Home / Romansa / Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku. / Part 31: Kecemburuan Aksara

Share

Part 31: Kecemburuan Aksara

Author: Ersula
last update publish date: 2026-08-24 22:19:19

***

Sialnya, pria bernama Andrian itu tidaklah jelek. Bahkan kalau dilihat-lihat, Kila terlihat cukup serasi bersanding dengannya.

Pikiran itu justru membuat Aksara semakin gelisah.

Dia tidak suka melihat Kila bersentuhan dengan pria itu. Mereka bersalaman sambil tersenyum, dan entah kenapa pemandangan sederhana itu membuat Aksara merasa sangat risih.

Apakah Kila bernafsu dengannya?

Aksara akhirnya berdiri.

"Aksara Kalandra."

Dia langsung mengulurkan tangan kepada Andrian.

Kila hanya bengong me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 36: Calon Istri???

    ***"Apa?!"Kila menatap Aksara dari samping, matanya terbelalak menyapu wajah pria yang sedang fokus menyetir itu."Ki-kita mau ketemu Pak Direktur sekarang?!" Suaranya melengking tinggi. Kila tentu tahu rumah pimpinan tertinggi perusahaan itu berjarak satu jam perjalanan dari kantor."Hm," sahut Aksara ringan tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan."M-maksud Bapak... Pak Direktur itu Ayahnya Bapak?!""Iya, Ayahku."Kila mulai panik luar biasa. Berbagai skenario buruk langsung berputar di kepalanya. Apa dia melakukan kesalahan fatal? Jangan-jangan Pak Direktur sudah mendengar rumor kedekatan mereka dan berniat menegurnya?"Kenapa mendadak sekali?!"Kila menangkup kedua pipinya yang mendadak panas, membayangkan situasi terburuk yang bisa terjadi. Di sisi lain, Aksara hanya terkekeh rendah menikmati kepanikan sekretarisnya itu."Aku harus bagaimana? Aku belum rapi, belum mandi, kita baru saja keluar dari kantor!" Kila makin gelisah, tangannya sibuk merapikan rambut dan pakaian kerja

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 35: Aksara sudah gila??

    ***"Ping!""Aku kirim sopirku menjemputmu ke kantor?"Kila segera membalas pesan itu."Aku sudah di kantor. Naik bus. Jangan berlebihan, Pak Aksara!""Ping!""Panggil aku Aksara!"Kila membaca pesan itu sambil meringis, lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas.Makin ke sini, Aksara semakin cerewet dan posesif.Mereka sudah hampir seminggu tidak bertemu karena Aksara harus bekerja di site selama beberapa hari. Namun, hampir setiap jam pria itu tetap mengiriminya pesan.Toilet kantor cukup sepi pagi itu.Kila berdiri di depan cermin, menatap bayangannya sendiri. Kalau saja Aksara tahu dirinya masih memikirkan kejadian minggu lalu … pikirnya.Kila menghela napas.Apa yang dilakukan Aksara waktu itu memang bisa disebut rudapaksa?"Tapi dia memang suka memaksa seperti itu, kan?" gumam Kila, seolah berusaha meyakinkan dirinya sendiri.Dia mencuci tangan, kemudian merapikan rambut dan pakaiannya di depan cermin."Kilaaaa …!"Tiba-tiba Lina masuk ke toilet dan langsung meraih tangan Kila."Ha

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 34: Pengakuan Perasaan Aksara

    ‼️WARNING: 21+ / MATURE CONTENT‼️Bab ini mengandung adegan dewasa (explicit sexual content), dominasi emosional, dan dinamika hubungan intim. ***Aksara mengusap pusat gairah Kila yang kian basah, menikmati rasa kulit mereka yang bersentuhan."Kamu tidak bisa menolakku, kan, Kila?" bisiknya tepat di depan bibir wanita itu."Aksara—" Kila menahan napas, menggigit bibirnya saat gelombang hangat itu menjalar hebat hingga ke ujung kakinya.Aksara terkekeh rendah. Tanpa memberi jeda bagi Kila untuk memprotes, ia perlahan melesakkan dua jarinya ke dalam celah hangat wanita itu.Kepala Kila mendongak saat sensasi sengatan itu menjalar ke seluruh sarafnya."Jangan...!" rintih Kila. Ia berusaha membebaskan kedua pergelangan tangannya dari cengkeraman Aksara. Namun sia-sia. Begitu dua jari Aksara bergerak, desahan parau dari mulutnya justru mengkhianati penolakannya.Aksara menyeringai puas. Kilat di matanya menegaskan satu hal: Kila harus dihukum karena telah membakar rasa cemburunya!Bebera

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 33: Cobalah Memberontak

    ***Kila menundukkan wajah. Dia tidak mau menatap pria itu.Tatapan Aksara jatuh pada wajah Kila yang masih basah oleh air mata."Sekarang kamu membenciku, Kila?"Kila mengangkat wajah. Ada kelelahan yang begitu jelas di matanya."Pak, kita sampai di sini saja.”Aksara diam. Tatapannya jatuh pada wajah Kila yang masih basah oleh air mata. Dialah yang membuat wanita itu menangis."Apa kamu sekarang membenciku, Kila?"Kila akhirnya mengangkat wajah. Ada lelah yang begitu jelas di matanya."Sudah. Kita berhenti saja, Pak Aksara!"Aksara membalas tatapan sendu itu.Tidak mungkin.Dia tidak bisa begitu saja melepaskan Kila. Selama ini, Kila adalah satu-satunya wanita yang mampu membangunkan sisi liar dalam dirinya. Satu-satunya yang membuatnya kehilangan kendali.Namun sekarang, dia tahu masalahnya bukan lagi sekadar kesenangan.**Hanya Kila yang mulai mengisi hatinya.**Aksara tiba-tiba mendorong tubuh Kila masuk ke dalam rumah.Kila terkejut. Dia tidak mengerti lagi dengan emosi pria itu

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 32: Dua Orang, Satu Perasaan

    ***"Aku sepertinya harus memindahkanmu ke kantor cabang lain!" Suara Aksara mengeras. "Kau tahu, aku merasa sangat kesal!"Kila terkejut.Mengapa Pak Aksara membentaknya?Apa dia melakukan kesalahan?"Ma-maaf, Pak Aksara?"Mata pria itu mengkilap, menahan amarah yang sejak tadi dia pendam.Kila menatapnya bingung.Apa Ayah dan Ibu mengatakan sesuatu kepadanya? Atau Andrian menyinggung Aksara?Pikirnya dalam hati."Aku seharusnya tidak pernah menyetujui untuk berpura-pura menjadi pacarmu!" pungkas Aksara, membentak lebih keras.Kila semakin bingung."Pak, maafkan kalau ada kata-kata saya yang menyinggung Bapak." Kila menatap mata Aksara yang terlihat begitu dingin."Kau dan kelainanmu itu membuatku pusing!"Kelainan? Kila tercenung beberapa detik mendengar itu."Mak-maksudnya, Pak?"Aksara tidak menjawab. Dia langsung memasukkan persneling dan kembali menjalankan mobil dengan lebih kencang.Dada Kila sampai terasa sesak, matanya mulai berkaca-kaca."Aku minta maaf, Pak Aksara."Kila b

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 31: Kecemburuan Aksara

    ***Sialnya, pria bernama Andrian itu tidaklah jelek. Bahkan kalau dilihat-lihat, Kila terlihat cukup serasi bersanding dengannya.Pikiran itu justru membuat Aksara semakin gelisah.Dia tidak suka melihat Kila bersentuhan dengan pria itu. Mereka bersalaman sambil tersenyum, dan entah kenapa pemandangan sederhana itu membuat Aksara merasa sangat risih.Apakah Kila bernafsu dengannya?Aksara akhirnya berdiri."Aksara Kalandra."Dia langsung mengulurkan tangan kepada Andrian.Kila hanya bengong melihat Aksara yang tiba-tiba sudah berdiri di samping mereka."Oh, halo. Anda...?""Saya.. pacar Kila!" suara Aksa tegas dan segera meraih tangan Andrian dari Kila."Pacarnya... Kila?" Andrian tampak bingung.Genggaman tangan Aksara semakin erat.Kedua orang tua Kila pun ikut terdiam, sama-sama tidak menyangka Aksara akan mengatakannya dengan begitu terang-terangan.Bahkan Kila sendiri bengong.Apa-apaan pria ini?Namun, ketika melihat tatapan Aksara yang seolah sedang menantang Andrian, Kila akh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status