MasukOmega Nina is a 19 year old virgin whose only wish is to experience true love. Unfortunately, she became a collateral bride in order to pay off her father’s debt. Nina ended up getting kidnapped by her Pack’s greatest enemy, Alpha Aiden on her wedding day.With her pregnancy making the whole situation messed up, will she end up finding love or will it end up in hatred? Aiden Vincenzo is known as the Italian Mafia Lord and Alpha of the bloodthirsty werewolves of the Silvermoon Pack ,his world revolves around cruelty,violence and bloodshed.Nina was just a pawn in his vengeance and he never imagined his ruthless heart can fall madly in love with his captive omega. R18 Note: This novel contains explicit, strong language and abuse scenes.
Lihat lebih banyakDi puncak Gunung Taiyi, sebuah gunung suci di Benua Tengah, dunia Tian Yuan, Qin Yun, seorang kultivator ranah dewa yang perkasa, berdiri terhuyung-huyung. Wajahnya yang tadinya tampan dan penuh semangat kini pucat pasih seperti bulan terlupakan di tengah malam gelap.
Darah segar mengalir dari sudut bibirnya yang kini berwarna biru, membasahi jubah putihnya yang tadinya bersih dan suci. Di dadanya, sebuah pedang perak terlihat menembus jantungnya, memantulkan cahaya dingin yang menusuk tulang. Pedang itu terlihat seperti ular perak yang menggigit mangsanya, meninggalkan luka yang dalam dan tak terobati. "Kenapa?" tanya Qin Yun dengan suara lemah dan terengah-engah, matanya menatap nanar wanita cantik yang berdiri di hadapannya. Matanya yang tadinya berkilauan kini terlihat kusam dan sunyi, menatap Ling Xi dengan campuran keheranan dan kesakitan. Ling Xi, wanita yang pernah dicintainya, kini memegang gagang pedang perak yang menembus jantungnya, dengan tangan yang stabil dan tanpa getaran. Ekspresi wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan atau kesadaran akan kejahatan yang telah dilakukannya. Sudut bibir Ling Xi ditarik membentuk senyum dingin yang menusuk hati, matanya berkilauan dengan kekejaman yang tak tersembunyi. Dengan nada acuh tak acuh dan suara yang datar, dia berkata: "Kamu harus mati, Qin Yun. Ini adalah satu-satunya pilihan untukmu!" Setelah mengucapkan kata-kata kejam tersebut, Ling Xi menarik pedang perak dari tubuh Qin Yun dengan gerakan kasar, membuat darah segar menyemprot ke udara seperti pancuran merah yang menghujam langit. Darah itu membasahi tanah di sekitarnya, menciptakan lukisan kematian yang mengerikan di puncak gunung yang sunyi. Tubuh Qin Yun terguncang, napasnya semakin lemah, dan matanya mulai kehilangan cahaya. Sampai napas terakhirnya, Qin Yun tetap tercenung dalam kebingungan yang mendalam. Mengapa Ling Xi, cinta sejatinya, melakukan pengkhianatan yang kejam ini? Apa yang mendorongnya untuk menusuk hati yang pernah mencintainya dengan begitu tulus? Dia telah menyerahkan segalanya: hati, jiwa, dan kekuasaannya. Semua untuk Ling Xi. Namun, saat dia berdiri di ambang pintu keabadian sebagai Dewa Imortal Legendaris, Ling Xi memilih untuk menusuknya dari belakang. Air mata darah menetes dari mata Qin Yun, mencerminkan kesedihan dan kekecewaan yang tak terhingga. "Ling Xi... mengapa?" katanya dengan suara yang terengah-engah, napas terakhirnya berubah menjadi pertanyaan yang tak terjawab. .. Qin Yun terjebak dalam kegelapan abadi yang pekat dan sunyi, bagai jurang tak berdasar yang menelan cahaya dan harapan. Kesadaran akan kematiannya menyergapnya seperti badai yang menghantam jiwa. Dalam keheningan yang mencekam dan menggetarkan, dia menemukan keinginan yang membara dalam hatinya, seperti api yang menyala di tengah kegelapan, membangkitkan semangat balas dendam yang tak terpadamkan. "Jika aku diberi satu permintaan," katanya pada diri sendiri. Suaranya bergema dalam kekosongan. "Aku ingin kembali ke dunia orang hidup, bahkan jika hanya untuk sesaat!" Mata Qin Yun berkilauan dengan semangat balas dendam. "Aku ingin merenggut nyawa Ling Xi dengan tanganku sendiri, menghancurkannya menjadi ribuan keping, membuatnya merasakan sakit yang tak terhingga seperti yang aku rasakan!" Suara hatinya berteriak, meminta keadilan dan balas dendam. Pada saat itu, tiba-tiba, Qin Yun merasakan tubuhnya ditarik oleh energi misterius yang kuat dan tak terbayangkan. Energi itu memancar seperti ombak besar, menggetarkan seluruh wujudnya. Ruang gelap yang mengurungnya tiba-tiba terbelah, seperti tirai yang robek, dan cahaya putih terang menyinari sekitarnya. Cahaya itu begitu intens, membuat mata Qin Yun terasa terbakar. Dengan tubuh yang terangkat dari tanah, Qin Yun merasakan dirinya ditarik masuk ke dalam cahaya tersebut. Kesadarannya mulai memudar, dan dia merasakan dirinya terlempar ke dalam kekosongan yang tak terhingga. Semua yang terlihat hanya cahaya putih yang menyilaukan, dan kemudian... kegelapan. Qin Yun kehilangan kesadaran, meninggalkan kebingungan dan pertanyaan besar tentang nasibnya. .. Dua abad kemudian. Di sebuah kota terpencil yang tersembunyi di balik pegunungan hijau, Wilayah Kekaisaran Tang. Seorang pemuda tampan berwajah pucat tersentak bangun dari tidurnya. Dia duduk di atas kasur sederhana, menatap sekeliling dengan ekspresi heran dan bingung. Mata pemuda itu terbuka lebar, mencari jawaban atas kebingungan yang memenuhi pikirannya. "Apa yang terjadi? Dimana aku? Bagaimana aku sampai di sini?" katanya dengan suara pelan dan penuh keheranan. Wajahnya yang pucat dan kulitnya yang pucat membuatnya terlihat seperti orang yang baru saja bangun dari tidur panjang. Rambutnya yang hitam dan panjang tergerai di bahu, menambahkan kesan misterius pada penampilannya. Pemuda itu menoleh ke sekeliling kamar, mencari petunjuk tentang identitas dan masa lalunya. Kamar itu sederhana, dengan dinding yang putih dan lantai yang terbuat dari kayu. Satu-satunya benda yang menarik perhatian adalah jendela kecil yang menghadap ke luar, membiaskan cahaya matahari pagi. Bersambung.... Jika kalian suka dengan cerita ini, tolong tinggalkan komentar dan ulasan kalian untuk membantu penulis. Terimakasih.Dear Teddybear, I hope this letter finds you out wit good health, happiness and lots of love from your family and loved ones ? Words can’t explain how excited I am that we have come to the end of Nina and Aiden’s journey! Thank you for your comments , your votes and patience. Can you please leave a review , I will really love to hear your thoughts about the book.I will also like to apologize for the grammatical errors , English is not my first language or native tongue but I will try my best in my next books. Watch out for my next book which is a sequel of this but can also be read as stand alone. It’s going to be about the journey of Alexander and Annabelle, it will also be about thier adventure and romantic life life as powerful Lycans.Title: A VIRGIN FOR THE LYCAN KING Quick Question: 1)What will you like Alexander’s nick name to be ALEX OR XANDER ? 2) Can you guess Annabelle’s nickname between ANNE & BELLE ? Please feel free to spam my author page with your honest comments
Epilogue 5 Years Later“Mummy , Mummy , Mummy!”“Hey my darling big boy! How was your day out with daddy ?!Hope it was fun ?” Nina said to the hyper active Alexander who jumped down from his father’s jeep immediately they parked next to the car Nina and Annabelle just came down from. Alexander and Annabelle were already in kindergarten and they are on summer break. Alexander loves to go hunt and have adventurous days out with his father while Annabelle like her grandfather and mother have compassion for sick people and she always tags along and follows Nina to work where she works as a nurse. “Yes mummy, it was so fun! Daddy taught me how to hunt and I caught a rabbit myself , without anybody’s help. Daddy says that I am super fast and strong which is a good thing “ said the proud Alexander who was already growing really tall and enjoyed having fun with his father. Alexander stretched his two hands , the poor hopeless bunny was wounded and whimpering for dear life. “Hey Alexander!
Chapter One Hundred And Twenty Nina’s POV ***Wise men sayOnly fools rush inBut I can't help falling in love with youShall I stay?Would it be a sinIf I can't help falling in love with you?Like a river flowsSurely to the seaDarling, so it goesSome things are meant to beTake my handTake my whole life, tooFor I can't help falling in love with youLike a river flowsSurely to the seaDarling, so it goesSome things are meant to beTake my handTake my whole life, tooFor I can't help falling in love with youFor I can't help falling in love with you**** The live band singing this beautiful song by Elvis Presley was the first thing that changed my mind. “You are beautiful honey, your soulmates await you” mother said softly to my ears before she left me alone , standing in the middle of Sunny's beach that looks like heaven. I could see everything clearly through my veil and the view was so beautiful , everyone stood up from their chairs when the life band started singing. Th
Chapter One Hundred And NineteenNina’s POV “For goodness sake Babe, you and I have had sex countless times and it doesn’t even matter ?!” I shouted at Aiden getting all frustrated but he only stood there looking handsome and sexy while doing nothing about it. “Fine!” I said taking off the little pink summer dress I was wearing, leaving only my mismatched white cotton pants and maroon coloured bra which was packed and made my boobs look bigger , that should do the trick and of course, it did. Aiden kept staring at me with so much lust and intensity in her eyes , he kept flexing his knuckles while I kept pushing my chest and moving close to him till my boobs were rubbing on his chest.“Mmmm….Red, mmm don’t. I don’t want you to be too sore before during your big day” he moaned into my boobs, his eyes had gotten darker and I could feel his king sick poking into my stomach already. “I don’t mind , it’s our big day baby” I said the baby so sweetly that he sighed loudly before his lips
Chapter Fourteen Nina’s POV “Arghhh!” I shouted when the sunlight coming in through the window made me open my eyes and I saw Hazel's eyes instead of dark brooding ones staring back at me. “What is a Luna Queen shouting as if she is scared ? You’re like the second most feared person on this giantit
Chapter One Hundred And Thirteen Nina’s POV It’s been crazy since we came to Italy and as scary as everything seems to be , I have never felt this alive in my entire life. The highlight of me coming to Italy was when Aiden marked me in the presence of all the Silvermoon Park members.I still haven’t
Chapter One Hundred And SeventeenNina’s POV “We will need a lot of hot and sexy looking men for the bridal shower!” Said Hazel sounding really excited “Uhmm, I don’t think having male stripped will be a good idea “ I whispered biting my lips, I don’t want to make Hazel feel bad about her plans but t
Chapter One Hundred And Eight Alpha Aiden’s POV The proposal didn’t go as perfectly as I planned in my head but it was still magical till I asked Dr Ambrose to give me the permission to take Nina and the Kids to Italy with me. For your information, I didn't believe in words like love, magical , prop






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak