Share

Bab 96

Author: Leona Valeska
last update publish date: 2026-08-27 23:33:17

Tepat pukul delapan malam, Daniel melihat jam di tangannya dan langsung menghampiri Renata yang masih berada di sana menemaninya.

Pria itu menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerja Renata, mengamati raut wajah wanita itu yang tampak tenang namun diliputi gelisah.

Daniel bertanya, “apa kamu tidak ingin bertanya alasan Giselle datang kemari tadi?”

Renata mengadahkan kepalanya dengan pelan dan menggeleng pelan, lalu berbisik halus memecah keheningan di antara mereka.

"Ada apa, Daniel? Kena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 98

    "Buka pintunya, Renata. Ini aku," panggil sebuah suara berat dari balik pintu asrama.Kepanikan seketika melingkupi dada Renata, membuatnya berlari kecil membuka kuncian pintu.Tiba-tiba sekali Daniel sudah tiba di asrama yang membuat Renata menganga melihatnya lalu melihat jam di dinding."D-Daniel? Kenapa kamu bisa ada di sini?" bisik Renata tak percaya.Manik matanya bergulir menatap jam dinding yang baru menunjukkan pukul sepuluh lewat empat puluh lima menit.Baru setengah jam yang lalu Daniel pergi, kenapa sekarang sudah pulang ke asrama?"Untuk apa aku berlama-lama di tempat membosankan seperti itu?" balas Daniel santai.Pria tegap itu melangkah masuk tanpa ragu, lalu menutup serta mengunci pintu asrama rapat-rapat.Renata menelan ludahnya dan bilang kalau Daniel tak pernah singkat jika sedang bermain dengannya."Setengah jam baru pemanasan saja..." gumam Renata jujur secara tidak sengaja.Seketika Renata membelalakkan matanya, kaget mendengarkan kalimat polos yang baru saja mel

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 97

    Daniel memarkirkan mobilnya di pelataran parkir eksklusif Hotel Grand Meridian tepat pukul setengah sepuluh malam.Dengan mengenakan kemeja hitam yang tergulung hingga siku, langkah kakinya yang mantap memasuki lobi mewah bernuansa keemasan.Daniel tiba di hotel dan Giselle langsung menyambutnya di depan koridor private suite dengan senyum kemenangan yang meluap."Kamu datang tepat waktu, Daniel! Aku sangat bangga padamu malam ini," puji Giselle menyentuh lengan tegap suaminya.Ia memutar kunci kartu dan membuka pintu kamar nomor 809 lebar-lebar untuk membiarkan Daniel melangkah masuk lebih dulu.Giselle langsung meminta Daniel untuk masuk ke dalam kamar dan melihat wanita pilihan yang sudah menunggu di sana."Lakukan bagianmu dengan cepat, aku akan menunggu di restoran bawah," bisik Giselle sebelum menutup pintu dari luar.Di dalam kamar suite yang remang dan harum aromaterapi, seorang wanita muda bergaun malam tipis tampak berdiri canggung di tepi ranjang.Wanita itu langsung terpes

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 96

    Tepat pukul delapan malam, Daniel melihat jam di tangannya dan langsung menghampiri Renata yang masih berada di sana menemaninya.Pria itu menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerja Renata, mengamati raut wajah wanita itu yang tampak tenang namun diliputi gelisah.Daniel bertanya, “apa kamu tidak ingin bertanya alasan Giselle datang kemari tadi?”Renata mengadahkan kepalanya dengan pelan dan menggeleng pelan, lalu berbisik halus memecah keheningan di antara mereka."Ada apa, Daniel? Kenapa kamu menanyakan hal itu padaku?" tanya Renata dengan binar mata yang meredup ragu.Daniel menyunggingkan senyum miring yang sarat akan misteri. “Malam ini dia telah menyiapkan wanita untuk hamil anakku.”Renata menelan ludahnya dengan susah payah, mendadak merasakan hawa dingin menusuk hingga ke ulu hatinya."Lalu?" cicit Renata singkat, berusaha keras menjaga kestabilan suara dan raut wajahnya di hadapan sang dokter.Daniel menghela napas kasar dan bilang kalau Daniel harus ke hotel malam in

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 95

    Beruntung Renata sudah mengenakan kembali baju kerjanya ketika pintu digedor dan teriakan dari Giselle terdengar di luar.Debaran jantung Renata memuncak, tangannya tergesa-gesa memasang kancing kemejanya yang sempat berantakan.Mata Renata membola menatap Daniel yang terlihat lebih santai tanpa sedikit pun raut kepanikan di wajahnya.Dengan gerakan tenang, Daniel menyampirkan kembali jas dokternya lalu berjalan melangkah menghampiri pintu.Kemudian Daniel membukakan pintu tersebut dan menatap datar wajah Giselle yang berdiri tegap dengan raut wajah kesal."Ada apa? Aku sedang sibuk, jangan mengganggu di jam kerja," tegur Daniel dingin tanpa ekspresi."Ini urusan yang sangat penting, Daniel! Kita harus bicarakan sekarang juga!" potong Giselle dengan nada menuntut.Tanpa menunggu izin dari pemilik ruangan, Giselle nyelonong masuk dan langsung menatap sengit wajah Renata yang sedang pura-pura merapikan dokumen di sana.Tatapan mata tajam Giselle seolah ingin menguliti keberadaan asisten

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 94

    "Tapi, belum selesai, Renata," bisik Daniel seraya mendengus leher Renata yang membuat darah Renata berdesir hebat.Hembusan napas panas pria itu menyusuri garis rahang hingga ke bagian teratas dadanya yang kini naik turun tak beraturan.Tangannya merayap pada dada Renata dan membuka satu per satu kancing baju kerja Renata sambil melumat bibir wanita itu dengan ciuman yang semakin liar dan dalam.Lidah Daniel melesak masuk mengitari lidah Renata, menyerap setiap desah pasrah yang keluar dari tenggorokan wanita itu.Renata mendesah pelan, dadanya membusung spontan dengan napas yang memburu liar di dalam dekapan erat sang dokter.Sentuhan jemari tegap Daniel di balik kain pakaian yang kini terbuka lebar membakar seluruh permukaan kulit mulusnya.Daniel melepaskan baju tersebut dan meraup bergantian pucuk dada wanita itu dengan lahap yang membuat Renata menggigit bibirnya merasakan sensasi panas yang menggila dalam tubuhnya."D-Daniel... mmph..." rintih Renata dengan kedua tangan meremas

  • Hangatnya Dekapan Mas Dokter   Bab 93

    Renata memutar gagang pintu perlahan, melangkah masuk ke dalam ruang kerja Daniel yang dingin dan tenang.Pria tegap itu tampak berdiri di dekat papan pemindai, mengamati salah satu hasil scan pasien dengan kerutan tipis di dahinya."Daniel... apa benar kamu memanggilku ke sini?" tanya Renata pelan sembari menghentikan langkahnya di dekat pintu.Daniel tidak langsung menoleh. Ia mematikan lampu papan pemindai sebelum akhirnya memutar tubuhnya, menatap Renata dengan sorot mata yang sulit diartikan."Siapa yang bilang?" balas Daniel dingin dengan suara yang begitu tenang."J-James..." sahut Renata terbata-bata, mendadak merasa salah tingkah di bawah intimidasi tatapan mata pria berkuasa di hadapannya.Daniel menyunggingkan senyum miring yang membuat Renata jadi was-was seketika saat melihat tatapan elang pria itu yang mulai menguncinya rapat-rapat."Sepertinya memang tidak ada hal penting... aku permisi keluar lagi kalau begitu," cicit Renata ragu, berniat memutar tubuh untuk melarikan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status