مشاركة

Sedih

مؤلف: Parikesit70
last update تاريخ النشر: 2026-06-13 14:54:04
Linda yang tengah menikmati kopi dan kudapan kesukaannya, menerima panggilan telepon.

“Ya, sayang tadi aku ditelepon sama atasanku sewaktu mau mandi. Parahnya, aku enggak mematikan ponsel itu. Jadi, kamu enggak bisa hubungi aku. Memang sayang hubungi aku mau bicara apa?” tanya Krisna lembut dan langsung memberikan alasan sebelum ditanya oleh sang istri.

“Ya Mas, enggak apa-apa. Tadi aku telepon untuk kasih liat pakaian yang akan aku belikan untuk kamu. Tapi, karena enggak bisa dihubungi aku
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Sedih

    Linda yang tengah menikmati kopi dan kudapan kesukaannya, menerima panggilan telepon. “Ya, sayang tadi aku ditelepon sama atasanku sewaktu mau mandi. Parahnya, aku enggak mematikan ponsel itu. Jadi, kamu enggak bisa hubungi aku. Memang sayang hubungi aku mau bicara apa?” tanya Krisna lembut dan langsung memberikan alasan sebelum ditanya oleh sang istri. “Ya Mas, enggak apa-apa. Tadi aku telepon untuk kasih liat pakaian yang akan aku belikan untuk kamu. Tapi, karena enggak bisa dihubungi aku jadi batal beli pakaian itu,” jawab Linda dan Rima memandang ke arah rekannya dengan perasaan kasihan. “Wah, berarti aku enggak dapat oleh-oleh dari kamu dong. Sayang, apa pun yang kamu belikan untuk aku pasti aku suka. Selama ini, semua pakaian yang kamu belikan itu sangat bagus-bagus. Apa kamu akan ke toko itu lagi?” tanya Krisna merayu istrinya. “Maaf Mas, aku sudah keluar dari Mal. Sekarang aku lagi minum kopi di tempat langganan kita dekat kantor,” jelas Linda saat mendengar keinginan K

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Bercinta

    “Mbak, tolong jangan sampaikan ke Linda masalah pertemuan kita waktu itu,” pinta Krisna duduk di sebelah Rima pada kursi yang ada di teras.Rima menunduk dan menghela napas serta berucap, “Kenapa saya harus bohong? Bukankah kemarin Mas Kris sama wanita lain dan wanita itu menantang saya?”“Mbak, tolonglah kali ini saja. Saya akan melepas wanita itu. Dia itu hanya SPG rokok yang terus saja merayu saya. Memang saya salah meladeni dia. Tapi, demi Tuhan, cinta saya hanya untuk Linda. Apalagi Mbak tahu sendiri bagaimana perangai wanita itu. Tolong beri saya kesempatan untuk menyelesaikan semuanya, Mbak,” pinta Krisna mengiba.“Hmm ... Baiklah!” ucap Rima mengangguk pelan.“Terima kasih, Mbak! Sekarang saya panggil Linda dulu. Biar Mbak enggak terlalu lama menunggu. Tunggu ya,” ujar Krisna dengan wajah lebih tenang, usai ketakutannya terlewati.Rima yang melihat tingkah laku Satria hanya melirik dan tersenyum kecut sembari bermonolog, “Dasar lelaki brengsek!”Tak lama kemudian, Linda kelua

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Risau

    Sekitar pukul 11 siang Rima ke rumah Linda. Wanita berparas mungil dengan kulit cokelat eksotis itu memeluk rekan kerja yang telah dua bulan ini cuti melahirkan. Kehadirannya juga disambut oleh Krisna yang telah menunggunya dengan hati dipenuhi kekawatiran.“Semakin putih dan cantik, kamu!” peluk hangat Rima memandang Linda seraya mengelus kedua pipi rekan kerjanya.“Kamu juga tambah cantik,” balas Linda tersenyum manis.“Serius tambah cantik? Perasaan, aku tambah coklat!” ucap Rima sembari melirik jenaka ke arah Linda.Setelah itu Krisna menyalami Rima dengan tersenyum ramah tanpa berkata sepatah kata pun. Tetapi Rima menyambut tangan Krisna seraya menyindir.“Wah, wajah Mas Krisna semakin bersih dan kembali seperti anak muda. Pasti karena selama dua bulan ini diurus istri ya?”Mendengar ucapan Rima membuat wajah Krisna berubah tegang dan lelaki itu hanya tersenyum samar. Ia tidak mampu membalas sindiran Rima yang jelas bermaksud lain atas kata-katanya.Dalam hati Krisna menggerutu.

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Kesepakatan

    Seminggu kemudian, usai Rima bertemu dengan Krisna di restoran pada sebuah Mal besar, pada hari minggu pagi rekan kerja Linda menghubunginya. “Linda, aku mau ke rumahmu siang ini. Apa kamu ada di rumah?” tanya Rima. Linda yang sedang menikmati sarapan pagi, jelas terkejut mendengar siapa yang menghubunginya. “Wah! Mimpi apa aku semalam ya? Tumben pagi-pagi telepon. Bukannya setiap hari minggu kamu malas bangun pagi? Sebenarnya kemarin itu, aku mau telepon kamu. Eh, malah lupa. Berarti telepati aku kepada kamu sampai dong,” tutur Linda. “Iya kita kan sohib. Ngomong-ngomong mau aku bawakan apa? Kamu enggak masak kan?” tanya Rima. “Karena kamu mau ke rumah, aku akan masak kesukaan kamu. Tapi, kok tumben anak dan suamimu mau diajak jalan-jalan ke rumahku,” ujar Linda. “Pertama, aku bangun pagi karena ada saudara yang anaknya dikhitan, jadi pagi ini aku ke sana dan kebetulan rumahnya dekat perumahan kamu. Tapi, anak dan suamiku nanti enggak ikut ke rumahmu, karena aku ada renca

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   BERTENGKAR

    Sementara itu di tempat yang berbeda, mobil Krisna terlihat di parkir pada sebuah kos elite kamar nomor 4. Pada masing-masing kamar kos berisi tempat parkir. “Mas Kris, kapan mau menceraikan istrimu? Aku bosan dengar janji-janji saja,” rajuk wanita dengan make-up tebal berdiri membelakangi Krisna yang merebahkan tubuhnya di sebuah ranjang. “Sayang, Aku akan bercerai saat putri kecilku berusia dua tahun,” janji Krisna seraya melepaskan celana panjangnya dan memandang punggung sang kekasih yang merajuk. “Janji- janji saja. Aku bosan dengarnya! Mas tahu dua tahun lagi umurku 32. Aku juga mau punya anak dari kamu, Mas,” keluhnya melipat tangan dan masih membelakangi Krisna. “Sayang, lihat ini..., dia kangen kamu. Katanya kamu ingin punya anak. Kamu enggak kangen? Cepat duduk sini sayang,” pinta Krisna dalam posisi tanpa selembar benang melekat ditubuhnya. Wanita berusia 30 tahun, rambut berwarna coklat tua menoleh ke arah Krisna. Sesaat kemudian, wanita itu melepaskan seluruh b

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Curhat

    Saat kedua wanita itu telah saling melepaskan pelukan dan masih berada di kamar utama, Krisna kembali ke kamar. Ia mengambil kunci mobil dan dompetnya seraya berkata pada Linda tanpa memandang ke arah wanita cantik yang melihat gerak gerik sang suami. “Aku keluar dulu,ada urusan sampai malam!” Linda hanya diam membisu. Ia dan Tati melihat kepergian Krisna tanpa berkata sepatah kata pun. Kemudian, Linda mengajak Tati duduk di tempat tidurnya. “Sini Tati, kita ngobrol,” ajak Linda. Tati mengikuti ajakan Linda duduk berdampingan di tempat tidur. Sesaat kemudian Linda teringat akan janji Tati untuk memberitahu hal yang diketahuinya. “Tolong kamu cerita, apa yang kamu tahu tentang suamiku.” Tati menganggukkan kepalanya dan menjawab, “Sewaktu saya mau cuci celana kerja bapak, saya lihat nota pembayaran hotel dan alat pengaman, Bu.” “Kapan itu?” tanya Linda tergesa dengan suara bergetar menahan asa sakit hati yang menjalar ke seluruh bagian tubuhnya. “Satu hari setelah Ibu m

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Cemburu

    “Ternyata kamu disini?" tanya Krisna saat masuk ke dalam kamar putri keduanya setelah memanggil Tati di depan kamar asisten rumah tangga itu. Tati terdiam membisu dan wanita muda itu membeku dengan jantung berdetak cukup kencang. Karena hampir saja ia membongkar hal yang diketahui atas diri Krisn

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Rahasia

    Usai Linda basa-basi dengan menanyakan keluarga sang mantan dan meletakkan secangkir teh yang dibawa oleh Tati, wanita cantik itu langsung menanyakan keperluan sang mantan bertemu dengannya. “Bara, ada keperluan apa kamu cari aku? Karena tidak mungkin kamu jauh-jauh mencari rumahku, kalau tidak a

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Tamu Tak Diundang

    Pikiran Linda yang kacau membuat wanita cantik itu terlelap di lantai permadani kamar anak keduanya usai ia melepaskan rasa sakit, gelisah pada sebuah bantal dan tertidur. Tanpa disadari, Krisna masuk ke kamar bayi. Lelaki itu meraih tubuh Linda, membopong dan membawa ke kamar mereka. Saat dibo

  • Gairah Terpendam Sang Mantan   Alat pengaman

    Mobil sedan berwarna hitam masuk ke sebuah halaman. Terlihat seorang wanita cantik dengan rambut sebahu menutup pintu pagar usai sebuah mobil berjenis sedan tahun lama masuk ke halaman rumah. Seorang lelaki berusia 35 tahun berkulit sawo matang keluar dari dalam mobil dengan membawa sebuah koper ke

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status