Share

Bab 196

Penulis: Author Marr
last update Tanggal publikasi: 2026-09-08 22:04:52

Keesokan harinya, kabar kelahiran bayi Rena dan keberhasilan operasinya menyebar dengan cepat. Keluarga Rena, yang telah berdamai dengannya beberapa bulan sebelumnya, segera datang menjenguk. Ayah dan ibunya datang bersama dua kakak perempuannya, membawa rangkaian bunga dan hadiah kecil untuk bayinya.

Rena terbaring di tempat tidur dengan senyum bahagia ketika melihat keluarganya masuk. Meskipun tubuhnya masih lemah dan pengobatan kankernya perlu segera dimulai, dia merasa bersyukur masih diber
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 198

    POV Ana.Aku menatap Leon yang duduk di sampingku di ruang tunggu penjara yang dingin. Tangannya menggenggam tanganku erat, dan aku bisa merasakan getaran halus dari tubuhnya. Leon berusaha terlihat kuat, tapi aku tahu betapa hancurnya dia di dalam. Clara telah menolak menemuinya, dan itu adalah luka yang tidak bisa sembuh dengan mudah."Apa kamu yakin surat itu cukup?" tanyaku lembut, mengusap punggung tangannya."Aku tidak tahu. Aku hanya bisa berharap. Aku sudah mengatakan semua yang ada di hatiku. Sekarang terserah padanya."Aku menggenggam tangannya lebih erat. "Clara mungkin keras kepala, tapi dia bukan orang jahat. Dia hanya tersesat."Leon tidak menjawab. Dia hanya menatap lurus ke depan, ke arah pintu besi yang memisahkannya dari putrinya.Kami menunggu. Aku bisa merasakan bayi-bayi bergerak di dalam perutku, seolah mereka juga merasakan ketegangan yang menyelimuti kami. Aku dengan lembut mengusap perutku, berbisik pada mereka bahwa semuanya akan baik-baik saja.Lalu, pintu b

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 197

    Di mansion Leon dan Ana, suasana terasa hangat dan penuh cinta. Ana, yang kini sedang hamil besar dengan perut bundar mengandung tiga bayi, sedang berdiri di dapur bersama Leon. Mereka memasak bersama, sebuah aktivitas sederhana yang selalu mereka nikmati.Leon sedang memotong sayuran dengan hati-hati, sesekali melirik Ana yang sedang mengaduk sup di atas kompor. Matanya tidak pernah lepas dari istrinya, melihat betapa cantiknya Ana bahkan dalam keadaan hamil besar."Kamu terus menatapku," kata Ana."Karena kamu sangat cantik," jawab Leon, mendekati Ana dari belakang dan memeluknya. Lengannya melingkari perut Ana yang membesar, merasakan gerakan-gerakan kecil dari dalam.Ana tertawa, merasakan kehangatan pelukan Leon. "Kamu akan membuatku lupa memasak kalau terus begini.""Biarkan saja," kata Leon, mencium leher Ana dengan lembut. "Aku lebih suka memelukmu."Ana berbalik dalam pelukan Leon, menatap mata suaminya yang penuh cinta. "Aku ingin bertanya sesuatu.""Apa saja, sayang."Ana m

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 196

    Keesokan harinya, kabar kelahiran bayi Rena dan keberhasilan operasinya menyebar dengan cepat. Keluarga Rena, yang telah berdamai dengannya beberapa bulan sebelumnya, segera datang menjenguk. Ayah dan ibunya datang bersama dua kakak perempuannya, membawa rangkaian bunga dan hadiah kecil untuk bayinya.Rena terbaring di tempat tidur dengan senyum bahagia ketika melihat keluarganya masuk. Meskipun tubuhnya masih lemah dan pengobatan kankernya perlu segera dimulai, dia merasa bersyukur masih diberi kesempatan untuk melihat orang-orang yang dicintainya."Ibu, Ayah. Kalian datang."Ibunya segera memeluk Rena dengan hati-hati, menangis haru. "Tentu saja kami datang. Kau baru saja melahirkan. Kami tidak boleh melewatkan momen ini."Ayah Rena juga mendekat, melihat cucunya. "Dia cantik. Dia mirip sekali denganmu."Rena tersenyum, air mata kebahagiaan mengalir di pipinya. "Terima kasih, Ayah."Kakak-kakak Rena juga mendekat, membawa hadiah untuk bayinya. Meskipun dulu mereka sering mengejek Re

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 195

    Tiga jam kemudian.Sebastian masih duduk di lorong rumah sakit dengan tubuh kaku, matanya tidak pernah lepas dari pintu ruang operasi. Leon dan Adrian duduk di sampingnya, sesekali menepuk bahunya untuk memberikan dukungan. Ana dan Christy juga sudah datang, meskipun mereka harus duduk di kursi lain karena kehamilan mereka."Kamu perlu makan sesuatu. Kamu tidak bisa terus begini.""Aku tidak lapar," jawab Sebastian datar. Matanya tetap terpaku pada pintu ruang operasi."Kamu tidak membantu Rena dengan membuat dirimu sakit. Dia membutuhkanmu dalam keadaan sehat," kata Adrian.Sebastian menghela napas, mengambil roti itu dan menggigitnya tanpa benar-benar merasakan rasanya. Pikirannya terus melayang ke Rena—wanita yang dia abaikan, wanita yang dia sakiti, wanita yang sekarang berjuang untuk hidupnya."Aku seharusnya mengatakannya lebih cepat. Aku seharusnya mengatakan bahwa aku mencintainya. Bahwa aku tidak ingin menceraikannya. Bahwa aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamanya," kat

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 194

    Beberapa bulan setelah pernikahan Adrian dan Christy, kondisi Rena mulai memburuk. Kehamilannya, yang kini memasuki bulan ketujuh, terasa semakin berat, dan kankernya mulai menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang mengkhawatirkan. Dokter memutuskan bahwa Rena perlu dirawat di rumah sakit untuk pemantauan intensif."Aku tidak mau dirawat di sini," kata Rena, terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan wajah pucat. "Aku ingin pulang. Aku ingin tidur di tempat tidurku sendiri."Sebastian duduk di sampingnya, dengan lembut menggenggam tangannya. "Ini demi keselamatanmu dan bayimu. Kata dokter, kamu perlu pemantauan ketat.""Aku takut tidak akan pernah pulang. Aku takut tidak akan pernah melihat bayiku tumbuh besar.""Kamu akan pulang, Rena. Kamu akan melihat bayi kita tumbuh besar. Aku berjanji."Rena menatap Sebastian, mencari kebohongan di matanya. Tapi yang dia lihat adalah ketulusan. "Kamu benar-benar peduli padaku, ya?"Sebastian terdiam beberapa saat. Lalu dia menjawab, suaranya l

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 193

    Malam pernikahan Adrian dan Christy berlangsung meriah. Tawa dan kebahagiaan memenuhi setiap sudut villa. Leon dan Ana tak henti-hentinya bercanda, sementara Adrian dan Christy tampak begitu berseri-seri. Namun, di sudut ruangan, Sebastian duduk diam dengan segelas anggur di tangannya. Pandangannya menerawang jauh, sesekali melirik Rena yang sedang berbicara dengan Ana.Rena tampak berbeda malam itu. Meskipun perutnya mulai membesar dan tubuhnya masih berisi, ada cahaya di matanya yang belum pernah Sebastian lihat sebelumnya. Wanita itu tersenyum, tertawa, dan terlihat benar-benar bahagia untuk pertama kalinya.Dan Sebastian tahu, sebentar lagi dia akan menghancurkan kebahagiaan itu."Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat," suara Adrian tiba-tiba muncul di sampingnya.Sebastian menoleh, melihat sahabatnya berdiri di sana dengan segelas sampanye. "Selamat, Adrian. Aku senang kau akhirnya menemukan kebahagiaan."Adrian tersenyum, duduk di kursi di samping Sebastian.

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 3

    Barang miliknya.Aku bukan barang dan aku bukan milik siapapun.Tuan Leon melepaskan tangannya dari perutku perlahan, kemudian dia berjalan kembali ke meja billiard, mengambil stik yang tadi diletakkannya, dan melanjutkan permainan seolah tidak ada yang terjadi.Seolah dia tidak baru saja menyelama

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 6

    Aku terdiam.Pernikahan. Aku tidak pernah membayangkan menikah apalagi dengan pria sekaya dan semisterius Tuan Leon. Aku hanya gadis gemuk dan biasa saja yang hidupnya habis untuk membersihkan kotoran orang lain.“Kenapa aku?” tanyaku.Tuan Leon masih dalam posisi berjongkok di depanku, matanya men

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 2

    Aku menghela napas panjang, perintah Clara adalah perintah. Jika tidak datang, dia akan marah. Aku sudah hafal betapa buruknya amarah itu, benda-benda bisa terbang, kata-katanyabisa lebih tajam dari pisau, dan aku bisa diusir dari rumah besar ini.Jadi aku berjalan menyusuri koridor panjang mansion

  • Gadis Gendut Dimiliki 3 Daddy   Bab 1

    Pov ANA.Aku duduk di bangku kayu gereja ini. Tanganku menggenggam erat ujung rok hingga kusut. Pacarku, Max berdiri dengan jas hitamnya yang rapi. Di sampingnya Sasha, sahabatku sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di kota ini dua tahun lalu. Perut Sasha sudah membuncit di balik gaun putihnya.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status