LOGINKarena membutuhkan biaya yang banyak untuk perawatan adiknya. Natasya Grey terpaksa menjadi simpanan seorang duda tampan dan menjadi Sugar Daddy untuknya. Leonardo Stell. Namun apa jadinya jika ternyata Sugar Daddy-nya selama ini adalah ayah dari sahabatnya sendiri. Liora Stell. Liora yang tau jika ayahnya memiliki hubungan dengan sahabatnya sangat murka dan menginginkan mereka berpisah karena dia masih menginginkan ayahnya kembali bersatu dengan ibu kandungnya. Karena tidak ingin persahabatnya dengan Liora hancur, Natasya ingin meninggalkan Leon, namun saat dia ingin pergi, ternyata dia baru tau jika dirinya sedang hamil. Lalu apakah yang terjadi selanjutnya? Apakah Natasya bisa bersatu dengan Leon mengingat Liora tidak menyetujui hubungan mereka.
View More"Buka bajumu!" Ucap Leon dengan suara beratnya kepada wanita muda yang sangat cantik di depannya.
Natasya menggigit bibir bawahnya dan akhirnya membuka perlahan kancing bajunya. Leon hanya bisa memandanginya dan melihat bagaimana cara gadis di depannya yang akan menyenangkannya. "Kemarilah!" Leon meminta Tasya untuk mendekat ketika dia sudah melepas bajunya dan hanya menyisakan bra dan kain segitiganya saja. Sebagai pria normal tentu saja Leon mengagumi tubuh Tasya yang ternyata sangat mulus dan indah. Namun sayangnya Tasya hanya diam saja yang membuat Leon menghela nafas panjangnya. "Pakai lagi bajumu dan pergi dari sini. Aku tidak suka dengan patung sepertimu." Leon benar-benar kehabisan kesabaran karena sedari tadi Tasya hanya diam dan bahkan menunggu disuruh olehnya sampai dua atau tiga kali. "T-tidak, Tuan! Maafkan aku. Ini pertama kalinya bagiku, aku benar-benar sangat gugup. Tolong maafkan aku. Berikan aku kesempatan lagi." Tasya mendadak panik karena pria matang di depannya malah mengusirnya, dia akhirnya memohon untuk tidak diusir dan diberikan kesempatan untuknya melayani pria tampan dan matang di depannya. Leon hanya diam saja, sesungguhnya ini juga pertama kali baginya saat dia sudah hampir dua tahun menduda, Setelah dua tahun ini, akhirnya dia menerima saran temannya dan mengenalkannya dengan wanita muda dan dijadikannya sebagi Sugar Babby-nya untuk menyenangkannya. Entah kenapa Leon menjadi tertarik dan ingin mencobanya mengingat dia juga membutuhkan teman karena sudah dua tahun ini merasa kesepian. Dia tidak bisa menikah lagi karena anaknya yang tidak setuju jika dirinya menikah kembali dengan wanita lain, terlebih memang selama ini belum ada yang membuat dia tertarik untuk melabuhkan hatinya lagi dengan wanita, untuk itu cara untuk mengusir kesepiannya adalah dengan memiliki simpanan yaitu Sugar Babby-nya ini. Leon yang masih diam saja hanya memandangi Tasya yang memang terlihat sangat gugup ketika mendekat ke arahnya dan duduk perlahan di pangkuannya. Leon akhirnya memejamkan matanya ketika Tasya sudah berani mencium lehernya. Dia yang merasa terpancing akhirnya menarik pelan tengkuk leher Tasya dan meraih bibirnya untuk dimainkan olehnya. Tasya yang sempat terkejut namun akhirnya membalasnya sesuai dengan instingnya, ini bukan yang pertama kalinya Tasya berciuman, dia dulu pernah memiliki kekasih namun akhirnya kandas karena ternyata kekasihnya berselingkuh darinya. Dia baru tau jika tubuh Sugar Daddy-nya ini sangat wangi, bahkan dia bisa merasakan tubuhnya yang berotot padahal dia masih memakai pakaian yang lengkap, dia juga sangat tau jika pria yang ada di depannya adalah pria yang sudah berusia 40 tahun, namun menurut Tasya wajahnya seperti umur 30 tahunan, dia sangat tampan dan memiliki wajah yang sempurna, dia benar-benar awet muda, meskipun menurutnya Leon sangat dingin dan terlihat seperti cuek ketika pertama kali bertemu dengannya. Entah kenapa dia memilihnya sebagai Sugar Babby-nya, namun Natasya tidak memperdulikan itu karena dia hanya membutuhkan uangnya untuk biaya pengobatan adiknya. "Aku harap kau tidak berbohong dengan mengatakan jika ini pertama kalinya." Leon memastikan lagi perkataan Tasya yang mengatakan jika dirinya masih gadis. Tanya menggelengkan kepalanya pelan karena perkataan Leon. "Ini memang pertama kalinya," Tasya meyakinkan pria matang di depannya ini agar tidak goyah dengannya dan takut jika dia akan membatalkannya. "Kalau begitu aku harus merasakannya sendiri, jika ternyata kau sudah tidak gadis lagi, aku tidak akan mau bertemu lagi denganmu dan tidak akan memberimu uang sepeserpun." Tasya hanya bisa mengangguk dengan ancaman Leon kepadanya, namun dia tidak takut sama sekali karena memang dia masih gadis dan belum pernah melakukannya dengan siapapun. Tasya terkejut dan semakin gugup ketika Leon membuka pengait bra-nya. "Berapa umurmu?" Tanya Leon tanpa menghentikan aktifitasnya. "25 tahun." Tasya menjawabnya sambil menggigit bibir bawahnya karena tangan Leon sudah mulai nakal memijat buah bongkahan kenyalnya. Leon tidak bertanya lagi dan memilih dengan aktifitasnya, entah kenapa biasanya dia tidak bernafsu dengan wanita sembarangan, tapi dengan Natasya, dia menjadi tertarik semenjak pertama kali temannya memberikan foto Natasya kepadanya, dia semakin penasaran saat bertemu dengannya secara langsung karena memang Natasya benar-benar cantik dan memiliki tubuh bagus di matanya. "Aaah! Tuan— ***** "Bagaimana keadaan adik-ku, Dok?" Natasya sangat panik saat mendapatkan kabar jika adiknya masuk ke rumah sakit, dia bahkan tadi berlarian di sepanjang lorong rumah sakit agar tau keadaan adiknya. "Aku sudah mengatakan sebelumnya, Sya. Jika adikmu harus segera di operasi, terapi dan dirawat saja tidak cukup untuk menghilangkan penyakitnya." Ucap Radit, dokter dari adik Natasya. Dia sudah berkali-kali mengatakan kepadanya bahwa adiknya membutuhkan operasi secepatnya karena takut nyawanya akan menjadi taruhannya ketika terlambat mendapatkan perawatan yang lebih lanjut. Natasya menggigit bibir bawahnya sekilas karena merasa bingung. "Beri aku waktu satu bulan, apakah cukup? Aku akan mengumpulkan uangnya dulu." Natasya tidak ada pilihan lain untuk kembali menundanya karena jumlah biaya operasi adiknya sangat besar dan dia benar-benar tidak memiliki uang sebanyak itu. Radit menghela nafas panjangnya dan akhirnya mengangguk dengan perkataan Natasya, "Aku harap kau bisa mendapatkannya secepatnya, maafkan aku. Bukan aku membuatmu akhirnya terburu-buru, tapi ini demi adikmu. Dia benar-benar membutuhkan perawatan lebih lanjut secepatnya." Radit sebenarnya cukup prihatin dan kasihan dengan Natasya karena tau bagaimana masalah ekonominya, namun dia juga tidak bisa melakukan apapun karena kebijakn rumah sakit dan mendesak Natasya untuk segera mendapatkan uangnya. Natasya mengangguk mengerti karena memang adiknya harus segera melakukan operasi. "Aku mengerti, Dok! Terima kasih." Dokter pamit pergi dari sana yang membuat Natasya langsung masuk ke dalam ruangan adiknya. Di sana dia melihat adiknya yang masih tertidur dengan oksigen di hidungnya. "Sya, kau sudah pulang." Ucap Thresa, tante dari Tasya yang memang bertugas menjaga Noah, adik dari Natasya. "Kenapa dengan kakimu, Sya? Jalanmu sepertti berbeda." Sambungnya yang membuat Natasya sedikit panik namun berusaha untuk tenang. "Tadi aku berlari saat datang ke sini, jadi aku tersandung dan terjatuh. Sepertinya sedikit terkilir." Nastasya beralasan denga asal karena tidak mau membuat Tantenya curiga kepadanya. Dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya jika dirinya seperti ini karena kehilangan kegadisannya "Hati-hati, Sya. Apa kau tidak ingin di periksa dokter?" Sang Tante tentu saja khawatir karena jalan terlihat jika Tasya sesikit tidak nyaman dan merasakan sakit. Nastasya sendiri langsung menggeleng dengan perkataan Tantenya yang ingin memanggilkan dokter untuknya "Tidak perlu, Tante. Besok mungkin sudah sembuh, tidak terlalu sakit. Mungkin sedikit terkilir, nanti aku akan mengkompresnya dengan es batu." "Jaga kesehatanmu juga. Sya" Ucap Thresa yang disenyumi oleh Natasya dan di angguki olehnya. "Maaf sudah merepotkanmu, Tante." Tasya merasa tidak enak karena selama ini adiknya dijaga oleh Tantenya, sedangkan dia pergi bekerja setiap harinya karena memang hanya dia tulang punggung di keluarganya. Thresa sendiri terswnyum dan memegang tangan keponakannya. "Tidak masalah, Sya, kau dan Noah sudah seperti anak Tante sendiri, hanya Tante yang kalian punya, bukan. Anggap Tante sebagai ibu kalian." Perkataan Thresa membuat Natasya benar-benar terharu dan akhirnya memeluknya. "Apa kata dokter?" Tanya Thresa yang membuat Natasya menghela nafasnya. "Dia harus segera di operasi, Tan. Aku akan mengajukan pinjaman kepada bos-ku yang mungkin dia bisa membantu." Natasya terpaksa berbohong namun di angguki oleh Thresa. Setelah mengobrol sebentar, Natasya meminta Tantenya untuk pulang agar dia bisa istirahat dan giliran dia yang menjaganya. Dia menghela nafas panjangnya dan mengirimkan pesan kepada Leon karena dia tadi meninggalkannya dalam keadaan Leon masih tertidur. "Entah ini salah atau tidak, tapi setidaknya aku tidak bermain dengan suami orang bukan." Gumamnya yang menjadi sedikit gelisah akibat apa yang sudah dia lakukan dengan Leon tadi. Namun dia meyakinkan dirinya jika ini tidak salah karena dia tidak menjalin hubungan dengan suami orang. Natasya Grey, wanita cantik ini terpaksa menerima saran temannya yang memperkenalkannya dengan pria matang, namun menurutmya bisa dibilang sangat terpaut lumayan jauh dengannya, di mana dia masih berusia 25 tahun. Sedangkan pria yang dikenalkan olehnya berusia 40 tahun, mereka terpaut 15 tahunan. Natasya mendengar cerita temannya di mana dia memiliki Sugar Daddy yang selalu memenuhi kebutuhannya, hanya saja dia harus selalu menemaninya, katakanlah saja dia mungkin menjual dirinya, hanya saja dia hanya melayani sugar Daddy-nya, bukan dengan banyak pria. Untuk itu dia melakukannya asal bukan suami orang, dan keberulan yang di kenalkan temannya adalah pria yang tidak beristri dan dia mencari wanita yang masih gadis.Hari-hari berlalu, hubungan Alex dan Liora semakin dekat, bahkan mereka sudah pindah ke negara Alex karena memang Liora di boyong ke sana olehnya. Hubungan mereka benar-benar layaknya suami istri, Liora sendiri juga sudah mencintai suaminya ini karena seringnya mereka berhubungan dan selalu bersama. Kini Liora mengunjungi kantor suaminya dengan perut yang sudah sedikit membesar. Liora langsung masuk ke dalam sana tanpa mengetu pintu ruangan Alex. Di sana ternyata dia sedang menerima telefon dari keliennya namun ketika melihat istrinya yang masuk, dia tersenyum dan mengkodenya untuk mendekat. Liora duduk di atas pangkuan Alex namun dia masih mengobrol dengan rekan kerjanya. Cukup lama akhirnya membuat Liora menjadi bosan sendiri. Dia bahkan cemberut karena Alex masih sibuk dengan kliennya. Tadinya dia tidak ingin mengganggu dan ingin turun dari pangkuan Alex, namun dia menahannya dan meminta Liora untuk tetap di atas pangkuannya. "Menyebalkan sekali!" Batinnya yanh kesal
Malam harinya, semua orang berkumpul karena ingin makan malam bersama, namun Alex di kejutkan oleh perkataan Liora ketika dia mengatakan ingin tidur dengan ibu sambungnya."Sayang, kau bilang tadi ingin tidur bersamaku." Alex bahkan protes dan tidak peduli jika di depannya masih ada mertuanya."Entahlah! Aku malam ini sedang ingin tidur dengan Mommy, tidak apa kan?" Liora bahkan memohon yang membuat Akex sebenarnya kesal namun tidak bisa apapun dan hanya bisa menyetujuinya.Padahal dia sudah membayangkan bercinta kembali dengan Liora dan dalam keadaan sadar, pasarinya rasanya akan jauh lebih nikmat dibandingkan waktu itu Liora keadaan mabuk."Tidak! Kau harus tidur dengan suamimu, Liora!" Leon yang kini memprotes karena putrinya ingin merebut istrinya malam ini. Padahal dia juga merencanakan hal lain terhadap istrinya."Daddy biasanya setiap malam sudah tidur bersamanya, aku sedang ingin. Tidak apa kan, Mom!" Liora memandang Tadya yang terlihat bingung.Sejujurnya dia tau maksut prote
Alex dengan buru-buru juga mengganti pakaiannya dan menutupnya dengan bathrobe. Dia turun ke bawah dan menyusul Liora ternyata sudah berenang di sana. Dia tersenyum bahkan sudah bisa melihat tubuh Liora dari atas sana. Alex turun ke bawah yang membuat Liora sudah ada di tepi menoleh. Dia tersenyum ketika Alex menghampirinya. "Jangan terlalu lama berenang nanti, ingat jika kau sedang hamil." Ucap Alex memberitahu yang di angguki oleh Liora. Liora kembali berenang dan akhirnya di susul oleh Alex. Dia ikut berenang beberapa kali namun terakhir dia menarik tubuh Liora yang membuat Liora jelas saja terkejut."Sudah cukup." Alex merengkuh tubuh Lior dan menepikannya di samping kolam.Liora terkekeh dan akhirnya menurut saja karena dia sendiri juga sudah cukup puas."Kenapa kau memandangiku seperti itu." Liora tersenyum karena Alex memandanginya dan bahkan masih merengkuh tubuhnya."Mengagumi kecantikan istriku."Perkataan Alex hanya di tanggapi Liora dengan senyuman.Tangannya refle
Setelah makan siang, Leon, Tasya dan putranya pulang ke mansion, sednagkan Alina masih ada di hotel karena dia akan kembali ke negaranya besok. Sama seperti Alina, Alex dan Liora juga masih ada di hotel dan akan pulang besok pagi. "Besok pesawat mama pagi?" Tanya Luora yang di angguki oleh Alex. "Jam 8 pagi, jam 6 mama sudah berangkat dari sini." Jawabnya yang di mengerti oleh Liora. "Kita kembali dalam satu minggu ini, kau ikut denganku ke megaraku, tidak apa kan, Sayang?" Alex memberitahu meskipun sebenarnya sebelumnya dia sudah berdiskusi dengan Liora dan keluarganya. "Iya, aku tau! Sebelum menikah kan kau sudah memberitahuku dan keluargaku. Aku memang harus mengikutimu." Perkataan Liora akhirnya membuat Alex tersenyum dan memeluknya dari belakang. Liora yang tadinya sedang mengganti menyisir rambutnya tentu saja terkejut namun tersenyum dan membiarkannya. "Terima kasih, Sayang." Akex mencium pipi Liora dan di tanggapi olehnya dengan anggukan dan senyuman. Liora






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.