Beranda / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 187 Mengangkat Derajat Shara!

Share

Bab 187 Mengangkat Derajat Shara!

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-01-24 22:08:28

"Shara," sapa para wanita yang tadi bersama Geya.

"Eh kalian! lagi beli pakaian hangat buat besok yah?" tanya Shara sambil tersenyum.

Para wanita itu mengangguk.

"Iya. Tapi kami sudah memilih tinggal membayar saja," ucap salah satu wanita, sambil memperlihatkan pakaiannya.

"Eh, kenapa Geya sama pacarnya itu pergi?" tanya Shara penasaran.

Ekspresi para wanita itu berubah jijik.

"Tentu saja pacarnya itu tak mampu membeli! dia hanya berpura-pura mampu, menurutnya harga pakaian di sini murah,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 442 Biar Aku Yang Puasin Kamu

    Tanpa banyak basa basi lagi, Erfan mendaratkan bibirnya di bibir wanita itu, lalu dia melumat bibir merah ranum itu dengan ganas. Mendapatkan lumatan itu, tentu saja Bu Nana yang sudah sangat berhasrat ~ membalas dengan lumayan yang tidak kalah ganas dari pria itu. Pada akhirnya, mereka berciuman dengan panas, meluapkan hasrat yang sedang bergejolak itu. Tangan Erfan menurun Bra renda yang menutupi payudara Bu Nana, sampai kedua payudara wanita itu menyembul keluar dari sana. Setelah itu, Erfan meremas payudara itu, sampai berubah bentuk sesuai dengan remasannya. "Emm... emm..." Desahan tertahan keluar dari mulut Bu Nana, saat rasa kenikmatan dari remasan pria itu ~ menjalar ke seluruh tubuhnya. Erfan menarik bibirnya dari bibir pria itu, lalu bibirnya menyerang leher wanita itu kembali. Kali ini, bukan hanya kecupan ringan! Dia mendaratkan jilatan ganas dan isapan basah di leher wanita itu. "A

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 441 Ketemuan Sama Bu Nana

    Ternyata Erfan kembali ke tempat mobilnya di parkir. Setibanya di sana, dia masuk ke dalam mobil, menyalakannya, memutar arah mobil, lalu dia melajukannya ke arah jalan raya. Beberapa saat kemudian, terlihat mobil Erfan berhenti di depan seorang wanita dewasa cantik ~ berpakaian dinas desa. Wanita itu adalah adik Bu Sumi, yaitu Bu Nana. Ternyata sebelumnya, Erfan sudah janjian dengan wanita itu. Erfan membuka kaca mobil, lalu dia memberi kode agar wanita itu masuk ke kursi depan. Dengan penuh senyuman, Bu Nana langsung beranjak masuk ke dalam mobil. Setelah pintu mobil kembali di tutup, Erfan langsung melajukan mobilnya ~ meninggalkan tempat tersebut. Di dalam mobil, Bu Nana tampak menyandarkan kepalanya di bahu Erfan. Sikapnya saat ini, tampak sangat manja. "Tuan Muda, aku kangen banget sama kamu," ucap Bu Nana dengan nada genit. "Kangen aku, atau kangen bercinta sama aku?" tanya Erfan dengan nada mai

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 440 Rencana Kak Rita

    Kak Rita menghela nafas, sebelum akhirnya dia menjelaskan alasannya."Soalnya, aku pikir kalau buka toko aksesoris, pasti bakalan laku. Soalnya, para pengunjung pasti membutuhkan itu, apalagi pengunjung wanita. Kalau toko pakaian, itu sudah pasti di gemari pengunjung, para pengunjung pasti butuh hal seperti itu buat oleh-oleh, atau buat kebutuhan pribadi.Semua orang di sana mengangguk-anggukkan kepalanya ~ tanda paham dengan maksud dari penjelasan Kak Rita."Dua bisnis itu sangat bagus, kenapa kamu sulit memutuskan? Kedua bisnis itu sudah pasti menguntungkan," ucap Kak Gisel.Semua orang mengangguk ke arah Kak Rita, tanda setuju dengan ucapan Kak Gisel.Kak Rita menghela nafas."Huh... aku lagi mempertimbangkan... apa aku gabungkan saja kedua bisnis itu, atau aku kelola satu saja," balas Kak Rita."Gabungkan saja!" sahut Tuan Gubernur dengan tegas ~ tanpa banyak berpikir."Benar kata ayah! Kamu gabungkan saja dua bisnis itu!" Kak Gisel setuju. "Nih.. misalnya, ada pengunjung yang tad

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 439 Proyek Di Mulai

    Saat ini, terlihat Erfan yang sedang bersandar di sandaran tempat tidur sambil menikmati sebatang rokok yang terselip di sela jarinya. Terlihat di pelukannya, terbaring Riana yang tampak kelelahan. Tubuh keduanya di banjiri oleh keringat hangat. Meski penampilan mereka sekarang tampak berantakan, namun visual yang tercipta tampak sangat menggairahkan. "Sayang, kamu pasti belum puas! Maaf yah... aku gak bisa bikin kamu puas," ucap Riana dengan nada meminta maaf. "Gak apa-apa sayang. Aku emang terlalu kuat, bahkan kalau bercinta sama beberapa wanita pun, aku gak akan merasa puas," balas Erfan dengan nada riang. "Tapi... pelayananku masih sangat buruk kalau di banding para wanitamu yang lain. Aku janji, bakalan banyak belajar," ucap Riana dengan serius. "Udah... gak usah di pikirkan, nanti kamu juga bakalan sehebat mereka," ucap Erfan. Dia tak ingin Riana merasa kurang percaya diri dan tertekan gara-gara hal itu. Riana membalas dengan anggukan pelan. Riana sangat menyadari, kala

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 438 Riana Keenakan

    "Sayang... ahhh... coba lebih cepat!" pinta Riana. Dia sudah merasakan nikmat saat di gempur pelan, jadi dia penasaran gimana rasanya kalau gempuran itu lebih cepat."Oke... kalau itu yang kamu mau!" balas Erfan, sambil meningkatkan intensitas gempurannya.Meski begitu, Erfan tahu batasan. Riana baru saja di jebol olehnya, jadi dia tak bergerak terlalu keras ~ seperti yang biasa dia lakukan kepada wanitanya yang lain."Ahhh... ahh... sayang, enak... ahh... rasanya lebih jelas, hah... enak banget," Riana tampak sangat menikmati gempuran Erfan."Nikmati sayang... semakin lama, bakalan semakin nikmat," ucap Erfan.Tangan Erfan berpindah dari pinggang Riana ke payudaranya, lalu remasan keras dia lakukan di kedua payudara wanita itu.Mendapatkan serangan di payudaranya, sensasi nikmat yang di rasakan Riana ~ semakin hebat."Ahh... enak sayang... aku gak nyangka, bercinta bakalan seenak ini," racau Riana."Hei... kalau bercintanya sama aku... pasti enak! Kalau sama pria lain, belum tentu! A

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 437 Robek Segel

    Tak lama kemudian, kekakuan Riana berangsur-angsur menghilang. Jilatannya itu menjadi lincah, bahkan terkesan ganas. Rasa nikmat yang di rasakan Erfan, tentu saja semakin besar. "Ahh... ahh, sayang... iya bagus, benar.. kayak gitu... terus sayang, enak banget... ahh.." racau Erfan. Melihat dan mendengar Erfan yang menikmati, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Riana. Karena hal itu, dia berusaha melakukan permainannya sebaik mungkin. Setelah puas menjilat, Riana memasukkan batang itu ke dalam mulutnya. Karena ukurannya yang besar, Riana pada awalnya merasa kesulitan, karena giginya terus bersentuhan dengan batang itu. Namun, setelah berusaha, dia berhasil menyesuaikan. "Ahhh... bagus sayang, kamu hebat banget!" Erfan melontarkan pujian, agar wanita itu lebih bersemangat dan tidak merasa kalau Erfan tidak menikmati permainannya. Riana mulai mengulum batang besar itu. Pada awalnya, kulumannya itu sangat lambat, tapi lama kelamaan ~ kulumannya menjadi cepat. "Ahhh... iya bagus

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 320 Kak Gisel Ikut Pulang

    Kakak perempuan pertama Diva yang bernama, Gisel, tampak ingin berkata, namun dia tampak ragu.Diva menyadari itu, lalu dia bertanya kepada kakaknya itu. "Ada apa kak? kalau ada yang mau kakak katakan, katakan saja!" "Sebenarnya... aku kepikiran membuka bisnis di sana. Tapi...

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 50 Rencana

    Erfan menjelaskan tentang Serina, yang mendapatkan kekerasan dari suaminya, dan ingin mengumpulkan bukti, agar Serina bisa cerai dari suaminya."Sial, si Deni itu dia memang buka manusia!" umat Bi Ayu."Ketiga gadis itu sekolah?" tanya Erfan."Iyah, mereka belum pulang, nanti jam 3 sore pulangnya,"

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 38 Serina Tidak Tahan Lagi

    Mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum pertempuran di mulai. "Sayang, milikmu ini membuat ku candu," ucap Anne sambil bermain dengan senjata Erfan. "Em. enak sayang," Erfan menikmati permainan Anne. Setelah dirasa penasaran cukup, dan Erfan juga, sudah membuat Anne mencapai pu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 12 Bu Evi

    Erfan menatap wanita dewasa itu, dengan mata panas. Karena wanita tersebut terlihat masih sangat muda dan segar, dia sangat penasaran dengan statusnya, yang akhirnya memutuskan untuk bertanya. "Apakah anda memiliki suami?" tanya Erfan. "Aku seorang janda," Jawab Bu Evi dengan nada genit. Erfan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status