Mag-log inRaksasa Sang Kegelapan akhirnya runtuh setelah jiwa-jiwa yang terbelenggu lepas dan beterbangan ke langit. Gandi berdiri di atas bahu Tubuh Dewa miliknya sambil menatap semua itu dengan hati yang kacau.
"Banyu Biru..." lirihnya dengan mata yang berkaca-kaca. Entah kenapa, ucapan terakhir dari roh senjata Tombak Banyu Biru itu membuat hatinya terasa sakit. Roh itu telah memberinya banyak pengalaman yang tidak sederhana untuknya. Yang paling berkesan bagi Gandi adalah kemampuan yang dDewa Perang Ares menatap sekelilingnya dengan napas memburu. Pasukan Dewa yang dipimpin olehnya untuk membunuh Batara Geni, hanya tersisa sedikit. Bahkan dirinya juga terluka oleh ledakan tersebut."Kekuatan yang mengerikan..." batin Dewa Ares.Batara Geni menatap kearah Dewa Perang tersebut lalu sekejap kemudian tubuhnya menghilang. Dewa Ares terkejut. Namun belum habis rasa terkejutnya, sosok Batara Geni sudah ada di belakang tubuhnya. Aura kekuatan yang menekan itu membuat Dewa Ares membeku."Ares, aku beritahu kau sesuatu...Ini peringatan sekaligus ancaman dariku...Sebenarnya, aku bisa saja memusnahkan Olimpus dengan tanganku sendiri. Tapi aku mendapat mandat dari seseorang, agar aku menghormati leluhur kalian. Jadi, sebelum aku melanggar janjiku padanya, lebih baik kau katakan kepada Zeus ayahmu, agar tidak berbuat ulah terlalu jauh." kata Batara Geni membuat Dewa Ares terdiam terpaku. Namun bukannya takut dengan ancaman tersebut, tinjunya malah justru terkepal. Amarahnya mengge
Dewa Ares yang sudah sangat marah dan dendam kepada Batara Geni langsung memerintahkan pasukan besar yang dia bawa untuk menyerang Mahadewa tersebut. Para dewa yang berjumlah ribuan itu pun melesat ke arah sang Batara tanpa berpikir seberapa kuat Dewa yang akan mereka serang. Gemuruh teriakan mereka menggetarkan langit. Namun itu tak mempengaruhi Batara Geni sama sekali. Dia masih tetap tenang meski ribuan Dewa menyerang secara bersama-sama. "Tak bisa melihat gunung yang lebih besar di depan mata, kau hanya mencari masalah denganku Ares," kata Batara Geni lalu dari dalam tubuhnya memancar aura merah yang sangat kuat. Ribuan Dewa yang sudah melesat kearah Mahadewa itu terkejut bukan main. Namun mereka tetap menyerang karena perintah dari Dewa Perang Ares. Batara Geni tersenyum kecil dengan mata yang yang berkilat merah. "Kalian ingin menjadi abu ya? Akan aku kabulkan..." ucapnya lalu dia menjentikkan jarinya. Klik! Begitu Batara Geni menjentikkan jari, tiba-tiba dari arah langit m
Bara Sena tersenyum lalu menganggukkan kepala. "Kekuatan yang dimiliki oleh Nara Soka memang tidak dapat dipungkiri sangat luar biasa dan mengesankan. Dia adalah salah satu pengikutku yang paling kuat dan tangguh selain tiga dewa lainnya yang juga dikenal memiliki kemampuan dahsyat," ujar Bara dengan nada penuh keyakinan dan kebanggaan, membuat semua orang yang berada di sekelilingnya terkejut dan terdiam sejenak, kecuali Batara Geni yang tampaknya sudah mengetahui dan memahami seberapa besar kekuatan yang dimiliki oleh Nara Soka sehingga tidak menunjukkan reaksi yang serupa."Jadi, ada tiga dewa lagi pengikutmu yang sudah berada di Ranah Alam Nirwana? Siapa saja mereka bocah!" seru Anoman penasaran dengan nada suara yang dipenuhi rasa ingin tahu yang membara dan ketidakpuasan. Keingintahuan ini bukan hanya miliknya, melainkan juga mencerminkan perasaan seluruh orang yang hadir di tempat tersebut, yang sama-sama diliputi pertanyaan dan kekaguman terhadap keajaiban yang mereka saksika
Kahyangan Barat geger setelah terjadi ledakan yang menghancurkan gerbang Dunia harta. Setelah para dewa menyelidiki tempat tersebut, mereka mendapatkan petunjuk bahwa disana telah terjadi pertempuran hebat yang tak diketahui oleh Istana Olimpus. Apolo dan Artemis yang bertugas untuk menyiapkan formasi ikut menyelidiki tempat tersebut.Setelah penyelidikan itu selesai, disimpulkan bahwa pertarungan itu terjadi antara Pasukan Pemburu Dari Neraka milik Hades dan Hefaistos melawan sesuatu yang masih menjadi misteri. Namun dari kehancuran yang terjadi disana, Apolo dan Artemis yakin, lawan Pemburu dari Neraka sangatlah kuat.Bahkan setelah Apolo dan Artemis melapor kepada Zeus mengenai yang terjadi di tempat kejadian, hampir tak ada yang bisa percaya."Pasukan Pemburu Dari Neraka milik Hades terkenal sangat kuat, bahkan mungkin sulit untuk di kalahkan oleh para dewa sekalipun. Tapi, kau mendapat laporan bahwa jumlah yang tewas dari pasukan itu berjumlah lebih dari sembilan puluh!? Bagaiman
Sosok pemuda berambut merah keluar dari dalam Busur Matahari milik Bara Sena. Sukma Geni, Gandi, Yao Ling dan Raksa Geni menatap tak berkedip kearah sosok tersebut.Tekanan kekuatan saat Nara Soka muncul membuat semua yang ada disana langsung berlutut saat itu juga kecuali Bara Sena seorang."Sungguh kekuatan yang mengerikan...Siapa orang ini...?" batin Sukma Geni sambil berusaha bertahan agar tidak sampai bersujud. Gandi dan yang lainnya pun sama-sama bertahan sekuat tenaga. Raksa Geni yang hampir saja tumbang segera menggunakan Pedang Maharaja miliknya untuk menahan tubuhnya dari tekanan kuat tersebut."Kekuatan ini...Sepertinya bukan Ranah Alam Semesta...!" batin Gandi."Memang bukan! Itu adalah Ranah Alam Nirwana bocah! Kekuatannya sampai masuk ke dalam Alam Jiwa milikmu ini!" sahut Ki Ageng Samudra Biru di dalam tubuh Gandi. "Kekuatan jiwa yang sangat mengerikan seperti ini, bagaimana bisa bocah Iblis itu memilikinya?" tanya Empu Jagat Martapura.Namun tak ada jawaban karena Gan
Dewi Saros tertegun setelah lima jarinya yang berniat menjebol tubuh Sukma Geni malah hancur berantakan setelah menghantam tubuh wanita bergelar Ratu Jagat tersebut. Matanya menatap nanar kearah lima jarinya yang patah berantakan."Apa yang terjadi...? Seranganku...Tidak mempan pada tubuhnya? Mustahil..." batinnya.Hanya itu yang sempat terpikir olehnya. Karena sedetik kemudian, tinju kanan Sukma Geni telah menghajar dagunya dengan keras hingga membuat tubuh wanita itu mencelat dan menghantam pilar raksasa.Dum!Setelah menghantam pilar raksasa tersebut, tubuh Saros melayang jatuh ke lantai dengan keras. Bruk!Darah mengucur dari luka parah yang menghancurkan dagunya. Bara dan tiga orang lainnya menatap takjub kearah Sukma Geni."Wah...Kekuatanmu sangat mengerikan Sukma..." ucap Bara tak menyangka putri Batara Geni itu bisa membuat Dewi Saros sekarat hanya dengan sekali pukulan.Sukma Geni tak menyahut. Kedua matanya masih menatap kearah Dewi Saros yang telungkup dilantai dengan waja
Sukma Geni mencubit lengan pemuda yang tengah menyamar itu dengan gemas setelah mendengar jawaban dari Bara Sena yang malah bercanda disaat keadaan tengah tegang tersebut."Bodoh! Kalau mereka berlima menyerang, kita akan kewalahan. Jika aku bisa membangkitkan kekuatan yang disegel oleh ayah bukan
Para prajurit Siluman Ular terpental setelah dihantam Naga Air milik Gandi Wiratama. Pemuda itu pun berhasil menerobos pertahanan prajurit tersebut dan dengan mudah memasuki halaman istana yang megah."Akhirnya...Sampai juga di Istana ini...Aku merasakan adanya kekuatan yang mengerikan dari dalam i
Bara Sena membuka kedua matanya. Dia melihat Sukma Geni dan Zhou Yin yang duduk di samping kanan dan kiri tubuhnya. Pemuda itu tersenyum kecil lalu bangkit dan duduk. "Sepertinya aku kehabisan tenaga sampai tak sadarkan diri..." ucapnya sambil menatap Sukma Geni lalu beralih ke Zhou Yin."Lebih ba
Siang itu suasana di rumah kayu yang ada di tengah hutan terlihat ramai oleh para peserta Turnamen Babak Kedua tersebut. Ada dua puluh peserta yang hadir disana untuk menyerahkan hasil buruan mereka kepada penjaga pos yang tak lain adalah Bima Sena, ayah dari Bara Sena.Pria bertubuh tiga kali lebi







