Share

Bab 6

Author: Malhotra
last update Last Updated: 2025-10-15 18:05:54

Keesokkan paginya, Tasya benar-benar terpaksa bersiap untuk pergi bersama Leon, padahal dia tadinya ingin mengantarkan adiknya untuk kontrol rutin di rumah sakit.

"Kakak benar-benar minta maaf karena tidak bisa menemanimu untuk cek kesehatan rutin," Tasya menjadi merasa bersalah karena seharusnya ini bisa menjadi kesempatan untuknya mengantar adiknya karena biasanya dia selalu lembur di pekerjaannya, namun dia malah tidak bisa menemani adiknya karena Sugar Daddy-nya.

"Jangan pikirkan itu, Kak. Aku tidak apa. Ada Tante yang menemaniku." Noah tentu saja tidak mempermasalahkannya karena selain mengerti kesibukan kakaknya, dia juga sudah terbiasa pergi dengan tantenya.

"Jika urusan Kakak sudah selesai, kakak janji akan pulang cepat." Janjinya meskipun Tasya sendiri tidak yakin jika Leon akan membiarkannya pulang dengan cepat.

"Jangan terburu-buru, Tasya, selesaikan saja pekerjaanmu, ada Tante yang mengurus adikmu. Jangan khawatirkan dia," Thresa menenangkan kekhawatiran Tasya karena memang dia kemaren sudah janji dengan Noah akan mengantarnya kontrol. Namun sekarang dia malah melanggarnha.

Noah sendiri membernarkan oerkataan tantenya karena dia tau jika kakaknya ini sedang berjuang mencari uang untuk kesembuhannya.

"Baiklah, aku pergi dulu." Pamit Tasya, meskipun belum jam 7, tapi akan lebih baik jika dia yang menunggu di seberang gang rumahnya.

*****

Sedangkan di tempat lain, Leon yang baru turun mendadak malas karena ada mantan istrinya yang masuk ke dalam mansionnya. Dan itu sudah pasti karena anaknya yang membiarkannya masuk ke dalam.

"Dad, ayo kita sarapan." Ajak Liora tersenyum saat melihat ayahnya turun. Begitupun dengan mantan istrinya, Emma, dia juga tersenyum melihat mantan suaminya yang masih saja terlihat tampan dan gagah.

"Daddy ada urusan, kau sarapan saja dulu, Sayang." Leon menolak ajakan putrinya meskipun sebenarnya tadinya dia juga ingin sarapan dengan putrinya sebelum dia berangkat, namun dia malas karena melihat wajah mantan istrinya yang masih saja bermuka dua di depan putrinya.

"Leon, aku mohon. Kita makan bertiga. Jangan membuat putri kita kecewa, dia ingin makan dengan ayah dan ibunya." Emma membujuk Leon dengan wajah memelas agar mau makan bersama, apalagi dia melihat wajah kecewa Liora yang membuat dia semakin memanfaatkannya.

"Hanya satu kali, aku mohon." Mohon Liora yang membuat Leon menghela nafas panjangnya dan akhirnya terpaksa menyetujuinya.

"Bagaimana kebarmu, Leon. Aku sangat merindukanmu." Emma membuka pembicaraan karena Leon sedari tadi hanya diam saja.

"Akan lebih baik jika kau diam dan tidak berbicara saat sedang makan." Leon memasang wajah dinginnya karena benar-benar malas dengan mantan istrinya ini.

"Aku masih sangat mencintaimu, kesalahpahamanmu dulu—

"Jika kau masih berbicara lebih baik kau keluar dari mansionku," usir Leon yang membuat Emma terdiam, dia mengepalkan tangannya namun Liora memegang tangannya dan meminta ibunya untuk bersabar.

Emma menatap anaknya dengan sendu karena sangat sedih dengan perlakuan mantan suaminya yang membuat Liora menjadi kasihan.

Mereka akhirnya benar-benar tidak berbicara lagi, Leon sendiri sangat malas dan hanya makan sedikit.

"Daddy mau ke mana?" Tanya Liora karena Leon sepertinya ingin keluar.

"Ada urusan seharian ini,"

"Ini hari libur, apa tidak bisa Daddy meluangkan waktu denganku dan Mommy?" Liora sangat kesal dengan ayahnya karena malah memiliki urusan di saat hari libur seharusnya menjadi miliknya bersma kedua orang tuanya.

Leon menghela nafas panjangnya, sudah pasti ini bukan sepenuhnya keinginan Liora, namun pasti mantan istrinya yang menghasutnya agar mereka bisa bersama.

"Sayang, kau tau jika aku dan ibumu sudah berpisah, kau bukan anak kecil lagi. Daddy tau maksutmu, Jangan mencoba untuk menyatukan kami lagi, karena itu tidak akan terjadi." Leon mencoba memberi pengertian kepada anaknya untuk tidak membuat dirinya bersatu dengan Emma. "Daddy akan membatalkan apapun urusan Daddy jika itu menyangkutmu, tapi tidak jika ibumu, karena aku tau ini bukan permintaanmu," perkataan ayahnya akhirnya membuat Liora terdiam.

Memang benar, jika ini bukan rencananya. Tapi ibunya. Dia pagi-pagi menghubunginya dan memintanya untuk membujuk ayahnya agar bisa berlibur bertiga. Liora tentu saja mengiyakan karena dia sendiri juga sangat merindukan berlibur dengan orang tuanya.

"Daddy akan meluangkan waktu bersamamu nanti sore, tapi jika bertiga, maaf. Daddy tidak bisa karena kau tidak tau bagaimana ibumu yang sbenarnya." Leon mencium kening putrinya sebentar lalu pergi dari sana namun Emma malah menyusulnya.

"Tunggu, Leon!" Emma memgang tangan Leon untuk mencegah dia pergi namun langsung ditarik oleh Leon agar pegangan tangan Emma terlepas darinya

"Apa kau tau jika kau sangat menjijikkan, jadi jangan memegangku." Leon langsung mengelap tangannya dengan sapu tangannya dan bahkan membuangnya.

Perlakuan Leon tentu saja membuat Emma marah namun dia mencoba untuk mengontrolnya.

"Aku sudah meminta maaf kepadamu, aku benar-benar minta maaf denganmu atas kesalahanku, kau terlalu salah paham atas kesalahanku dulu sehingga kau sangat marah seperti ini dan mengabaikanku, aku masih sangat mencintaimu, Leon, tak bisakah kau memberiku kesempatan." Emma menangis untuk mencari perhatian Leon padanya.

"Simpan saja air matamu itu, karena aku sama sekali tidak suka wanita bekas. Kau terlalu menjijikkan!" Leon tidak mempan dengan tangisan Emma, karena dia sudah tau bagaimana liciknya.

"Hubungan kita sebelumnya memang sudah tidak sehat semenjak sepuluh tahun yang lalu, aku sudah tidak menceraikanmu dan memberimu kesempatan tapi kau mengulanginya lagi, bersyukurlah aku menceraikanmu baru dua tahun ini sehingga kau masih menikmati hartaku, kau bahkan masih mendapatkan harta setelah perceraian, jadi. Akan lebih baik jika kau tidak mengangguku, karena jika kesabaranku sudah habis, aku akan memberitahu putrimu tentang siapa kau sebenarnya." Leon menatap tajam ke arah Emma dan mengancamnya agar dia tidak berlaku keterlaluan.

Emma benar-benar kesal, dia selalu tidak bisa jika Leon mengancamnya seperti itu, sudah baik Leon tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya tentang perceraian mereka. Untuk itu dia selalu memanfaatkan anaknya untuk kembali mendekatkan dirinya dengan Leon.

*****

Di mobil, Leon benar-benar tidak mood, dia sangat muak dengan matan istrinya yang masih berusaha mendekatinya melakui putrinya.

Dia menghela nafas panjangnya dan tiba-tiba tersenyum saat melihat Tasya sudah berada di tempat di mana mereka sudah janjian semalam.

Entah kenapa dia sangat menyukai sugar baby-nya ini dan tidak menyesali telah memilikinya.

Saat sampai, Tasya langsung masuk ke dalam mobil, namun Leon mengkode Tasya untuk mendekat yang dimengerti olehnya dan akhirnya mendekatkan wajahnya, Leon sendiri langsung meraih bibirnya yang mempermainkannya yang membuat Tasya juga membalas ciuman Leon.

"Jangan di sini," cegah Tasya terkejut karena Leon menciumi lehernya dan seperti ingin langsung memakannya.

"Aku sedang kesal, kemarilah." Leon tidak mendengarkan dan bahkan meminta Tasya untuk naik ke atas pangkuannya.

"A-apa? Naik ke sana? Sekarang? Tolong jangan melakukannya di sini, aku takut ada yang melihat kita." Tasya memberanikah diri untuk menolaknya karena menurutnya ini adalah hal gila.

"Aku tidak akan melakukan apapun, aku hanya ingin memelukmu." Leon membujuk Tasya agar dia mau menurutinya. "Lagi pula tidak akan ada yang bisa melihat kita, karena kaca mobilku gelap." Lanjutnya yang akhirnya membuat Tasya terpaksa naik ke atasnya meskipun sedikit ragu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Gelora Hasrat Sugar Daddy   Tamat

    Hari-hari berlalu, hubungan Alex dan Liora semakin dekat, bahkan mereka sudah pindah ke negara Alex karena memang Liora di boyong ke sana olehnya. Hubungan mereka benar-benar layaknya suami istri, Liora sendiri juga sudah mencintai suaminya ini karena seringnya mereka berhubungan dan selalu bersama. Kini Liora mengunjungi kantor suaminya dengan perut yang sudah sedikit membesar. Liora langsung masuk ke dalam sana tanpa mengetu pintu ruangan Alex. Di sana ternyata dia sedang menerima telefon dari keliennya namun ketika melihat istrinya yang masuk, dia tersenyum dan mengkodenya untuk mendekat. Liora duduk di atas pangkuan Alex namun dia masih mengobrol dengan rekan kerjanya. Cukup lama akhirnya membuat Liora menjadi bosan sendiri. Dia bahkan cemberut karena Alex masih sibuk dengan kliennya. Tadinya dia tidak ingin mengganggu dan ingin turun dari pangkuan Alex, namun dia menahannya dan meminta Liora untuk tetap di atas pangkuannya. "Menyebalkan sekali!" Batinnya yanh kesal

  • Gelora Hasrat Sugar Daddy   Bab 113

    Malam harinya, semua orang berkumpul karena ingin makan malam bersama, namun Alex di kejutkan oleh perkataan Liora ketika dia mengatakan ingin tidur dengan ibu sambungnya."Sayang, kau bilang tadi ingin tidur bersamaku." Alex bahkan protes dan tidak peduli jika di depannya masih ada mertuanya."Entahlah! Aku malam ini sedang ingin tidur dengan Mommy, tidak apa kan?" Liora bahkan memohon yang membuat Akex sebenarnya kesal namun tidak bisa apapun dan hanya bisa menyetujuinya.Padahal dia sudah membayangkan bercinta kembali dengan Liora dan dalam keadaan sadar, pasarinya rasanya akan jauh lebih nikmat dibandingkan waktu itu Liora keadaan mabuk."Tidak! Kau harus tidur dengan suamimu, Liora!" Leon yang kini memprotes karena putrinya ingin merebut istrinya malam ini. Padahal dia juga merencanakan hal lain terhadap istrinya."Daddy biasanya setiap malam sudah tidur bersamanya, aku sedang ingin. Tidak apa kan, Mom!" Liora memandang Tadya yang terlihat bingung.Sejujurnya dia tau maksut prote

  • Gelora Hasrat Sugar Daddy   Bab 112

    Alex dengan buru-buru juga mengganti pakaiannya dan menutupnya dengan bathrobe. Dia turun ke bawah dan menyusul Liora ternyata sudah berenang di sana. Dia tersenyum bahkan sudah bisa melihat tubuh Liora dari atas sana. Alex turun ke bawah yang membuat Liora sudah ada di tepi menoleh. Dia tersenyum ketika Alex menghampirinya. "Jangan terlalu lama berenang nanti, ingat jika kau sedang hamil." Ucap Alex memberitahu yang di angguki oleh Liora. Liora kembali berenang dan akhirnya di susul oleh Alex. Dia ikut berenang beberapa kali namun terakhir dia menarik tubuh Liora yang membuat Liora jelas saja terkejut."Sudah cukup." Alex merengkuh tubuh Lior dan menepikannya di samping kolam.Liora terkekeh dan akhirnya menurut saja karena dia sendiri juga sudah cukup puas."Kenapa kau memandangiku seperti itu." Liora tersenyum karena Alex memandanginya dan bahkan masih merengkuh tubuhnya."Mengagumi kecantikan istriku."Perkataan Alex hanya di tanggapi Liora dengan senyuman.Tangannya refle

  • Gelora Hasrat Sugar Daddy   Bab 111

    Setelah makan siang, Leon, Tasya dan putranya pulang ke mansion, sednagkan Alina masih ada di hotel karena dia akan kembali ke negaranya besok. Sama seperti Alina, Alex dan Liora juga masih ada di hotel dan akan pulang besok pagi. "Besok pesawat mama pagi?" Tanya Luora yang di angguki oleh Alex. "Jam 8 pagi, jam 6 mama sudah berangkat dari sini." Jawabnya yang di mengerti oleh Liora. "Kita kembali dalam satu minggu ini, kau ikut denganku ke megaraku, tidak apa kan, Sayang?" Alex memberitahu meskipun sebenarnya sebelumnya dia sudah berdiskusi dengan Liora dan keluarganya. "Iya, aku tau! Sebelum menikah kan kau sudah memberitahuku dan keluargaku. Aku memang harus mengikutimu." Perkataan Liora akhirnya membuat Alex tersenyum dan memeluknya dari belakang. Liora yang tadinya sedang mengganti menyisir rambutnya tentu saja terkejut namun tersenyum dan membiarkannya. "Terima kasih, Sayang." Akex mencium pipi Liora dan di tanggapi olehnya dengan anggukan dan senyuman. Liora

  • Gelora Hasrat Sugar Daddy   Bab 110

    Keesokkan paginya. Alex terbangun karena terkejut ada yang seperti mendusel ke arahnya, dia tersenyum dan ternyata Liora, wanita yang sudah resmi menjadi istrinya ini. Alex malah memeluk tubuhnya agar membuag tubuh Liora menjadi merasa nyaman. Dan benar saja, ketika Alex memeluk tubuhnya, Liora semakin merapatkan tubuhnya dan membalas pelukan Alex. "Wangi sekali." Gumamnya namun dia sepertinya tersadar sesuatu jika ini bukan wangi ayahnya atau ibu sambungnya. Dia mengingat di mana dirinya kemaren baru menikah dengan Akex dan akhirnya terkejut. Dia ingin melepaskan diri namun Alex mencegahnya. "Alex." "Hm." Liora meringis karena ternyata benar jika yang dipeluk olehnya adalah Alex, mantan bosnya yang sudah menjadi suaminya sekarang. "Biarkan seperti ini." Alex tau jika Liora tadinya ingin melepaskan diri darinya, untuk itu dia dengan cepat mencegahnya dan tetap memeluknya dengan erat. "Jangan terlalu erat, anakku tidak bisa bernafas nanti." Omelnya yang akhirnya mem

  • Gelora Hasrat Sugar Daddy   Bab 109

    Hari-hari berlalu, kini tibalah di mana hari pernikahan Alex dan Liora, pernikahan mereka di buat sangat mewah dan meriah, apalagi antara kedua keluara adalah orang yang penting. Alex menunggu calon pengantinnya dengan jantung yang berdetak kencang, dan ini pertama Kalinya dia seperti sedikit gugup akan suatu hal, padahal sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Dia tersenyum lebar ketika sudah melihat Liora yang berjalan ke arahnya. Dia benar-benar mengagumi kecantikan Liora yang entah kenapa bodohnya dia baru menyadarinya saat dulu dia salah kirim foto kepadanya. Liora sendiri tersenyum kepada Alex dan entah kenapa meakipun dia belum mencintainya tapi dia merasa sangat bahagia dan tidak menyesal untuk menikah dengannya. Dia herfikir jika memang Alex lah yang berhak menikahinya karena bayi yang ada di perutnya memang anaknya. Proses pernikahan mereka terjadi tidak lama dan akhirnya mereka kini sudah resmi menjadi suami istri. Liora sedikit gugup saat Alex ingin menciu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status