Share

Bab 2

Author: Pelan-pelan Saja
Tanpa memberi kesempatan bagi Delia untuk mempersiapkan diri, aku langsung menyentak pergelangan tangannya dan menyudutkannya ke dinding luar dengan kasar.

“Dasar genit… kamu sengaja keluar kamar untuk menggoda ayah mertuamu? Hm?”

Delia mengerang pelan, tubuhnya menggeliat beberapa kali, hingga akhirnya lemas tak berdaya dalam pelukanku.

Suara desahan halusnya yang terputus-putus terdengar begitu merdu, membuat seluruh tubuhku terasa lemas.

Tanpa memedulikan apapun lagi, aku langsung mencengkeram dagunya, memaksa wajahnya mendongak dan mengecup bibir manisnya.

Lidahku yang kuat bergerak liar dan kasar di setiap sudut rongga mulutnya yang hangat dan basah, mengulum lidah mungilnya dengan dominan.

Mungkin karena merasa agak sakit, tinju kecilnya terus-menerus memukul dadaku.

“Hmm….”

Dari sudut bibirnya terus keluar desahan pelan yang begitu menggoda, terdengar bersahut-sahutan.

Aku tak memedulikan penolakannya sama sekali. Aku mengunci bagian belakang kepalanya, memperdalam ciuman panas ini.

Air liur yang manis terus mengalir ke dalam mulutku dan langsung kutelan bulat-bulat.

Setelah dia merasa lemas dan hampir tak sanggup berdiri tegak, barulah aku melepaskannya perlahan-lahan.

“Brengsek, kalian sekeluarga benar-benar brengsek….”

Dia malu sekaligus kesal, wajahnya memerah sambil terus mengumpat.

Aku menajamkan senyuman penuh arti, lalu menggunakan lututku untuk membuka kedua kaki jenjangnya yang saling merapat.

“Ah….”

Setelah pekikan kaget yang terdengar menggoda itu, posisiku kini benar-benar terhimpit di antara kedua kakinya.

“Masih sempat-sempatnya mengumpatku….” Aku melirik ke bawah dengan tatapan penuh maksud, lalu melanjutkan, “Lalu untuk apa kamu menjepitnya sekencang ini?”

Delia merasa sangat malu, dia mendorong tubuhku mencoba membuatku mundur.

“Ayah, kamu itu ayah mertuaku… jangan… jangan macam-macam….”

Mulutnya bilang jangan macam-macam, tapi tangannya bahkan tak bertenaga sama sekali.

Alih-alih menolak, sikapnya malah terkesan seperti pura-pura jual mahal.

Hal itu membuat hatiku semakin tak sabar dan langsung menarik pergelangan tangannya, mengangkatnya ke atas kepala, lalu menguncinya rapat-rapat ke dinding.

Napas kami yang hangat saling berhembus dan menyatu, membuat suaraku terdengar semakin serak.

“Dasar genit, jangan pura-pura lagi… sore tadi kamu pasti sudah mendambakan kehebatanku, ‘kan? Mau nggak ayah memanjakanmu? Hm?”

Sambil mengucapkan itu, aku sengaja memajukan pinggangku dan langsung membuatnya tersentak kaget.

Seketika, dadanya yang montok langsung bergerak tak beraturan, pemandangan itu berhasil membuat air liurku hampir menetes.

“Besar sekali… boleh dicicipi…?”

Mendengar ucapanku, tubuh Delia menegang semakin erat. Dia bergantian mengumpatku sebagai binatang dan bajingan.

Namun, aku tahu kalau dia juga sudah sangat menginginkannya. Kalau tidak, dari mana datangnya sensasi basah dan lengket yang terasa di lututku ini?

Aku menundukkan kepala sambil tersenyum nakal, lalu langsung membebaskan satu tanganku.

Gaun tidurnya yang memang sudah longgar langsung ditarik turun, memperlihatkan keindahan dadanya yang bulat dan montok tanpa penghalang.

Pemandangan yang memantul indah itu benar-benar membuat mataku tak bisa beralih.

Aku menjilat sudut bibir, lalu langsung menciumnya.

“Hm… hm… ah….”

Awalnya dia masih tak nyaman, tapi begitu aku mulai memberikan kecupan-kecupan basah yang berbunyi nyaring, sikapnya langsung berubah total….

Seluruh tubuhnya melengkung ke belakang, seolah-olah sengaja menyodorkan dadanya ke wajahku.

Dia panik, napasnya bahkan sampai terputus-putus.

“Ayah… jangan, jangan di sini… Ken masih ada di dalam….”

Melalui sudut mataku, aku melirik ke dalam kamar. Bocah itu sudah kelelahan dan tertidur pulas sambil mendengkur.

Aku meremas bokongnya yang montok, lalu menggerakkan jakunku dan menjawab,

“Tenang saja… dia sudah tidur nyenyak, lagipula….”

“Bukannya di sini jauh lebih menantang? Kalau nggak, mana mungkin kamu… bisa sesensitif ini….”

Mendengar kata sensitif, tubuh Delia bergetar semakin hebat seperti orang yang menggigil kedinginan.

Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk mengelus paha mulusnya, perlahan bergerak semakin naik ke atas.

Dia menggeliat sedikit, mencoba menahan telapak tanganku yang kasar dan nakal.

“Ayah… jangan….”

Karena sudah terlanjur mencicipi kelezatannya, mana mungkin aku berhenti begitu saja?

Dengan sedikit tekanan, aku langsung menyingkirkan halangannya, meraba tempat tujuan dengan sangat lihai.

Seketika, seluruh tubuhnya seperti tersengat listrik, bergetar hebat dengan desahan yang terdengar sangat pasrah.

“Nikmatnya… ah….”

Benar-benar wanita yang haus. Ternyata, dia masih belum kenyang saat makan tadi. Tampaknya kehebatan putraku hanya modal tampang, tapi lemah di ranjang.

Sebagai ayahnya, tentu sudah menjadi kewajibanku untuk membantu memenuhi kebutuhan menantuku ini.

Napasku memburu. Kedua lenganku mengerahkan tenaga secara bersamaan hingga otot-ototku menegang. Detik berikutnya, dengan sangat mudah aku mengangkat kedua paha Delia dan menggendongnya.

Dia langsung melingkarkan kakinya erat-erat di pinggangku.

Kedua tangan halusnya bertumpu pada bahuku, sambil menatapku dengan tatapan yang sayu penuh gairah.

“Ayah… kumohon… jangan… masuk….”

Wanita memang selalu berbohong. Jadi, mana mungkin aku mendengarkannya.

Mulutku mengiyakan, tapi telapak tanganku yang kasar malah menepuk pelan bagian sensitifnya.

Mendengar suara basahnya, wajahnya langsung merona.

Tepat saat dia memejamkan mata, aku langsung menopang bokong indahnya dan menyatukan tubuh kami sepenuhnya, “Sayang, ini pasti bakal terasa jauh lebih nikmat daripada yang diberikan Ken….”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Hubungan Gelap Bersama Ayah Mertua   Bab 7

    Delia tak membalas lagi, tapi malam itu setelah Ken yang mabuk dan tertidur lelap, dia diam-diam menyelinap masuk ke kamarku lagi.Malam itu, dia menggunakan berbagai cara dengan tangannya, kakinya, mulutnya… intinya, dia benar-benar membuatku melayang.Jiwaku sudah terlanjur terseret hanyut olehnya dan pikiranku tentu saja sudah tak bisa berpikir jernih lagi.….Keesokan paginya, sosok Delia sudah tidak ada lagi di sampingku. Dia hanya meninggalkan secarik kertas berisi nomor rekening bank miliknya.Tanpa membuang waktu, aku langsung bangun dan bersiap-siap, lalu mengambil dokumen dan pergi ke bank.Saat proses transfer, petugas bank bertanya padaku, “Pak Anton, rekening tujuan transfermu adalah rekening luar negeri. Begitu uang berhasil dikirim, dana nggak akan bisa ditarik kembali. Kamu yakin ingin mengirim uang dua miliar ini?”Tanpa ragu sedikitpun, aku mengangguk dan menjawab, “Iya, aku yakin mau mengirimnya.”Delia memang tak memberitahuku ke negara mana dia akan pergi untuk mer

  • Hubungan Gelap Bersama Ayah Mertua   Bab 6

    Aku merasa agak emosional, lalu menggenggam erat tangan Delia dan berkata, “Delia, bagaimana kalau kamu cerai saja dengan Ken, lalu ikut denganku?! Lahirkan anak ini, aku pasti akan bertanggung jawab padamu.”Delia terdiam sejenak, lalu langsung menarik tangannya kembali, “Ayah, kamu sudah gila?! Kalau aku benar-benar cerai dengan Ken, lalu bersama denganmu, menurutmu bagaimana pandangan orang-orang padaku nanti? Aku pasti akan dicibir habis-habisan.”Ini tak boleh, itu juga tak bisa, aku benar-benar pusing dibuatnya.“Lalu menurutmu kita harus bagaimana?”Delia terdiam sejenak, lalu berkata, “Bagaimana kalau… aku pergi keluar negeri saja untuk sementara waktu? Aku akan beralasan ada tugas dinas dari kantor. Setelah bayinya lahir, aku baru pulang lagi? Dengan begitu, nggak akan ada satu orang pun yang tahu.”Idenya ini sangat bagus. Cara ini tak hanya bisa menyelamatkan darah dagingku sendiri, tapi juga menghindarkan kami dari gunjingan orang-orang.Hanya saja, pergi keluar negeri untu

  • Hubungan Gelap Bersama Ayah Mertua   Bab 5

    Jika tidak mulai menahan diri, urusan kami berdua bakal segera terbongkar.Malamnya begitu tiba di rumah, aku berinisiatif mengirim pesan pada Delia, [Sayang, belakangan ini kita harus lebih berhati-hati. Orang-orang di komplek sepertinya sudah mulai curiga.]Delia langsung membalas, [Ayah… ada sesuatu yang ingin kubicarakan. Bisa nggak kita pergi ke hotel saja besok?]Tadinya aku masih berpikir untuk menjaga jarak sementara waktu dan agak menahan diri sampai situasi kembali tenang.Namun, begitu dia mengajakku ke hotel, nafsuku langsung membara lagi. Mana sempat memedulikan hal lain lagi?Dengan penuh semangat, jariku mengetik di keyboard ponsel, [Iya, sampai bertemu besok.]….Keesokan harinya, aku sengaja bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke salon untuk merapikan rambutku.Begitu waktu pulang kerja Delia tiba, aku sudah memesan kamar hotel dan menunggunya di dalam.Dia menanyakan nomor kamarku dan tak lama kemudian terdengar ketukan pintu.Aku membuka pintu, lalu dengan tak sabar la

  • Hubungan Gelap Bersama Ayah Mertua   Bab 4

    “Sini, biar kupeluk… Delia….”Delia tak menolak. Aku pun langsung menariknya untuk duduk di pangkuanku.Lalu perlahan-lahan meruntuhkan benteng pertahanan di dalam hatinya.Pada akhirnya, dia tak bisa lagi menahan diri dan langsung menciumku. Kali ini, kami berdua berciuman dengan sangat mesra dan sulit dipisahkan.Dia bahkan menjadi jauh lebih agresif, langsung menarik kerah bajuku dan membimbingku ke atas sofa.Delia dengan wajahnya yang merona tampak seperti siluman penggoda, membuatku rela tenggelam dalam pesonanya.Aku menelan ludah, lalu menumpu badanku di kedua sisi, “Delia, rileks saja….”Dia menurut dan patuh padaku. Selanjutnya, semuanya pun terjadi begitu saja secara alami.Hanya saja, prosesnya… benar-benar luar biasa.Dari sofa ke meja makan, dari ruang tamu ke kamar tidur, hingga akhirnya sampai ke balkon.Delia benar-benar takluk oleh kehebatanku. Sambil bersandar di dadaku, sikapnya berubah menjadi sangat manja dan lembut.“Ayah… kamu benar-benar jantan sekali!”Aku mer

  • Hubungan Gelap Bersama Ayah Mertua   Bab 3

    Mana bisa ucapan laki-laki seperti itu dipercaya? Kalau aku hanya menggesek-gesek tanpa melakukan apa-apa, diriku masih pantas disebut pria?Namun, baru saja aku hendak menghentakkan badanku, tiba-tiba Ken yang berada di dalam kamar terbangun.“Sayang… sayang, aku haus… mau minum.”Mendengar suara Ken, tatapan Delia yang tadinya sayu langsung tersentak sadar sepenuhnya.Dia meronta-ronta meminta turun dari tubuhku. Karena tak bisa melawan dan tak ingin menimbulkan keributan yang terlalu besar, aku pun terpaksa melepaskannya.Delia merapikan pakaiannya dengan tergesa-gesa, menarik napas dalam-dalam, lalu melangkah masuk ke dalam kamar.Sialan, mangsa yang sudah di depan mulut benar-benar lepas begitu saja.Tentu saja aku tak akan menyerah begitu saja. Terlebih lagi dia itu wanita yang sangat genit, rugi sekali kalau tak ditiduri.Memikirkan itu, aku menajamkan senyuman tipis. Dalam hati aku bertekad, suatu hari nanti aku akan membuatnya begitu kesepian dan mendambakan gairah, hingga dia

  • Hubungan Gelap Bersama Ayah Mertua   Bab 2

    Tanpa memberi kesempatan bagi Delia untuk mempersiapkan diri, aku langsung menyentak pergelangan tangannya dan menyudutkannya ke dinding luar dengan kasar.“Dasar genit… kamu sengaja keluar kamar untuk menggoda ayah mertuamu? Hm?”Delia mengerang pelan, tubuhnya menggeliat beberapa kali, hingga akhirnya lemas tak berdaya dalam pelukanku.Suara desahan halusnya yang terputus-putus terdengar begitu merdu, membuat seluruh tubuhku terasa lemas.Tanpa memedulikan apapun lagi, aku langsung mencengkeram dagunya, memaksa wajahnya mendongak dan mengecup bibir manisnya.Lidahku yang kuat bergerak liar dan kasar di setiap sudut rongga mulutnya yang hangat dan basah, mengulum lidah mungilnya dengan dominan.Mungkin karena merasa agak sakit, tinju kecilnya terus-menerus memukul dadaku.“Hmm….”Dari sudut bibirnya terus keluar desahan pelan yang begitu menggoda, terdengar bersahut-sahutan.Aku tak memedulikan penolakannya sama sekali. Aku mengunci bagian belakang kepalanya, memperdalam ciuman panas

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status