Share

150. Hadiah

last update publish date: 2026-06-17 21:22:00

“Dari mana kamu tahu?” Suara Figo terdengar rendah kali ini.

Tangannya yang menenteng sebuah paper bag kini perlahan mengepal. Paper bag berisi beberapa merek bubuk matcha yang sengaja dia bawa dari Jepang, untuk Sora.

“Dari mana aku tahu kurasa itu bukan urusanmu,” timpal Sora sambil melangkah pergi melewati Figo begitu saja.

Rahang Figo semakin mengeras. “Jadi karena itu kamu memblokir nomorku dan menghindariku, Sora?”

Langkah kaki Sora seketika terhenti. Dia mengembuskan napas yang terasa se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (29)
goodnovel comment avatar
Leni Ardianti27
lanjut kakk, jengkel aku sama ivara
goodnovel comment avatar
~kho~
thor... up yg banyak dong hari ini. Pen lihat keterpurukan figo setelah ini, qiqiqiqii... maaph ya figo, kamu gak berhak langsung bahagia. Kudu sengsara dl klo mau dapetin Sora yang baik hati... #ketawa keras di pojokan
goodnovel comment avatar
Heni Zulfa
boleh nabah Up lg ga thor ? sora bertahan dikit lagi biar sempat bikin kenangan yg banyak sama sophie
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   274. Sofa Bed Saksi Bisu

    “Sayang, jangan bercanda.”Mata Sora menyipit. “Memangnya aku terlihat seperti sedang bercanda?”Figo menatap wajah Sora dengan pandangan berkabut. Tidak ditemukan ketidakseriusan dalam wajah cantiknya itu.Jantung Figo seketika berdebar kencang. Belaian lembut di bawah sana membuat tubuhnya semakin panas dingin, napasnya kian memburu.“Sejak kapan?” bisik Figo serak.“Um… sejak tiga hari yang lalu.”“Tiga hari yang lalu?”“Hmm.” Sora mengangguk.Figo mengeluarkan tangan Sora dari celananya, lalu detik itu juga Figo mengubah posisi mereka, mengungkung Sora di bawahnya.“Astaga, Sora. Sudah tiga hari dan kamu nggak bilang padaku? Kamu ingin mengerjaiku?”Sora terkekeh kecil hingga bahunya sedikit berguncang. Kedua tangannya memeluk leher Figo. “Aku cuma lagi nunggu sampai aku benar-benar siap, bukannya nggak mau atau ingin mengerjaimu.”Jakun Figo naik turun. “Jadi sekarang kamu siap menerimaku kembali? Aku boleh melakukannya?”Sora mengangguk. “Benar. Aku–hmmmppt!”Kata-kata Sora seke

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   273. Hadiah untuk Figo

    Sora baru saja tiba di rumah pukul 8 malam. Ketika memasuki ruang keluarga, dia terperangah melihat ruangan yang biasanya rapi itu kini seperti kapal pecah.Mainan Shopie dan Caspian berserakan di mana-mana. Pakaian bayi, popok, makanan yang berjatuhan, air tumpah dan alat makan yang tergeletak begitu saja di atas permadani.Mata Sora mengerjap. Sebenarnya apa saja yang telah mereka lakukan seharian tadi?Lalu pandangan Sora bergeser ke arah sofa bed. Seketika itu juga dia tertegun ketika melihat pemandangan di sana.Figo sedang tidur terlentang, dengan Caspian tidur di ketiaknya, dan Shopie menjadikan perut Figo sebagai bantal kepalanya.Ketiganya tampak tertidur pulas. Seolah-olah mereka telah melewati hari yang begitu melelahkan.Sora seketika dirundung rasa bersalah karena sudah meninggalkan mereka seharian.Kemudian Sora meletakkan semua barang-barangnya di sofa, lalu mendekat dan duduk di samping mereka.Dipandanginya satu persatu wajah orang-orang yang paling disayanginya itu.

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   272. Kewalahan

    Setelah berbulan-bulan tidak diizinkan mengemudi mobil sendiri oleh Figo, hari ini akhirnya Sora bisa merasakan kebebasan itu.Dia mengendarai mobil pemberian Figo, menghabiskan waktunya di salah satu mall terbesar di ibu kota. Duduk sendirian di cafe dengan segelas matcha latte dan pastry.Sora benar-benar menikmati kesendiriannya. Tetapi tak bisa dipungkiri, baru saja satu jam berpisah, dia sudah merindukan bayinya.Sora pun mengeluarkan ponsel lalu mengirim pesan pada Figo.Soraya Ruin: Sayang, gimana Caspian? Dia rewel nggak?Figo langsung membalasnya beberapa detik kemudian.Suamiku: Nggak, Sayang. Jangan khawatir. Aku baru saja gantiin dia popok.Soraya Ruin: Coba foto dong. Aku kangen.Suamiku: Kangen siapa?Soraya Ruin: Caspian.Suamiku: Ke aku?Soraya Ruin: Umm… sedikit.Sora terkekeh kecil melihat Figo hanya membalasnya dengan emoticon wajah dengan satu alis terangkat.Lantas pria itu mengirim foto Caspian yang sedang tertidur di atas kasur. Bayi itu sudah berganti pakaian.

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   271. Perintah Untuk Sora

    Mengurus bayi ternyata tidak semudah yang Figo bayangkan. Setiap malam Caspian selalu terbangun dan merengek meminta susu. Yang membuat Sora tidak bisa tertidur dengan nyenyak.Dan Figo tidak ingin membiarkan Sora bangun sendirian tengah malam. Figo selalu ikut bangun dan menemaninya.Walaupun hal itu membuat Figo mengantuk keesokan harinya ketika dia sedang bekerja di rumah.Terkadang, ketika Sora benar-benar kelelahan dan membutuhkan tidur yang nyenyak, Figo sendiri yang akan bangun membuatkan ASI perah yang sudah tersedia di kulkas untuk Caspian.Setelah satu bulan menjalani rutinitas itu, Figo semakin menyadari bahwa tidak mudah menjadi Sora di masa lalu yang mengurus Sophie sendirian.“Sayang,” panggil Figo seraya menghampiri Sora yang tengah menjemur bayi berusia empat puluh hari itu di bawah matahari pagi yang hangat.Sora menoleh. Tersenyum. “Shopie nggak ada drama nggak mau masuk kelas, ‘kan?”Figo memang baru saja kembali ke rumah setelah mengantar Shopie ke TK, yang masih s

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   270. Calon Ayah Posesif

    Shopie benar-benar bahagia. Selain dari papa mamanya, dia juga mendapat banyak hadiah dari Kakek Lingga, Kakek Hardiyata, dan Nenek Mariana.Sekarang, dia mendapatkan hadiah lagi dari Aunty Freya dan Om Elian yang datang ke rumah sakit.Shopie tidak merasa iri pada adiknya. Bahkan dia tidak paham apa itu sebenarnya iri. Dia justru senang, karena saat adik lahir Shopie merasa sangat disayangi.“Om Elian, Aunty Freya, terima kasih hadiahnya!” Shopie tersenyum lebar.Elian mengangguk, tersenyum.“Sama-sama, Cantik.” Freya mengusap pipi Shopie. “Boleh aku gendong adik kamu?”Shopie menatap adiknya di pangkuan sang ibu, lalu tatapannya beralih pada tangan Freya. Keningnya berkerut, seolah sedang mengingat sesuatu.“Jangan!”“Lho? Kenapa? Aunty sedih, nih.” Freya pura-pura cemberut.“Aunty ‘kan belum cuci tangan. Nanti kuman dari tangan Aunty menular ke Adik.”Mata Sora membulat. “Siapa yang bilang begitu, Sayang?”“Papa.” Shopie menunjuk ayahnya yang duduk di sofa.Sora lantas menatap Figo

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   269. Salahmu Terlalu Cantik

    “Tidur, Figo. Jangan menciumku terus,” gumam Sora ketika Figo terus menghujani wajah dan bibirnya dengan ciuman-ciuman kecil.Sudut bibir Figo terangkat seraya menatap Sora yang tengah tertidur.“Apa aku mengganggumu?” bisiknya, seolah takut suaranya akan membangunkan bayi mereka.“Tentu saja.” Sora berdecak lidah. Lalu membenamkan wajahnya di ceruk leher Figo seolah mencari kehangatan di sana.Figo terkekeh pelan, tangannya semakin erat memeluk Sora seraya mengusap-usap punggungnya.“Baiklah. Aku nggak akan mengganggumu. Tapi ini terakhir kali.” Figo kembali mencium pipi, pucuk hidung dan bibir Sora.Sebelum akhirnya dia membiarkan Sora benar-benar terlelap dalam pelukannya.Figo seolah tak bisa menahan perasaannya yang begitu mencintai Sora. Dia bangga pada wanita itu karena telah memberikan putra dan putri yang lucu untuknya.“Aku mencintaimu,” bisik Figo mesra.Beberapa saat kemudian, setelah memastikan Sora benar-benar terlelap, Figo lantas menarik lengannya dari bawah kepala wan

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   2. Membencimu Seumur Hidup

    “Pertimbangkan permintaanku baik-baik. Ini permintaan pertama sekaligus terakhir dariku.”Figo tidak langsung memberi tanggapan pada permintaan Sora. Dia hanya menatap wanita itu dengan dingin.“Kalau kamu lupa, aku nggak pernah meminta anak itu,” ucap Figo beberapa detik kemudian. Rahangnya berkedu

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   1. Enam Bulan Lagi

    ‘Ma, Papa nggak sayang aku, ya?’‘Kenapa, kok, Shopie nanyanya gitu? Papa sayang, kok, sama Shopie.’‘Tapi kenapa Papa nggak pernah jemput aku sekolah? Papa juga nggak pernah menginap di rumah kita.’Sora memejamkan mata ketika percakapannya dengan Shopie tadi pagi kembali terngiang di telinganya.

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   4. Hidupmu Bukan Urusanku

    Sora mengerutkan kening, merasa bingung kenapa Figo tiba-tiba membahas kehidupan pribadinya. Padahal pria itu paling anti terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan Sora.Sora lalu menatap Figo dingin. “Kalau kamu datang ke sini cuma untuk mengawasi siapa yang berdiri di dekatku,” ujarnya tena

  • Hari-Hari Terakhir Sebelum Bercerai   3. Siapa Laki-Laki Itu?

    Sora melangkah masuk ke ruangan kerjanya. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat ruang kosong di depan meja.Kedatangan Figo kemarin ke ruangannya masih menyisakan sesak di dalam dada Sora.Deringan ponsel yang berbunyi nyaring mengeluarkan Sora dari keterdiamannya.Seulas senyum kecil terl

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status