Home / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 111 2 vs 1 Di Hutan, Malah Di Gigit Ular

Share

Bab 111 2 vs 1 Di Hutan, Malah Di Gigit Ular

Author: Tristar
last update Last Updated: 2026-01-03 15:49:25

Bu Susan yang mendengar suaminya di gigit ular sangat cemas.

"Mereka mereka bercinta di dalam hutan, lalu digigit ular!" jawaban Anne, membuat Erfan dan Bu Susan seketika terdiam.

Wajah Bu Susan seketika memucat, yang perasaan khawatirnya di gantikan dengan amarah.

"Bajingan! ternyata begitu kelakuannya!" teriak Bu Susan, dengan penuh amarah.

"Bilangnya mancing, ternyata mancing di lubang gua janda itu!"

"Bagus di gigit ular! mati sekalian lebih bagus!" umpat Bu Susan.

Anne yang mendengar suara Bu Susan, langsung bertanya.

"Sayang, apa kamu sedang di rumah Bu Susan?"

"Iyah, aku sedang bersamanya!" jawab Erfan.

"Kalo gitu, bawa saja ke kebun, dan perlihatkanlah kelakuan suaminya, yang terlihat polos itu!" ucap Anne.

"Oke. apa kamu sudah memberi tahu Bi Ayu?" tanya Erfan.

"Bi Ayu sedang disusul oleh warga!" balas Anne.

"Oke, aku kesana sekarang!" ucap Erfan, lalu mematikan ponselnya.

"Ayo kesana!" ajak Erfan, kepada Bu Susan.

Bu Susan mengangguk, Ekspresinya sudah sangat gelap.

"Baji
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 16 Pemakaman

    Pagi hari tiba. Di dalam kamar, Para wanita Erfan sedang menatap Erfan yang masih tidur, dengan tatapan penuh cinta. Para wanita itu belum pergi mandi, mereka masih menggunakan pakaian seksi, yang dipakainya semalam. "Hehe, pria nakal ini, sepertinya kelelahan," ucap Dewi, sambil terkekeh. "Tapi aku sangat kagum dengan ketahanan!" sahut Bu Susan. "Sangat sulit, menemukan pria sekuat dia!" ucap Bu Sandra. Semalam, Erfan benar-benar di peras oleh para wanita, sampai dia mencapai puncak tidak terhitung lagi. Beberapa saat kemudian, mata Erfan perlahan terbuka. Saat dia melihat para wanita yang sedang menatapnya dengan senyuman iblis itu, Erfan tersenyum pahit. "Selamat pagi sayang!" ucap semua wanita, dengan nada lembut. "Pagi sayang!" balas Erfan, dengan ekspresi kaku. "Sayang, apa kamu sudah puas? jika belum, ayo lanjutkan!" ucap Dewi, jari lentik nya itu, menelusuri perut berotot Erfan. Erfan tertawa kaku, "Hehe, sayang...aku puas...sangat puas, jadi gak perlu main lagi!"

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 115 Jenazah Jadi Pemuas

    Tidak lama, Erfan kembali ke vila, dia langsung membagikan tas belanja, ke masing-masing wanita.Para wanita langsung mencari pakaian seksi itu, di antara tas belanja. Setelah menemukannya, mereka langsung memilihnya, karena ada banyak di tas belanja itu."Sepertinya aku tidak jadi pulang! mana mungkin aku melewatkan ini," ucap Bu Resti, dengan nada genit."Hehe, Itu terserah kamu!" balas Erfan, sambil terkekeh."Aku ingin memakainya, tapi aku lagi datang bulan," ucap Anne, dengan nada kesal."Pakai saja! tapi kamu jangan ikut main!" sahut Dewi.Anne pun mengangguk, ekspresi wajahnya sangat tertekan."Sayang, kami ke kamar duluan, mau ganti pakaian dulu yah! nanti mendengar panggilan kami, baru kamu ke kamar!" ucap Dewi."Oke oke, jangan terlalu lama!" jawab Erfan, dengan terburu-buru, terlihat ekspresi wajahnya sudah tidak sabar.Para wanita melangkah pergi, sambil terus terkikik.Beberapa menit kemudian, sebuah suara panggilan yang sangat menggoda, terdengar di lantai atas."Sayang,

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 114 Malam Duka, Yang Panas++

    Erfan, dan kedua wanita itu masuk ke dalam kamar. BI Ayu dengan agresif, langsung mencium bibir Erfan dengan ganas. Erfan langsung menanggapinya tidak kalah ganas. Setelah Bi Ayu puas, Bu Sandra langsung meminta ciuman, tentu saja Erfan langsung menanggapinya.Tubuh mereka bertiga, terjatuh di tempat tidur. Kedua wanita itu dengan terampil, melepas semua pakaian Erfan. Bu Susan mengambil alih bagian bawah tubuh Erfan, sementara Bi Ayu bagian atas Erfan."Emm...ahh...Kalian sangat ganas!" ucap Erfan, dengan nada berat, desah nikmat terus keluar dari mulutnya.Bi Ayu yang sedang mengecupi leher Erfan berhenti terlebih dahulu, dia menatap Erfan dengan tatapan penuh hasrat, lalu berkata dengan penuh godaan."Sayang, hibur kami! yang sedang sedih ini," ucap Bi Ayu.Erfan menyeringai nakal, Tangannya hinggap di pintu gua Bi Ayu, jari-jari nakalnya itu, langsung bermain di sana."Ahh...enak sayang! terus sayang!" Bi Ayu menikmati permainan Erfan, desahan tidak terbendung lagi, tubuhnya berg

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 13 Menghibur Tesa dan Cika

    Di vila, terlihat semua wanita sedang duduk di sofa, dengan suasa sendu. Bagaimana pun kejadian ini, menjadi pukulan untuk Bi Ayu dan Bu Susan. Kedua wanita itu hanya diam, dengan ekspresi dingin, tidak ada ekspresi ceria seperti biasanya. Tidak lama, mobil Erfan masuk ke dalam vila. Erfan turun dari mobil, sambil menggendong Nayla, dan membawa satu plastik besar makanan. Semua wanita menoleh, saat melihat Erfan masuk ke dalam vila. "Tuan muda, apa harus membayar uang pemakaman?" tanya Bu Susan. "Tidak perlu! aku sudah membayar semuanya," balas Erfan, sambil duduk di sofa, meletakkan Nayla di pangkuannya. Bu Susan mengangguk. "Terima kasih," ucap Bu Susan. "Tidak perlu sungkan!" balas Erfan. Erfan melihat Tesa dan Putri Bu Susan yang masih menangis, dia menyuruh Nayla untuk menawari mereka makanan, siapa tau bisa menghibur mereka. "Nayla, kasih makan sama kakak yang lagi nangis itu! bilang sama kakaknya jangan nangis" ucap Erfan. Nayla yang pintar langsung mengerti, dia men

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 112 Kematian Suami Bi Ayu dan Bu Susan

    Tapi alam berkehendak lain, beberapa menit kemudian, Pak Jukri suami Bu Susan meninggal, tidak lama setelah itu, Ningsih juga meninggal.Akhirnya Erfan memutar balik mobil, tidak ada gunanya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.Di jalan pulang, Pak RW menelepon salah satu warga di kampung, memberi informasi jika ketiga nya sudah meninggal.Sampai di kampung, mobil Erfan langsung di kerumuni warga."Pak kita bawa jenazah mereka ke mana?" tanya Erfan."Bawa ke rumah pengurus jenazahnya, agar kita bisa mengurus ketiganya, tanpa harus bolak balik! Dan sekarang hari sudah sore, kita adakan pemakaman besok saja!" balas Pak RW.Erfan mengangguk, dia melajukan mobilnya ke tempat yang di maksud. Sampai di sana, para warga langsung membawa ke 3 jenazah itu ke dalam sebuah rumah.Bi Ayu, Bu Susan, Tesa, dan putri Bu Susan menghampiri Erfan, bersama para wanita Erfan yang lain.Tesa langsung memeluk Erfan, sambil terisak."Kakak, ayah ayahku mati secara memalukan!" ucap Tesa, dengan nada sedih

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 111 2 vs 1 Di Hutan, Malah Di Gigit Ular

    Bu Susan yang mendengar suaminya di gigit ular sangat cemas. "Mereka mereka bercinta di dalam hutan, lalu digigit ular!" jawaban Anne, membuat Erfan dan Bu Susan seketika terdiam.Wajah Bu Susan seketika memucat, yang perasaan khawatirnya di gantikan dengan amarah."Bajingan! ternyata begitu kelakuannya!" teriak Bu Susan, dengan penuh amarah."Bilangnya mancing, ternyata mancing di lubang gua janda itu!" "Bagus di gigit ular! mati sekalian lebih bagus!" umpat Bu Susan.Anne yang mendengar suara Bu Susan, langsung bertanya."Sayang, apa kamu sedang di rumah Bu Susan?" "Iyah, aku sedang bersamanya!" jawab Erfan."Kalo gitu, bawa saja ke kebun, dan perlihatkanlah kelakuan suaminya, yang terlihat polos itu!" ucap Anne."Oke. apa kamu sudah memberi tahu Bi Ayu?" tanya Erfan."Bi Ayu sedang disusul oleh warga!" balas Anne."Oke, aku kesana sekarang!" ucap Erfan, lalu mematikan ponselnya."Ayo kesana!" ajak Erfan, kepada Bu Susan.Bu Susan mengangguk, Ekspresinya sudah sangat gelap."Baji

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status