Share

Aku Masih Perawan!

Author: Caramelly
last update Last Updated: 2025-12-30 16:37:10

“Pak Andrew, yang berada dibarisan keempat.” Tunjuk penerima tamu. Sayangnya Lucy tidak bisa melihat dengan jelas, karena keramaian orang-orang yang menghalangi pandangan Lucy. 

“Ah, aku tidak bisa melihatnya.”

“Nona, tidak perlu khawatir. Diantara keenam orang itu, hanya ada dua pria tampan. Salah satunya adalah Pak Andrew.”

Setelah itu penerima tamu buru-buru pergi, karena masih harus menyambut tamu yang datang. Lucy tidak sempat menanyakan pakaiannya. Semua pria di pesta itu memakai tuxedo. 

Setelah itu Lucy memberanikan diri untuk pergi ke sana, dilihatnya di depan sana hanya tersisa lima orang. Mata Lucy langsung tertuju pada pria yang berada di barisan keempat.Saat Lucy hendak menghampiri, pria itu berjalan ke arah balkon. Lucy tidak tinggal diam, ia tidak ingin kehilangan pria itu.

Pria itu berdiri di balkon, melihat keluar gedung. Lucy menghentikan seorang pelayan yang lewat membawa gelas berisikan sampanye, ia pun meneguknya. 

Lucy berjalan dengan ragu,menundukkan wajah semabari berpikir apakah tindakannya sudah benar.Saat yang sama pria itu berbalik badan— tubuh mereka berbenturan dengan gelas sampanye membuat pakaian pria itu basah, dan Lucy kening Lucy secara tidak sengaja membentur dadanya. Sementara tangan kiri Lucy menempel di dada pria itu.

“Nona, kau mabuk?” Suara bariton tengah bertanya.

Lucy mengangkat kepala, mata mereka bertemu untuk pertama kalinya. Lucy membeku, wajah mereka sangat dekat. Tubuh keduanya hampir menyatu.

“Pak Andrew Valccour? Pakaian Anda—” 

Tiba-tiba Lucy menarik tangan pria di depannya. Saat seorang pelayan melintas, Lucy menaruh gelas itu di trai. Sementara matanya masih lurus ke depan menuju toilet. Melintasnya mereka, membuat semua mata tamu di pesta tertuju pada mereka. 

Saat tiba di depan toilet, Lucy bingung harus membawanya ke toilet pria atau wanita. Ia memutuskan untuk membawanya ke toilet perempuan dan mengunci pintu, agar tidak ada yang masuk. Pria itu terpaku melihat Lucy dan akhirnya suaranya terdengar.

“Kamu siapa?” tanyanya.

“Saya Lucianna Gwyneira, saya penggemar rahasia Anda,” jawabnya. “Mohon maaf, saya tidak sengaja. Saya akan mengganti kerugiannya.”

Lucy mengeluarkan sapu tangan dan membersihkan kemeja itu dengan air. Dan membuat kemeja itu semakin basah, pria itu terlihat tidak nyaman. Lucy dapat merasakannya.

 “Maaf! Bagaimana, kalau Anda juga melepaskan kemeja Anda—”

“Di sini?” bisik pria itu, pada Lucy yang kini memegangi kancing kemeja pria itu.

Lucy mengangkat kepalanya, wajahnya mendadak merah. Namun, ia masih kembali membersihkan kemeja itu.

“Jika Anda tidak keberatan,” jawab Lucy seolah menantang. “Saya akan bertanggung jawab.”

Lucy memasukkan kedua tangannya menyusup ke dalam jas, ia melingkarkan tangannya di punggung pria itu. Lalu jemari-jemarinya seolah mengukur tubuh pria itu, seraya menghitung dan mengira-ngira. Pria itu dapat merasakan Lucy menyentuh tubuhnya dari balik pakaian.

Saat yang sama Lucy mengangkat wajahnya, pria itu menunduk menatapnya. Wajah mereka begitu lekat, Lucy tersenyum dan perlahan mengukur bagian depan, tangannya menyentuh dada dan perut pria itu. Pria itu menahan napas dan semakin penasaran apa yang sedang Lucy lakukan.

“Apa seperti ini caramu mengukur pakaian?” tanyanya, membuat Lucy menarik tangannya. “Kau bilang barusan mengagumiku?” tanya pria itu menaikkan sebelah alisnya. Tatapannya dingin dan tajam.

Lucy mengangguk. “Ya, saya sudah lama menjadi penggemar rahasia Anda. Anda tidak hanya tampan, Anda juga sudah menjadi pengusaha sukses sejak muda.”

“Apa hanya itu yang kau suka dariku? Atau sejak awal kau datang kemari untuk menggodaku?”

Deg! Lucy membelalak, matanya melebar. Ia terkejut, keinginannya bisa ditebak dengan begitu mudah. Namun, Lucy tidak ingin menyerah. Bagaimanapun, ia harus mendapatkan pria ini. Demi membalas rasa sakitnya kepada Noah dan Roselia. Lucy hanya ingin membuktikan, kalau dia bisa mendapatkan pria lebih baik Noah.

Lucy mendekatkan wajahnya kepada pria itu, hingga wajah mereka sangat dekat. Lalu meraba 

“Tidak. Saya tulus menyukai Anda. Anda tahu, Anda sangat tampan. Anda lebih tampan dari oppa dan ajushi.”

“Aku sudah sering mendengar godaan para gadis seperti kalian. Nona, aku tidak tertarik bermain-main denganmu.”

Pria itu mengayunkan langkah kakinya. Namun, tiba-tiba Lucy menghadang pria itu.

“Jika aku katakan, aku ingin menjadi istrimu … apa kamu percaya?” 

Pria itu membeku. Mata mereka bertemu sangat lekat. “Nona, Anda sedang bercanda, aku lebih cocok menjadi Pamanmu!”

Lucy mendekat, ia tersenyum. “Haruskah aku memanggil Om Andrew atau Pak Andrew?” Lucy tersenyum lebar. “Anda tampan, Anda juga memiliki tubuh yang bagus.” Lucy menempelkan kembali kedua tangannya di dada pria itu. “Saya pasti tidak akan menyesal. Semakin tua, Anda semakin terlihat lebih tampan dan bersinar.”

Pria itu membeku, tidak lama sebuah ketukan terdengar.

“Pak, apa Anda ada di dalam? Sudah waktunya.”

Lucy menoleh ke arah pintu, sebelum ia menatap kembali pria itu. Pria itu sudah lebih dulu meraih tangan Lucy membawanya keluar. Saat pintu toilet terbuka, salah satu bodyguardnya membungkuk dan sempat melirik ke arah Lucy.

Pria itu membawa Lucy keluar dari pesta lewat jalan private. Langkah pria itu sangat cepat, Lucy mereka menuruni lift dan tiba di basement.

“Anda ingin membawa saya kemana?”

Pria itu memilih tidak menjawab, mereka masuk ke dalam mobil. Setelah 20 menit berlalu, Lucy tiba di sebuah basement hotel. Lucy membelalak, tetapi ia tetap mengikuti pria itu turun dari mobil hingga masuk ke dalam kamar hotel.

Meskipun ada rasa cemas, tapi ia sudah bertekad akan membuat paman mantan kekasihnya menjadi miliknya. 

“Kamu bisa duduk di sana,” kata pria itu seraya melirik ke arah sofa.

Pria itu berjalan ke arah kamar mandi, dan Lucy tidak mengindahkan ucapanya. Ia bertekad malam ini harus menggoda pria itu. Saat pria itu membuka kancing kemeja, diam-diam Lucy mengintip.

“Sampai kapan kamu akan mengintip di situ.”

Lucy tersenyum muncul dari balik tembok, menghampiri Andrew. Tatapan matanya langsung tertuju ke otot perut dan dada Andrew.

“Luar biasa,” kata Lucy seraya menempelkan tangannya di dada Andrew. “Sempurna. Tubuh Om sangat keren, Om sama sekali tidak terlihat seperti Om-om.”

Pria itu meraih pinggang Lucy membuat tubuh mereka menyatu. Tatapannya tegas, Lucy berusaha tenang dan menatap matanya penuh senyuman.

“Kamu bilang ingin menjadi istriku … aku ingin kamu melakukan sesuatu,” kata Andrew mendekatkan wajahnya.

Lucy melingkarkan kedua tangannya di leher Andrew seraya memiringkan kepalanya. 

“Kamu ingin aku melakukan apa?” tanya Lucy.

“Menurutmu, jika perempuan dan pria berada di dalam hotel yang sama pada tengah malam, apa yang akan mereka lakukan?”

Mata Lucy melebar, hatinya berbicara. ‘Apa dia ingin mengajakku ONS?’

Tiba-tiba,pria itu memanggul tubuh Lucy, membawanya ke arah tempat tidur.Dengan hati-hati, Andrew menurunkan tubuh Lucy di atas tempat tidur. Lalu, Andrew mengelus punggung Lucy yang terbuka, Lucy mendadak merinding. Terutama ketika Andrew mendekatkan wajahnya seperti ingin mencium bibirnya. Mendadak suara Lucy terdengar pelan.

“Aku masih perawan!” kata Lucy, membuat Andrew membeku, menatap matanya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Menuduhku Mencuri

    Roselia tercengang mendengar perkataan Lucy.“Lucy, kamu terlalu sombong. Kamu pikir kamu siapa, hah?”“Aku, jelas Lucianna Gwyneira.” Lucy melangkah lebih dekat lagi pada Roselia. “Berhentilah sok lemah di depanku. Awalnya aku mengabaikan semua itu karena kupikir kamu membutuhkan kasih sayang orang tuaku. Jadi, kamu selalu mencari perhatian mereka. Namun, seiring jalannya waktu aku mulai sadar kamu ingin menjadi sepertiku.”Roselia terkejut, matanya berbinar.“Kamu ingin memiliki semua yang kupunya. Pakaian, septu, tas, perhiasan. Bahkan Noah. Semua yang kumiliki, kamu harus memilikinya juga.”Lucy tidak pernah melupakan saat mereka ia SMP, ia pernah kehilangan sebuah gaun yang dibelikan ibunya. Saat mencari gaun itu, ia menemukan gaunnya berada di dalam kamar Roselia. Saat Lucy hendak mengambil buku yang dipinjam Lucy.Namun, Roselia mengatakan kalau gaun itu diberikan oleh sang nenek. Ini bukan pertama kalinya, saat SMA Lucy kehilangan sepatu. Dan benar saja, ia melihat Roselia men

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Sampah yang Kubuang

    Lucy membelalak, ia menelan saliva nya.“Tapi, sejak awal Paman tahu, kalau aku mencari Andrew. Jika sejak awal aku tahu, Paman bukan orang yang aku cari. Aku tidak akan sampai sejauh itu.”Mata Neil menajam. “Saat menggodaku, kamu sangat percaya diri. Pernahkah kamu berpikir sampai ke situ?”Lucy terdiam dan hanya menatap wajah tampan pria yang terpaut jauh darinya. Namun, mengingat itu semua membuatnya malu.“A-aku—”“Menikah denganku, tidak akan membuat kamu rugi. Aku sudah memutuskan malam ini akan melamarmu. Dan kau tidak boleh menolak.”“Apa?” Lucy tertegun.Neil melepaskan Lucy, lalu meraih sebuah kotak perhiasaan dari dalam saku celananya. Dan mengeluarkan sebuah cincin berlian yang sangat indah.“Lucianna Gwyneira, menikahlah denganku.”Lucy membelalak. Apa yang dilihat di depan matanya, bukanlah sebuah ilusi melainkan sungguhan. Ia tidak pernah membayangkan bahwa orang lain yang akan melamarnya. Bukan pria yang dicintainya, matanya perlahan berkabut.Lucy diam untuk waktu ya

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Tidak Bisa Menolak

    Pernyataan Neil mengejutkan orang-orang yang mendengarnya. Termasuk Lucy yang kini membeku, tanpa sepatah kata menatap Neil dengan tatapan tidak biasa. Ia berusaha mencerna semua ini, kenapa Andrew menjadi Neil Chesney Dravencourt.Rosalia menatap Lucy tidak percaya, dan membuka suara. “Anda ingin menikahi Lucy?” tanya Roselia.Neil sama sekali tidak menoleh kepada Roselia. Ia juga mengabaikan perkataan Roselia, Neil meraih tangan Lucy. “Maaf membuatmu menunggu.” Neil mengecup punggung tangan Lucy di hadapan semua orang.Lucy terpaku menatap Neil yang dikenalnya sebagai Andrew paman mantan kekasihnya. Lucy bertanya-tanya kenapa Neil bisa menjadi Andrew? Ingatannya kembali ke malam dimana ia mencari sosok Andrew, Lucy menyadari kalau selama ini ia telah salah orang. Dan ia merasa malu, tetapi nasi sudah menjadi bubur.Pria yang ia goda selama ini bukanlah Andrew Valcor, melainkan Neil Chesney Dravencourt. Keluarga konglomerat di negara Bravenia. Keluarga Dravencourt lebih kaya dari ke

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Memintamu Menjadi Istriku

    “Mmmpth! “ Lucu berusaha melepaskan diri dari Andrew. Usai melepaskan ciuman hangat itu, Andrew turun dari tempat tidur. Lucy membelalak, seolah tidak ada rasa bersalah setelah menciumnya. Lucu ingin sekali menegurnya. Namun, ia mengurungkan niatnya dan menyentuh bibirnya yang masih terasa berdenyut. Saat Andrew berada di dalam kamar mandi. Diam-diam Lucy mengamati dan langsung ganti pakaian dan pergi meninggalkan kamar hotel. Andrew yang berada di kamar mandi mendengar suara pintu. Dan setelah keluar dari kamar mandi, benar saja Lucy sudah tidak ada. Manik mata pria itu tertuju pada sebuah kartu nama yang tergeletak di atas nakas. Ia meraih kartu nama itu dan dilihatnya. “Apa kamu selalu memberikan kartu namamu ke setiap orang asing? “ Andrew membawa kartu nama itu bersamanya. Sebelum meninggalkan kamar hotel, ia melihat tumpukkan pakaian di sudut kursi. Ia tersenyum tipis, lalu pergi. ***Dua hari berlalu sejak malam itu. Lucy menatap ponselnya, ia bertanya-tanya pada diriny

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Lepaskan Gaunmu

    Lucy terdiam sejenak, keputusannya sudah bulat. Ia akan mendapatkan paman Noah, bagaimanapun caranya ia harus menjadi bibinya. Dengan begitu ia dapat menindas pasangan tidak tahu malu itu.“Aku tidak akan menyesal,” jawab Lucy.Andrew akhirnya bangkit. Lucy menatap punggung Andrew yang kini berjalan ke arah kamar mandi.“Paman,” panggil Lucy. Andrew menoleh ke belakang. “Anda sangat seksi,” kata Lucy mengedipkan sebelah matanya menggoda.Andrew tidak berekspresi, tetapi ketika ia masuk ke dalam kamar mandi ia tersenyum tipis.“Nona kecil, kau sangat menarik.”Lucy membenamkan wajahnya usai Andrew masuk ke dalam kamar mandi. Ia merasa malu kepada dirinya sendiri, ia tidak menyangka akan bersikap seperti itu pada pria yang baru pertama kali ia temui.“Lucy, demi mendapatkan paman Noah, kamu harus menebalkan muka.”Saat Andrew keluar dari dalam kamar mandi, ia sudah memakai pakaian ganti. Sementara itu Lucy masih duduk di tempat tidur, dengan wajah tersenyum.“Mandilah. Kamu tidak bisa t

  • Godaan Salah Sasaran Berujung Pernikahan   Aku Calon Istrinya

    Lucy membelai wajah Andrew. “Tapi, saya tidak akan menyesal. Om pasti perkasa,” ucapnya lirih sambil mengelus punggung pria itu.Manik mata Andrew sempat tertuju pada jam tangannya. Lalu senyuman tipis terukir di wajahnya.“Aku tidak akan membuatmu kecewa.”Andrew menarik selimut, menutupi tubuh mereka berdua. Lucy menahan napas ketika jarak wajah sangat dekat. Hangat napas Andrew menyapu bibirnya, membuat jantung Lucy berdetak lebih cepat.Tiba-tiba suara pintu terbuka dari luar. Lucy tersentak. Ia refleks ingin bangkit, namun lengan Andrew menahannya, membuat tubuhnya kembali terkunci dalam pelukan pria itu. Tatapan Andrew menegas, memberi isyarat agar Lucy tetap diam.“Ternyata benar kamu ada di sini?”Suara perempuan itu membuat mata Lucy membelalak. Pandangannya langsung tertuju pada Andrew, sementara Andrew memilih bungkam dan tetap menahannya untuk tidak bergerak sama sekali.“Kenapa kamu tidak datang ke acara makan malam?” lanjut perempuan itu. “Kamu sedang menghindariku?” Lu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status