Share

Bab 14 Cemburu

Penulis: Alina Evalinge
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-30 23:25:53

Airin mengerjapkan kedua mata seraya mengigit bibir atasnya, lalu perlahan mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Raditya lalu menjawab. "Tentu saja aku akan menghadiri acara ini sampai selesai," ucapnya dengan kedua tangan terkepal, meskipun dalam hati sedikit meragu.

"Bagus!" Raditya menyeringai penuh kemenangan.

Tatapan mereka berdua saling bertemu, di selimuti rasa canggung. Airin tidak punya pilihan lain selain masih tetap tinggal karena masih penasaran dengan jam tangan itu. Kenapa bisa ada pada Raditya?

Semua orang di sana seolah ikut larut dalam situasi mereka berdua, yang dulunya di kenal sebagai pasangan couple favorit namun sekarang yang ada menjadi dua orang asing terhalang oleh batasan status yang tidak bisa di pungkiri.

"Karena acara sudah di mulai, sebelum kita memasuki sebuah challenge seru, semuanya Alumni Swiss German University mari kita semua ambil segelas anggur merah lalu bersulang bersama." Suara seorang MC menggema memecahkan keheningan.

Mereka terlihat b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 19 Pesan Anonim

    Airin berjalan setengah berlari, lalu dia menghentikan taksi dan masuk meminta pak supir mengantarnya ke alamat rumahnya. Disepanjang jalan, wanita cantik itu terlihat sangat gelisah dan merasa sangat bersalah karena apa yang telah terjadi tadi. "Astaga! Kenapa aku datang ke sana? Kalau mas Adrian tahu bisa habis aku." Batin Airin merutuki diri sendiri seraya meremas ujung dress-nya. Suara nada pesan di ponsel terdengar beberapa kali, namun Airin masih fokus dengan jalanan yang tampak macet membuat hatinya semakin cemas. Terlebih lagi hari sudah mulai sore sedikit khawatir karena mungkin nanti sampai ke rumah lebih dari jam pulang dari butik seperti biasanya. Beruntung pak supir bisa memotong ke arah lain, sampai akhirnya setelah kurang lebih satu jam kini Airin telah sampai di rumah. Setelah turun dari taksi, wajah Airin terlihat masih sangat pucat dan tegang apa lagi setelah insiden permainan ciuman tanpa status tadi. "Airin! tenanglah, jangan membuat ibu curiga." Tegasnya mer

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 18 Ciu-man Panas Sang Mantan Part 2

    Airin sangat dilema, tapi karena sudah terlanjur hadir membuatnya terpaksa melanjutkan challenge itu, toh dalam pemikirannya mungkin hanya sekedar dansa biasa. "Kalian semua apa sudah siap?" Tanya sang MC, kembali memandu setelah semua orang mendapatkan pasangan masing-masing dalam permainan itu. Beberapa dari mereka pun menyahut antusias dan berkata siap, namun tidak dengan Airin masih terlihat bimbang. Tasya dan teman-temannya ikut cemas juga, karena sudah tahu Airin pasti tidak nyaman dengan itu. "Gimana dengan Airin, kenapa malah bersama tuan Radit lagi ya?" Bisik Monica. "Entahlah, aku juga merasa khawatir takutnya nanti ada yang menyalah pahami." Timpal Tasya, seraya menatap ke arah Airin yang berada cukup jauh darinya. Senyum miring terpancar di wajah Radit, sungguh ini kali pertama dia menatap mantan kekasihnya yang sudah lama tak jumpa begitu dekat. "Kenapa kau tegang seperti itu Airin? Keberatan?" Bisik Raditya, tepat di daun telinga wanita yang ada di de

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 17 Ciuman Panas Sang Mantan Part 1

    Andre tanpa ragu menegaskan jika permainan tanya jawab untuk Airin itu sudah selesai. Tentu saja awalnya orang-orang di sana sempat protes karena merasa tidak puas dengan jawaban Airin. Sebagai seorang teman tentu saja Monica merasa sangat bersalah, karena pertanyaan malah menjadi sebuah kegaduhan. "Astaga sya, aku merasa bersalah sama Airin karena bertanya seperti itu," sesal Monica berbisik. "Aku ga bisa komentar lagi Monic." Balas Tasya sedikit kecewa. Melihat raut wajah tampan Raditya yang terlihat muram, dia juga menantang semua orang di sana yang ingin tidak patuh dalam aturan permainan itu boleh pergi dari sana. Sontak tidak ada satu orang pun yang berani menentang seorang Radit, karena dulu saat kuliah lelaki itu cukup populer dan punya pengaruh besar akan kharismanya yang membuat semua orang seolah tidak bisa membantahnya. "Okey, tidak ada yang protes lagi ya. Sekarang adalah acara paling special dari reuni ini, yaitu berdansa dan harus berciu-man dengan pasangan yang a

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 16 Apa Dia Masih Peduli?

    "Bagaimana Airin, kamu sudah siap menjawab pertanyaan dari kami?" Andre memastikan terlebih dahulu. Seketika Airin terkesiap, perasaannya cukup gelisah tapi dia tidak mau terlihat takut terlihat lagi jika sampai di cemooh para temannya. Raditya memancarkan senyum smrik sembari menghisap filter rokoknya, dia tidak yakin wanita yang berdiri tak jauh darinya itu mau mengikuti permainan itu. "Airin bagaimana siap tidak?" Andre memastikan untuk yang kedua kalinya. Airin menarik nafas dalam-dalam lalu perlahan mengeluarkannya pelan dan mengangkat wajahnya. "Oke, aku siap." Jawab Airin tegas. Semua orang menatap ke arahnya, dan Andre pun tanpa membuang waktu lagi mempersilahkan Airin duduk dengan tenang agar bisa menyiapkan jawaban yang harus dia berikan.Airin pun hanya bisa patuh, ia dan keempat temannya duduk bersama begitu juga yang lain. Berharap tidak ada pertanyaan yang sulit untuknya. "Gaes! Kalian siap memberikan satu pertanyaan pada Airin?" Seru Andre menggema di sana. "Siap

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 15 Permainan Panas

    Suara music mengalun menusuk gendang telinga, di iringi cahaya lampu disco terlihat kerlap-kerlip. Suasana dalam acara reuni itu semakin seru bahkan mereka pun ikut menari tidak terkecuali dengan Airin. Airin di buat bingung oleh Raditya, gimana bisa meminta barang miliknya malah di suruh pergi menemuinya besok. "Hay Rin, kenapa bengong ayo ikut gabung, jangan bilang karena ada Raditya kamu canggung seperti itu?" Seloroh Monica. Wajah Airin memerah, sampai dia terlihat begitu salah tingkah namun sebisa mungkin menepis pemikiran sahabat-sahabatnya."Ti-tidak juga, kalian terlalu banyak berpikir." Tegas Airin. Lalu tanpa sungkan ikut merayakan party, sejenak melupakan rasa takut akan semua rahasianya yang saat ini sudah Raditya ketahui. Tanpa Airin sadari, Raditya diam-diam menatapnya dari jauh. Lelaki itu terlihat masih sangat kesal ketika mengingat perkataan tadi. Terlihat begitu mencintai suaminya sampai marah padanya, dan begitu yakin jika jam tangan itu adalah milik nya. "CK

  • Gelora Berbahaya Dokter Tampan    Bab 14 Cemburu

    Airin mengerjapkan kedua mata seraya mengigit bibir atasnya, lalu perlahan mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Raditya lalu menjawab. "Tentu saja aku akan menghadiri acara ini sampai selesai," ucapnya dengan kedua tangan terkepal, meskipun dalam hati sedikit meragu. "Bagus!" Raditya menyeringai penuh kemenangan. Tatapan mereka berdua saling bertemu, di selimuti rasa canggung. Airin tidak punya pilihan lain selain masih tetap tinggal karena masih penasaran dengan jam tangan itu. Kenapa bisa ada pada Raditya?Semua orang di sana seolah ikut larut dalam situasi mereka berdua, yang dulunya di kenal sebagai pasangan couple favorit namun sekarang yang ada menjadi dua orang asing terhalang oleh batasan status yang tidak bisa di pungkiri. "Karena acara sudah di mulai, sebelum kita memasuki sebuah challenge seru, semuanya Alumni Swiss German University mari kita semua ambil segelas anggur merah lalu bersulang bersama." Suara seorang MC menggema memecahkan keheningan. Mereka terlihat b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status