Mag-log inSinopsis Nama : Siti Auliya Genre : Mysteri Tasikmalaya tahun 1976. Kedamaian Dusun Keris, satu Desa di daerah pesisir Tasikmalaya, terusik dengan kejadian yang menggegerkan masyarakat. Hal yang sangat luar biasa telah terjadi. Setiap ada perkawinan pengantin pria tewas dan pengantin wanita menjadi korban perkosaan yang menjadikannya jiwanya terguncang, sehingga sulit berbicara. Awang dan Barshi adalah suami istri yang sejak kepergiannya untuk mengobati penyakit anehnya ke suatu tempat, perilakunya menjadi tak wajar. Ketika dia pulang mereka seperti tak mengenali Ibunya lagi, Mak Eroh, juga orang-orang sekitarnya. Tapi dengan luwes mereka menyiasati keanehan tersebut. Wisaka seorang pria yang akan melangsungkan perkawinan dengan Cempaka merasa sangat khawatir dengan kejadian demi kejadian yang beruntun di kampungnya tersebut. Kejadian yang sangat tidak masuk akal. Berniat mau menuntaskan masalah, dia menunda pernikahannya, dan memutuskan untuk berguru kepada seorang Kyai (Kyai Abdullah) yang mempunyai beberapa orang murid, yang sering membantu warga kalau ada yang kerasukan roh jahat, dengan ilmunya tersebut. Akhirnya Wisaka dibantu dengan teman seperguruannya yang bernama Faruq, berhasil mengetahui siapa sebenarnya sosok yang bersembunyi di balik raga Awang dan Barshi. Mereka mahluk ribuan tahun yang lalu, yang meminjam raga orang lain agar tetap abadi, dengan menyedot darah dan berhubungan badan dengan manusia.
view moreAnggini tidak menyangka Eyang Gayatri sampai turun untuk membasmi para iblis ini. "Anggini, lama tidak berjumpa." Eyang Gayatri mengusap rambut gadis itu. Dia sudah menganggapnya sebagai cucu. Setelah Cempaka --muridnya menikah dengan Wisaka. Makanya Eyang Gayatri menganjurkan Cempaka untuk mengajari jurus Bunga Persik. Sementara itu, Iblis Tengkorak tengah berjuang mengenyahkan suara dari telinganya. Darah kental semakin banyak mengucur dari telinganya. Jurus Kijang Mengorek Telinga ini memang begitu dahsyat. Apalagi yang melemparkan jurus Eyang Astamaya. Iblis Tengkorak tidak bisa berkutik. Benang ajaib yang membelitnya semakin membuatnya tidak berdaya. Sejurus kemudian Eyang Gayatri menunduk malu. Sebelumnya kedua orang tua itu saling bertatapan mata. Eyang Astamaya tersenyum kepada Gayatri. Eyang Gayatri tersenyum juga dari balik cadarnya. Eyang Gayatri memberikan kantung hitam kepada Eyang Astamaya. Tempat arwah iblis yang menyamar menjadi Sumina
Jaka dan Anggara tengah terpesona, mereka melihat kehebatan makhluk yang bernama Suminar. Namun Jaka sudah mendapat peringatan dari bapaknya, itu hanyalah tipuan."Anggara, usap matamu … usap matamu!" Jaka berteriak."Baiklah, Jaka!"Mereka berkali-kali mengusap mata masing-masing, kemudian mundur karena kaget. Perempuan itu tampak sangat menyeramkan kini. Kedua matanya pecah, meleleh darah kental di mukanya."Wow!" Jaka berteriak.Anehnya, Suminar masih bisa tahu posisi Anggara dan Jaka. Dia mempersiapkan sebuah serangan."Kang, hati-hati!" Anggara berteriak memperingatkan Jaka."Siap!" Jaka mempersiapkan sebuah pukulan jarak jauh.Setelah yakin dengan perkiraannya, Suminar mendorong sebuah kekuatan dahsyat ke arah mereka berdua. Tentu saja Anggara dan Jaka secepat kilat berganti posisi. Angin yang dihasilkan dari serangan Suminar melabrak sebuah pohon.Draaak … bruuuk.Pohon bes
Suminar bergerak diam-diam. Dia mulai menjamah Anggara. Lidahnya perlahan-lahan menjulur-julur keluar masuk dengan cepat. Kepalanya berubah menjadi kecil dan gepeng. Ia menampakkan wujud aslinya, seekor ular siluman.Suminar yang masih bertubuh manusia, menyentuh tubuh lelaki itu. Anggara belum menyadari apa yang terjadi. Dia masih tertidur pulas. Suminar mendesis, air liurnya menetes dari sela-sela taringnya yang tajam."Mengapa tubuhnya berbau amis?" Hati Suminar bertanya-tanya. Dia merasa terganggu dengan bau badan Anggara. Lelaki itu tetap terlelap.Suminar mengabaikan bau badan Anggara. Dia meneruskan aksinya. Malam ini Anggara harus menjadi pengantinnya. Ritual ini harus segera dilakukan. Tidak boleh gagal lagi."Beruntung sekali, aku menemukan pemuda ini … ssst … ssst, dia cari mati dengan mengantarkan nyawanya ke sini." Wanita siluman itu sangat senang. Dia tidak berpayah-payah mencari tumbal untuk malam purnama ini. Dia mendes
Semua kaget dengan pernyataan Wisaka. Besok malam gadis itu harus menjadi umpan Sepasang Iblis dari Timur. Sebenarnya Wisaka mempunyai rencana yang begitu hebat. Wisaka sudah paham kebiasaan sepasang iblis itu."Besok malam adalah malam purnama. Kalau sepasang iblis itu benar adanya Iprit, mereka pasti akan mencari tumbal. Seorang gadis untuk ritual pengantin." kata Wisaka menjelaskan."Tidakkah itu berbahaya, wahai Wisaka?" tanya Anjani."Tentu saja kita akan mengawalnya, mengawasi diam-diam." Wisaka mengatur siasat untuk besok malam. Mereka mendengarkan baik-baik.Jaka memegang tangan Dialin yang terasa dingin, mencoba menyalurkan kehangatan. Dialin memandang Jaka, kemudian menunduk. Hatinya merasa bahagia bertemu dengan Jaka. Pengganti kekasihnya yang tewas di tangan sepasang iblis. Dialin seperti mendapatkan kembali roh jiwanya. Sejak kematian kekasihnya, jiwanya juga terasa ikut mati.Dialin seperti mendapat kekuatan kembali. Dendam mengalir d
"Entahlah, dia bilang seperti itu," kata Iblis Tengkorak. "Keparat itu selalu menganggu kesenanganku!" teriaknya lagi geram."Wisaka memang tidak bisa dibiarkan," ujar Iblis yang berwujud Cempaka itu."Ya, dia terlalu ikut campur urusan kita, berpikirlah untuk menumpasnya!" perintah I
Sekar Ayu tetap tidak bergerak. Wisaka mengambil sebutir pil kecil berwarna hitam dari ikat pinggangnya, kemudian memasukkannya ke dalam mulut Sekar. Perlu sedikit usaha agar pil itu bisa tertelan oleh gadis itu. Wisaka juga menyalurkan tenaga murni lewat kaki Sekar."Uhukkk uhuk." Sekar Ay
Eyang Gayatri menceritakan kisah pilunya dulu bersama Eyang Astamaya yang tidak mencintainya. Tentu saja sakit kalau cinta tidak terbalas. Cempaka turut prihatin dengan kejadian itu, tetapi ia bisa apa?Wisaka bingung harus berbuat apa? Ia hanya berdiri saja memandangi kedua wanita di depan
"Wahai, kau rupanya," kata Anjani alias Wanita Bercadar Kuning. "Ya, aku menyelamatmu karena suatu urusan, di mana Mayang?" Wisaka langsung menodong perempuan itu dengan pertanyaan. "Aku ... aku--" "Jawab!" bentak Wisaka memotong perkataan Anjani. "Wahai, dia ada bersa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Mga Ratings
RebyuMore