Share

Kerusuhan Sidang Pertama

Author: Otty A
last update Last Updated: 2025-05-03 03:00:03

Rayhan dan Aryo saling menatap. Ayunda yang melihat Wulan ingin membantu Sandra, menjadi geram. Ia kemudian menggunakan rencana liciknya untuk membuat Wulan gagal menjadi saksi.

"Pak Charlie... setahu saya, orang cacat ditolak oleh pengadilan untuk dijadikan saksi," bisik Ayunda.

"Iya Benar. Kenapa Bu?" tanya Charlie.

"Itu Wulan, kan dia masih buta. Kok bisa jadi saksi?" jawab Ayunda.

"Maksud anda, Wulan tuna netra?" Charlie, kaget.

"Iya... Wulan itu masih sakit. Matanya masih belum bisa melihat. Dokternya saja bahkan nggak tahu, kapan penglihatan Wulan bisa sembuh total. Saya rasa, Sandra sudah mengintimidasi Wulan. Makanya Wulan mau datang ke sini dan bersaksi untuk melawan Kakak kandungnya sendiri!" seru Ayunda.

Hakim menyatakan persidangan akan segera dimulai. Tapi Pak Charlie menyatakan keberatan.

"Maaf Pak, saya keberatan dengan saksi yang diajak oleh pihak penggugat. Sebab salah satu saksi yang dibawa ke sini, tid
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Viko Menghilang

    Sandra mengambil tas kecil miliknya. Ia juga mengambil kunci mobil. "Kau akan pergi kemana sepagi ini?" Arya makin bingung melihat sikap istrinya."Rasanya seperti mengulang kesalahan yang dulu pernah kubuat!" serunya tanpa menoleh ke arah Arya."Ma, ada apa? Kalau Mama ingin pergi ke suatu tempat, aku akan mengantarkan. Mama tidak perlu menyetir sendiri!" Levin khawatir melihat sikap ibunya."Tenanglah dulu. Katakan apa yang terjadi. Supaya kita semua bisa membantumu." Arya juga berusaha untuk memadamkan api yang bergolak li4r di pikiran Sandra."Viko dan Ana tinggal di rumah lain milik keluarga Johan. Dan sekarang, Viko tidak pulang ke rumah. Tak ada kabar, pesan atau apapun. Ana menangis memikirkan suaminya." Sandra menjawab dengan wajah tegang. Tangannya mencengkram tas kecilnya lebih kuat."Aku akan ke sana. Aku akan temani Mama. Daddy pergi ke kantor dan antar Allison ke sekolah." Levin menengahi."Baiklah! Setelah pekerjaa

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Tidak Pulang

    "Ayo kita pulang!" Suara Viko membuyarkan lamunan Ana. "Lho! Kok pulang? Kamu kan baru masuk ke dalam?" Ana heran melihat Viko yang sudah berdiri di dekatnya. "Saat aku masuk ke dalam, Andrew sedang tidur. Aku tak mungkin membangunkan dia, kan?" Viko berbohong. Yang sebenarnya adalah, ia tak berani bertatap muka langsung dengan Andrew. Ia takut jika kebohongannya akan terbongkar. "Iya, yang penting kita sudah menjenguknya." Ana mengangguk. Keduanya memilih untuk pulang ke rumah. ****"DUaR!" Malam ini, suara petir terdengar seperti b0m yang meled@k di udara. Ana duduk di ruang makan. Ia menunggu Viko pulang. Sesekali matanya melirik ke arah jam yang tergantung tak jauh dari sana. "Sudah jam 9 malam. Viko kenapa belum pulang?" Ana bicara pada dirinya sendiri. Ia menatap piring piring yang berisi makanan. "Aku sangat lapar. Apa lebih baik aku makan lebih dulu?" Ana agak ragu. Tapi sedetik kemudian, ia mengambil pirin

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Siapa Ibu Andrew Sebenarnya?

    "Kenapa melotot seperti itu? Wajahmu juga terlihat pucat. Ada apa Viko? Kau akan menjenguknya kan?" Ana mengguncang pelan bahu suaminya."Apa?" Viko yang panik, sedang memikirkan cara licik lain untuk mengh4bisi Andrew."Apa kau akan datang menjenguknya? Kalau kau datang, aku ingin ikut." Rupanya Ana masih menyisakan tempat istimewa untuk Andrew di hatinya."Tidak." Viko menggeleng."Apa maksudmu!" Ana mengerutkan kening, heran saat mendengar jawaban Viko."Maksudku, aku akan datang. Tapi untuk apa kau ikut menjenguk? Andrew kan temanku. Bukan temanmu." "Aku.... Aku hanya ingin ikut saja." Ana menundukkan wajahnya. "Baiklah kalau begitu. Cepat ganti bajumu. Kita pergi ke rumah sakit, sekarang." *****"Jadi ini merupakan kasus pembun*han? Siapa orang yang tega menyakiti anakku?" Ibu kandung Andrew kaget mengetahui fakta pahit itu."Iya Bu. Dan untuk pelaku, kami masih menyelidikinya." Polisi

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Berita di TV

    Pria berbaju kuning hendak kembali ke tenda, untuk mengambil sekop dan alat lain yang dapat membantu mereka untuk menggali tanah."Tolon-g...." Suara Andrew terdengar samar di telinga mereka."Suara siapa itu?" ucap si pria berbaju biru, kaget. Andrew menggerakkan tangannya, berusaha memberi tanda, jika ia masih hidup. "Tolong aku." "Dia masih hidup!" seru pria berbaju kuning.Mereka bertiga pun membawa Andrew ke rumah sakit. Mereka juga melaporkan hal ini pada pihak yang berwajib.****Keesokan harinya, Viko mengajak Ana untuk pindah ke rumah miliknya yang lain. Rumah yang sudah kosong sejak 2 tahun terakhir itu, sudah dibersihkan secara menyeluruh. Atap rumah juga sudah diperiksa, untuk memastikan tak ada kebocoran saat hujan mengguyur."Bagaimana menurutmu? Apa kau menyukai rumah ini?" Viko memegang tangan Ana dengan lembut sambil mengajak istrinya melihat lebih dalam."Bagus. Rumahnya bagus. Aku m

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Dikubur?

    Sapta menghubungi Viko, sesaat setelah ia sampai di rumahnya. "Tugasku sudah selesai. Dia sudah m4ti. Polisi pasti akan menemukan j4s@dnya, dalam beberapa hari.""Apa kau serius?" Viko menjadi bersemangat, mendengar kabar tersebut."Tentu saja! Aku sudah membuangnya ke jur4ng, berikut dengan sepeda motor miliknya! Hahaha!""Hahahahaha! Bagus sekali Sapta!" Viko melompat kegirangan."Sekarang, berikan sisa uangku! Aku mau semua uangku dibayar lunas, malam ini!" "Tentu saja! Aku akan mentransfer uangnya ke rekeningmu, sekarang. Kau tunggu sebentar ya!" Viko mematikan sambungan teleponnya. Ia membuka aplikasi mobile banking, menulis jumlah uang yang cukup banyak dan mengirimnya ke rekening milik Sapta."Sudah selesai! Akhirnya masalahku sudah selesai. Sekarang, tidak akan ada yang tahu soal hubunganku dengan Asih. Aku bisa menjalani hidupku dengan damai." Viko bicara pada dirinya sendiri.Saat ini, Viko masih berada di kan

  • Gairah Terlarang Sahabat Suamiku   Terjun ke Jur@ng

    Langit makin gelap, suara gemuruh petir juga terdengar. Di kanan dan kiri jalan hanya ada pepohonan yang tumbuh lebat. Jalanan beraspal terlihat makin sempit dan menanjak. Sepeda motor milik Andrew masih melaju kencang di jalanan. Hingga akhirnya, jalanan beraspal berganti dengan tanah basah. Mereka sudah melewati jalanan beraspal, menjauh sekitar beberapa kilo meter.Suara deru mesin sepeda motor berhenti. Kawan sejawat Sapta, memarkirkan sepeda motor milik Andrew di bawah pohon trembesi di dekat jembatan gantung tua yang sudah lama tidak pernah mendapatkan jatah pemugaran dari pemerintah kota setempat.Sapta juga mematikan mesin sepeda motor. "Terima kasih karena mau mengantarkan aku sampai di sini." Andrew turun dari motor. Matanya menatap nanar ke arah kawan sejawat Sapta. "Kau mau ini?" ucap pria berbadan cungkring dengan senyum mengejek."Kembalikan sepeda motorku!" teriak Andrew."Tentu saja! Ayo ambil saja sepeda motormu!"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status