Share

Part 60: Ayo, Nikah!

Penulis: Ersula
last update Tanggal publikasi: 2026-09-20 20:27:52

60

***

Kila menatap Aksara. Dia tampak canggung setelah menceritakan kejadian malam itu dengan Amerta.

"Pak Aksara menyebut namaku saat bercinta dengan orang lain?" Kila menaikkan alisnya.

"Aku lelah dan masih dalam pengaruh alkohol, tapi aku berani bersumpah, aku tidak sadar melakukan itu dengannya!" sahut Aksara kesal.

"Oh, iya? Tapi batang Pak Aksa sudah masuk, kan?" Kila menatapnya sinis tanpa basa-basi.

Aksara hanya menggaruk kepalanya. Pertanyaan konyol!

"Aku salah … Maafkan aku, Kila." A
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 61: Aksara Serius Ingin Menikah

    ***"Kila … ayo kita nikah!""Pak Aksara … kenapa jadi membahas itu?""Aku capek, Kila! Masalah-masalah kita ini terus muncul karena orang lain. Aku sekarang mau kita benar-benar terikat. Dengan begitu, jelas kamu milikku dan aku milikmu!"Kila kehilangan kata-kata, bahkan tidak tahu harus menjawab apa.Matanya menatap Aksara lekat-lekat, seolah ingin memastikan pria di hadapannya benar-benar serius dengan ucapannya.Padahal, sejak tadi dia sendiri yang bad mood dan memikirkan kissmark itu. Sekarang, Aksara justru membicarakan pernikahan seolah keputusan tersebut memang sudah ada di kepalanya sejak lama. Tentu Kila ingat tawaran tentang cincin kemarin …"Kok … tiba-tiba?" suara Kila nyaris tak terdengar.Aksara mengerutkan kening. "Kenapa? Kamu tidak mau menikah denganku?"Kila buru-buru menggeleng. "Bukan begitu …"Dia menelan ludah, masih belum percaya dengan apa yang baru saja didengarnya."Pak Aksara yakin … tidak sedang salah mengambil keputusan?"Aksara tidak langsung menjawab.

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 60: Ayo, Nikah!

    60***Kila menatap Aksara. Dia tampak canggung setelah menceritakan kejadian malam itu dengan Amerta."Pak Aksara menyebut namaku saat bercinta dengan orang lain?" Kila menaikkan alisnya."Aku lelah dan masih dalam pengaruh alkohol, tapi aku berani bersumpah, aku tidak sadar melakukan itu dengannya!" sahut Aksara kesal."Oh, iya? Tapi batang Pak Aksa sudah masuk, kan?" Kila menatapnya sinis tanpa basa-basi.Aksara hanya menggaruk kepalanya. Pertanyaan konyol!"Aku salah … Maafkan aku, Kila." Aksara duduk mendekati Kila.Kila mencebikkan bibir. Dia sendiri masih bingung harus bersikap bagaimana."Hm … ceritanya hanya seperti itu? Yakin?" Kila menatap Aksara lekat-lekat, seolah berusaha membuat pria itu mengakui sesuatu."Hanya seperti itu? Memangnya kamu berharap cerita seperti apa?" tanya Aksara balik.Kila menatap Aksara. Bagaimana mungkin seorang pria bisa menolak rasa nikmat saat bercinta?"Apakah tidak enak rasanya, Pak Aksara." Kila masih saja menyinggung hal itu. Wajahnya berak

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 59: Amerta Diusir Aksara

    ***"Kila... Aku sangat gila padamu... Aku mencintaimu, Kila…"Kalimat itu keluar di antara erangan Aksara. Seketika Amerta membeku. Nama itu meremukkan dadanya.Siapa Kila?Nama itu asing, namun begitu mesra di bibir Aksara. Ada gairah yang terpancar ketika pria itu menyebutnya.Rasa sesak di dada itu, bercampur kecewa. Alih-alih memberontak, Amerta memilih memejamkan mata, membiarkan Aksara terus menyetubuhinya dengan bayangan wanita lain.Aksara kian terhanyut dalam kenikmatan yang memuncak. Lelahnya hilang, pusingnya sirna seakan birahi menjadi obat instan baginya.Saat pelepasan berada tepat di ujung, Aksara bangkitkan, berniat mencium wanita yang berada di atas tubuhnya. Namun tepat saat pandangan mereka beradu, mata Aksara membelalak lebar.Sosok yang terengah dengan sudut mata basah oleh air mata di atasnya itu—BUKAN KILA!Kesadaran itu mendarat cepat. Aksara langsung mendorong kasartubuh Amerta, dia sampai mengigil karena hampir meledak meledakkan puncak di tubuh wanita itu

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 58: Alkohol dan Kila

    ***Pintu kamar hotel tertutup rapat, menyisakan keheningan di antara deru pendingin. Ruangan itu hampir gelap gulita—hanya terangi cahaya dari celah pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Di tengah keremangan itu, seorang wanita berdiri di hadapannya, terbingkai sempurna oleh bayangan.Aroma parfum itu langsung menyengat indra penciuman.Aksara mengusap wajahnya. Pengaruh alkohol yang tersisa masih membuat kepalanya terasa berdenyut sakit, membuat kesadarannya mengambang samar."Mau apa kamu datang ke sini?" tanya Aksara dengan suara berat.Amerta hanya tersenyum tipis, menatapnya penuh arti. "Kalau aku bilang aku merindukanmu… apa kamu percaya?"Aksara tidak menjawab, hanya menatapnya dingin."Apa kamu sama sekali tidak merindukanku, Aksara?" gumam Amerta seraya mendekat. Jari-jarinya mengusap lembut di atas dada bidang Aksara, mengelusnya perlahan hingga menyentuh area sensitif di sana."Aku ngantuk dan lelah, Amerta..." potong Aksara dengan suara serak yang berat. Dengan sisa ten

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 57: Malam Itu

    ***"Aku tidak tahu apa yang Amerta ceritakan kepadamu sampai kamu benar-benar menjauhiku. Tapi kalau memang itu penting, aku akan menceritakan apa yang terjadi antara aku dan Amerta. Tidak ada yang akan aku tutupi darimu, Kila."Keheningan menyergap di antara mereka. Kila menatap Aksara lekat-lekat, seolah mencari celah dari sorot mata pria itu."Jadi …" Kila memiringkan kepalanya sedikit. "Berapa kali kalian berhubungan seks?"Pertanyaan itu langsung meluncur dari mulutnya."Aku tidak pernah berhubungan seks dengannya seperti yang kamu katakan! Apa Amerta yang menceritakan itu?" Aksara menjawab dengan suara tegas.Kila mengernyitkan dahi. "Tapi benar kalian pernah berhubungan seks?" tanyanya lagi."Sebelum mengenalmu, sebenarnya aku sudah lama mengenal Amerta. Hampir setahun lebih. Tepatnya aku sudah tidak terlalu ingat," terang Aksara. "Saat itu, aku dan ayahnya, Pak Artha, memang sedang bekerja sama. Lalu tiba-tiba dia mulai agresif kepadaku."Kila terdiam. Dia ingat Amerta adalah

  • Hadiah: Bosku, Partner Rahasiaku.   Part 56: Menyatukan Emosi Dua Kepala

    ***"Undangan makan siang?"Kila meletakkan ponselnya di kasur. Besok adalah hari Minggu, tentu saja waktu terbaik untuk bermalas-malasan di kasur. Namun, Aksara baru saja mengirim pesan bahwa ayahnya mengajak mereka makan siang besok.Lalu, bagaimana dia bisa menyembunyikan kenyataan bahwa hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja di depan ayah Aksara?Kila menarik napas dalam-dalam. Dia bangkit dan mengambil cermin dari meja. Sekali lagi, matanya tertuju pada kissmark yang ditinggalkan Kandi.Untungnya, memar itu sudah sedikit pudar."Kurang ajar sekali Kandi!"Kila mengusap lehernya kasar.Meskipun tubuhnya tidak memberikan reaksi apa pun, bekas yang ditinggalkan Kandi tetap mengganggu pikirannya. Apalagi, Kandi tahu hubungan Kila dan Aksara sedang bermasalah, tetapi malah mengambil kesempatan."Apa aku bicara soal ini kepada Aksara?"Kila takut Kandi akan kembali melakukan hal yang sama suatu hari nanti. Dia merasa jijik setiap kali mengingat pria itu menciumi lehernya. Tapi …"

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status