Mag-log inJessy membalikkan tubuhnya ~ memunggungi Erfan, dengan tubuh bagian depan yang sedikit di condongkan. Tangannya di topangkan di bibir kolam, agar tubuhnya tetap stabil.Erfan menurunkan CD yang di kenakan Jessy, lalu dia memosisikan ujung batang besarnya itu di lubang apem Jessy.Setelah posisinya di rasa pas, Erfan menusukkan batangnya perlahan ~ ke dalam apem tersebut."Ahhhh..."Desahan keras keluar dari mulut Jessy, bersamaan dengan kepalanya yang mendongak dan tubuhnya membusung indah, saat sensasi tusukan batang besar itu di rasakan oleh tubuhnya.Karena suara desahan itu, semua wanita termasuk Riana, menoleh ke arah Jessy dan Erfan.Saat melihat Erfan dan Jessy telah menyatu, seringai tipis tersungging di bibir para wanita Erfan. Sementara itu, Riana langsung memalingkan wajahnya ~ tak berani melihat ke arah itu terlalu lama."Mereka benar-benar mesum... berani sekali bercinta di depan banyak orang," gumam Riana di dalam hati.Dia belum tahu, kalau Erfan pernah melayani para wa
Diva, dan Shara menghampiri Erfan. "Sayang, aku juga mau dong!" ucap Shara dengan nada manja. "Aku juga!" sahut Diva. Erfan meraih kedua wanita itu, dan mulai menggerayangi tubuh keduanya. Jessy tak merasa keberatan sama sekali, saat dua gadis itu meminta hal yang sama kepada Erfan. Karena tangan Erfan sibuk dengan tubuh kedua gadis itu, Jessy memilih untuk bermain dengan bibir Erfan. Dia mengambil inisiatif melumat ganas bibir pria itu. Mendapatkan serangan itu, Erfan langsung saja menanggapinya. Melihat Erfan yang sedang bermain panas dengan tiga wanita sekaligus, membuat Riana semakin di buat kepanasan. Dia berusaha tidak melihat, namun itu sangat sulit! Matanya selalu bergerak sendiri ~ untuk menonton pertunjukan panas itu. Beberapa wanita Erfan menyadari tingkah Riana itu, senyuman tipis penuh arti tersungging di bibir mereka. Setelah puas di gerayangi, Diva dan Shara kembali berenang, hanya Jessy yang tetap bertahan menemani Erfan. Setelah Diva dan Shara pergi, wanita
Di sore hari, Alana sampai di vila baru Erfan. Wanita yang baru saja bercerai itu, tidak menampakkan raut kesedihan sama sekali. Sebaliknya, dia tampak semringah, seperti telah mendapatkan suatu hal yang membahagiakan. "Sayang, aku datang," ucap Alana sambil melompat ke pelukan Erfan. Erfan menangkap wanita itu, lalu balik memeluknya. "Gimana? Proses perceraiannya sudah selesai?" tanya Erfan. "Sudah! Aku sekarang jadi janda," balas Alana dengan nada manja. "Gak apa-apa... nanti juga kamu gak jadi janda lagi," ucap Erfan, sambil mengelus wajah cantik wanita itu. "Tanggapan keluargamu gimana?" "Keluargaku malah seneng banget aku cerai sama mantan suamiku itu... pas aku bilang aku lagi deket sama kamu, mereka semakin senang," balas Alana. "Kirain keluargamu bakalan menentang kalau kamu deket sama aku ~ yang terkenal play boy ini," ucap Erfan dengan nada main-main. "Gak bakalan lah... walau kamu play boy, kamu terkenal sebagai pria yang sangat menyayangi wanita," balas Al
Singkat cerita, tiga hari telah berlalu. Sejak pagi, suasana di vila sudah tampak ramai. Erfan dan para wanita sibuk membereskan barang-barang pribadi mereka, untuk pindah ke vila baru. Karena bertepatan dengan hari Minggu, semua wanita berada di sana, termasuk Nayla, putri angkat Erfan, dan Cika, putri tirinya. Dewi menghampiri Erfan yang tampak sedang menonton para wanita berkemas, sambil menggendong Nayla. "Sayang, apa mobil kita juga pindahkan ke vila yang baru?" tanya Dewi. Erfan menatap ke arah Dewi. "Iya, dong... bawa saja ke sana," balas Erfan sambil tersenyum cerah. Dewi mengangguk. Setelah selesai berkemas, Erfan dan para wanita ~ turun ke lantai bawah. Mata Erfan menoleh ke arah Bu Alin. "Alin, apa ada yang perlu di bawa dari vila ini?" tanyanya. "Gak ada. Semua fasilitas di sana, sudah lengkap!" balas Bu Alin. "Baiklah, kalau gitu... ayo kita pergi!" ajak Erfan dengan nada penuh semangat. Mereka pun melangkah pergi keluar dari vila yang menjadi titik awal tem
Para wanita itu mulai memilih mobil yang mereka suka. Para wanita muda tampak lebih antusias. Sementara, para wanita dewasa tampak lebih tenang. Bahkan, mereka tidak bergerak sama sekali untuk memilih mobil."Hey, kenapa kalian gak milih?" tanya Erfan kepada para wanita dewasa itu."Biarkan yang muda dulu! Lagi pula, apapun warnanya aku gak masalah," balas Dewi dengan nada lembut.Ucapan Dewi di beri anggukan setuju oleh para wanita dewasa lainnya."Kak, aku mau warna pink!" ucap Tesa dengan nada penuh kegembiraan."Aku mau warna merah!" ucap Diva sambil duduk di cap mobil yang dia pilih."Warna biru kelihatan cocok sama aku," ucap Frisa."Aku lebih suka warna hitam, gak terlalu mencolok," sahut Geya."Aku mau warna putih aja," sahut Yesi."Aku mau warna merah kayak Diva," ucap Shara sambil menghampiri mobil Porsche merah yang ada di sebelah mobil pilihan Diva.Setelah semua wanita muda memilih mobil, barulah giliran para wanita dewasa memilih mobil.Para wanita itu memilih dengan pen
Sambil menyantap makanan, Erfan dan para wanita itu terus berbincang santai. Erfan memberitahu para wanita, kalau tiga hari lagi mereka akan pindah ke vila yang baru. Mendengar itu, para wanita merasa sangat gembira dan tidak sabar. "Ayu, kasih tau Tesa sama Frisa, kalau tiga hari lagi... mereka juga pindah saja ke vila yang baru. Soalnya di sana, aku sudah menyiapkan studio konten buat mereka berdua," ujar Erfan. "Oke, aku bakalan kasih tau kedua gadis itu!" balas Bi Ayu, sambil membentuk hari telunjuk dan jempolnya menjadi huruf O. Setelah selesai makan, mereka kembali meninggalkan ruang makan ~ kembali ke ruangan bersantai. Setelah bersantai sebentar, Erfan, Jessy, Anne, dan Erika, pergi ke perusahaan. Sementara, para wanita lainnya kembali ke kesibukan masing-masing. === Singkat cerita, keesokan harinya. Sekitar pukul 9 pagi, puluhan mobil truk yang mengangkut mobil sport dari merek Porsche, sampai di kampung Mawar. Arah yang di tuju puluhan mobil itu adalah vila Erfan.
Bu Susan yang mendengar suaminya di gigit ular sangat cemas. "Mereka mereka bercinta di dalam hutan, lalu digigit ular!" jawaban Anne, membuat Erfan dan Bu Susan seketika terdiam.Wajah Bu Susan seketika memucat, yang perasaan khawatirnya di gantikan dengan amarah."Bajingan! ternyata begitu kelak
Erfan menarik Geya, dan ingin bermain dengannya, tapi Geya buru-buru menghentikannya."Sayang, gua aku masih sakit! jangan di masukin dulu yah," ucap Geya, dengan nada memohon.Sebelum Erfan menjawab, Shara berkata."Geya gimana kalo aku menggantikanmu?" ucap Shara, dengan nada penuh hasrat."Aku j
Erfan menatap Bi Ayu dan Bu Susan, secara bergantian. "Oke...agar Bi Ayu, Tesa, Bu Susan, dan Cika, gak sedih lagi, gimana kalo besok kita pergi berlibur!" ucap Erfan. "Kapan dan Ke mana?" tanya Dewi, dengan antusias. "Kalo besok gimana? tempatnya tentukan saja sama kalian!" ucap Erfan. "Gi
Kembali ke ke warung Bi Ayu. Terlihat wanita yang masih memakai seragam sekolah, sedang bergoyang liar di atas tubuh pria. Tentu saja mereka adalah Tesa dan Erfan yang sedang terjerat di dalam hasrat yang membara. Bi Ayu dan Frisa masih ada di dalam studio, mereka sibuk dengan ponsel mereka masin