Share

Bab 151.

Author: BayS
last update Last Updated: 2025-02-21 19:18:10

"Huhh..! Kebetulan sekali kalau begitu..! Ayo Bu, kita bicara langsung saja dengan Bimo..!" seru Baskara, seraya mengajak istrinya ikut menemui Bimo.

Dan memang benar Bimolah yang datang berkunjung ke kediaman Baskara saat itu.

Klekh..!

"Wah..! Mas Bimo jadi juga datang ke sini. Silahkan duduk Mas," sambut Devi tersenyum gembira, melihat kedatangan Bimo. Kendati hatinya juga diliputi rasa was was akan sikap orangtuanya terhadap Bimo nanti.

"Lho..! Ada tamu kok disuruh duduk di teras Devi. Persilahkan saja Bimo masuk ke ruang tamu sini. Kami juga hendak bicara dengannya," ujar Baskara dingin dari dalam pintu.

Ya, Bsaskara dan Rini merasa enggan ikut keluar menyambut Bimo. Walau mereka juga agak terkejut, saat melihat Bimo datang dengan mengendarai mobil yang cukup berkelas.

"Hmm..! Apakah itu mobilnya atau pinjaman ya Bu..?" bisik Baskara di dekat telinga Rini.

"Entahlah Mas. Yang jelas kita tanya saja padanya, apa sebenarnya yang bisa dia tawarkan pada putri kita dengan bekerja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 251.

    Claapsh..! "Aihh..!!" seruan serentak keluar dari mulut Lidya dan Devi, saat melihat mata batu hijau dari gelang dan liontin itu saling melekat erat. Seolah hendak menyatu..! Blaphss..! Mewujud seketika sosok Naga Hijau berkepala wanita yang sungguh cantik. Sebuah mahkota kencana berada di atas kepala wanita itu, dengan sosoknya yang diselimut cahaya hijau cemerlang. "Hahh..!!" kini bukan hanya Lidya dan Devi yang berseru kaget, bahkan Bimo pun ikut terkejut melihat kemunculan penghuni batu Mustika Naga Hijau itu. Hawa sejuk bukan main menebar di seantero ruangan itu, suasana ruangan itu pun bagaikan diselimuti aura magis seketika. Lengang dan sunyi, bagaikan hampa udara..! "Ehh..! A-apa itu..?! T-tolongg..!" Sontak Bi Inah berseru kaget bukan main, saat dia masuk ke ruang tengah dan langsung menyaksikan pemandangan ngeri dan hawa sejuk yang menebar.Prangkh..! Brugh! Nampan berisi sajian camilan dan minuman yang dibawa Bi Inah pun langsung lepas, dan jatuh berantakkan di lantai

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 250.

    "Aihh..! Ehh..!" Bimo dan Lidya yang tengah berada di ruang tengah kediaman mereka, keduanya sama tersentak pendek. Otomatis mereka pun saling tatap dengan wajah heran dan aneh. Ya, keduanya merasakan hembusan angin sejuk, yang tiba-tiba saja menerpa sekujur tubuh mereka. Dan itu dirasakan mereka, tepat saat datangnya seseorang ke rumah mereka, Devi..! Datang Bi Inah dari arah depan menghampiri kedua majikkannya itu. "Mas Bimo, Bu Lidya. Ada Mbak Devi di teras menunggu," ujar Bi Inah mengabarkan. "Baik Bi. Hayuk Mas, kita temui Devi di depan," ucap Lidya, seraya langsung mengamit lengan Bimo untuk menemui Devi. Srrssh..! 'Degh!' Bimo dan Lidya kembali merasakan sensasi hembusan energi sejuk yang semakin kuat, seiring dengan semakin dekatnya mereka menuju teras rumah. 'Kenapa hawa sejuknya persis sama, dengan saat pertama aku bertemu Lidya dulu..?' bathin Bimo bertanya-tanya. 'Sepertinya hawa sejuk ini sangat familiar dengan diriku!', bathin Lidya, seraya mengajak suaminya berjal

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 249. Serangan Fajar

    "Wah..! Tapi Bos, kenapa tidak sekalian saja kita musnahkan Ganks Shadow itu dalam satu serangan..?" tanya penasaran Maux. "Itu karena aku tak mau jatuh banyak korban di pihak kita. Dan jika Yoga hendak menuntut balas, aku sendiri yang akan menghadapinya. Karena pastinya dia juga tak bisa banyak membawa anggotanya yang sudah kita bantai. Dan keuntungan lainnya bagi kita, khususnya bagiku. Berduel dengan orang yang tengah emosi dan kalap, tentunya akan lebih mudah untuk mengatasinya..!" jelas Bimo tegas. Evan pun langsung berdiri seraya menganggukkan kepalanya, "Ahh..! Rupanya begitu maksud Mas Bimo. Aku mengerti!" seru Evan antusias. Sementara para rekan lainnya kini juga bisa menerima alasan dibalik siasat yang akan dilakukan Bimo. 'Sungguh Bos sangat memikirkan keselamatan kami! Dan kemenangan pada serangan lusa besok juga sepertinya sudah di tangan', bathin para rekan semua. Merasa tak tahan, Alimsyah pun berkata, "Terimakasih atas kepedulian Bos pada kami semua. Tapi Bos juga

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 248.

    'Hmm. Pulau Duyung..? Di mana letaknya pulau itu ya? Sudahlah, lebih baik aku kembali secepatnya saja. Lagi pula informasi yang kucari juga sudah kudapatkan'. "Hehehe! Siapa bilang aku tak akan mengajak Yoga untuk mengawalku ke Mantankali, Winda. Yoga akan ikut serta bersama kita ke sana besok lusa," ucap terkekeh Prayoga, mendengar putri kesayangannya yang merajuk itu. "Waw..! Kalau begitu lain ceritanya Ayah..! Winda pasti siap berangkat..! Hihihi..!" seru Winda heboh, seraya tertawa senang. 'Hmm. Dapat info tambahan lagi. Mantap!' bathin Bimo senang. Lalu... Splaashp..! Sukma Bimo pun langsung melesat menembus dinding ruangan itu. Berniat kembali menuju raganya di kantor pusat Pijar Taruna. *** Malam itu Devi telah membulatkan tekadnya untuk sebuah keputusan. 'Baiklah! Sepertinya pergi sejauh-jauhnya dari Kajarta ini, adalah keputusan terbaik yang harus kuambil!' bathin Devi memutuskan. 'Pasporku masih berlaku, sementara visa untuk tinggal sudah diurus oleh Yuriko. Hanya ti

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 247.

    "Nah! Sebaiknya langsung saja kita buka bahasan kita kali ini. Bagaimana Freedy, apakah pihak aparat sudah memberi keterangan soal pemeriksaan di markas Gank Shadow itu..?" "Baik Mas Bimo. Pihak penyidik kepolisian memang telah menghubungi kami sore tadi. Mereka mengatakan sementara ini belum ditemukan satu bukti pun, mengenai keberadaan Gank Shadow di area kediaman Prayoga.Mereka hanya mendapati gudang logistik perusahaan, dan ruang-ruang kosong di area kediaman Prayoga itu! Ini sungguh aneh..!" ungkap Freedy yang diakhiri dengan wajah bingungnya. "Ahh..?!!" terdengar seruan heran serentak dari semua yang ada di ruangan lobi itu. 'Bagaimana bisa secepat itu Gank Shadow menghilangkan bukti bekas keberadaan mereka, di area kediaman Prayoga..?!' Ya, itulah keheranan dan kekagetan yang ada di benak semua yang hadir di lobi itu. Tentu saja terkecuali Bimo..! Karena dia sangat paham dengan kapasitas Prayoga, dan juga Yoga sebagai pimpinan Gank Shadow itu."Hmm. Sepertinya Gank Shadow

  • Hasrat sang Konsultan Idaman   Bab 246.

    "Ya Ratri..? Ada kabar baik apakah..?" "Hihihi..! Kabar biasa saja kok Bimo. Aku berencana mau ambil liburan panjang ke kota Oslo, Bimo. Kuharap kau dan keluargamu selalu baik-baik saja Bimo." "Wah! Rupanya kau merasa jenuh juga dengan rutinitas ya Ratri. Seberapa panjang liburan yang akan kauambil Ratri..?" "Entahlah Bimo, mungkin setahun atau lebih. Sebenarnya aku hanya butuh ketenangan saja. Sengaja aku mengabarimu perihal ini, agar kau tak bingung jika kau ingin mencariku nantinya." "Wah! Panjang sekali liburanmu Ratri. Apakah cuti panjang seperti itu akan diijinkan oleh atasanmu?" Agak bingung juga Bimo mendengar masa liburan setahun yang akan diajukan Ratri itu. "Hihihi..! Jika tak diijinkan aku akan memilih resign saja Bimo. Rasanya aku memang membutuhkan masa rehat yang panjang dari kejenuhan rutinitasku ini." "Hmm... Ratri. Kalau kau sampai resign dari rumah sakit itu, nantinya aku pasti akan merekrutmu jadi Dokter khusus di perusahaanku dan juga perusahaan Lidya." "A

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status