Home / Romansa / Hasrat Terlarang Kakak Ipar / [116] Keputusan Final

Share

[116] Keputusan Final

Author: Kim Meili
last update publish date: 2026-05-15 18:22:54

“Elsa, Bagaimana hasilnya?”

Elsa yang baru saja memasuki apartemen pun langsung tersenyum lebar melihat Keisha yang masih menunggunya. Sahabatnya Itu tampak cemas. Bahkan saat dia sudah duduk, ekspresi itu masih tidak berubah.

“Apa mereka menyusahkanmu? Apa mereka melukaimu?” tanya Keisha. Dia pun mulai mengecek kondisi tubuh sahabatnya itu.

Melihat kecemasan Keisha, Elsa tertawa kecil. Sahabatnya itu memang selalu mengkhawatirkannya. Hingga Keisha yang sudah berhenti memeriksa.

“Mereka tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [138] Akan Membawamu Pergi

    “Olivia.”Olivia yang mendengar suara itu langsung membeku. Dia cukup kenal dengan suara yang sangat familiar baginya. Tanpa melihat pun, dia tahu siapa sang pelaku, membuat jemari yang sejak tadi memegang sendok mulai mengepal.“Olivia, kam—““Kita pergi dari sini, Hera,” sela Olivia dengan cepat. Tanpa menunggu lama, dia langsung mengambil tas dan bangkit. Olivia bersiap untuk pergi.Namun, di waktu yang sama, Sean berdiri di depannya. Melihat pria itu, Olivia semakin kesal. Dia sedang tidak ingin berurusan dengan pria itu, membuatnya memilih membalikkan tubuh dan mencari jalan lain. Sayangnya di waktu yang sama, Sean meraih pergelangan tangannya.“Olivia, kita perlu bicara,” kata Sean serius.Bicara? Olivia tertawa kecil mendengarnya. Dengan kasar dia menarik tangannya, membuat genggaman Sean terlepas. Manik matanya berganti, menatap ke arah Sean yang terlihat lemah. Hal itu bukan membuat Olivia simpati, tetapi dia malah meremehkan pria di depannya.‘Senjatamu itu tidak akan mempan

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [137] Menemukannya

    Sean menatap ruang operasi di depannya dengan sorot mata datar. Tidak ada rasa kehilangan sama sekali. Dia bahkan terlihat tenang, tidak terlalu memikirkan bagaimana kondisi Elsa yang masih berada di dalam. Sesekali, Sean memainkan ponsel. Hingga benda pipih itu berbunyi, membuat Sean langsung mengangkat panggilan.“Ada apa?” tanya Sean tanpa basa-basi.“Saya melihat keberadaan Nona Olivia, Tuan,” jawab Kevin dari seberang panggilan.Mendengar nama wanita itu, Sean langsung bangkit. Dengan antusias dia kembali bertanya, “Dimana dia?” “Di restoran Damai, Tuan.”Sean tersenyum sinis mendengarnya. Dengan tenang dia berkata, “Ikuti dia terus. Jangan sampai dia melihatmu dan kabari terus keberadaannya. Aku akan segera datang.”Sean langsung mematikan panggilan. Dia melangkah lebar, bersiap meninggalkan ruang operasi. Hingga dia teringat sesuatu, membuatnya berhenti. Sejenak, Sean menatap pintu operasi yang masih tertutup, menimang keputusannya. Sampai dia yang sudah yakin pun kembali mela

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [136] Benar-benar Melakukannya

    Sean yang mendengar hal itu pun langsung melibatkan kedua mata. Dia terkejut karena Keisha yang mengetahui rencananya. Wajahnya pun tampak gusar Dan panik. Buru-buru dia mendorong tubuh Keisha, menjauhkannya dari Elsa. “Jaga bicaramu, Keisha. Jangan membuat Elsa berfikir macam-macam,” tegur Sean mengingatkan. Keisha yang mendengar hal itu pun tertawa kecil dengan sebelah bibir terangkat. Tatapannya benar-benar meremehkan Sean. Hingga dia bertanya, “Apa aku salah bicara?”Memang tidak salah bicara, tapi tidak mungkin Sean mengatakan yang sebenarnya. Dia pun buru-buru menjawab, “Aku sudah berjanji untuk menikahi Elsa. Tidak mungkin kalau aku mengingkarinya.”“Kamu pikir aku percaya?” Keisha masih menatap dengan raut wajah meremehkan, “semua yang kamu katakan itu hanya akal-akalanmu saja, Sean. Aku tahu betul seperti apa kamu dan keluargamu. Kamu cuma ingin membodohi Elsa saja. Kamu tidak mau kalau anak dalam kandungannya itu diketahui publik dan keluargamu akan malu. Aku ingin menghil

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [135] Jangan Gugurkan!

    Suasana di dalam mobil terasa begitu hening. Elsa dan Sean yang berada di dalamnya hanya diam, tidak membuka percakapan sama sekali. Bahkan sejak tadi Elsa hanya berani melirik ke arah Sean. Jemarinya saling meremas dan menggigit bibir bagian bawah. Dia tampak ragu untuk mengatakan sesuatu. Hingga dia membuang nafas sendiri dan menatap ke arah Sean sepenuhnya. “Sean, ada hal yang ingin aku tanyakan denganmu,” putus Elsa setelah banyak pertimbangan. Sean yang saat itu sedang sibuk dengan kemudi pun langsung mengalihkan pandangan, menatap ke arah Elsa dan bertanya, “Apa yang mau kamu tanyakan?”“Kamu benar-benar akan menikahiku setelah bayi ini tidak ada, kan?” Elsa tampak ragu mengatakannya. Dia bakal terlihat sedikit berhati-hati. Namun, Sean yang mendengar malah tersenyum. Dia menatap ke arah Elsa dan menganggukkan kepala. Sebelah tangannya meraih jemari Elsa dan menjawab, “Tentu saja. Aku sudah menjanjikan sesuatu denganmu. Tentu saja aku akan menempatinya. Kalau bukan karena kem

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [134] Aku Akan Membahagiakanmu

    Diam. Olivia hanya bungkam, duduk ditempat yang sama dengan ekspresi datar. Tangannya sibuk mengaduk gelas berisi kopi yang sudah dingin. Meski begitu, pikirannya tidak berada ditempat yang sama. Terlihat dari ekspresi wajah yang tidak fokus sama sekali. Bahkan saat pintu cafe terbuka yang membuat lonceng di atasnya berbunyi, Olivia tidak mengubah ekspresi sama sekali.“Olivia.”Saat ada yang mendengar namanya, Olivia baru tersadar. Buru-buru, dia mengalihkan pandangan, menatap ke asal suara. Melihat siapa yang datang, Olivia terkejut. Kedua matanya melebar dan bangkit segera.“Simon. Kenapa kamu di sini?” Namun, Simon yang ditanya tidak memperdulikan hal itu. Dia yang melihat Olivia langsung menarik tangan wanita itu dan mendekap erat. Wajahnya dipenuhi kecemasan.Sedangkan Olivia yang melihat reaksi Simon semakin bingung. Dia tidak memberitahu Simon mengenai keberadaannya, tetapi kenapa tiba-tiba pria itu datang? Apalagi Simon terlihat penuh ketakutan, membuat Olivia mengelus pungg

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [133] Tinggalkan Dia

    Hening. Olivia hanya diam, duduk berhadapan dengan Gauri. Sudah hampir sepuluh menit mereka berada di sana, tetapi tidak sepatah kata pun terucap. Olivia tahu apa yang akan dikatakan wanita di depannya. Semua pasti berhubungan dengan Simon.“Aku dengar kamu pergi dari rumah keluarga Charles, Olivia.” Gauri mulai membuka suara. Meski terdengar santai dan tenang, tetapi jelas terlihat aura dingin di sekitar wanita itu. Gauri juga tidak menunjukkan keramahan sama sekali.Sedangkan Olivia yang ditanya hanya menganggukkan kepala. Dia tidak mau banyak berpikir dan menyangka. Dia yakun, Gauri tahu karena berita itu sudah menyebar luas.“Apa yang kamu pikir saat itu? Kenapa kamu keluar dari sana?” tanya Gauri.Kenapa? Olivia membuang napas kasar. Dengan tenang dia menjawab, “Aku hanya ingin bebas saja, tidak mau terkekang di rumah keluarga yang tidak benar-benar mencintaiku.”Mendengar itu, Gauri terdiam, menatap Olivia yang terlihat mantap saat menjawab. Dia memperhatikan Olivia yang tampak

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [42] Seperti Penenang

    Olivia tersentak kaget ketika merasakan dekapan di pinggangnya. Dia sampai tergagap dan menoleh, menatap ke arah sang pelaku. Saat melihat Simon yang berada di belakang tubuhnya, Olivia membuang napas kasar.‘Astaga, aku sampai kaget,’ batin Olivia. Dia mengelus dada secara perlahan, berusaha menor

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [41] Sedikit Menjaga Jarak

    Hening. Gauri tengah duduk di pinggir kolam sembari membuka majalah fashion yang baru didapatnya. Sejak tadi dia terus membolak-balik majalah tersebut, menatap setiap gambarnya dengan seksama. Hingga terdengar langkah mendekat, membuat Gauri menghentikan gerakan.“Nyonya.”Gauri mengalihkan pandang

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [34] Kembali Mengadu Domba

    “Apa?!”Sean langsung memekik keras ketika mendengar ucapan Elsa. Kedua tangannya mengepal dengan rahang mengeras. Tatapannya terlihat tajam dan cukup menyeramkan.“Kali ini Papa benar-benar sudah keterlaluan,” gumam Sean penuh emosi.Namun, Elsa yang melihat ekspresi itu malah mengulum senyum. Dia

  • Hasrat Terlarang Kakak Ipar   [32] Mendapat Tamu Tidak Diharapkan

    “Sial.”Sean yang baru sampai kantor langsung mengamuk. Dia melempar dokumen di depannya asal. Sudah sejak tadi dia menahan emosinya, tetapi baru kali ini dilepaskan. Selain itu, beberapa menit yang lalu, dia juga masih di mobil. Sean tidak mau terjadi hal buruk kalau harus melampiaskannya saat itu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status