MasukOmega Nina is a 19 year old virgin whose only wish is to experience true love. Unfortunately, she became a collateral bride in order to pay off her father’s debt. Nina ended up getting kidnapped by her Pack’s greatest enemy, Alpha Aiden on her wedding day.With her pregnancy making the whole situation messed up, will she end up finding love or will it end up in hatred? Aiden Vincenzo is known as the Italian Mafia Lord and Alpha of the bloodthirsty werewolves of the Silvermoon Pack ,his world revolves around cruelty,violence and bloodshed.Nina was just a pawn in his vengeance and he never imagined his ruthless heart can fall madly in love with his captive omega. R18 Note: This novel contains explicit, strong language and abuse scenes.
Lihat lebih banyak“Maafkan aku, Nadia. Aku nggak bisa.” Jus jeruk yang di hadapanku segera kusesap untuk membasahi tenggorokan yang mulai mengering karena mendengar permintaan Nadia, teman SMA-ku.
Ini adalah pertemuan keduaku dengannya, setelah kami bertemu secara tak sengaja dalam suatu acara kantor.
Meski aku dan Nadia teman SMA, dahulu kami tak cukup dekat, namun, sebatas kenal satu sama lain. Aku kenal dia, dan dia pun mengenalku.
Tak kuduga, pertemuan kali ini, dia intens untuk membicarakan teman SMA sekaligus seseorang yang penah singgah namun juga melukaiku. “Ratih, Rizal sudah berubah. Dia minta maaf padamu,” ucap Nadia di sela keraguanku.
Bulan lalu, alumni SMA ku mengadakan reuni. Tentu saja, aku tak berminat untuk datang. Dan gara-gara reuni itu pula, kini Nadia datang dengan misinya.
Bukan tanpa alasan. Usiaku sudah nyaris kepala tiga dan statusku masih sendiri. Ini bukan karena pilihanku, tapi karena takdir memang mengharuskan aku bersabar.
Usia yang kian merangkak, dan tak kunjung datangnya jodoh, membuatku menarik diri dari pergaulan. Meski aku bergabung di grup WA sekolah, aku malas menanggapi percakapan di sana. Bahkan, notifikasi hingga ratusan aku biarkan saja, tanpa berniat membukanya.
Aku selalu dihinggapi ketakutan kalau-kalau dalam grup itu membicarakan tentang statusku. Meski aku tahu, itu bentuk perhatian mereka padaku. Namun, tentu saja, perasaan tak nyaman, membuatku memilih lebih baik untuk tidak berinteraksi. Aku memilih fokus pada karirku, meski semuanya hanya berjalan biasa saja.
Dan kedatangan Nadia dengan niat serius ingin menjodohkanku dengan Rizal, teman SMA kami, seolah membuka luka lama yang sudah kukubur dalam-dalam.
Memoriku kembali ke jaman putih abu-abu.
“Kamu tahu, kenapa Dewi menolakku?” Rizal berdiri di depanku dengan berkacak pinggang.
Suasana sekolah berangsur sepi. Hanya beberapa anak masih main basket di lapangan depan. Dan beberapa pengurus koperasi dan pengurus OSIS yang mungkin masih ada kegiatan.
Aku tak berani menatap pria yang kini menghalangi jalanku. Jantungku berdegup kencang. Ada rasa gugup menyelimuti, membuatku hanya dapat tertunduk. Selama ini, aku tidak pernah terlibat pembicaraan dengan Rizal. Bahkan, membayangkan berbicara dengannya saja, aku tak sanggup.
“Kalau diajak ngomong, lihat aku dong!” gertaknya.
Perlahan aku mendongak. Wajah Rizal memerah. Sepertinya dia menahan geram, membuat nyaliku semakin menciut. Aku hanya mampu menggeleng.
“Aku tahu kamu menyukaiku!” Ucapannya terdengar sinis. Saat aku menatapnya, terlihat sekali senyum miring di bibirnya, membuat hatiku semakin teriris.
“Kalau sampai alasan Dewi nolak aku, karena kamu, kamu akan tahu sendiri akibatnya!” ancamnya sambil menudingkan telunjuk tepat di depan wajahku, hingga membuat aku tersentak kaget.
Rizal membalikkan tubuhnya dengan cepat, dan berjalan meninggalkanku. Dari langkahnya, terlihat sekali dia sangat marah.
Kakiku seolah tak bertenaga. Aku kira, dia mendatangiku untuk menitip salam pada Dewi karena aku sahabatnya. Rupanya, justru dia mengataiku. Apa Dewi memberitahukan perasaanku padanya? Atau, selama ini tingkah lakuku terbaca olehnya?
Aku menarik nafas dalam-dalam.
Apa salahku? Apa aku salah menyukainya? Bukankah cinta tak pernah salah? Andai bisa, mungkin aku juga tak ingin jatuh cinta padanya. Banyak lelaki yang lebih baik dari dia. Kenapa aku harus jatuh cinta padanya?
Sejak tragedy itu, tatapan permusuhan kerap aku terima dari sosok bernama Rizal. Tak sedikit pun senyum bersahabat aku terima. Ini sangat berbeda saat sebelum perasaannya ditolak oleh Dewi.
Dulu, sering dia menyapa. Dan itu juga yang membuatku semakin jatuh hati padanya. Rupanya, aku salah duga. Sapaan itu bukan untukku. Tapi, untuk sahabatku.
Hingga lima tahun berselang, aku bertemu lagi dengan Rizal. Tepatnya saat pernikahan Dewi.
Jantungku berdebar tak karuan, saat menyadari siapa yang sedang menarik kursi dan duduk di sebelahku. Pria yang sama, dengan lima tahun lalu, namun dengan penampilan yang 180 derajat jauh berbeda. Parasnya tak lagi dekil dan kerempeng. Tapi, menjadi pria yang menawan, dengan kulit bersih dan terawat. Inikah yang dimaksud Dewi tadi?
Pria itu segera menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan tangan bersedekap.
“Pasti kamu bahagia, temanmu itu sudah menikah.” Aku menatapnya, teringat ucapannya kala SMA. Kalau diajak bicara, harus melihat pada lawan bicara. Bibirnya terlihat miring, seolah sedang mengejek.
“Dia tak pernah menerimaku, karena kamu!” Punggungnya yang tadi menyandar kini sudah tegak. “Kamu hanyalah duri bagi sahabatmu sendiri. Kamu senang kalau Dewi menjauhiku. Padahal, kamu tak tahu, kalau sesungguhnya Dewi menjauhiku karena nggak enak sama kamu. Dia menolakku, karena kamu!” Telunjuknya masih mengarah padaku, persis lima tahun yang lalu.
“Nggak akan ada laki-laki yang bakal mau sama perempuan yang menjadi penghalang jodoh sahabatnya seperti kamu!” Volume ucapannya tidak terlalu keras, namun cukup jelas terdengar di telingaku.
Tubuhku seakan limbung mendengar ucapannya, andai aku tak duduk di kursi.
Rizal sudah berlalu, tapi, sakit dadaku karena ucapannya masih terasa, bahkan hingga kini.
Aku yang berusaha keras melupakannya, mengapa dia masih saja menyimpan dendam padaku? Mana mungkin aku masih mengharapkannya, meski penampilannya sudah jauh berbeda. Jumawa sekali dia.
Harga diriku seolah dihinakan oleh pria bernama Rizal.
Berkali aku mencoba melupakan, namun sungguh sulit. Berkali aku mencoba memaafkan, meski dia tak pernah minta maaf atas ucapannya itu. Namun, tajamnya sembilu, masih saja terasa menggores dalam dadaku.
Apa karena itu pula, diusiaku kini yang menjelang kepala tiga, masih belum bertemu jodoh. Apa karena aku masih dendam padanya?
“Sudah dua tahun dia menduda, Tih.” Ucapan Nadia mengembalikan kesadaranku dari puing-puing masa lalu. “Anaknya butuh sosok seorang ibu,” lanjut Nadia.
Aku menarik nafas dalam-dalam. Nadia mungkin tak terlalu tahu tentang luka yang pernah Rizal torehkan padaku. Kecuali kalau Dewi atau Rizal sendiri yang bercerita padanya.
“Oh … jadi, dia mau menikah lagi untuk dijadikan baby sitter?” sahutku sinis. Aku seolah berubah menjadi bukan diriku, saat membicarakan Rizal. Pria yang pernah membuat hatiku menjadi berkeping-keping.
Sejenak Nadia tersentak. Aku yakin ia tak menyangka aku bisa berkata seperti itu.
“Bukan begitu, Tih. Dia tahu kamu belum menikah. Dia butuh pendamping yang setia, seperti kamu,” ujar Nadia.
“Nad, aku bukan setia. Tapi aku tak laku!” ujarku sarkas.
Kata-kata Rizal masih terngiang ditelingaku, saat dia menyumpahiku saat hari pernikahan Dewi saat itu. Bagaimana mungkin dia menyebutku setia? Jangan-jangan ada udang dibalik keinginannya menikah denganku. Bagaimana kalau ini semacam balas dendam yang belum usai? Dendam karena dia tak dapat menikah dengan Dewi?
Dear Teddybear, I hope this letter finds you out wit good health, happiness and lots of love from your family and loved ones ? Words can’t explain how excited I am that we have come to the end of Nina and Aiden’s journey! Thank you for your comments , your votes and patience. Can you please leave a review , I will really love to hear your thoughts about the book.I will also like to apologize for the grammatical errors , English is not my first language or native tongue but I will try my best in my next books. Watch out for my next book which is a sequel of this but can also be read as stand alone. It’s going to be about the journey of Alexander and Annabelle, it will also be about thier adventure and romantic life life as powerful Lycans.Title: A VIRGIN FOR THE LYCAN KING Quick Question: 1)What will you like Alexander’s nick name to be ALEX OR XANDER ? 2) Can you guess Annabelle’s nickname between ANNE & BELLE ? Please feel free to spam my author page with your honest comments
Epilogue 5 Years Later“Mummy , Mummy , Mummy!”“Hey my darling big boy! How was your day out with daddy ?!Hope it was fun ?” Nina said to the hyper active Alexander who jumped down from his father’s jeep immediately they parked next to the car Nina and Annabelle just came down from. Alexander and Annabelle were already in kindergarten and they are on summer break. Alexander loves to go hunt and have adventurous days out with his father while Annabelle like her grandfather and mother have compassion for sick people and she always tags along and follows Nina to work where she works as a nurse. “Yes mummy, it was so fun! Daddy taught me how to hunt and I caught a rabbit myself , without anybody’s help. Daddy says that I am super fast and strong which is a good thing “ said the proud Alexander who was already growing really tall and enjoyed having fun with his father. Alexander stretched his two hands , the poor hopeless bunny was wounded and whimpering for dear life. “Hey Alexander!
Chapter One Hundred And Twenty Nina’s POV ***Wise men sayOnly fools rush inBut I can't help falling in love with youShall I stay?Would it be a sinIf I can't help falling in love with you?Like a river flowsSurely to the seaDarling, so it goesSome things are meant to beTake my handTake my whole life, tooFor I can't help falling in love with youLike a river flowsSurely to the seaDarling, so it goesSome things are meant to beTake my handTake my whole life, tooFor I can't help falling in love with youFor I can't help falling in love with you**** The live band singing this beautiful song by Elvis Presley was the first thing that changed my mind. “You are beautiful honey, your soulmates await you” mother said softly to my ears before she left me alone , standing in the middle of Sunny's beach that looks like heaven. I could see everything clearly through my veil and the view was so beautiful , everyone stood up from their chairs when the life band started singing. Th
Chapter One Hundred And NineteenNina’s POV “For goodness sake Babe, you and I have had sex countless times and it doesn’t even matter ?!” I shouted at Aiden getting all frustrated but he only stood there looking handsome and sexy while doing nothing about it. “Fine!” I said taking off the little pink summer dress I was wearing, leaving only my mismatched white cotton pants and maroon coloured bra which was packed and made my boobs look bigger , that should do the trick and of course, it did. Aiden kept staring at me with so much lust and intensity in her eyes , he kept flexing his knuckles while I kept pushing my chest and moving close to him till my boobs were rubbing on his chest.“Mmmm….Red, mmm don’t. I don’t want you to be too sore before during your big day” he moaned into my boobs, his eyes had gotten darker and I could feel his king sick poking into my stomach already. “I don’t mind , it’s our big day baby” I said the baby so sweetly that he sighed loudly before his lips
Chapter One Hundred And Four Alpha Aiden’s POV Nina was practically shaking with arousal as I led her to our bedroom immediately we came back from the beach. She was a beautiful and passion filled, free and untamed and glowing with happiness. She was everything she was meant to be.When we arrived in
Chapter One Hundred And Eighteen Nina’s POV Don’t be silly, of course I wouldn’t dare chose a black wedding dress even though I know that Aiden would have loved it regardless , I want to do things the tradition way besides I have done a lot of things differently such as getting married to the same p
Chapter Fourteen Nina’s POV “Arghhh!” I shouted when the sunlight coming in through the window made me open my eyes and I saw Hazel's eyes instead of dark brooding ones staring back at me. “What is a Luna Queen shouting as if she is scared ? You’re like the second most feared person on this giantit
Chapter One Hundred And Fifteen Nina’s POV “What the freak did you do that for ?!” Shouted Hazel as we both looked at the person that entered the room. The person looks like Eros , the same hairstyle , the same height and body frame even their high cheekbones and the person also has a prim poise phy






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak