ホーム / Rumah Tangga / Harap Restu Seorang Menantu / Bab 9~Luka yang Tersembunyi~

共有

Bab 9~Luka yang Tersembunyi~

作者: Giana
last update 公開日: 2025-08-29 14:53:37

Seharian penuh Nadira hanya terdiam di kamar. Tirai jendela dibiarkan tertutup rapat, membuat cahaya sore yang redup kian menambah suram suasana. Ia duduk di tepi ranjang, memeluk lutut, memandang kosong ke arah lantai.

Dari balik pintu kamar, suara tawa Mala dan Erlina sesekali terdengar. Mereka bercengkerama di ruang tamu, membicarakan hal-hal ringan, seolah-olah Nadira tidak pernah ada. Setiap gelak tawa itu seperti pisau kecil yang menusuk hatinya berulang kali.

“Aku benar-benar tidak berar
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 74~Tentang Hati yang Tersakit~

    Nadira menangis sendirian di kamarnya setelah berhasil mengusir tiga orang yang begitu menyakitinya. Dia sungguh tak tahu, apakah keputusannya ini adalah yang terbaik. Atau malah, apa yang dia lakukan adalah bodoh. Membiarkan Aryan pergi dan melepaskan status pernikahan mereka, sama sekali tak pernah ada dalam rencana hidupnya.Dia pikir, selamanya hanya akan mencintai dan terus bersama Aryan. Biar pun sang mertua tidak kunjung memberikan restu bahkan hingga pernikahan mereka terjalin lama, Nadira mengira itu akan bisa dia lewati. Selama Aryan selalu di sisinya dan mendukungnya, dia pikir akan baik-baik saja.Namun, harapan itu akhirnya kandas. Pernikahan yang diawali dengan cinta di antara mereka, nyatanya tetap bisa hancur hanya karena restu yang tak kunjung didapat.“Nadira! ... Nadira, kamu di dalam, kan?!”Gedoran keras di pintu rumahnya membuat Nadira menghentikan tangisannya sejenak. Dia mengusapnya dengan buru-buru lalu berusaha bangun untuk membukakan pintu.Saat pintu baru t

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 73~Perpisahan yang Dipersiapkan~

    Nadira membuka pintu kamarnya. Dia yang keluar dengan membawa beberapa tas besar langsung disambut oleh Aryan dan Erlina yang kemungkinan besar sejak tadi menungguinya di depan pintu. Aryan awalnya terlihat lega saat mendekat, tetapi ketika dia bermaksud ingin memeluk Nadira, wanita itu langsung menolak kasar dan malah melemparinya tas besar yang sedang dipegangnya.“Mbak Nad ... aku dan Mas Aryan memang ada main di belakangmu. Namun, harusnya Mbak Nadira juga bisa memahami alasan kami melakukan itu. Mbak Nadira sibuk dengan kerjaan, Mas Aryan di sini kesepian. Belum lagi, kalian memang terlibat perang dingin beberapa waktu lamanya. Aku hanya ingin menghibur Mas Aryan saja, Mbak. Nggak lebih, kok.”Erlina bicara seolah tidak merasa bersalah sedikit pun. Nadira yang mendengarnya dibuat geram tak karuan. Ingin sekali rasanya Nadira memborbardir Erlina maupun Aryan dengan banyak umpatan. Namun, dia terlalu muak melihat kedua manusia di depannya sekarang. Atau memang mereka sudah kehilang

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 72~Pengkhianatan yang Dibenarkan~

    “Nad, kamu salah paham. Dengerin dulu penjelasanku,” pinta Aryan untuk ke sekian kalinya.Nadira berjalan cepat masuk ke kamarnya, diikuti langkah kaki Aryan yang tidak kalah cepatnya. Aryan masih berusaha mengajak bicara Nadira, membuat atensi istrinya itu agar mau mengarah padanya.Saat ini, Nadira sudah menulikan pendengaran. Dia bergerak ke arah lemari pakaian, mengeluarkan segala baju milik Aryan untuk dibuang keluar begitu saja.Melihat hal demikian, Aryan seketika panik. Dia kembali memohon sambil memeluk tubuh Nadira dari belakang, menyuruhnya untuk berhenti dan mendengarkan penjelasannya dengan tenang. Amarah Nadira terlalu meledak untuk dirinya imbangi.“Aku minta maaf. Aku mengaku salah, Nad. Tapi dengar dulu penjelasanku. Semua ini terjadi bukan karena tanpa sebab. Aku khilaf!”Rasanya Nadira ingin tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Aryan. Masih saja tidak mau mengakui pengkhianatannya. Bahkan masih punya muka untuk bilang semua ini beralasan.‘Memang ada alasan yang

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 71~Pulang Untuk Dikhianati~

    Nadira memutuskan pulang lebih dulu ke kotanya. Tanpa memberi tahu siapa pun bahkan suaminya sendiri. Pikirannya terlalu kalut untuk menghadapi kenyataan soal apa yang Juan ucapkan beberapa jam yang lalu. Kini, ia sedang duduk sendirian di kursi bus. Otaknya penuh dengan nama Juan dan juga nama suaminya sendiri. Dia merasa seperti penjahat.Dia punya firasat tentang apa yang akan diperbuat Juan. Dia tahu itu, tetapi tetap memilih menemuinya. Itu suatu kesalahan besar yang menjadikannya sebagai penjahat. Dia mengkhianati suaminya, Aryan.Nadira menggigit bibir bawahnya resah. Dia mengabaikan panggilan telepon dan pesan yang Juan kirimkan terus-menerus. Lelaki itu pasti sedang sibuk mencarinya.“Aku tidak akan menghancurkan rumah tanggaku sendiri demi perasaan yang belum jelas ini,” gumamnya mempertahankan sikap tak acuhnya pada notifikasi ponsel dari Juan.Nadira tidak mau membiarkan atau memberi celah bagi siapa pun untuk jadi duri di pernikahannya. Sekalipun orang itu adalah Juan, le

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 70~Terluka Oleh Kebenaran~

    Juan tidak langsung melanjutkan.Dadanya terangkat perlahan sebelum dia menarik napas berat, lalu mengembuskannya panjang seolah ada sesuatu yang sejak lama menekan di rongga dadanya. Bibir bawahnya tergigit pelan, menahan ragu yang sejak tadi merayapi keberaniannya. Jemarinya saling bertaut di atas meja, mengencang sesaat sebelum akhirnya terlepas kembali.Di depannya, Nadira menatapnya dengan tubuh yang mendadak kaku.Juan tahu tatapan itu.Tatapan seseorang yang belum siap mendengar apa pun setelah kalimat barusan.Namun justru karena itulah dia sadar, jika hari ini kembali memilih diam, penyesalan itu akan mengikutinya jauh lebih lama dari yang bisa dia tanggung. Terlalu lama dia memendam semuanya sendiri. Terlalu lama dia berpura-pura bahwa perasaannya hanya akan lewat begitu saja seiring waktu.Nyatanya tidak.Waktu tidak menghapus apa-apa.Waktu hanya membuatnya semakin dalam.Besok Nadira akan pulang.Dan setelah itu, Juan sendiri akan kembali terbang ke negara lain untuk perj

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 69~Perasaan Lama yang Coba Diungkap~

    Kalimat Nadira menggantung di udara. Raka tidak langsung menjawab. Ia menatap Nadira beberapa detik lebih lama dari biasanya, seolah sedang menimbang sesuatu yang tidak bisa disampaikan sembarangan. Tangannya terlipat di meja, lalu satu jari mengetuk pelan dengan irama ritmis.“Kadang bukan nggak kangen. Tetapi kebanyakan laki-laki justru bingung gimana cara menunjukkan rasa rindunya.” Raka berucap akhirnya, pelan dan terdengar seperti ragu yang dibalut dalam keseriusan.Nadira hanya menahan napas dan menghembuskannya dengan panjang. Sunyi. Dia bisa tahu kalau ada keraguan dari ucapan Raka. Pria itu sengaja bicara begitu untuk membuatnya tidak terlalu bersedih.Pendingin ruangan berdengung halus. Lampu redup membuat bayangan wajah Raka jatuh setengah di meja. “Kalau lagi ribut, apalagi melibatkan keluarga ...,” Raka melanjutkan, suaranya lebih hati-hati sekarang, “itu bukan cuma soal kamu sama dia lagi, Nad. Tapi ego, harga diri, dan ... hal-hal yang dia belum tentu bisa jelasin ke ka

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 43~Menaruh Hati~

    “Menenangkan diri atau justru mencari kebebasan karena sudah bosan jadi istrimu dan menantuku, hah?!” suara Mala meninggi karena emosi yang sudah sampai ke ubun-ubun.Nadira hanya diam. Jemarinya yang tergenggam di tangan Aryan sedikit bergetar. Tapi sebelum ia sempat menjawab, Aryan sudah melangka

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 42~Menentang Keinginan~

    Beberapa detik kemudian, Aryan berdehem kecil, seolah ingin memulai obrolan ringan. “Ngomong-ngomong, jadi kamu beneran putusin buat kerja di sana, Nad?”Pertanyaan sederhana itu membuat Nadira menoleh, lalu tersenyum kecil. “Iya, Mas. Awalnya aku kira nggak akan bisa menyesuaikan diri, tapi ternya

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 41~Keputusan untuk Pulang~

    Aryan akhirnya mengangkat wajah, memandangi Nadira dengan sorot mata yang sulit diartikan. “Apa kamu sungguh nggak ada niatan buat bercerai? Soalnya, bahkan ibuku di rumah terus saja bilang padaku kalau kamu ini ada tanda-tanda sudah bosan dan seperti ingin pisah dariku, makanya kamu pergi dari rum

  • Harap Restu Seorang Menantu   Bab 40~Menyudahi Pertengkaran~

    Sore menjelang ketika Nadira dan Paula melangkah keluar dari gedung kantor. Cahaya matahari yang mulai condong ke barat memantul lembut di permukaan kaca tinggi, menciptakan bayangan panjang di halaman parkir. Angin sore berembus pelan, membawa aroma hujan yang entah datang dari mana.“Aku masih ma

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status