh. Tak lama, pintu kamar dibuka, dan menampilkan Luke datang membawa beberapa kantong belanja. “Aku udah beliin kamu susu ibu hamil, semua varian rasa. Yang mana kamu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status