Share

BAB 4

Author: Rhiana
last update publish date: 2026-07-02 00:35:56

Selama koma, Arjuno mendapatkan semua ingatan Arjuna. Dia dapat melihat jelas bagaimana Arjuna di perlakukan sangat jahat oleh satu keluarga yang memanfaatkan harta orangtua Arjuna.

“Cih, hidup lo menyedihkan amat sih, Juna!” gumam Arjuno pelan. “Eh, tapi… Nasih hidup gue gimana? Masa sih gue mati lagi beol. Kan kagak banget! Atau jangan-jangan ada hal lain yang menyebabkan gue mati yaaa? Alaaah… Bodo amat lah! Yang jelas gue bisa hidup di tubuh Arjuna aja sudah bersyukur. Untuk kematian gue, biar gue selidiki setelah gue udah keluar dari rumah sakit dan setelah tubuh ini bisa jalan!” sambungnya.

Arjuno yang berada di dalam tubuh Arjuna kembali melihat kearah pintu ruang ICU. Keluarga oomnya benar-benar sudah meninggalkannya. Dia yakin jika mereka tidak mempermasalah jika Arjuna masuk ke ruangan ini. Selama masih hidup, Arjuna pasti masih bisa dimanfaatkan.

“Gue harus cepat sembuh!” tekad Arjuno yang sekarang akan benar-benar menjadi Arjuna. Dia akan menggunakan semua kemampuan aslinya untuk membantu sang pemilik tubuh ini.

Arjuno Dergantara, selain seseorang laki-laki berusia 24 tahun yang memiliki kuasa dan kekuatan. Dia juga pandai dan pintar disegala bidang. Banyak anak muda bahkan orang dewasa yang tunduk dan percaya dengan ucapan manisnya. Bahkan dengan sangat mudah, dia mengendalikan sebuah kelompok berbahaya agar mengikuti semua keinginannya. Oleh sebab itu, dia dilirik oleh satu organisasi mafia. Organisasi itu menginginkannya menjadi ketua muda.

Oksigen yang menempel di hidungnya perlahan dilepaskannya. Dan alat-alat yang menempel ditubuhnya, satu persatu dilepaskan juga. Arjuna mencoba untuk bangkit walau rasa sakit masih dia rasakan di sekujur tubuhnya.

“Sial, kenapa tubuh ini kaku banget sih?” sungut Arjuna dengan napas tersengal-sengal.

Dia memegang kepalanya dan meraba bagian belakang. Disana terdapat benjolan yang cukup besar. Tanpa dijelaskan dia sudah tahu kalau penyebab kematian pemuda yang bernama Arjuna ini dikarenakan benturan dikepalanya.

“Pasti lo merasakan kesakitan ya Arjuna! Kasihan banget lo ya? Tapi tenang aja! Mulai sekarang gue akan menjaga tubuh lo! Bahkan gue akan buat tubuh lo menjadi kuat bahkan sangat kuaaat!”

Setelah berhasil mengatur napasnya, Arjuna kembali mencoba menggerakan tubuhnya. Dia tidak perlu khawatir ada jahitan yang terlepas, karena memang tidak ada luka yang dijahit. Tubuhnya itu hanya penuh dengan luka memar. Baik karena jatuh dari tangga, dan juga karena perbuatan keluarga oomnya.

“Kalau memang tubuh ini diserahkan sama gue, seharusnya kaki ini bisa berjalan. Mari kita coba untuk berjalan!” seru Arjuna mencoba turun dari ranjang.

Pertama kali menginjak kaki di lantai ruang ICU, Arjuna merasakan kaki tersebut terasa kaku dan kebas. Bukan Arjuno namanya jika mudah meneyerah. Dia mencoba menggerakkan kaki Arjuna.

“Berhasil! Ternyata kaki ini tidak lumpuh lagi! Senang kan lo diatas sana Arjuna? Tapi sayangnya, kaki lo belum bisa digunakan untuk lari. Gue harus melatih kaki ini!” seru Arjuno dengan perasaan senang.

Saat ingin mencoba kembali melangkah, seorang dokter laki-laki masuk hendak memeriksa keadaan Arjuna. Namun, melihat Arjuna sudah berdiri, clipboard yang tengah dia pegang jatuh begitu saja.

“A-arjuna, ka-kamu…!”

Arjuna yang terkejut langsung menoleh keasal suara. Awalnya dia merasa panik, namun setelah melihat dokter laki-laki itu, Arjuna merasa tenang.

“Hai, om! Apa kabar?” sapa Arjuna dengan senyum manisnya.

Dokter laki-laki itu mengernyitkan dahinya. Sekian lama tidak bertemu dengan Arjuna, akhirnya dia kembali melihat pemuda itu berserta senyumnya.

“Ju-juna, ka-kamu…”

“Aku sudah bisa berdiri, om. Aku sudah lumpuh lagi. Mungkin ini keajaiban karena jatuh dari tangga,” ujar Arjuna.

“Juna!!!”

Dokter laki-laki yang bernama Reyhan itu memeluk tubuh Arjuna dengan erat. Berulangkali dia mengucapkan rasa syukur. Akhirnya, anak dari sahabatnya bisa berdiri lagi. Setelah beberapa tahun selalu mengandalkan kursi roda tua.

“Juna, maafkan oom yang tidak bisa bantu dan mengobati kamu. Mereka sudah menggunakan kekuasaan papa kamu, Juna!”

“Tidak apa-apa, om. Aku paham kok!”

“Tapi kalau kamu mau, oom bisa bawa kamu kabur sekarang Juna. Oom bisa pindahkan kamu ke rumah sakit lain. Kamu mau kan? Nanti kamu bisa menjalani pengobatan lebih lagi. Bahkan kamu bisa melanjutkan sekolah kamu!”

Arjuna melepaskan pelukan dokter Reyhan. Kepalanya menggeleng, menolak tawaran dari dokter tersebut.

“Maaf, om. Sekarang aku sudah tidak mau kemana-mana. Aku mau kembali ke rumah, menjaga rumah peninggalan papa dan juga mencoba untuk merebut semuanya.”

Dokter Reyhan menarik napas panjang, “kamu sama kerasnya dengan papa kamu! Oom sangat ingin mencegah kamu, tapi sepertinya percuma. Kamu tidak akan mendengarnya! Sekarang, ayoo balik lagi ke ranjang. Oom akan periksa kamu! Jika membaik, kita pindah ke ruangan rawat biasa!”

Dokter Reyhan hanya tahu jika Arjuna seperti sahabatnya. Tanpa dia tahu sebenarnya Arjuna memiliki sifat yang sangat mirip dengan mamanya. Yang lembut dan sangat sukar untuk melawan.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Ruangan VVIP menjadi tempat Arjuna dirawat setelah keluar dari ruangan ICU. Arjuna meminta kepada dokter Reyhan dan pihak rumah sakit untuk tidak mengabari keluarga oomnya dahulu mengenai kepindahannya ke ruang rawat biasa. Selain itu juga, dia juga meminta dokter Reyhan merahasiakan jika dirinya sudah bisa berdiri dan berjalan kembali.

Permintaan itu diterima oleh dokter Reyhan. Dia juga tidak ada niatan untuk mengabari Joni. Karena Joni, sang oom Arjuna pasti akan melakukan hal yang licik lagi demi membuat Arjuna tidak berdaya.

Satu minggu dirawat, keluarga oomnya sama sekali tidak ada yang datang menjenguknya. Tetapi biaya perawatan tetap dibayarkan. Mereka masih mengira jika Arjuna masih dirawat diruang ICU. Jadi, mereka merasa tenang sambil menyiapkan  berkas-berkas untuk mengalihkan semua harta kekayaan orangtua Arjuna ke tangan om Joni.

Tetapi siang ini, mimpi-mimpi buruk akan mulai berdatangan di keluarga Om Joni. Arjuna yang sudah sepenuhnya sembuh, dan kakinya yang sudah bisa bergerak lagi, siap menghadapi dan membalas semua perbuatan keluarga oomnya. Selain itu juga, dengan kemampuan Arjuno yang sekarang menguasai tubuh Arjuna, maka sangatlah mudah untuk mengambil alih kembali perusahaan papanya.

Masih dengan menggunakan kursi Roda, Arjuna masuk ke dalam rumah peninggalan kedua orangtuanya. Dia menahan diri untuk tidak menunjukkan jika dirinya telah sembuh dan bisa berjalan kembali.

“Om, tante, aku pulang!”

Om Joni dan tante Marisa yang tengah duduk di sofa ruang tamu, langsung tersentak. Berkas-berkas yang berada di depannya, langsung dibereskan cepat.

“Ka-kamu sudah pulang, Juna? Memangnya kamu sudah sembuh? Ke-kenapa tidak ngabarin oom, biar oom jemput kamu!”

Dua sudut bibir Arjuna tertarik keatas, membentuk sebuah senyuman tipis. Kepalanya menggeleng, “aku tidak mau merepotkan oom. Sekarang, apakah aku boleh masuk ke kamar aku, om?”

“Bo-boleh.”

“Terimakasih, om!”

‘Shiit, susah banget buat gue ngomong manis di depan mereka. Andai saja Arjuna kagak minta hal yang lebih, mungkin sudah gue bunuh dua orang tidak tahu diri itu!’ batin Arjuno yang berada diri Arjuna.

“Mas, itu benaran Arjuna kan? Kok aku merasa dia berbeda. Tatapannya seperti bukan Arjuna. Aku kayak gak asing sama tatapan itu!”

“Sssst, udah ma! Saat ini kita harus baikin dia dulu! Jangan sampai dia mati, berkas-berkas belum selesai. Yang ada nanti semua kekayaan ini milik panti asuhan, bukan milik kita!” timpal om Joni. Walau dia merasa ada yang berbeda dengan keponakannya, tetapi dia tidak mau banyak bicara terlebih dahulu. Pulang dari rumah sakit sendirian pun, sudah terasa aneh baginya. Apalagi dengan sikapnya yang terkesan cuek dan tidak punya rasa takut itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 25

    Arga kembali ke kamarnya dengan hati penuh rasa heran dan bingung. Di satu sisi dia merasa pemuda yang bernama Arjuna itu sangat mirip dengan kakak angkatnya. Akan tetapi di sisi lain, dia tetap percaya kalau pemuda itu hanya sekedar pemuda yang beruntung. Hanya karena memiliki nama yang sama dengan nama kakak angkatnya, cuma beda satu huruf diakhir namanya.“Tetapi kenapa dia tahu kalau aku jadi ketua muda? Apa mungkin dia cari tahu semuanya sebelum masuk ke keluarga Dergantara?” gumam Arga.“Tidak mungkin, gue yakin dia hanya bocah sombong yang kebetulan tahu tentang bang Juno. Iya, itu kemungkinan yang masuk akal! Dan bisa juga dia salah satu bawahan bang Juno yang memang mau menjatuhkan gue!”“Oke, Arga! Lo harus tenang. Lo bisa menyingkirkan tuh bocah dengan halus. Seperti lo singkirkan Arjuno!”Laki-laki muda terus berbicara sendiri tanpa henti. Merencanakan sesuatu kemudian menggantinya, begitu terus sampai waktu memasuki dini hari.“Sial, karena terlalu semangat gue sampai lup

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 24

    Bik Siti dan para pekerja lainnya tidak ada yang keluar dari kamar mereka. Sesuai dengan titah dari Yoza dan Arman, jika mendengar suara berisik dan kehebohan, jangan ada yang keluar dari kamar. Karena lehebohan itu terjadi karena sebagai bentuk pembalasan yang Arjuna lakukan untuk melindungi mereka semua.Awalnya, keluar kecil Joni tidur dengan nyenyak dan merasa penuh kemenangan karena Arjuna memilih untuk tidak pulang. Namun kenyenyakan tidur mereka tidak berlangsung lama. Rasa gatal dan sakit mulai terasa. Membuat mereka semua harus membuka matanya.Dimas adalah orang yang pertama yang merasakan hal itu. Ketika dia terbangung, dia melihat tubuhnya penuh dengan bentol yang berwarna merah. Rasanya jangan ditanya, pasti gatal bercampur sakit. Tidak tahan dengan apa yang dia rasakan, Dimas pun berteriak kencang. Dia memanggil orangtuanya, berharap orangtuanya bisa membantunya. Tanpa dia tahu kalau orangtua serta adeknya merasakan hal yang sama.Bahkan adeknya yang belum sepenuhnya sem

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 23

    Meja makan yang jarang terisi penuh, sekarang penuh dengan berbagai macam makanan. Sudah lama tidak terjadi, dan terakhir terjadi saat keluarga Dergantara mengangakat Arga sebagai seorang anak. Dan sekarang terjadi lagi, saat pengakatan Arjuna menjadi anak angkat keluarga Dergantara.“Ma, ada apa ini? Tumben mama masak banyak!” seru Arga terkejut melihat meja makan. Saat dia keluar dan bersantai di teras, meja makan itu masih kosong. Tetapi saat dia masuk sambil mengikuti pemuda yang mengaku sebagai Arjuna itu, meja makan sudah penuh.“Ini syukuran untuk nyambut adek kamu, Ga. Sekarang Arjuna akan menjadi adek kamu.”“Arjuna…”“Iya, Arjuna. Itu dia yang ada di dekat kamu!” tunjuk mama Mayang kearah Arjuna yang berdiri tidak jauh dari Arga. “Arjuna, mama boleh minta satu permintaan tidak? Mungkin terkesan berat dan akan menyinggung kamu. Tapi, boleh gak kalau mama panggil kamu dengan nama Arjuno?”“Mama!!!” seru papa Sanusi serta Arga secara bersamaan.Bibir Arjuna alias Arjuno tersen

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 22

    Kamar yang sekarang sudah kembali ditempati oleh Arjuno, telah tidak berbentuk lagi. Semuanya menjadi berantakan. Dan itu ulah satu orang, yaitu Dimas.Disaat Arjuno keluar, Yoza dan juga Arman keluar. Pemuda itu memaksa masuk ke dalam kamar itu. Bik Siti, mang Ujang serta para pekerja lain sudah mencaoba untuk menghentikannya. Namun usaha mereka gagal. Dimas mengeluarkan ancaman, yang langsung membuat mereka semua terdiam dan hanya bisa melihat perbuatan Dimas.“Ini akibatnya sudah berani mengganggu gue! Kalau kalian masih tetap ingin aman, DIAM! Jangan banyak bacot. Paham!!!”“Pa-paham, tuan.”“Bagus! Pergi dari sini, kerjakan apa yang menjadi tugas kalian! Ingat jalan sekali-kali kalian mengadu. Ancaman gue kagak main-main!” seru Dimas sambil menunjuk kearah para perkerja di rumahnya.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Bik Siti dan pekerja lainnya berbalik badan meninggalkan Dimas yang sedang menatap puas kamar Arjuno. Jika beberapa waktu lalu, Arjuno menghancurkan barang-barangny

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 21

    Arjuno tidak bisa menolak permintaan tante Mayang, yang sekarang tidak mau lagi di panggil tante. Dia sekarang mau dipanggil dengan sebutan mama. Seperti Arjuno dahulu menuju memanggilnya.Mama Mayang mengajaknya berjalan menuju taman yang berada tidak jauh dari restoran. Mama mayang tidak peduli dengan panas matahari yang menyengat kulitnya. Dia percaya, jika di taman itu akan terasa sejuk. Dan di sana juga dia bisa menilai pemuda yang bernama Arjuna.Ketika masuk arean taman, mama Mayang melakukan sesuatu yang tidak terduga. Sehingga tubuhnya tampak oleng, dan hendak jatuh ke tanah. Namun, Arjuno menahan tubuh mama Mayang. Hingga tidak sampai jatuh menyentuh tanah.“Mama bisa hati-hati gak sih? Kalau mama terluka, siapa yang disalahkan? Pasti aku, ma? Mama tahu kan, gimana papa protektifnya sama mama. Sedangkan sama aku aja, papa gak peduli. Dia hanya berikan aku uang, uang dan uang. Sedangkan sama mama, papa selalu perhatian!” seru Arjuno tanpa sadar.“Arjuno…” lirih mama Mayang.

  • I'm Arjuno, Not Arjuna    BAB 20

    Yoza menepati janjinya kepada papanya Arjuno. Sekarang dia dan Arjuno yang berada di dalam raga Arjuno, tengah melesat menuju kantor papanya. Jantung pemuda itu berdetak cepat. Sudah sangat lama dia tidak melihat papanya secara langsung. Selama ini, dia berkomunikasi dengan papa serta mamanya melalui panggilan video. Namun, dia baru bisa melihat dan bertemu sang papa setelah dirinya meninggal atau setelah dirinya berada di tubuh orang lain.“Za, nyokap dan bokap gue sehat kan? Mereka baik-baik saja kan? Si bajingan tak tahu diri itu kagak nyakiti mereka kan? Waktu lo ke rumah gue, bajingan itu ada gak? Lo sempat masuk ke kamar gue gak? Lo sempat nanyain masalah pesan yang di kirim sama bajingan itu gak? Lo…”“Jun! Dari kemaren gue pulang, hingga sekarang. Lo udah ratusan kali nanya hal yang sama, dan gue udah jawab ratusan kali pula. Kagak usah lo tanya lagi lah! Sumpah, gue udah muak!” potong Yoza melirik kesal kearah sahabatnya.“Gue hanya mastikan doang, Za!”“Kalau hanya mastikan,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status