Share

Bab 77

Author: Author Marr
last update publish date: 2026-07-03 19:53:54

Leon tidak menjawab pertanyaan Clara. Dia hanya keluar dari kamar putrinya dan berjalan ke pintu depan.

Dia meraih jaket tebal dari lemari dekat pintu, lalu menghubungi sopir pribadinya.

"James, kita keluar sekarang."

"Ada keperluan apa, Tuan?"

"Mencari seseorang."

Mobil hitam melaju pelan di sepanjang jalanan kota. Leon duduk di kursi belakang dengan gelisah. Jari-jarinya mengetuk pahanya berulang-ulang. Matanya tidak bisa berhenti bergerak mengamati setiap sisi jalan, setiap trotoar dan seti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 130

    Aku masih duduk di meja dapur, menatap gelas susu hangat yang mulai dingin di tanganku. Kata-kata Sebastian tentang Richard masih bergema di kepalaku. Aku tahu dia benar. Richard akan melakukan apa pun untuk menyingkirkan Ethan san aku tidak bisa melindungi Ethan sendirian. Tapi menerima bantuan dari mereka bertiga berarti aku harus kembali ke masa lalu yang aku benci.Sebastian hendak bicara lagi ketika ponselnya berdering. Dia mengangkatnya, mendengarkan sebentar, lalu menjawab dengan suara profesional."Ya, aku dengar. Kirimkan dokumennya ke emailku. Aku akan tinjau nanti."Aku memperhatikannya dari balik gelas susuku. Wajahnya serius, matanya fokus, tidak ada senyum di bibirnya. Dia berbeda saat berbicara bisnis, lebih tegas, lebih dingin.Setelah telepon selesai, aku tersenyum kecil. "Siapa?""Rekan bisnis.""Wanita?"Sebastian menatapku. "Apa?""Suaranya wanita. Aku dengar."Sebastian menghela napas. "Ya. Wanita tapi hanya rekan bisnis."Aku menyesap susuku. "Kau tidak perlu me

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 129

    Aku tertidur setelah Sebastian membawaku pulang. Tubuhku masih lemas karena efek obat, pikiranku masih kacau karena semua yang terjadi, Leon, diskotik, pria itu, permintaan maaf, penolakan. Aku ingin istirahat. Aku ingin melupakan semuanya.Tapi mimpiku tidak memberiku kedamaian.Aku bermimpi tentang ruang rahasia di mansion Leon. Dinding kayu gelap, tiang kayu di tengah ruangan, dan tali merah yang selalu menggantung di sana. Aku terikat di tiang itu, tanganku terangkat ke atas, kakiku terbuka lebar, tubuhku telanjang bulat. Tidak ada yang menutupiku.Mereka bertiga datang.Leon di depan, wajahnya dingin seperti dulu, matanya hitam pekat tanpa emosi. Adrian di samping kanan, senyumnya tidak lagi hangat tapi sinis, mengejek. Sebastian di samping kiri, wajahnya yang garang itu semakin garang, matanya penuh nafsu yang tidak manusiawi."Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!"Tapi mereka tidak mendengarkan. Mereka bergiliran mendekatiku, menyentuhku, memasukiku. Aku merasakan tangan-tang

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 128

    Aku menatap Leon dengan mata yang masih sayu karena efek obat. Rumah sakit terasa dingin, aroma antiseptik menusuk hidungku, dan di luar jendela, langit London mulai gelap tapi di hadapanku, Leon duduk dengan wajah lelah, matanya merah, rambutnya berantakan.“Ayo kita perbaiki semuanya demi Ethan,” katanya.Aku terdiam.“Demi Ethan,” ulangnya.Aku menarik napas panjang. Dadaku terasa sesak, seperti ada sesuatu yang tertahan di sana. Aku menggeleng.“Tidak, Leon.”Leon membeku.“Apa?”“Aku tidak mau. Tidak setelah apa yang aku lalui bersamamu.”“Ana…”“Kau dengar aku, aku tidak mau. Adrian dan Sebastian saja aku tolak, apalagi kau.”Leon terdiam. Aku melihat rahangnya mengeras. Dia mengepalkan tangannya di pangkuan, buku-buku jarinya memutih.“Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus aku lakukan supaya kau bisa memberiku kesempatan?”Aku menatapnya. Aku melihat pria di depanku, pria yang dulu aku cintai, pria yang dulu menyakitiku, pria yang sekarang memohon dengan mata basah. Aku me

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 127

    Leon terus mengikutiku setiap hari.Aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tapi setiap kali aku keluar, mobil hitamnya selalu ada di suatu tempat, di pojok jalan, di seberang kafe, di belakang gedung tempat aku mencari pekerjaan.Bahkan sampai malam, saat aku berjalan pulang dengan lelah, lampu mobil itu masih menyala redup di kejauhan, tidak pernah terlalu dekat, tapi juga tidak pernah terlalu jauh.Tidak seperti Adrian dan Sebastian yang memberiku ruang, Leon seperti bayangan yang tidak bisa aku usir. Adrian dan Sebastian datang, mereka bicara, mereka pergi. Mereka tidak memaksakan kehadiran mereka setiap detik. Tapi Leon? Leon seperti tidak punya pekerjaan lain selain mengikutiku."Kau pikir dengan mengikutiku, semuanya akan kembali seperti dulu?" gumamku pada bayanganku sendiri di kaca spion taksi yang aku tumpangi.Tapi tidak ada yang menjawab.Malam itu, setelah seharian mencari pekerjaan dan menolak tawaran dari Sebastian yang terlalu baik, aku merasa frustrasi. Aku tidak b

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 126

    Museum itu besar. Gedung tua dengan arsitektur klasik, pilar-pilar marmer putih menjulang tinggi di pintu masuk, dan di atasnya, tulisan emas terbaca jelas: Natural History Museum. Ethan berlari kecil di depan Ana, matanya berbinar-binar, tidak sabar untuk melihat dinosaurus yang selama ini hanya dia lihat di buku dan mainan plastik."Mom! Cepat, Mom! Aku mau lihat T-rex!" teriaknya sambil melambai-lambai.Ana tersenyum. Dia berusaha mengikuti langkah Ethan, meskipun di dalam hatinya masih ada rasa cemas yang tidak bisa dia hilangkan. Sejak tadi, sejak kejadian di jalan, dia merasa ada yang mengikuti mereka. Setiap kali dia menoleh, tidak ada siapa pun."Ayo. Pelan-pelan. Jangan lari," katanya.Ethan tidak mendengarkan. Dia sudah masuk ke ruangan besar dengan kerangka dinosaurus raksasa di tengahnya. Mulutnya terbuka, matanya membulat."Wah! Besar sekali!"Ana berdiri di belakangnya, menatap anaknya dengan penuh kasih. Untuk sesaat, dia hanya melihat Ethan, anaknya, yang bahagia.Tapi

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 125

    Keesokan paginya."Mom, kita ke mana?" tanya Ethan sambil memakai sepatu ketsnya yang sedikit usang."Ke museum. Ada dinosaurus.""Beneran? T-rex?""Beneran. T-rex, brontosaurus, triceratops, semuanya."Ethan melompat kegirangan. "Hore! Aku mau lihat T-rex!"Ana tersenyum. Senyum yang jarang muncul akhir-akhir ini."Ayo, kita naik taksi."Sebastian tidak bisa ikut, dia ada urusan bisnis yang tidak bisa ditunda. Tapi dia sudah memastikan Ana punya uang cukup, dan dia sudah memesan taksi untuk mereka."Jaga diri," kata Sebastian sambil mencium kening Ana. "Jangan lama-lama. Aku khawatir.""Aku akan baik-baik saja," jawab Ana.Dia menggandeng tangan Ethan dan keluar.Taksi yang mereka naiki adalah taksi tua berwarna hitam dengan jok yang sudah mulai robek di beberapa bagian. Sopirnya pria paruh baya dengan rambut tipis dan kumis tebal, ramah, banyak bicara. Dia terus bercerita tentang anak-anaknya, tentang cucunya, tentang betapa dia menyukai hari-hari cerah seperti ini.Ana hanya menden

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 4

    Aku menghentikan langkah.Tubuhku kaku seperti patung. Kata-kata Tuan Leon menusuk dari belakang, tajam dan dingin, seperti ujung pisau yang ditempelkan di leher."Siapa yang mengajarimu bersikap tidak sopan seperti itu?"Aku tidak berani menoleh. Mataku terasa panas. Air mata menggenang di pelupuk

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 3

    Barang miliknya.Aku bukan barang dan aku bukan milik siapapun.Tuan Leon melepaskan tangannya dari perutku perlahan, kemudian dia berjalan kembali ke meja billiard, mengambil stik yang tadi diletakkannya, dan melanjutkan permainan seolah tidak ada yang terjadi.Seolah dia tidak baru saja menyelama

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 2

    Aku menghela napas panjang, perintah Clara adalah perintah. Jika tidak datang, dia akan marah. Aku sudah hafal betapa buruknya amarah itu, benda-benda bisa terbang, kata-katanyabisa lebih tajam dari pisau, dan aku bisa diusir dari rumah besar ini.Jadi aku berjalan menyusuri koridor panjang mansion

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 1

    Pov ANA.Aku duduk di bangku kayu gereja ini. Tanganku menggenggam erat ujung rok hingga kusut. Pacarku, Max berdiri dengan jas hitamnya yang rapi. Di sampingnya Sasha, sahabatku sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini dua tahun lalu. Perut Sasha sudah membuncit di balik gaun putihnya.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status