Share

Bab 158

Author: Joker Sarjana
last update Last Updated: 2026-02-14 23:17:50

Aku tidak bisa tidur semalaman. Ajakan Dinda untuk dinner terus terngiang di kepala.

Ponselku berbunyi. Notifikasi chat dari Dinda.

"Selamat pagi, Radit. Maaf ya kalau kemarin aku tiba-tiba. Gak papa kalau kamu gak mau."

Aku menatap layar ponsel dengan dada sesak.

Dinda bahkan masih perhatian. Tidak memaksa.

Aku menggeleng. Tidak boleh membandingkan Dinda dengan orang-orang di masa laluku.

Aku mengetik balasan, lalu menghapusnya lagi. Mengetik, hapus lagi.

Akhirnya aku hanya membalas,

"Selamat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Mama Muda   Bab 190

    Dua minggu kemudian, di kantor Pak Hartono.Radit duduk di hadapan Pak Hartono dengan sebuah map berisi dokumen kontrak kerja Singapura. Dia sudah membaca semuanya berkali-kali dalam dua minggu terakhir, setiap detail, setiap klausul."Jadi?" tanya Pak Hartono sambil bersandar di kursinya. "Kamu sudah putuskan?"Radit menarik napas panjang."Saya terima."Pak Hartono tersenyum, senyum yang bangga tapi juga sedikit sedih."Aku senang dengar itu. Tapi... aku juga akan kehilangan developer terbaik.""Cuma setahun, Pak. Setelah itu, saya balik.""Kalau kamu gak jatuh cinta sama Singapura," goda Pak Hartono. "Atau jatuh cinta sama orang di sana."Radit tersenyum tipis, masih belum bisa membayangkan "jatuh cinta" sebagai sesuatu yang mungkin terjadi lagi dalam hidupnya."Tentang yayasan," kata Radit dengan nada serius. "Saya sudah diskusi sama Rara. Dia akan jadi operational director sementara saya di Singapura. Dan saya akan tetap handle semua keputusan besar secara remote.""Kamu yakin Ra

  • Godaan Mama Muda   Bab 189

    Radit baru tiba di rumah, lalu ponselnya berdering."Rara? Ada apa?""Kak Radit, aku... aku baru dapat kabar tentang Kak Dinda."Jantung Radit langsung berdegup lebih cepat."Apa?""Dia... dia tunangan."Deg!Dunia seolah berhenti berputar."Tunangan?" ulang Radit dengan suara yang hampir tidak terdengar."Iya. Sama co-founder startup tempatnya kerja di Bandung. Namanya Bima. Aku lihat di Instagram-nya Dinda, dia unblock semua orang belakangan ini, termasuk aku. Mereka baru posting foto tunangan seminggu lalu."Radit duduk di sofa dengan kaki yang tiba-tiba lemas."Kak Radit? Kak masih di sana?""Iya. Aku... aku di sini.""Aku minta maaf kalau ini... kalau ini menyakitkan. Tapi aku pikir kak Radit harus tahu.""Gak papa, Rara. Terima kasih udah kasih tau.""Kak Radit baik-baik aja?"Radit tertawa pahit."Aku... aku gak tahu. Tapi... aku akan coba untuk baik-baik aja."Setelah telepon terputus, Radit duduk di sana dalam diam yang sangat lama.Dinda tunangan.Dinda akan menikah lagi.Di

  • Godaan Mama Muda   Bab 188

    Radit duduk di kantor yayasan, menandatangani dokumen-dokumen untuk program beasiswa tahun depan. Yayasan terus berjalan, bahkan berkembang, meski hidup pribadinya hancur.Rara datang membawa kopi dan duduk di seberangnya."Kak Radit, ini laporan keuangan bulan ini. Dana donasi naik 15% dari bulan lalu.""Bagus. Terima kasih, Rara."Rara menatap Radit dengan tatapan yang khawatir."Kak... kak Radit baik-baik aja?"Radit tersenyum tipis, senyum yang dipaksakan."Aku baik-baik aja.""Bohong," kata Rara dengan blak-blakan. "Kak Radit keliatan... keliatan kayak zombie. Kurus. Mata panda. Kak Radit makan dengan benar gak sih?"Radit tidak menjawab.Rara menghela napas."Kak Radit, aku tahu ini berat. Tapi... kak harus jaga diri sendiri. Kalau kak Radit sakit, siapa yang akan jaga yayasan ini? Siapa yang akan jaga nama Kak Kiara?"Radit menatap foto Kiara di dinding."Kamu benar.""Dan... tentang Alya," kata Rara dengan hati-hati. "Dia masih coba hubungi kak Radit?"Radit mengangguk pelan.

  • Godaan Mama Muda   Bab 187

    Dua bulan kemudian...Radit duduk di bangku pengadilan dengan Mama Jessica di sebelahnya. Papa tidak bisa hadir, ada urusan pekerjaan di luar kota, tapi dia sudah menelepon tadi pagi untuk memberikan support.Di seberang ruangan, Dinda duduk bersama Ibu Ratna. Dia mengenakan blazer hitam sederhana dengan rambut dikuncir rapi. Wajahnya jauh lebih tenang dari terakhir kali Radit melihatnya dua bulan lalu, tapi tetap ada kesedihan yang dalam di matanya.Mereka tidak bertatapan sama sekali.Seolah dua orang asing yang kebetulan berada di ruangan yang sama.Hakim, seorang wanita paruh baya dengan kacamata tebal, membuka sidang."Sidang perceraian atas nama Radit Pramudya dan Dinda Kusuma dibuka. Kedua belah pihak sudah sepakat untuk perceraian tanpa perlawanan. Semua dokumen pembagian aset sudah lengkap dan ditandatangani. Apakah ada yang ingin disampaikan sebelum saya putuskan?"Ibu Ratna berdiri."Tidak ada, Yang Mulia. Klien saya siap."Hakim menatap ke arah Radit."Bapak Radit?"Radit

  • Godaan Mama Muda   Bab 186

    Tiga hari kemudian...Radit sedang di kantor ketika ponselnya berdering. Nomor dari lawyer Dinda.Dia langsung angkat."Halo?""Pak Radit, ini Ibu Ratna, lawyer Dinda. Klien saya setuju untuk bertemu Anda. Satu kali. Pertemuan terakhir. Di kantor saya. Besok, jam 3 sore. Saya dan lawyer Bapak, kalau Bapak sudah punya, akan hadir sebagai mediator."Jantung Radit berdegup sangat kencang."Saya... saya belum punya lawyer. Saya gak mau lawan gugatan ini. Saya setuju untuk semua term yang Dinda minta.""Baik. Kalau begitu, besok jam 3. Tolong datang tepat waktu.""Saya akan datang. Terima kasih."Keesokan harinya, Radit datang lima menit lebih awal. Dia mengenakan kemeja yang rapi, bukan untuk impress, tapi karena ini mungkin terakhir kalinya dia bertemu Dinda, dan dia ingin... setidaknya terlihat respect.Dia duduk di ruang tunggu dengan tangan yang gemetar.Pukul 15.00 tepat, pintu terbuka.Dan Dinda masuk.Radit hampir tidak mengenalinya.Dinda terlihat sangat kurus, jauh lebih kurus da

  • Godaan Mama Muda   Bab 185

    Satu minggu kemudian...Radit duduk di ruangan Pak Hartono dengan wajah yang sangat lelah. Dia sudah kembali kerja tiga hari lalu, bukan karena dia sudah siap, tapi karena dia tidak tahu harus melakukan apa lagi.Pak Hartono menatapnya dengan tatapan yang penuh simpati tapi juga khawatir."Radit, aku udah denger dari Mama Jessica tentang... tentang semuanya. Dan aku cuma mau kamu tahu, kalau kamu butuh cuti lebih lama, aku bisa atur.""Terima kasih, Pak. Tapi aku... aku lebih baik kalau sibuk."Pak Hartono mengangguk paham."Dan... tentang Dinda?"Radit menggeleng pelan."Dia gak mau ngomong sama aku. Block semua kontak. Aku udah coba datang ke rumah dua kali, dia gak buka pintu. Kemarin Mama Jessica bilang... Dinda udah konsultasi sama lawyer. Untuk... perceraian."Kata terakhir itu keluar dengan suara yang sangat berat.Pak Hartono menghela napas panjang."Radit, aku gak mau judge kamu. Kamu udah ngalamin banyak hal. Tapi... kamu harus terima kenyataan. Mungkin memang pernikahan kal

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status