ログイン"Aku tidak tau jika kau bisa mengajak wanita berdansa! Apa kau tau jika kau sangat kaku dan dingin!" Liora malah seperti mencibir Alex dengan mengatakan itu, namun Alex hanya menanggapinya dengan senyuman tipis."Aku mengandalkan filing." Jawabnya dengan santai."Memang pertama kali bagiku, tapi bukan berarti aku tidak bisa melakukannya, saat bercinta. Buktinya langsung jadi." Lanjutnya yang membuat Liora melotot."Frontal sekali bicaramu!" Omelnya"Sepertinya tidak masalah jika hanya bersamamu." Ucap Alex."Lagi pula saat itu aku tidak mengingat apapun, yang enak hanya dirimu saja." Ucap Liora."Aku tidak keberatan jika harus mengulanginya agar kau juga merasakan enaknya." Ucap Alex yang membuat Liora malah terkekeh dengan jawaban Alex."Jawaban pria modus!" Cibirnya"Hm, tidak masalah apa artinya itu, saat itu kau juga merasakan enaknya karena kau yang mendesah paling keras. Hanya saja aku tidak merekamnya.""Kalau begitu kau berbohong jika tidak ada buktinya." Ucap Liora yang malah
Alex seperti terkena angin segar, di mana Liora tiba-tiba mengirimkan pesan kepadanya setelah dua kali dia mengajaknya makan malam dan di tolak olehnya, namun kini Liora mengirimkan pesan kepadanya jika dia ingin di ajak makan malam dengannya. Jelas saja Alex langsung menyetujuinya meskipun Liora ingin makan malam mereka di kapal pesiar. Alex dengan antusiasnya langsung mencari kapal pesiar, bahkan bukan untuk di sewa olehnya. Namun dia membelinya hanya untuk makan malam romantis bersama Liora. Saat malam tiba, Alex menjemput Liora di mansionnya di mana dia mengobrol lebih dulu dengan orang tuanya. Sejujurnya dia sedikit segan karena ini pertama kalinya Alex juga bertemu dengan istri Leon dan ternyata dia benar-benar masih muda. Lebih tepatnya sebenarnya mereka tidak seperti orang tua Liora karena sama-sama masih muda, untuk iru saat pertama kali Leon memperkenalkan dirinya memiliki putri seusia dirinya, dia sangat terkejut mendengarnya. Alex tidak lama menunggu dan bisa m
Sore harinya. Alex menghubungi Liora namun dia tidak mengangkatnya. Alex dengan sabar menghubunginya lagi bahkan sampai hampirsepuluh kali. Usahanya tidak sia-sia dan akhirnya Liora mengangkatnya meskipun entah sudah ke berapa kalinya. "Ada apa? Kenapa kau menghubungiku berkali-kali. Kau mengangguku sedang menontol film." Liora mengomel karena memang saat ini dia sedang menonton film di laptopnya, nakun ponselnya selalu berbunyi dan bergetar yang ternyata adalah Alex. "Maafkan aku, aku tidak tau jika kau sedang menonton film." Alex menggaruk dahinya karena ini pertama kalinya dia bahkan di omeli oleh seorang wanita. "Nanti malam aku ingin mengajakmu makan malam," lanjutnya yang tanpa basa basi ingin menjelaskan tujuannya menghubunginya. "Aku tidak bisa. Aku malas untuk keluar mansion." Liora menolak karena merasa kesal dengan Akex yang menganggunya dan membuat moodnya buruk."Kalau begitu boleh aku mengunjungimu di mansion?""Tidak! Aku ingin istirahat." Liora lagi-lagi menolak.
Leon hanya diam saja ketika mereka kini sudah ada di ruangannya. "Sebelumnya aku minta maaf atas waktu itu. Aku benar-benar tidak tau jika putrimu adalah Liora. Aku menolaknya karena aku hanya meniduri satu wanita dan dia adalah Liora. Dan aku berencana akan menikahinya." Ucap Alex. Leon masih terdiam dan membiarkan Alex berbicara. "Maafkan aku, aku memang salah waktu itu langsung pergi ketika sudah meniduri Liora, waktu itu aku benar-benar buru-buru karena ada janji dengan ibuku, aku berencana akan berbicara dengan Liora setelah aku kembali, tapi Liora saat itu malah sudah resign dari kantorku." "Aku tau aku memang salah karena membutuhkan waktu lama untuk membicarakan ini kepada Liora atau kepadamu, tapi saat itu aku benar-benar sibuk dan tidak bisa aku tinggalkan." "Itu berarti kau rela meninggalkan Liora demi pekerjaanmu?" Leon menyauti. "Tidak, Paman! Bukan seperti itu. Saat itu aku memang sudah ada janji, bagaimanapun pekerjaan itu juga tanggung jawabku. Banyak yang
Liora sendiri masih shock dengan apa yang di katakan Ares tadi kepadanya. "Aku tidak bisa membedakan dia mengatakan kebenaran atau tidak!" Gumamnya. "Dia mencintaiku karena foto sek-si ku?" Liora menghela nafas panjangnya dan sejujurnya lega dengan penjelasan Alex kepadanya. Dia sangat tau memang Alex adalah orang yang sangat sibuk. Tapi bagaimanaun yang dilakukan Alex, tetap saja dia kecewa karena mementingkan pekerjaan dibandingkan dirinya. Keduanya memang sama-sama tanggung jawabnya, namun biasanya dia selalu meminta bantuan Ares untuk segala pekerjaannya. Seharusnya dia juga begitu saat itu, tapi dia malah tidak melakukannya. ***** Ares yang sedari tadi menunggu di depan menggerutu karena Alex sangat lama di dalam. "Sialan! Dia meminta maaf atau meminta jatah? Lama sekali." Omelnya namun tak lama pintu mobilnya terbula dan ternyaga Alex sudah kembali. "Begini sekali nasibku, aku harus menunggumu bercinta dengan wanitamu." Sindirnya. "Ck! Lebih baik kau diam dan
Liora yang terkejut jelas saja memberontak, namun tenaganya kalah dengan tubuh besar Alex."Aku hanya ingin bicara, tolong jangan menghindar dan memberiku kesempatan untuk berbicara denganmu." Ucap Alex.Setelah Liora sedikit tenang, dia akhirnya melepaskan tangannya yang tadi membekap mulutnya."Bagaimana kau bisa masuk ke sini? Kau seperti pencuri yang—"Bahkan ini pertama kalinya aku melakukan ini, dan aku melakukannya karenamu!" Alex bahkan harus meminta sababatnya Ares untuk datang ke sini dan membantunya, "Bagaimana bisa? Kau sangat tidak sopan krena berani masuk ke kamar wanita." Liora tidak mau mendengar alasan Alex karena menurutnya dia benar-benar tidak sopan."Aku terpaksa melakukan ini karena aku harus bicara denganmu." Alex bahkan memelas yang membuat Liora entah kenapa malah menjadi tidah tega."Kau terlalu lama jika ingin berbicara denganku, ini bahkan sudah lebih dari satu bulan saat aku meninggalkan kantormu," ucap Liora.Meskipun dia baru tau jika ternyata Alex yang







