Share

[111] Sedikit Mual

Author: Kim Meili
last update publish date: 2026-05-07 19:24:38

“Sialan!”

Elsa yang baru saja sampai di apartemen langsung membanting tas dengan begitu keras. Dia benar-benar emosi karena tidak bisa mendapat perhatian dari Sean. Padahal dulu pria itu selalu memperhatikannya, tetapi sekarang melihat pun sudah tidak mau. Selama di kantor Sean juga tidak memberikan perhatian seperti sebelumnya.

“Benar-benar ingin membunuh Olivia sekarang juga,” ucap Elsa sembari duduk di sofa. Nafasnya terdengar memburu, menunjukkan emosi yang jelas terlihat.

Keisha yang saa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [118] Menyelesaikan Hubungan Gila

    Simon membuka mata secara perlahan. Hal pertama yang dilakukan adalah menatap ke arah Olivia yang masih terlelap dalam dekapannya. Melihat Olivia yang begitu tenang, Simon mengulas senyum tipis. Sebelah tangannya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya, ingin melihat wajah tenang wnaita itu tanpa gangguan.“Aku benar-benar ingin membawamu pulang, Olivia. Aku benar-benar ingin merebutmu dari Sean,” gumam Simon dengan ekspresi serius. Sudah lama menahan, sekarang dia merasa kalau waktunya mengambil apa yang diinginkan sejak lama.Namun, Simon harus membuat rencana yang matang. Dia tidak bisa berjalan seperti apa yang diinginkan. Pasalnya, ada Olivia yang harus dilindungi. Dulu, Charles demi melindungi diri sendiri bisa melukai orang tua Olivia, tidak meninggalkan bekas sama sekali. Jadi, kalau untuk melukai Olivia, jelas pria itu bisa melakukan dengan mudah.‘Aku harus hati-hati. Sekarang aku harus membuat Charles berada dalam kendaliku supaya Olivia bisa aman,’ batin Simon.Se

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [117] Tanpa Pengaman

    Simon yang baru saja memasuki kamar Olivia dibuat terkejut. Kedua matanya melebar saat melihat pakaian yang sudah tertata rapi di dalam koper. Dengan penuh tanya, dia mendekat ke arah wanita itu“Olivia, kamu mau kemana?” tanya Simon dengan pandangan bingung. Awalnya dia hanya berniat mendatangi Olivia. Entah kenapa perasaannya tidak tenang sama sekali setelah mengetahui bahwa Charles mendatangi mamanya, tetapi siapa sangka dia malah melihat hal yang membuatnya bingung.Sedangkan Olivia yang ditanya hanya diam. Dia masih menormalkan detak jantungnya karena ulah Simon yang datang lewat balkon. Padahal penjagaan di luar cukup ketat, teapi entah bagaimana caranya pria itu bisa masuk ke kamarnya.“Olivia, kamu mau pergi?” tanya Simon lagi. Dia masih mengamati Olivia, mencoba mencari tahu dari sorot mata wanita itu.Olivia mendesah kasar. Dia awalnya terlihat tenang, tetapi setelah itu ekpresinya mupai berubah. Dia yang awalnya tenang, mulai menunjukkan kekesalan yang selama ini disimpanny

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [116] Keputusan Final

    “Elsa, Bagaimana hasilnya?”Elsa yang baru saja memasuki apartemen pun langsung tersenyum lebar melihat Keisha yang masih menunggunya. Sahabatnya Itu tampak cemas. Bahkan saat dia sudah duduk, ekspresi itu masih tidak berubah. “Apa mereka menyusahkanmu? Apa mereka melukaimu?” tanya Keisha. Dia pun mulai mengecek kondisi tubuh sahabatnya itu. Melihat kecemasan Keisha, Elsa tertawa kecil. Sahabatnya itu memang selalu mengkhawatirkannya. Hingga Keisha yang sudah berhenti memeriksa.“Mereka tidak melakukan apapun denganmu?” tanya Keisha. “Tidak. Tenang saja, mereka tidak melakukan apapun denganku,” jawab Elsa. Keisha langsung membuang nafas kasar dan mengelus dada. Sekarang dia sudah bisa tenang dan tidak khawatir lagi. Setidaknya, Elsa tidak perlu celaka karena ide gilanya itu. “Malahan idemu itu benar-benar brilian,” lanjut Elsa.“Maksudnya?” Keisha mengerutkan kening dalam, merasa bingung dengan ucapan Elsa kali ini. “Iya, idemu itu benar-benar brilian karena aku bisa mendapatkan

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [115] Tidak Harus Dikabulkan

    “Kalau begitu, kamu nikahi dia saja, Sean.”Semua yang berada di ruang itu pun langsung mengalihkan pandangan. Olivia yang sejak tadi hanya menguping dari balik tembok pun mulai melangkahkan kaki, mendekat ke arah Sean dan Charles. Raut wajahnya menunjukkan ketenangan, tidak merasa terkejut dan emosi sama sekali. Namun, hal berbeda ditunjukkan Sean. Pria itu tampak cemas dan gusar karena kedatangan Olivia. Dia bahkan langsung mendekat, meraih jemari Olivia dan menggenggamnya. Sayangnya, Olivia langsung menyingkirkan dengan kasar.“Olivia, kamu harus percaya. Anak dalam kandungan Elsa bukanlah anakku,” kata Sean menjelaskan. Sayangnya, Olivia tidak percaya sama sekali. Elsa dan Sean sudah melakukan hal di luar batas berulang kali. Dia bahkan pernah menjadi saksi, membuatnya menatap ke arah sang mertua. “Aku bisa menjadi saksi kalau anak Elsa adalah anak Sean. Anak itu juga keturunan dari keluarga Charles. Jadi, bukankah seharusnya Sean bertanggung jawab dan tidak menelantarkannya, P

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [114] Nikahi Saja Dia

    Plak.“Kamu benar-benar brengsek, Sean!”Sean yang baru saja datang pun terdiam dengan kedua mata melebar. Tubuhnya kaku, merasa terkejut dengan tindakan sang Papa yang tiba-tiba saja menamparnya. Padahal Sean merasa tidak melakukan kesalahan apapun sejak tadi. “Kamu benar-benar tidak tahu si untung,” maki Charles lagi. Sean yang tidak mengerti pun dengan raut wajah bingung bertanya, “Pa, ini ada apa? Kenapa tiba-tiba saja papa marah-marah dan menamparku? Aku bahkan tidak melakukan kesalahan apapun.”Charles yang mendengar hal itu pun tertawa kecil. Putranya benar-benar membuatnya naik darah. Setiap hari selalu ada saja masalah yang dibuatnya.“Kalau aku bisa, Aku benar-benar ingin membuangmu, Sean,” ucap Charles dengan kedua tangan mengepal. Sedangkan Sean masih tidak mengerti dengan kemarahan sang papa. Dia mencoba mencari tahu letak kesalahannya sendiri, tetapi tetap tidak menemukan jawaban itu. Hingga dia pun mengalihkan pandangan dan mendapati Elsa sedang duduk di sofa. Meliha

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [113] Kamu Brengsek, Sean!

    Apa? Olivia yang mendengar ucapan Sean langsung melebarkan kedua mata. Wajah yang semula tenang kali ini terlihat cemas. Apalagi melihat Sean yang mulai menundukkan tubuh, memperpendek jarak antara dirinya dan pria itu. Melihat Sean yang siap beraksi, Olivia langsung mendorong sekuat tenaga. Namun, Sean tidak berkutik sama sekali. Pria itu malah meraih kedua tangan Olivia dan meletakkan di atas kepala wanita itu. Sean menahan sekuat mungkin, tidak membiarkan Olivia untuk menyerangnya. “Lepaskan aku, Sean. Aku tidak Sudi kamu sentuh,” ucap Olivia dengan nada marah. Dia benar-benar tidak terima dengan perlakuan Sean kali ini. Pria itu sudah keterlaluan. “Aku tidak akan melepaskanmu, Olivia. Aku ingin menuntut hakku,” sahut Sean. Dia masih mencoba untuk meraih bibir Olivia. Namun, Olivia tidak mau menyerah. Dia terus. Meskipun tangannya ditekan di atas kepala, dia tetap melakukan segala cara. Olivia tidak ingin mengalah dengan keadaan kali ini. Sampai genggaman itu terlepas, membuat

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [96] Melakukan dengan Sengaja

    “Kamu yakin tidak mau menginap di rumahku saja?”Olivia yang hendak membuka pintu langsung berhenti ketika mendengar pertanyaan Simon. Dia mengurungkan niatnya sejenak, memperhatikan pria yang tengah menatapnya penuh harap. Melihat Simon begitu menantikan jawabannya, Olivia tersenyum tipis. Sebelah

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [95] Tidak Terjawab

    “Sebenarnya ke mana dia? Kenapa dari tadi tidak mengangkat panggilanku sama sekali?”Sean yang baru sampai rumah sudah menggerutu. Pasalnya sejak tadi Olivia tidak menjawab panggilannya sama sekali. Padahal sudah berulang kali dia menghubungi wanita itu, tapi tidak satupun yang diangkatnya. Sean me

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [94] Bagaimana Kalau Mereka Jahat?

    “Kenapa kamu tidak mengangkatnya?”Olivia yang mendengar pertanyaan itu langsung menatap ke asal suara. Sebelah bibirnya terangkat, diikuti tawa kecil dan menggelengkan kepala. Dia memilih menyadarkan kepala di dada bidang Simon dan mengelus pelan. “Biarkan saja. Biar dia terus mencari di sana sam

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [93] Mulai Berbeda

    “Aish, dia ini ke mana? Kenapa dari tadi ditelepon tidak diangkat?”Sean yang sudah berulang kali menghubungi Olivia mulai merasa kesal. Pasalnya, wanita itu tidak mengangkatnya sama sekali. Sean juga sudah mencari ke semua tempat, tetapi tidak menemukannya sama sekali. Sean mendesah kasar dan ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status