INICIAR SESIÓNLeon benar-benar berada nyaman saat berada di dekat Tasya, entah dia sudah gila atau bagaimana karena dia benar-benar menjalin hubungan dan bahkan sudah dua kali berhubungan dengan Tasya, di mana dia adalah wanita yang muda dan terpaut jauh dengan umurnya.
"Apa kau baik-baik saja?" Tasya mengelus pelan helaian rambut Leon karena sepertinya Leon memang seperti sedang kesal. Leon hanya menanggapinya dengan deheman namun masih berada di posisi yang sama. "Bisakah kita berangkat sekarang? Aku akan membuatmu melupakan kekesalanmu nanti." Tasya membujuk Leon agar dia mau segera menyalakan mobilnya agar bisa keluar dari sini. Leon menanggapinya dengan senyuman miring, "Aku akan menghukummu jika kau tidak menepati perkataanmu." Leon mengancam Tasya yang di tanggapinya dengan gelengan, Tasya juga tersenyum manis dan mencium sekilas bibirnya yang membuat Leon mengerang dan meremas bongkahan padat belakangnya. Leon sudah benar-benar dibuat candu oleh tubuh Tasya, selain dia bisa menyenangkannya di atas ranjang, ternyata dia cukup nyambung dan bisa berasa nyaman saat bersamanya. ***** "Apa kita akan menginap?" Tanya Tasya yang kini berada di pelukan Leon, mereka menyelesaikan sesi bercinta satu kali dan memilih untuk istirahat karena Tasya benar-benar lelah. "Tidak! Sepertinya sore kita harus pulang, aku juga harus meluangkan waktu dengan putriku." Meskipun tadi pahi harinya sudah kacau oleh mantan istrinya, namun dia tetap saja akn meluangkan waktu untuk Liora krena selama ini waktunya disibukkan dengan pekerjaannya. "Kenapa tidak seharian ini saja? Kau malah meluangkan waktumu untukku." Tasya malah merasa aneh dengan Leon karena hari liburnya malah mengajaknya pergi ke villa-nya dan bercinta dengannya. "Aku malas karena putriku ingin aku dan mantan istriku menemaninya." Ucap Leon jujur. "Dia hanya menginginkan kebersamaan dengan kedua orang tuanya, aku rasa itu tidak salah." "Salah! Karena itu bukan keinginan dia, dia dihasut oleh ibunya agar ibunya bisa berduaan denganku, aku tau jika dia memiliki rencana lain, bukan karena kebersamaan kita bertiga." Leon yang mengingatnya menjadi geram sendiri, karena dia sudah sangat muak denagn mantan istrinya. "Rencana lain seperti apa?" Tasya benar-benar tidak mengerti dengan perkataan Leon pdanya. Leon menghela nafas panjangnya. "Dulu dia pernah hampir menjebakku dan membuat aku akan tidur dengannya, dia melakukan itu agar bisa kembali menikah denganku." Ucap Leon yang membuat Tasya terkejut. "Itu sangat licik," responnya karena tidak menyangka jika mantan istrinya akan berbuat seperti itu. "Ya, untuk itu aku muak dengannya. Aku tidak akan membuat diriku menjadi keberhasilan rencananya, meskipun itu putriku yang meminta." "Lalu bagaimana tanggapan putrimu?" "Aku tidak mengatakannya. Dia akan merasa sedih jika tau ternyata ibunya sangat licik. Karena bagaimanapun buruknya dia kepadaku, dia adalah ibunya, dan aku tidak tega mengatakannya kepadanya" Leon memang selama ini tidak pernah menceritakan kepada putrinya tentang keburukan ibunya bahkan apa penyebab kedua orang tuanya bercerai, namun dia tau jika pastinya mantan istrinya menceritakan yang tidak-tidak kepada Liora. "Kenapa kau tidak mengatakannya? Dia harus tau kelicikan ibunya." Tasya tentu saja tidak setuju dengan perkataan Leon dan itulah sebabnya mantan istrinya masih menganggunya. "Sudah ku bilang jika aku tidak tega, bahkan aku tidak pernah mengatakan apapun tentang alasan aku dan ibunya bercerai." "Boleh aku tau memangnya apa alasannya sampai kau tidak memberitahunya? Aku rasa dia bukan anak kecil lagi dan mengerti alasan kalian berpisah yang sesungguhnya." Entah kenapa Tasya menjadi tertarik dengan cerita Leon tentang kehidupannya. "Kami bercerai karena mantan istriku ketahuan selingkuh sepuluh tahun yang lalu, sejak saat itu hubungan kami sudah berubah meskipun aku belum menceraikannya," Leon akhirnya menceritakan bagaimana kisah masa lalunya dengan mantan istrinya. "Saat itu aku belum menceraikannya bukan karena aku masih mencintainya, tapi aku melakukannya demi putriku," lanjutnya yang masih di dengarkan dengan baik oleh Tasya "Namun kesabaranku sudah habis ketika ternyata dua tahun yang lalu dia berselingkuh kembali bahkan dengan supir pribadinya, bukan hanya supir, tapi dia juga memiliki beberapa pria di luaran sana." Tangan Leon kembali mengepal saat mengingat bagaimna bejatnya Emma dulu jika sudah tidur dengan banyak pria berbeda. Tasya sendiri sangat terkejut dengan cerita Leon dan tidak bisa membayangkan bagaimana sakit hatinya Leon ketika dia melihat istrinya yang di tunggangi pria lain, pantas saja jika dia sangat membenci mantan istrinya dan tidak ada kesempatan naginya untuk kembali kepadanya karena alasan mereka berpisah memang sefatal itu. "Itu sangat gila dan menjijikkan." Tasya ikut merasa geram dan mengumpati mantan istri Leon karena itu memang sudah tidak wajar. "Dia memang wanita gila! untuk itu aku menceraikannya karena sudah muak dan jijik dengannya," "Aku tidak pernah sama sekali menceritakan kebejatan ibunya kepada putriku karena sudah pasti itu akan membuat putriku terluka karena dia sangat menyayngi dan mempercayai ibunya." Lanjutnya, namun Tasya merasa masih tidak setuju dan merasa seharusnya putrinya tau dengan semua ini. Tapi dia pun tidak bisa memberikan nasihat lebih dalam lagi, jika saja itu sudah keputusan Leon.Hari-hari berlalu, hubungan Alex dan Liora semakin dekat, bahkan mereka sudah pindah ke negara Alex karena memang Liora di boyong ke sana olehnya. Hubungan mereka benar-benar layaknya suami istri, Liora sendiri juga sudah mencintai suaminya ini karena seringnya mereka berhubungan dan selalu bersama. Kini Liora mengunjungi kantor suaminya dengan perut yang sudah sedikit membesar. Liora langsung masuk ke dalam sana tanpa mengetu pintu ruangan Alex. Di sana ternyata dia sedang menerima telefon dari keliennya namun ketika melihat istrinya yang masuk, dia tersenyum dan mengkodenya untuk mendekat. Liora duduk di atas pangkuan Alex namun dia masih mengobrol dengan rekan kerjanya. Cukup lama akhirnya membuat Liora menjadi bosan sendiri. Dia bahkan cemberut karena Alex masih sibuk dengan kliennya. Tadinya dia tidak ingin mengganggu dan ingin turun dari pangkuan Alex, namun dia menahannya dan meminta Liora untuk tetap di atas pangkuannya. "Menyebalkan sekali!" Batinnya yanh kesal
Malam harinya, semua orang berkumpul karena ingin makan malam bersama, namun Alex di kejutkan oleh perkataan Liora ketika dia mengatakan ingin tidur dengan ibu sambungnya."Sayang, kau bilang tadi ingin tidur bersamaku." Alex bahkan protes dan tidak peduli jika di depannya masih ada mertuanya."Entahlah! Aku malam ini sedang ingin tidur dengan Mommy, tidak apa kan?" Liora bahkan memohon yang membuat Akex sebenarnya kesal namun tidak bisa apapun dan hanya bisa menyetujuinya.Padahal dia sudah membayangkan bercinta kembali dengan Liora dan dalam keadaan sadar, pasarinya rasanya akan jauh lebih nikmat dibandingkan waktu itu Liora keadaan mabuk."Tidak! Kau harus tidur dengan suamimu, Liora!" Leon yang kini memprotes karena putrinya ingin merebut istrinya malam ini. Padahal dia juga merencanakan hal lain terhadap istrinya."Daddy biasanya setiap malam sudah tidur bersamanya, aku sedang ingin. Tidak apa kan, Mom!" Liora memandang Tadya yang terlihat bingung.Sejujurnya dia tau maksut prote
Alex dengan buru-buru juga mengganti pakaiannya dan menutupnya dengan bathrobe. Dia turun ke bawah dan menyusul Liora ternyata sudah berenang di sana. Dia tersenyum bahkan sudah bisa melihat tubuh Liora dari atas sana. Alex turun ke bawah yang membuat Liora sudah ada di tepi menoleh. Dia tersenyum ketika Alex menghampirinya. "Jangan terlalu lama berenang nanti, ingat jika kau sedang hamil." Ucap Alex memberitahu yang di angguki oleh Liora. Liora kembali berenang dan akhirnya di susul oleh Alex. Dia ikut berenang beberapa kali namun terakhir dia menarik tubuh Liora yang membuat Liora jelas saja terkejut."Sudah cukup." Alex merengkuh tubuh Lior dan menepikannya di samping kolam.Liora terkekeh dan akhirnya menurut saja karena dia sendiri juga sudah cukup puas."Kenapa kau memandangiku seperti itu." Liora tersenyum karena Alex memandanginya dan bahkan masih merengkuh tubuhnya."Mengagumi kecantikan istriku."Perkataan Alex hanya di tanggapi Liora dengan senyuman.Tangannya refle
Setelah makan siang, Leon, Tasya dan putranya pulang ke mansion, sednagkan Alina masih ada di hotel karena dia akan kembali ke negaranya besok. Sama seperti Alina, Alex dan Liora juga masih ada di hotel dan akan pulang besok pagi. "Besok pesawat mama pagi?" Tanya Luora yang di angguki oleh Alex. "Jam 8 pagi, jam 6 mama sudah berangkat dari sini." Jawabnya yang di mengerti oleh Liora. "Kita kembali dalam satu minggu ini, kau ikut denganku ke megaraku, tidak apa kan, Sayang?" Alex memberitahu meskipun sebenarnya sebelumnya dia sudah berdiskusi dengan Liora dan keluarganya. "Iya, aku tau! Sebelum menikah kan kau sudah memberitahuku dan keluargaku. Aku memang harus mengikutimu." Perkataan Liora akhirnya membuat Alex tersenyum dan memeluknya dari belakang. Liora yang tadinya sedang mengganti menyisir rambutnya tentu saja terkejut namun tersenyum dan membiarkannya. "Terima kasih, Sayang." Akex mencium pipi Liora dan di tanggapi olehnya dengan anggukan dan senyuman. Liora
Keesokkan paginya. Alex terbangun karena terkejut ada yang seperti mendusel ke arahnya, dia tersenyum dan ternyata Liora, wanita yang sudah resmi menjadi istrinya ini. Alex malah memeluk tubuhnya agar membuag tubuh Liora menjadi merasa nyaman. Dan benar saja, ketika Alex memeluk tubuhnya, Liora semakin merapatkan tubuhnya dan membalas pelukan Alex. "Wangi sekali." Gumamnya namun dia sepertinya tersadar sesuatu jika ini bukan wangi ayahnya atau ibu sambungnya. Dia mengingat di mana dirinya kemaren baru menikah dengan Akex dan akhirnya terkejut. Dia ingin melepaskan diri namun Alex mencegahnya. "Alex." "Hm." Liora meringis karena ternyata benar jika yang dipeluk olehnya adalah Alex, mantan bosnya yang sudah menjadi suaminya sekarang. "Biarkan seperti ini." Alex tau jika Liora tadinya ingin melepaskan diri darinya, untuk itu dia dengan cepat mencegahnya dan tetap memeluknya dengan erat. "Jangan terlalu erat, anakku tidak bisa bernafas nanti." Omelnya yang akhirnya mem
Hari-hari berlalu, kini tibalah di mana hari pernikahan Alex dan Liora, pernikahan mereka di buat sangat mewah dan meriah, apalagi antara kedua keluara adalah orang yang penting. Alex menunggu calon pengantinnya dengan jantung yang berdetak kencang, dan ini pertama Kalinya dia seperti sedikit gugup akan suatu hal, padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Dia tersenyum lebar ketika sudah melihat Liora yang berjalan ke arahnya. Dia benar-benar mengagumi kecantikan Liora yang entah kenapa bodohnya dia baru menyadarinya saat dulu dia salah kirim foto kepadanya. Liora sendiri tersenyum kepada Alex dan entah kenapa meakipun dia belum mencintainya tapi dia merasa sangat bahagia dan tidak menyesal untuk menikah dengannya. Dia herfikir jika memang Alex lah yang berhak menikahinya karena bayi yang ada di perutnya memang anaknya. Proses pernikahan mereka terjadi tidak lama dan akhirnya mereka kini sudah resmi menjadi suami istri. Liora sedikit gugup saat Alex ingin menciu







