Home / Fantasi / Geger Kahyangan / 650. Medan Darah (2)

Share

650. Medan Darah (2)

Author: Gibran
last update publish date: 2025-06-03 06:20:31

Gemuruh dahsyat terdengar dari segala arah saat Medan darah milik Luo Zhen yang begitu luas itu membuat Tubuh Dewa raksasa milik Yu Sha berlutut karena tekanan yang dia ciptakan. Sang Dewa Pedang pun bertahan mati-matian dari tekanan Medan darah yang mendadak bertambah kuat dari sebelumnya.

"Apakah ini kekuatan sebenarnya yang dia miliki? Hanya saja, dia membakar jiwanya sendiri untuk bisa melakukan semua ini. Jika aku bisa bertahan selama beberapa saat, tubuhnya akan hancur set
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Geger Kahyangan   972.Menyerah

    Dua kelompok yang tengah bertarung memperebutkan nilai, saat ini saling berhadapan di tengah arena pertarungan. Oge, Kong Li dan Yukari berdiri di depan Empat dewa naga petir yang tentu saja memiliki kekuatan misterius. Alessa dengan kemampuan berpindah tempat secara singkat, dan tiga rekannya masih menjadi pertanyaan bagi Oge dan rekan-rekannya. "Pertarungan kelompok, DIMULAI!" seru Poseidon. Alessa yang sudah sejak tadi memendam kekesalan, tanpa banyak berpikir langsung melesat kearah Oge yang berada di posisi paling depan. Dewa Kerbau Gila itu menyeringai lebar kemudian mengeluarkan senjata andalan miliknya berupa gada bulat raksasa. Wung! Gada bulat itu menghadang pergerakan Alessa. Namun tiba-tiba saja wanita itu lenyap tepat disaat gada itu menerjang. Dum! Dentuman dahsyat mengawali pertarungan antar kelompok tersebut. Yukari yang merupakan Dewi Phoenix Biru segera merapal kekuatan miliknya untuk melacak tubuh Alessa. Lingkaran biru raksasa pun tercipta setelah mantra s

  • Geger Kahyangan   971.Tak Ada Lawan

    Tinju Raksasa Basundari menghujam ke lantai arena dengan keras, menciptakan dentuman yang mengguncang dan menyebar ke seluruh penjuru. Suara tersebut menggema dengan dahsyat, diikuti oleh gelombang kekuatan yang sangat kuat sehingga seolah-olah menyeret semua yang ada di sekitarnya, menyapu hingga ke tiap sudut arena pertarungan itu sendiri. Kejadian ini menambah ketegangan dari suasana pertandingan yang sudah mencekam, membuat setiap penonton menahan napas. Alessa yang saat itu tengah berdiri dengan penuh keberanian, langsung merasakan tekanan dahsyat yang tak terhingga dari Medan Pembunuh milik Dewi Raksasa tersebut, seolah-olah ada kekuatan luar biasa yang mendesak dirinya dari segala arah dan membuat udara di sekitarnya menjadi berat dan mencekam. Efek dari kekuatan ini menciptakan suasana yang menakutkan, menimbulkan kengerian yang mengguncangkan jiwanya, seperti berada di bawah bayang-bayang ancaman yang tak terlihat namun sangat nyata."Medan Pembunuh ini tidak hanya mengurang

  • Geger Kahyangan   970.Naga Petir Terkuat

    Aung Ma menatap kearah Alessa yang sudah berada di dalam arena pertarungan. Seringai menghiasi bibir pria tersebut. "Cih, kau sama sombongnya dengan teman bodohmu itu." ucapnya dengan nada sinis.Tak ada suara, tiba-tiba tubuh Alessa lenyap dari pandangan mata membuat Aung Ma terkejut dan langsung menciptakan perisai api yang mengelilingi dirinya.Duar!Terdengar suara ledakan keras dari arah atas perisai. Aung Ma terkejut dan menatap kearah atas. Namun ledakan kembali terjadi di sisi sebelah kanan. Duar!Aung Ma kembali terkejut kemudian menoleh. Namun lagi-lagi dia tak bisa melihat keberadaan lawan. Yang ada hanyalah aura petir di sekitar bekas ledakan."Apa yang tengah dia lakukan dasar bodoh! Serangan mu tak akan mempan pada perisai api milikku!" ucap Aung Ma.Alessa terus menyerang dari berbagai arah dan berbagai titik membuat para penonton bingung dengan apa yang tengah wanita itu lakukan.Berbeda dengan para penonton yang tidak tahu siasat apa yang Alessa rencanakan. Batara

  • Geger Kahyangan   969.Aung Ma

    Kong Li menoleh ke atas. Dia terkejut saat Tombak Petir Raksasa melesat begitu cepat kearahnya. Dewa Gajah Emas itu pun tak sempat untuk menahan serangan tersebut sehingga tombak itu menghujam tubuhnya dengan telak.BLEGAR!Ledakan besar terjadi setelah Tombak raksasa itu menembus tubuh Kong Li. Teman-temannya menatap tanpa kedip menyaksikan Dewa Gajah Emas itu terkena serangan.Icarus melayang di udara menatap kearah bawah sana. Kedua matanya menyala melihat Kong Li yang kini sudah kembali seperti semula namun dalam keadaan tubuh berlubang."Pertahanan nya memang sangat kuat. Bahkan setelah menerima serangan dariku, dia masih dalam keadaan hidup. Sungguh menakjubkan." batin Icarus. Saat dia hendak mengerahkan kekuatan kembali untuk menyerang, tiba-tiba Kong Li mengangkat tangannya pertanda dia telah menyerah karena lukaya yang terlalu parah dan tentu saja dia tak bisa lagi melanjutkan pertarungan. "PERTARUNGAN PERTAMA DI MENANGKAN OLEH ICARUS DI KUIL NAGA PETIR!" seru Poseidon.Par

  • Geger Kahyangan   968.Icarus Vs Kong Li

    Poseidon mempersilahkan kelompok yang memegang plat Giok nomor satu untuk sama-sama naik ke arena pertarungan yang megah. Para Dewa yang menyaksikan terlihat tegang, menebak-nebak, kelompok mana yang akan naik untuk bertarung lebih dulu.Sepuluh Dewa pun melesat ke atas arena. Ternyata mereka adalah kelompok dari Dewa Binatang dan Kuil Naga Petir. "Cih, ternyata lawan kita adalah para Naga...Ini akan menjadi pertarungan yang merepotkan." bisik Kong Li si Dewa Gajah Emas."Tak masalah. Kemampuan kita adalah pertahanan. Di pertarungan bersama, kita akan bertahan lalu menyerang balik." sahut Dewi Raksasa Basundari."Aku akan menghancurkan mereka dengan kekuatan api neraka milikku. Jadi, bantu aku mengalihkan perhatian mereka agar aku bisa merapal kekuatan pamungkasku." ucap Dewa Elang Neraka Aung Ma."Kita masih beruntung melawan Kuil Naga Petir, daripada bertemu dengan orang mengerikan itu...Melawan satu orang pun, sepertinya adalah hal yang mustahil." bisik Yukari, Dewi Phoenix Biru.

  • Geger Kahyangan   967.Turnamen Kembali Digelar

    Gelanggang raksasa terlihat meriah kembali setelah dua purnama berlalu. Semua peserta yang mengikuti babak pertama Turnamen Dewa kini telah berkumpul di satu tempat untuk mengikuti babak kedua yang akan segera di gelar. Para penonton dari berbagai penjuru terus berdatangan tidak ada habisnya.Poseidon yang sebelumnya menjadi Pembawa acara di babak pertama, dia langsung membuka acara besar itu dengan pertunjukan tarian Dewi Laut. Semua Dewa yang menyaksikan terkesima dengan tarian yang indah tersebut. Bukan karena tariannya saja, kebanyakan dari Dewa pria suka karena paras para Dewi Laut itu sangat cantik dengan pakaian yang begitu terbuka dan tipis hingga hampir semua lekuk tubuhnya terlihat.Batara Geni melirik kearah Dewi Iyana istrinya. Pandangan matanya bertemu dengan mata ungu wanita itu. Mereka berdua pun saling tersenyum penuh arti."Kau suka dengan pertunjukan seperti ini istriku?" tanya Batara Geni melalui telepati."Bukankah seharusnya aku yang menanyakan hal ini kepadamu ka

  • Geger Kahyangan   745. Anak Matahari

    Dewi Naga Tian Zu Ning berteriak keras mengerahkan kekuatan sejati miliknya. Tekanan yang begitu kuat membuat Dewi Merak Bulan Indira mulai bersungguh-sungguh menghadapinya. Dari dalam tubuh wanita itu keluar ledakan tenaga dalam yang sangat kuat.DUAAARRR!!!Ledakan besar terja

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Geger Kahyangan   732. Pedang Darah Luo zhen

    Bara Sena melangkah keluar dari Kuil Dewa Pedang dengan wajah berseri-seri setelah sekian lama berdiam diri di dalam Kuil raksasa tersebut. Dia menatap langit biru tanpa awan yang ada di hadapannya. Terlihat Luo Zhen yang tengah duduk di atas sebilah pedang yang melayang di udara, menoleh kearah

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Geger Kahyangan   736. Luo Zhen vs Narakasura

    Luo Zhen menatap Narakasura yang sudah menjelma menjadi sosok mengerikan. Kekuatannya meningkat tajam bahkan mampu menembus Ranah Alam Nirwana setelah menggunakan Jurus Penyatuan Jiwa dengan Karabala yang berakhir dengan kematian rekannya tersebut.Jurus Penyatuan Jiwa yang aneh dan unik

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Geger Kahyangan   761. Ruang Pemindahan Tempat

    Batara Geni mengajak Bara, Gandi dan Sukma menuju ke ruang pemindah tempat yang sudah dibangun di Probo Lintang sejak beberapa ratus tahun yang lalu. Dengan ruang pemindah tempat itu, mereka bisa memasuki wilayah Kahyangan Barat dengan mudah tanpa harus berlama-lama terbang atau menggunakan kekua

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status