Beranda / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 85 Kenikmatan Desi

Share

Bab 85 Kenikmatan Desi

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2025-12-28 08:34:40

Di dalam kamar, Desi melingkarkan tangannya di leher Erfan dengan berani.

"Tuan muda, kamu harus melepas semua pakaian mu!" ucap Desi, dengan nada menggoda.

Erfan menyeringai nakal, dia sudah yakin, pasti akhirnya akan berakhir di ranjang kenikmatan.

"Kalo gitu buka saja!" balas Erfan, tanpa ragu.

"Baiklah, wanita ini akan membantu membukanya!" ucap Desi. Tangannya dengan terampil membuka pakaian Erfan.

Saat Desi melihat tubuh Erfan yang kekar, dia sangat tergoda, matanya menatap otot tub
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 420 Hampir Pingsan

    Alana menoleh ke arah Erfan, sambil bangkit dari posisinya. Ekspresi kepuasan, sangat jelas terlukis di wajah wanita itu. "Tuan Muda... kamu hebat banget! Aku belum pernah merasakan senikmat tadi," ucap Alana. Erfan menarik wanita ke dalam pelukannya. "Kalau gitu... ayo kita lanjut! Aku akan buat kamu terus merasakan kenikmatan ~ sampai kamu lemas," ucapnya dengan nada main-main. "Emang kamu udah bisa lanjut lagi?" tanya Alana dengan nada ragu. Erfan meraih tangan Alana, lalu meletakkannya di batangnya. "Rasanya ini... batangku masih sangat keras! Jadi... tentu saja aku bisa langsung lanjut." "Kamu benar-benar sangat kuat!" ucap Alana dengan nada memuji. "Kalau gitu... ayo kita lanjut! Sekarang aku yang mengambil kendali," lanjutnya dengan nada menggoda. Erfan mengangguk setuju. Alana bangkit dari pelukan Erfan. Namun, sebelum dia mengambil posisi, dia bergegas mengulum batang Erfan terlebih dahulu.

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 419 Alana Menggila Di Bawah Gempuran

    Erfan melebarkan kaki wanita itu selebar mungkin. Kemudian, dia memosisikan ujung batangnya di lubang apem wanita itu. Setelah posisi di rasa pas, Erfan mendorong masuk batang itu ke dalam apem tersebut. "Ahhh..." Desahan nikmat keluar dari mulut mereka hampir bersamaan. Namun, suara desahan Alana, memiliki sedikit erangan kesakitan. "Ahhh... hah... Tuan Muda... punyamu besar banget! Sangat... sangat sesak! Ahh... agak sakit!" ucap Alana dengan suara berat. Ekspresinya tampak mengernyit. "Tahan, yah!" ucap Erfan, lalu dia menabah tenaganya untuk mendorong batangnya itu. "Ahhh... semakin dalam, ahh..." desah Alana. Setelah berjuang sedikit agak lama, akhirnya batang itu masuk sampai mentok di dalam apem wanita itu. "Ahhh... mentok banget di dalam.... ahh... agak sakit, Tuan Muda," ringis Alana. "Gak akan lama hilang, kok! Kalau udah hilang... pasti akan sangat nikmat," ucap Erfan dengan nada meng

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 418 Pemanasan Sama Alana

    Erfan bisa merasakan dengan jelas, kalau apem wanita itu sudah sangat basah. Dia melepaskan puting payudara wanita itu, lalu dia berkata. "Kamu udah basah banget yah! Sekarang, biar aku buat kamu semakin basah." Setelah selesai berbicara, Erfan menusukkan dua jarinya ke dalam apem wanita itu. "Ahhh..." Alana kembali mengeluarkan desahan panjang dengan tubuh yang tampak menegang hebat. "Apemmu ternyata masih sangat sempit. Dua jariku saja udah sesak di dalam. Apalagi kalau batangku yang masuk," ujar Erfan dengan nada main-main. Perlahan jarinya mulai bergerak di dalam apem wanita itu. "Shh... Ahhh... punya suamiku... berukuran normal, jadi wajar saja ~ kalau milikku masih sangat sempit," balas Alana. "Kamu harus mengerti! Kalau apemmu ini sudah di tusuk batangku, pasti akan jadi longgar untuk ukuran milik suamimu," ucap Erfan dengan nada main-main. "Aku gak peduli!" tegas Alana. "Hehe, kalau gitu, aku lanjut," ucap Erfan, lalu dia kembali mengisap puting payudara wanit

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 417 Gairah Alana

    "Mereka... mereka bersama secepat ini?" ucap sosok tersebut. "Tuan Muda, pesonamu benar-benar sangat besar," lanjutnya. Sosok tersebut, adalah Riana, sang dokter cantik. Tadinya dia ingin mengambil air minum di dapur. Namun, di perjalanan, dia mendengar suara langkah kaki dan obrolan pria dan wanita. Dia mengenal suara si wanita apalagi si pria. Jadi, dia memutuskan kembali ke kamarnya, untuk mengintip di sana. === Erfan dan Alana masuk ke dalam kamar. Kemudian, Alana menutup pintu dan menguncinya. Setelah itu, Alana berbalik, lalu menarik Erfan ~ mengajaknya ke tempat tidur. Sampai di sisi tempat tidur, Alana mendorong Erfan sampai pria itu terbaring di tempat tidur. Tanpa banyak bicara, Alana langsung melepaskan pakaiannya. Dalam sekejap, pakaian itu terlepas ~ tubuh indah yang hanya tertutup pakaian dalam renda hitam terpampang di mata Erfan. Hasrat Erfan seketika mencuat, sampai batangnya menegang hebat, saat melihat pemandangan tubuh yang begitu menggairahkan itu.

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 416 Paksa Dikit

    Karena tak ada sedikitpun penolakan fisik dari Alana, tindakan Erfan selanjutnya tentu lebih berani lagi. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Alana, lalu menarik tubuh wanita itu, sampai payudara wanita itu menekan dadanya. Alana merasa sedikit terkejut dengan tindakan yang jauh lebih berani dari Erfan. "Tuan Muda, kamu..." sebelum dia sempat menyelesaikan perkataannya, Erfan meletakkan jari telunjuknya di bibir merah wanita itu. "Sstt... kamu yakin mau nolak aku?" tanya Erfan dengan nada main-main. Sorot matanya tampak sangat panas. Alana tampak linglung. Saat ini, perasaan di dalam hatinya sedang bertarung hebat. Rasa ingin menyerah dan rasa penolakan itu terus beradu hebat. "Alana, masa sih kamu selingkuh! Tapi... pesona Tuan Muda ini benar-benar sangat besar! Aku enggan menolaknya," gumam Alana. "Gimana? Kamu mau nolak, gak? Kalau kamu gak jawab, aku anggap kamu gak nolak," ucap Erfan dengan nada menggoda. Tangannya tampak sudah berkeliaran di tubuh wanita itu. "Ak

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 415 Goda Alana

    Karena rasa penasarannya, Alana ingin mengorek lebih banyak informasi tentang seberapa perkasa Erfan. "Aku sangat penasaran. Kalian kan sangat banyak, terus setiap berapa minggu sekali kalian dapet jatah di ranjang," ucap Alana. "Kita semua pasti dapat jatah setiap minggu juga. Pria nakal ini sangat kuat, bahkan dia mampu tidur sama kami semua," ucap Dewi sambil mencubit pipi Erfan. Mendengar itu, Alana benar-benar di buat tercengang. "Kamu jangan berbohong!" "Eh, siapa yang bohong. Buat apa aku berbohong," ucap Dewi. "Itu kenyataan, Alana! Kalau gak percaya, kamu coba langsung saja," ucap Calista dengan nada main-main. Satu persatu wanita Erfan, mulai menyatakan seberapa kuatnya Erfan. Pada akhirnya, Alana pun percaya, kalau semua itu adalah kenyataan. Sebuah perasaan aneh, mulai menyebar di hati wanita itu. Selain Alana, ada wanita lain yang memiliki perasaan tak karuan saat ini. Wanita itu adalah Riana. Setelah tinggal di vila selama dua hari, wanita perasaannya ter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 301 Bu Sumi Sangat Mantap++

    Beberapa saat kemudian, Bu Sumi bangkit, lalu menghampiri Erfan. Dia bergerak naik ke atas pangkuan Erfan dengan posisi kaki yang di lebarkan. "Tuan muda... aku belum pernah merasa senikmat ini saat bercinta," ucap Bu Sumi dengan nada menggoda sambil melingkarkan tangannya di leher Erfa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 270 Dosen Salwa Sangat Nakal

    Melihat Erfan yang sudah menikmati, Dosen Salwa mulai memberikan yang lebih panas pagi. Dia menjulurkan lidahnya, kemudian menjilati batang itu dengan jilatan yang tampak liar. "Ahh...enak terus ahh....jilatanmu sangat nikmat!" Erfan semakin merasa nikmat. Setelah puas menjila

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 247 Dosen Ratna Minta Ampun++

    Erfan mencabut batangnya, kemudian membalikkan tubuh wanita itu hingga menghadap dirinya. Tubuh wanita itu disandarkan Erfan ke batang pohon, lalu ia mengangkat salah satu kakinya. Erfan kembali menuntun masuk batang kerasnya itu ke dalam lubang apem Dosen Ratna sampai masuk sepenuhnya. "Ahh..."

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 246 Gairah Di Dalam Hutan++

    Erfan dan Dosen Ratna berjalan mengendap-endap agar tidak ada seorang pun yang melihat mereka. Baru setelah cukup jauh dari area camping, keduanya akhirnya merasa lebih tenang. Berkat cahaya bulan, hutan di sana tidak terasa terlalu gelap. Mereka terus berjalan masuk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status