Startseite / Rumah Tangga / Harap Restu Seorang Menantu / Bab 9~Luka yang Tersembunyi~

Teilen

Bab 9~Luka yang Tersembunyi~

last update Veröffentlichungsdatum: 29.08.2025 14:53:37

Seharian penuh Nadira hanya terdiam di kamar. Tirai jendela dibiarkan tertutup rapat, membuat cahaya sore yang redup kian menambah suram suasana. Ia duduk di tepi ranjang, memeluk lutut, memandang kosong ke arah lantai.

Dari balik pintu kamar, suara tawa Mala dan Erlina sesekali terdengar. Mereka bercengkerama di ruang tamu, membicarakan hal-hal ringan, seolah-olah Nadira tidak pernah ada. Setiap gelak tawa itu seperti pisau kecil yang menusuk hatinya berulang kali.

“Aku benar-benar tidak berar
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 76~Hari Bahagia~

    Pernikahan Paula dan Rakha akhirnya digelar tiga bulan kemudian. Sejak hari di mana Nadira tahu soal pertunangan sahabatnya, ia mendadak dipenuhi urusan pernikahan Paula. Sahabatnya itu benar-benar melibatkannya dalam urusan sepenting itu dalam hidupnya. Tak mau membuat Paula kecewa, Nadira mengerahkan semua yang ia bisa untuk mendukungnya.Pernikahan ini merupakan dedikasi Nadira bahwa ia sungguh-sungguh dengan persahabatannya, terbukti acara berlangsung meriah dan mewah. Paula begitu senang dan bersyukur sudah menyerahkan urusan pernikahan ini pada sahabatnya itu. Ia begitu puas dengan hasilnya.“Gimana, nih? Kapan kamu nyusul?” gurau Rakha yang berdiri di sisi kiri Paula.Ketiganya sedang sesi foto bersama. Nadira yang berdiri di sebelah kanan Paula segera menyahut tapi mencoba tetap tersenyum di depan kamera yang sedang mengambil foto mereka. “Setelah aku dikasih ponakan dari kalian.”Paula refleks mencubit kecil pinggang Nadira lalu tertawa malu. Sedangkan Nadira dan Rakha malah

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 75~Hati yang Tersakiti, Kini Berbalas~

    Nadira memberanikan diri untuk mengikuti intuisinya. Dia sudah memikirkannya matang-matang hampir sebulan ini. Hari ini juga, dia akan mengajukan gugatan cerai kepada suaminya, Aryan.Sekalipun Aryan sudah menangis sejadi-jadinya, bahkan bersujud di bawah kakinya agar dirinya batal meminta talak, nyatanya Nadira tetap pada pendiriannya. Dengan bantuan Paula dan dukungan dari keluarganya sendiri, Nadira mengambil keputusan terbesar ini untuk menyudahi penderitaannya.Memang sangat sakit, tetapi jika ini akhir yang harus dijalani, mau bagaimana lagi. Pernikahan yang ia pikir akan selamanya ... kandas karena lelah. Lelah sebab tak bisa lagi untuk terus menemukan alasan untuk mempertahankannya.“Nad, kamu siap?” tanya Paula yang berdiri di sampingnya.Tangan keduanya bertaut erat di depan gedung pengadilan agama. Tempat yang tak pernah terlintas di benak Nadira bahwa dia datang hanya untuk mengajukan perceraian.“Aku siap, La. Tolong terus temani aku, ya,” ujar Nadira dengan suara lemah.

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 74~Tentang Hati yang Tersakit~

    Nadira menangis sendirian di kamarnya setelah berhasil mengusir tiga orang yang begitu menyakitinya. Dia sungguh tak tahu, apakah keputusannya ini adalah yang terbaik. Atau malah, apa yang dia lakukan adalah bodoh. Membiarkan Aryan pergi dan melepaskan status pernikahan mereka, sama sekali tak pernah ada dalam rencana hidupnya.Dia pikir, selamanya hanya akan mencintai dan terus bersama Aryan. Biar pun sang mertua tidak kunjung memberikan restu bahkan hingga pernikahan mereka terjalin lama, Nadira mengira itu akan bisa dia lewati. Selama Aryan selalu di sisinya dan mendukungnya, dia pikir akan baik-baik saja.Namun, harapan itu akhirnya kandas. Pernikahan yang diawali dengan cinta di antara mereka, nyatanya tetap bisa hancur hanya karena restu yang tak kunjung didapat.“Nadira! ... Nadira, kamu di dalam, kan?!”Gedoran keras di pintu rumahnya membuat Nadira menghentikan tangisannya sejenak. Dia mengusapnya dengan buru-buru lalu berusaha bangun untuk membukakan pintu.Saat pintu baru t

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 73~Perpisahan yang Dipersiapkan~

    Nadira membuka pintu kamarnya. Dia yang keluar dengan membawa beberapa tas besar langsung disambut oleh Aryan dan Erlina yang kemungkinan besar sejak tadi menungguinya di depan pintu. Aryan awalnya terlihat lega saat mendekat, tetapi ketika dia bermaksud ingin memeluk Nadira, wanita itu langsung menolak kasar dan malah melemparinya tas besar yang sedang dipegangnya.“Mbak Nad ... aku dan Mas Aryan memang ada main di belakangmu. Namun, harusnya Mbak Nadira juga bisa memahami alasan kami melakukan itu. Mbak Nadira sibuk dengan kerjaan, Mas Aryan di sini kesepian. Belum lagi, kalian memang terlibat perang dingin beberapa waktu lamanya. Aku hanya ingin menghibur Mas Aryan saja, Mbak. Nggak lebih, kok.”Erlina bicara seolah tidak merasa bersalah sedikit pun. Nadira yang mendengarnya dibuat geram tak karuan. Ingin sekali rasanya Nadira memborbardir Erlina maupun Aryan dengan banyak umpatan. Namun, dia terlalu muak melihat kedua manusia di depannya sekarang. Atau memang mereka sudah kehilang

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 72~Pengkhianatan yang Dibenarkan~

    “Nad, kamu salah paham. Dengerin dulu penjelasanku,” pinta Aryan untuk ke sekian kalinya.Nadira berjalan cepat masuk ke kamarnya, diikuti langkah kaki Aryan yang tidak kalah cepatnya. Aryan masih berusaha mengajak bicara Nadira, membuat atensi istrinya itu agar mau mengarah padanya.Saat ini, Nadira sudah menulikan pendengaran. Dia bergerak ke arah lemari pakaian, mengeluarkan segala baju milik Aryan untuk dibuang keluar begitu saja.Melihat hal demikian, Aryan seketika panik. Dia kembali memohon sambil memeluk tubuh Nadira dari belakang, menyuruhnya untuk berhenti dan mendengarkan penjelasannya dengan tenang. Amarah Nadira terlalu meledak untuk dirinya imbangi.“Aku minta maaf. Aku mengaku salah, Nad. Tapi dengar dulu penjelasanku. Semua ini terjadi bukan karena tanpa sebab. Aku khilaf!”Rasanya Nadira ingin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Aryan. Masih saja tidak mau mengakui pengkhianatannya. Bahkan masih punya muka untuk bilang semua ini beralasan.‘Memang ada alasan yang

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 71~Pulang Untuk Dikhianati~

    Nadira memutuskan pulang lebih dulu ke kotanya. Tanpa memberi tahu siapa pun bahkan suaminya sendiri. Pikirannya terlalu kalut untuk menghadapi kenyataan soal apa yang Juan ucapkan beberapa jam yang lalu. Kini, ia sedang duduk sendirian di kursi bus. Otaknya penuh dengan nama Juan dan juga nama suaminya sendiri. Dia merasa seperti penjahat.Dia punya firasat tentang apa yang akan diperbuat Juan. Dia tahu itu, tetapi tetap memilih menemuinya. Itu suatu kesalahan besar yang menjadikannya sebagai penjahat. Dia mengkhianati suaminya, Aryan.Nadira menggigit bibir bawahnya resah. Dia mengabaikan panggilan telepon dan pesan yang Juan kirimkan terus-menerus. Lelaki itu pasti sedang sibuk mencarinya.“Aku tidak akan menghancurkan rumah tanggaku sendiri demi perasaan yang belum jelas ini,” gumamnya mempertahankan sikap tak acuhnya pada notifikasi ponsel dari Juan.Nadira tidak mau membiarkan atau memberi celah bagi siapa pun untuk jadi duri di pernikahannya. Sekalipun orang itu adalah Juan, le

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 37~Mendatanginya Secara Terbuka~

    Pagi harinya, cahaya matahari menembus tirai tipis kamar. Nadira terbangun lebih dulu, tubuhnya terasa sedikit pegal namun segar. Ia bangkit perlahan, menyalakan ponsel yang sejak malam diisi dayanya.Layar baru saja menyala dan langsung dipenuhi deretan notifikasi. Puluhan panggilan tak terjawab d

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 36~Menghindar~

    Nadira menahan napas cukup lama sebelum berbalik dan berlari kecil menjauh dari rumah Paula. Suara langkahnya berpacu dengan detak jantung yang berisik di dada. Ia tak peduli lagi dengan dinginnya udara malam yang menusuk kulit. Pikirannya hanya satu, yaitu menjauh sebelum Aryan menyadari keberadaa

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 35~Diantar Pulang~

    Nadira berdiri di tepi jalan sambil menatap layar ponselnya yang menunjukkan waktu hampir pukul 6 malam. Angin sore yang mulai menusuk membuat tubuhnya menggigil pelan. Dari kejauhan, suara kendaraan lewat hanya sesekali terdengar, tapi tak satu pun di antaranya adalah bus yang ditunggunya sejak du

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 34~Berjalan Normal~

    Cahaya pagi menyusup lembut lewat celah tirai. Udara dingin dari luar membuat Nadira menggeliat pelan, matanya terbuka separuh, menatap langit-langit kamar yang asing tapi terasa menenangkan. Di sampingnya, Paula sudah terbangun lebih dulu. Gadis itu duduk di tepi ranjang sambil merapikan rambutnya

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status