/ Fantasi / Hati liar sang Alpha / Retakan yang membela langit

공유

Retakan yang membela langit

작가: Chatrin
last update 게시일: 2026-04-11 14:58:33

Selamat membaca.

Langit Lunaris pecah.

Ia terbelah.

Garis cahaya emas membentang dari ujung ke ujung cakrawala, seperti luka yang dibuka paksa oleh sesuatu yang tidak seharusnya turun ke dunia ini.

Semua anggota pack keluar dari tempat mereka. Menatap ke atas, Takut juga takjub. Dan sepenuhnya sadar, bencana telah datang.

Elara berdiri di tengah halaman utama, napasnya masih belum stabil setelah ledakan tadi. Dan setelah apa yang baru saja Aelmon lakukan, dia mencoba menutup nama Aelmon yang t
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Hati liar sang Alpha   Istri Alpha atau Dewi Matahari

    Hujan turun sejak dini hari.Rintiknya membentur atap kayu Lunaris perlahan, menciptakan suara tenang yang biasanya menenangkan. Kabut tipis menyelimuti lembah, sementara langit retak di atas sana tampak lebih redup dibanding malam sebelumnya.Namun kamar Alpha justru terasa semakin sesak.Elara masih demam.Tubuh manusianya terasa lemah sejak semalam, meski Lyra sudah memaksanya meminum tiga jenis ramuan berbeda yang rasanya mengerikan.Kini ia duduk bersandar di ranjang besar Aelmon, dibungkus selimut tebal berwarna gelap. Rambut panjangnya sedikit berantakan, pipinya pucat karena panas tubuh yang belum turun sepenuhnya.Sedangkan Aelmon—Masih duduk terlalu dekat.Tangannya memegang jemari Elara sejak tadi pagi seolah takut gadis itu menghilang hanya karena ia lengah sesaat.“Aku benar-benar bisa bernapas sendiri.”Suara Elara masih sedikit serak karena demam.Kael tidak melepaskan tangannya.“Aku tahu.”“Lalu kenapa kau terus menatapku seperti pasien sekarat?”Tatapan emas Aelmon t

  • Hati liar sang Alpha   Ketakutan yang Yidak Bisa Dijelaskan Serigala

    Malam berubah menjadi dini hari.Kabut tipis turun menyelimuti Lunaris, membuat seluruh lembah tampak pucat di bawah cahaya bulan yang tertutup awan. Angin membawa aroma pinus basah dan sisa hujan dari utara.Udara semakin dingin. Dan tubuh manusia Elara mulai merasakannya.Saat kembali ke kamar Aelmon, langkah Elara sudah melambat. Pipi dan ujung hidungnya memerah karena udara malam, sementara jemarinya terasa dingin meski masih dibungkus mantel hitam milik Aelmon yang terlalu besar untuk tubuhnya.Di bawah mantel itu, Elara mengenakan gaun tidur sederhana berwarna putih pucat dengan lengan panjang tipis. Rambutnya yang panjang jatuh berantakan di bahu akibat angin malam.Sedangkan Aelmon masih mengenakan pakaian hitam khas Alpha Lunaris. Kemeja gelap dengan kerah sedikit terbuka di bagian leher, celana panjang hitam, serta mantel tebal berbulu abu gelap yang kini dipakai Elara.Dan untuk pertama kalinya, Aelmon terlihat benar-benar tenang hanya karena melihat Elara berjalan di sampi

  • Hati liar sang Alpha   Rumah yang Dipilih Hati

    Cahaya Helior perlahan menghilang bersama angin malam. Meninggalkan keheningan yang terasa aneh di antara pepohonan Lunaris.Elara masih berdiri diam. Jantungnya belum tenang, Karena kata-kata terakhir Helior terlalu manusiawi untuk seorang dewa.Aku hanya ingin menjadi rumahmu lebih dulu...Aelmon memperhatikan wajah Elara beberapa detik.Lalu tanpa banyak bicara ia melepas mantelnya dan menyampirkannya di bahu Elara pelan.Gerakan sederhana, namun cukup membuat Elara kembali sadar pada keberadaannya. Berbeda dari cahaya Helior yang terasa terlalu jauh untuk disentuh.“Kau memikirkannya.” Suara Aelmon rendah, Jelas sekali ia tidak menyukai fakta bahwa Helior berhasil meninggalkan sesuatu di pikiran Elara.Elara menunduk sedikit. “Aku cuma…” Ia kesulitan mencari kata yang tepat. Karena apa yang ia rasakan sekarang terlalu rumit.Aelmon menghela napas pelan. Lalu mendekat, “Tanya saja.”Elara mengangkat kepala perlahan, dan setelah beberapa detik ragu, “Kalau seseorang datang lebih dul

  • Hati liar sang Alpha   Yang Seharusnya Tinggal di Hatinya.

    Malam semakin larut. Namun Elara tidak bisa tidur.Kata-kata Helior terus berputar di kepalanya seperti bisikan yang tidak mau pergi.Semakin dia mencintaimu… semakin mudah dunia ini hancur.Api kecil di perapian kamar Aelon mulai mengecil, meninggalkan cahaya redup keemasan yang bergerak pelan di dinding batu.Di sampingnya, Aelmon akhirnya tertidur.Meski satu tangannya masih melingkar di pinggang Elara seolah bahkan dalam tidur pun pria itu takut dirinya menghilang lagi.Elara menatap wajahnya diam-diam, tenang, lelah dan entah kenapa itu membuat dadanya semakin sesak. Karena semua orang terus mengatakan bahwa dirinya adalah awal bencana. 'Aku bencana' batin Elara, dadanya terasa nyeri.Namun saat melihat Aelmon seperti ini, Elara justru hanya melihat seseorang yang terlalu tulus mencintainya.Pelan-pelan Elara bergerak turun dari ranjang agar tidak membangunkan Aelmon, tapi baru satu langkah suara rendah pria it

  • Hati liar sang Alpha   Hal yang Tidak Bisa Dikuasai Alpha

    Lunaris menjadi sunyi.Hanya suara napas berat serigala hitam besar di tengah lembah yang masih terdengar di bawah langit retak.Semua orang diam. Karena tidak ada yang pernah melihat Kael kehilangan kendali sejauh ini sebelumnya.Dan lebih tidak masuk akal lagi, hanya Elara yang bisa menghentikannya.Elara masih berdiri di depan Aelmon, tangannya menyentuh bulu hitam tebal di wajah serigala itu pelan, meski tubuhnya sendiri masih gemetar akibat tekanan aura Alpha yang belum sepenuhnya stabil. Namun perlahan, geraman rendah Aelmon mulai mereda.Mata hijau liar itu tetap menatap Elara. “Bagus…” gumam Asterion pelan dari belakang. “Terus bicara padanya.”Elara menelan ludah kecil. Lalu mengusap bulu Aelmon perlahan. “Ael…” Suaranya lembut, penuh kehati-hatian. Seolah berbicara pada sesuatu yang terluka. “Aku baik-baik saja.”Serigala besar itu bergerak sedikit mendekat. Hidungnya menyentuh bahu Elara pelan. Dan saat itu juga, tekanan mengerikan yang memenuhi seluruh lembah mulai turun

  • Hati liar sang Alpha   Suara dari Balik Langit

    Suara retakan itu terdengar pelan. Namun cukup untuk membuat seluruh Lunaris membeku.Langit di atas mereka bergerak seperti kaca yang dipaksa pecah perlahan. Cahaya pucat di balik retakan menyebar lebih luas, memantulkan warna keemasan aneh ke seluruh lembah.Whoosh...Angin langsung berubah lebih berat, dingin dan semua serigala di wilayah Lunaris secara naluriah mengangkat kepala ke langit takut.Elara refleks menggenggam lengan Elara.Napasnya tercekat saat cahaya dari retakan itu memantul di mata hijau pria di sampingnya.“Ael…”Aelmon langsung menarik Elara mendekat ke sisinya. Tatapannya tidak pernah lepas dari langit.“Asterion!” panggil Rowan dari bawah.Dalam hitungan detik—Seluruh anggota pack mulai memenuhi area utama. Lira membawa serigala ilusi di belakangnya, mata mereka menyala seolah api biru sedang membara. Lyra masih memegang botol ramuan setengah penuh, bahkan beberapa werewolf muda terlihat pucat karena tekanan energi yang turun dari langit.Asterion muncul dari

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status