Startseite / Romansa / Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku. / Part 30: Pria Yang Dijodohkan

Teilen

Part 30: Pria Yang Dijodohkan

last update Veröffentlichungsdatum: 23.08.2026 07:06:30

***

"Menurutmu, orang tuamu akan menyukaiku?"

Kila menaikkan alis. Aksara benar-benar aneh. Seharusnya dia tidak perlu memikirkan pendapat orang tuanya.

"Entahlah... Pak Aksara ganteng, badannya bagus, kelihatannya juga kaya raya. Mungkin saja Bapak termasuk menantu idaman."

Kila mengatakannya sambil menahan tawa. Entah kenapa, membayangkan Aksara sebagai calon menantu orang tuanya terasa lucu.

Aksara menggeleng pelan, seolah tidak percaya dengan jawaban Kila.

"Kalau kamu menyukai pria itu, apa
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 63: Posisi Yang Salah

    ⚠️CONTENT WARNING:Bab ini mengandung unsur EKSPLISIT BDSM/Kink, Dominasi Fisik, Penggunaan Alat, Kekerasan Fisik, Masokisme (Rasa Sakit yang Memicu Gairah), serta Sensasi Tercekik.Pembaca diharapkan bijak dan tidak untuk ditiru.***"Dengarkan aku. Putar tubuhmu menghadap kursi, lalu letakkan kedua tanganmu di belakang pinggang!"Aksara tidak mengerti kenapa dia harus menghadap kursi. Namun, dia memilih untuk menurut.Dia membalikkan tubuhnya, lalu berlutut menghadap kursi. Kedua tangannya ke belakang pinggang, mengikuti perintah Kila."Hmmm… Aksara, tubuhmu terlihat sangat bagus dari belakang."Aksara seketika membeku saat mendengar suara gemerincing logam di belakangnya.Kila kembali mendekat seraya memutar-mutar sepasang borgol di jemarinya. Senyum tipis terukir di bibir ranumnya."Mari kita mulai bermain."KLIK—!Tanpa aba-aba, Kila mengunci borgol itu pada kedua pergelangan tangan pria tersebut.Aksara tersentak. Dia ingat betul, borgol itu dulunya pemberian Raynar—dan Kila-lah

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 62: Berlututlah, Aksara!

    ***GRAB!Kepala Aksara mendongak dengan paksa. Dia bahkan belum sempat menyadari apa yang terjadi ketika cengkeraman Kila di rambutnya makin kuat.Aksara terdiam, napasnya tertahan.Dari atas, Kila menatapnya dengan sorot mata yang dingin dan dominan. Dia sama sekali tidak melonggarkan cengkeramannya."Berlutut!"Tanpa daya untuk melawan, Aksara membiarkan tubuhnya merosot dan berlutut di bawah kaki Kila.Kila terkekeh pelan. Dia melepas cengkeramannya, lalu memandangi telapak tangannya sendiri. Beberapa helai rambut Aksara rontok dan tersisa di sana."Ups … lihatlah rambutmu rontok, Aksara," gumam Kila santai.Dia sengaja menggosok beberapa helai rambut itu di depan wajah Aksara.Kila menunduk. Dipandanginya Aksara yang kini berlutut pasrah di hadapannya. Senyum tipis terukir di wajahnya, lalu bibirnya mendekat hingga nyaris menyentuh telinga pria itu. "Tegakkan badanmu, Aksara!"Kila berhenti, seolah membiarkan keheningan membuat kalimat berikutnya terasa semakin menakutkan."Kita

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 61: Aksara Serius Ingin Menikah

    ***"Kila … ayo kita nikah!""Pak Aksara … kenapa jadi membahas itu?""Aku capek, Kila! Masalah-masalah kita ini terus muncul karena orang lain. Aku sekarang mau kita benar-benar terikat. Dengan begitu, jelas kamu milikku dan aku milikmu!"Kila kehilangan kata-kata, bahkan tidak tahu harus menjawab apa.Matanya menatap Aksara lekat-lekat, seolah ingin memastikan pria di hadapannya benar-benar serius dengan ucapannya.Padahal, sejak tadi dia sendiri yang bad mood dan memikirkan kissmark itu. Sekarang, Aksara justru membicarakan pernikahan seolah keputusan tersebut memang sudah ada di kepalanya sejak lama. Tentu Kila ingat tawaran tentang cincin kemarin …"Kok … tiba-tiba?" suara Kila nyaris tak terdengar.Aksara mengerutkan kening. "Kenapa? Kamu tidak mau menikah denganku?"Kila buru-buru menggeleng. "Bukan begitu …"Dia menelan ludah, masih belum percaya dengan apa yang baru saja didengarnya."Pak Aksara yakin … tidak sedang salah mengambil keputusan?"Aksara tidak langsung menjawab.

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 60: Ayo, Nikah!

    60***Kila menatap Aksara. Dia tampak canggung setelah menceritakan kejadian malam itu dengan Amerta."Pak Aksara menyebut namaku saat bercinta dengan orang lain?" Kila menaikkan alisnya."Aku lelah dan masih dalam pengaruh alkohol, tapi aku berani bersumpah, aku tidak sadar melakukan itu dengannya!" sahut Aksara kesal."Oh, iya? Tapi batang Pak Aksa sudah masuk, kan?" Kila menatapnya sinis tanpa basa-basi.Aksara hanya menggaruk kepalanya. Pertanyaan konyol!"Aku salah … Maafkan aku, Kila." Aksara duduk mendekati Kila.Kila mencebikkan bibir. Dia sendiri masih bingung harus bersikap bagaimana."Hm … ceritanya hanya seperti itu? Yakin?" Kila menatap Aksara lekat-lekat, seolah berusaha membuat pria itu mengakui sesuatu."Hanya seperti itu? Memangnya kamu berharap cerita seperti apa?" tanya Aksara balik.Kila menatap Aksara. Bagaimana mungkin seorang pria bisa menolak rasa nikmat saat bercinta?"Apakah tidak enak rasanya, Pak Aksara." Kila masih saja menyinggung hal itu. Wajahnya berak

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 59: Amerta Diusir Aksara

    ***"Kila... Aku sangat gila padamu... Aku mencintaimu, Kila…"Kalimat itu keluar di antara erangan Aksara. Seketika Amerta membeku. Nama itu meremukkan dadanya.Siapa Kila?Nama itu asing, namun begitu mesra di bibir Aksara. Ada gairah yang terpancar ketika pria itu menyebutnya.Rasa sesak di dada itu, bercampur kecewa. Alih-alih memberontak, Amerta memilih memejamkan mata, membiarkan Aksara terus menyetubuhinya dengan bayangan wanita lain.Aksara kian terhanyut dalam kenikmatan yang memuncak. Lelahnya hilang, pusingnya sirna seakan birahi menjadi obat instan baginya.Saat pelepasan berada tepat di ujung, Aksara bangkitkan, berniat mencium wanita yang berada di atas tubuhnya. Namun tepat saat pandangan mereka beradu, mata Aksara membelalak lebar.Sosok yang terengah dengan sudut mata basah oleh air mata di atasnya itu—BUKAN KILA!Kesadaran itu mendarat cepat. Aksara langsung mendorong kasartubuh Amerta, dia sampai mengigil karena hampir meledak meledakkan puncak di tubuh wanita itu

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 58: Alkohol dan Kila

    ***Pintu kamar hotel tertutup rapat, menyisakan keheningan di antara deru pendingin. Ruangan itu hampir gelap gulita—hanya terangi cahaya dari celah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Di tengah keremangan itu, seorang wanita berdiri di hadapannya, terbingkai sempurna oleh bayangan.Aroma parfum itu langsung menyengat indra penciuman.Aksara mengusap wajahnya. Pengaruh alkohol yang tersisa masih membuat kepalanya terasa berdenyut sakit, membuat kesadarannya mengambang samar."Mau apa kamu datang ke sini?" tanya Aksara dengan suara berat.Amerta hanya tersenyum tipis, menatapnya penuh arti. "Kalau aku bilang aku merindukanmu… apa kamu percaya?"Aksara tidak menjawab, hanya menatapnya dingin."Apa kamu sama sekali tidak merindukanku, Aksara?" gumam Amerta seraya mendekat. Jari-jarinya mengusap lembut di atas dada bidang Aksara, mengelusnya perlahan hingga menyentuh area sensitif di sana."Aku ngantuk dan lelah, Amerta..." potong Aksara dengan suara serak yang berat. Dengan sisa ten

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status