Share

Bab 71

Author: Leona Valeska
last update publish date: 2026-08-11 09:54:27

Malam puncak gala amal tahunan yang digelar oleh keluarga Gideon berlangsung sangat megah di ballroom hotel bintang lima kota.

Lampu-lampu kristal memancarkan pendar kemewahan, dihadiri oleh deretan pengusaha terpandang, pejabat tinggi, dan jajaran direksi rumah sakit.

Namun, di balik riuhnya alunan musik klasik dan denting gelas kaca, aula megah itu justru menjadi panggung kehancuran gengsi Giselle dan Helena.

Daniel secara terang-terangan menolak untuk hadir.

Pria tegap itu sama sekali tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 107

    Daniel membuang celana dalam renda hitam milik Renata ke sisi ranjang, bersamaan dengan dirinya yang menanggalkan sisa pakaian hingga kini sepenuhnya berdiri telanjang dan tegap di atas tempat tidur.Pria itu menyusup di antara kedua paha Renata yang terbuka pasrah, membiarkan ujung kejantanannya yang sudah menegang sempurna menggesek perlahan intimasi Renata yang telah banjir oleh cairan gairah.Renata melenguh pelan, matanya terpejam dengan jemari meremas sprei putih kamar hotel. "D-Daniel...""Buka matamu dan tatap aku, Renata," perintah Daniel parau, suaranya berat dan sarat dominasi."Lihat siapa yang ada di atasmu saat ini."Renata membuka kelopak matanya yang terasa berat, menatap lurus ke dalam manik mata pekat sang Direktur Medis yang berkilat membara di bawah pendar remang lampu kota.Begitu pandangan mereka terkunci, Daniel mendorong pinggulnya perlahan, menyatukan tubuh mereka secara penuh dalam satu hentakan yang dalam dan presisi hingga pangkal."Nngghhh! D-Daniel... bes

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 106

    Langkah kaki Daniel dan Renata beradu cepat tanpa suara di atas karpet tebal koridor privat lantai dua belas.Lorong menuju kamar nomor 1208 terasa begitu sunyi, sangat kontras dengan hiruk-pikuk pesta di lantai bawah yang baru saja mereka tinggalkan.Daniel merapatkan genggaman tangannya pada jemari dingin Renata, menuntun wanita itu menyusuri lorong berlampu temaram."Daniel... bagaimana kalau ada yang melihat kita?" bisik Renata lirih dengan napas memburu. Matanya terus bergulir cemas menatap setiap sudut lorong."Tidak akan ada yang melihat kita, Renata. Lift dan lorong ini khusus untuk tamu VIP," sahut Daniel dengan intonasi rendah yang tenang.Daniel menempelkan keycard emas pemberian James pada panel pintu. Bunyi bip halus terdengar diikuti suara engsel pintu yang terbuka.Begitu mereka berdua melangkah masuk, Daniel langsung mendorong pintu hingga tertutup rapat dan menguncinya dua kali dari dalam.Suasana kamar Executive Suite yang luas itu begitu remang, hanya diterangi pend

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 105

    Kepanikan luar biasa seketika menyengat seluruh saraf Renata.Tubuhnya mematung kaku dalam kungkungan dada tegap Daniel, matanya terbelalak lebar menatap celah pintu toilet VIP yang makin terbuka lebar.Namun, ketakutan setengah mati itu mendadak surut berganti rasa terkejut saat sesosok pria melangkah masuk dengan santai."Aduh, aduh... lihat siapa yang sedang main petak umpet di tempat paling tidak elastis di gedung ini," celetuk sebuah suara yang sangat familier.Sosok yang masuk ternyata adalah James. Dokter muda itu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cengiran khas yang menghiasi wajah tampannya.Tanpa rasa canggung sedikit pun, James berbalik melangkah mundur, lalu memutar kait kuncian pintu utama toilet dari dalam dengan bunyi klak halus yang sangat lega di telinga Renata."Dokter James?!" cicit Renata terengah-engah, napasnya naik turun tak beraturan karena lonjakan adrenalin yang belum sepenuhnya mereda."Kalian berdua ini benar-benar gila atau memang sudah hilang akal?" uj

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 104

    Selesai sesi toast yang penuh dengan intrik dan tekanan racun terselubung, Renata tidak sanggup lagi menahan rasa sesak yang menghimpit dadanya.Manik matanya terasa panas, dan pasokan udara di sekitar panggung utama seolah mendadak lenyap."Aku... aku harus ke toilet sebentar," bisik Renata lirih pada Adrian tanpa menunggu persetujuan suaminya.Tanpa memedulikan tatapan dingin Adrian, Renata berbalik dan melangkah lebar meninggalkan area panggung VIP.Langkah kakinya begitu cepat, hampir seperti berlari kecil menyusuri karpet tebal ballroom.Bahkan saat ia melewati James yang berdiri di dekat meja minuman dan menyapanya pelan, Renata mengabaikannya begitu saja karena kepalanya sudah terlalu riuh oleh rasa takut.James menaikkan alisnya heran melihat raut wajah Renata yang pucat pasi, kemudian menoleh ke arah meja keluarga Gideon tempat Daniel dan Harry masih saling melempar tatapan dingin.Renata menerobos masuk ke dalam toilet VIP wanita yang kebetulan sedang sepi.Ia langsung mengh

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 103

    Suara denting sendok yang bertabrakan dengan gelas kristal bergaung nyaring di seluruh penjuru ballroom, menghentikan keriuhan para tamu undangan yang sedang menikmati sajian malam.Harry Gideon berdiri tegap di tengah panggung meja VIP utama, melambaikan tangannya untuk meminta perhatian dari seluruh jajaran direksi dan investor yang hadir."Sebelum kita melanjutkan acara dansa malam ini, aku ingin mengundang keluarga intiku untuk naik ke panggung utama," panggil Harry dengan suara berat yang memancarkan dominasi mutlak."Daniel, Giselle, Adrian, dan Renata... harap bergabung denganku di atas panggung untuk sesi toast khusus."Panggilan itu seketika membuat buku-buku jari Renata memutih kaku saat meremas tas genggamnya.Rasa cemas yang dahsyat melingkupi dadanya usai insiden menegangkan di celah pilar beberapa saat lalu.Renata merapatkan bibirnya yang gemetaran, melangkah kaku di samping Adrian yang menggenggam pergelangan tangannya sangat erat, hampir membuat kulit mulusnya memar.

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 102

    Peringatan tergesa-gesa dari James seakan menjadi jerat kencang yang kian menyumbat pasokan udara di paru-paru Renata.Pikiran wanita itu makin kalut saat melirik ke tengah ballroom, melihat Adrian tengah tersenyum dingin sembari berkali-kali meremas pinggulnya, sementara Giselle bergelayut manja di lengan Daniel dengan kekehan renyah.Renata yang merasa sesak dan tidak tahan lagi melihat keintiman formalitas Daniel-Giselle serta cengkeraman posesif Adrian, pamit menuju toilet untuk menenangkan diri.Ia membalikkan badan dengan terburu-buru, menyusuri karpet tebal menuju lorong belakang yang mengarah ke area fasilitas tamu.Langkah kakinya cepat dan tidak beraturan, berusaha menjauh dari kebohongan dan bisingnya denting gelas sampanye yang menyiksa batinnya.Namun, baru saja ia melewati belokan sepi di koridor sepi menuju VIP Lounge, Renata dikejutkan oleh cengkeraman tangan kokoh yang menariknya masuk ke dalam celah pilar yang gelap."Mmph—!" Renata hampir saja menjerit panik sebelum

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status