Accueil / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 86 Main Gila Di Warung Bu Susan

Share

Bab 86 Main Gila Di Warung Bu Susan

Auteur: Tristar
last update Dernière mise à jour: 2025-12-28 09:55:04

Anne menatap mereka dengan tatapan menggoda, lalu dia bertanya kepada Desi.

"Gimana? hebat bukan?" tanya Anne, dengan nada main-main.

"Sangat hebat! jika bermain 1 jam lagi, aku sepertinya akan pingsan!" jawab Desi, dengan nada penuh kepuasan.

"Gak ada kan? yang sekuat pria nakal ini?" tanya Anne, sambil menarik Erfan untuk duduk, lalu dia memeluk tubuh Erfan dengan manja.

Desi menggelengkan kepalanya,

"Selama aku berhubungan dengan berbagai pria, tidak ada yang sekuat tuan muda," jawab Desi, dengan nada kagum.

"Kamu bawa uang cash gak?" tanya Erfan kepads Anne.

"Bawa sayang, berapa?" jawab Anne.

"Kasih Desi buat jajan! 2 juta ada gak?" tanya Erfan.

"Ada sayang!" jawab Anne, dia langsung mengeluarkan uang dari tasnya.

Desi yang melihat itu buru-buru berkata,

"Tuan muda tidak perlu!" ucap Desi.

"Udah gak papa! aku bukan pria yang hanya ingin bermain tanpa memberi sesuatu!" balas Erfan.

"Tapi," sebelum Desi berkata kembali, Anne langsung memberikan uang itu.

"Udah Des, terima saja! pria
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 151 Keduanya Ingin enak++

    Bu Sandra berdiri, dia memosisikan tubuhnya membelakangi Erfan."Sayang, sambil berdiri enak kayaknya!" ucap Bu Sandra, sambil mengaitkan jarinya, memberi kode.Erfan tersenyum nakal. Dia menurunkan Bi Ayu yang baru saja mencapai puncak dari pangkuannya, lalu menghampiri Bu Sandra.PLAKKErfan menampar pantat BU Sandra, yang membuat Bu Sandra merintih nikmat."Jika melihat posisi seperti ini, tanganku suka ingin menampar pantatmu!" ucap Erfan, dengan nada main-main.Bu Sandra menatap Erfan dengan tatapan sayu, ekspresi wajahnya di penuhi hasrat."Tampar saja sayang! aku suka kok!" ucap Bu Sandra, dengan nada berat.Erfan menyeringai nakal."Kamu suka dikasari ternyata," Erfan memosisikan senjatanya di depan pintu gua wanita itu, setelah dirasa pas, dia langsung menusukkannya."Ahh..." desahan nikmat keluar dari mulut keduanya."Sangat dalam sayang!" ucap Bu Sandra, ada kepuasan di nada bicaranya.PLAKK....Erfan menampar kembali pantat wanita itu. Erfan merasakan senjatanya semakin di

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 150 Longgar karena Kecil++

    Di dalam kamar kos sederhana, tanpa da penerangan di sana, walau hari sudah malam. Remang-remang terlihat seorang wanita, yang sedang meringkuk di sudut sambil membenamkan wajahnya."Ibu, Erfan, maaf aku berbohong kepada kalian," ucap wanita itu. Wanita itu adalah Geya.Ponsel Geya menyala, ada pesan masuk ke dalam ponselnya. Geya mengambil ponselnya. Saat dia melihat siapa yang mengirim pesan, dan apa isi pesan tersebut, wajahnya menjadi pucat.Pesan tersebut di kirim oleh pria yang meniduri Geya. Pria itu meminta Geya untuk membuka pintu kosannya, karena dia ingin meminta jatah. Dia juga mengancam, jika Geya berani menolak permintaannya.Dengan gontai, Geya bangkit lalu membuka pintu kamar kosnya. Dia juga menyalakan lampin kamar kosnya, karena takut ada yang curiga jika lampunya tidak menyala, tapi pintu kamar kosnya terbuka.Geya kembali duduk di kasur. Ekspresi wajahnya sudah berubah menjadi dingin.Tidak lama, seorang pria masuk ke dalamkamar kos Geya, saat keadaan di luar aman

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 149 Bu Sandra Kebingungan

    Saat Erfan masih bermesraan dengan kedua wanita itu, pintu studio di buka. Bi Ayu dan Bu Sandra masuk ke dalam studio.Erfan menghentikan permainannya, dan langsung menatap ke arah Bu Sandra."Sayang, ada apa mencariku? apa kamu mau jatah?" tanya Bu Sandra, sambil berjalan menghampiri Erfan dengan langkah menggoda.Erfan menggelengkan kepalanya, ekspresi wajahnya sangat serius."Ada hal yang penting, yang ingin aku bicarakan denganmu!" ucap Erfan."Hal apa sayang?" Bu Sandra menjadi serius, setelah melihat ekspresi Erfan yang sedang tidak bercanda."Ini masalah Geya! ayo kita obrolkan di luar saja! biarkan Tesa dan Frisa melanjutkan membuat konten, agar tidak mengganggu!" ucap Erfan, sambil bangkit berdiri.Tesa dan Frisa sangat penasaran, tapi mereka memilih diam, dan saja mereka bisa bertanya, kepada Bi Ayu atau ke Erfan secara langsung.Erfan, keluar dari studio di ikuti Bu Sandra, dan Bi Ayu."Kita di warung saja sayang, aku sudah tutup kok warungnya, biar sambil mengopi!" ajak B

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 148 Kabar Tentang Geya

    Sampai di vila. Erfan menggendong Nayla masuk ke dalam vila. "Ibu..." sapa Nayla, sambil melambai-lambai kepada para wanita. "Putri ibu pulang! sini, ibu mau gendong putri ibu," Dewi buru-buru mengambil Nayla dari gendongan Erfan. Erfan meletakkan 1 plastik besar jajanan Nayla di meja. "Sayang, kamu kebiasaan ihh! membelikan jajanan terlalu banyak!" tegur Bu Evi, dengan ekspresi serius. "Gak apa-apa, lagi pula hanya jajan, yang penting Nayla senang!" balas Erfan, sambil tersenyum konyol. "Kalo nanti Nayla jadi boros, kamu tanggung jawab yah!" ucap Bu Evi, tatapan tajam itu di tembakan ke wajah Erfan. "Tentu saja aku ayahnya, pastilah tanggung jawab! balas Erfan. Dia mendekatkan tubuhnya ke samping Bu Evi, merangkul pinggang, lalu menariknya ke pelukannya. "Sayang, tahu gak kamu, ada pria yang menemui Nayla tadi!" ucap Erfan, sambil menatap Bu Evi dengan tatapan main-main. "Pria....siapa?" tanya Bu Evi kebingungan. "Siapa lagi? kalo bukan pria yang menginginkanmu," bala

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 147 Menjemput Putri Angkat

    Erfan menggunakan mobil sportnya menjemput Nayla di sekolah TK.Sampai di gerbang sekolah, Erfan melihat para murid sudah banyak yang keluar dari gerbang. Erfan turun dari mobil, lalu menengok ke kanan dan ke kiri mencari Nayla. "Tuan muda, anda mencari siapa?" tanya seorang wanita dewasa, ibu dari salah satu siswa di sana."Saya mau jemput Nayla, apa ibu melihatnya?" tanya Erfan."Nayla, putri Bu Evi?" tanya wanita itu, dengan ekspresi penasaran."Iya benar," balas Erfan, sambil mengangguk."Nayla belum keluar, sebentar lagi sepertinya," balas wanita itu.Erfan mengangguk mengerti."Tuan muda, kenapa anda menjemput Nayla?" tanya wanita itu penasaran."Saya menjadikan Nayla putri angkat saya!" balas Erfan, sambil tersenyum santai.Wanita itu sangat terkejut."Apa anda serius, menjadikan Nayla putri angkat?" wanita itu sedikit tidak percaya.Erfan mengangguk, tidak berbicara lebih banyak dengan wanita itu."Sungguh beruntung Nayla memiliki ayah angkat seperti anda!" ucap wanita itu,

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 146 Tante Erlina ikut Ke Kampung

    Di Kosan Geya.Geya sedang menangis tersedu-sedu, sambil menatap foto Erfan dan dirinya."Sayang, maafkan aku, aku gak bisa lagi bersamamu," "Aku di paksa sayang, jika aku masih berhubungan denganmu, pria itu akan menyebarkan videoku!" Ternyata Pria yang meniduri Geya secara paksa itu, mengirim pesan kembali ke pada Geya. Pesan itu berisi, jika Geya masih berhubungan dengan Erfan, dia akan menyebarkan video Geya, dan juga Geya harus memuaskannya setiap kali dia mau! jika tidak dia akan menyebarkannya juga.Geya sudah pasrah, bahkan dia sudah tidak berani berbicara tentang hal ini kepada ibunya. Yang ada di pikiran Geya sekarang, hanya ingin melindungi reputasinya. Tapi jika Geya berpikir dengan baik, dan memiliki keberanian untuk berbicara kepada Erfan atau pun ibunya, pastilah ada jalan keluarnya.Tapi Geya sangat penakut, menghadapi ancaman seperti itu dia memilih menyerah, hanya diam, sambil berusaha menerima takdir.====Erfan membawa kedua wanita itu mall. Dia membelanjakan k

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status