共有

Bab. 129-part 2

作者: Rizkymutha14
last update 公開日: 2025-07-06 11:00:06

Langit sore menggantung kelabu di atas paviliun utama kediaman Jenderal Tian. Angin membawa aroma bunga plum yang gugur, namun suasana di dalam ruangan jauh dari damai. Suara lantang Tian Ming memecah keheningan, tapi justru dibalas dengan ketenangan yang menusuk.

“Tian Ming, kenapa kau berteriak padaku?” Xiu Jie menatapnya dengan mata tenang, seolah badai di wajah suaminya tak lebih dari angin lalu.

“Bukankah seharusnya kau senang jika aku merestui pernikahan kalian? Dan jangan lupa untuk me
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Bunda Kiantami
ditunggu lama bener updatenya...
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 177 part2

    Selama bertahun-tahun terakhir, Xiu Jie jarang pulang ke kediaman keluarga Xiu setelah menikah dengan Tian Ming. Akibatnya, perhatian Perdana Menteri Xiu sebagian besar tertuju kepada Xiu Lian. Semua orang di kediaman bahkan hampir menganggap Xiu Lian sebagai satu-satunya nona keluarga Xiu yang tinggal di rumah. Jika Xiu Jie kembali... Maka semuanya akan berubah. Dan perubahan itu bukan sesuatu yang mereka sukai. "Nona, pelankan suaramu." Nyonya Kedua Xiu menarik putrinya menjauh dari jendela. Baru setelah mereka berjalan cukup jauh, wanita itu kembali berbicara. "Kau terlalu panik." "Bagaimana aku tidak panik?" Xiu Lian menghentakkan kaki kecilnya. "Wanita itu adalah putri sah Ayah." Semakin dipikirkan, semakin tidak nyaman perasaannya. Dari kecil hingga sekarang, satu-satunya orang yang selalu membuatnya merasa kalah adalah Xiu Jie. Xiu Jie lebih cantik darinya. Lebih berbakat darinya. Bahkan statusnya jauh lebih tinggi. Putri sah seorang perdana menteri. Sedangka

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 176 part2

    Sementara itu, di sisi lain ibu kota. Kediaman Perdana Menteri Xiu yang megah dan luas tampak sibuk seperti biasa. Para pelayan berlalu-lalang membawa dokumen, sementara para pejabat bawahan keluar masuk ruang kerja sang perdana menteri untuk melaporkan berbagai urusan pemerintahan. Di ruang baca utama yang dipenuhi rak-rak kayu cendana dan gulungan dokumen berharga, Perdana Menteri Xiu tengah memeriksa laporan resmi dari beberapa wilayah kekaisaran. Pria paruh baya itu dikenal sebagai salah satu pilar utama Kekaisaran Agung. Wajahnya tampak tenang dan berwibawa. Namun ketenangan itu hanya bertahan sampai seorang pengawal kepercayaan memasuki ruangan dengan ekspresi ragu-ragu. "Yang Mulia Perdana Menteri." Perdana Menteri Xiu mengangkat kepala. "Ada apa?" Pengawal itu berlutut. "Hamba menerima kabar dari istana." "Katakan." Pengawal tersebut menelan ludah sebelum melanjutkan. "Persiapan pernikahan antara Jenderal Tian Ming dan Putri Jinghe telah memasuki tahap akhir." S

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 175

    Untuk pertama kalinya sejak pembicaraan dimulai, wajah Xiu Jie kembali bersinar. Ia mengacungkan kedua jempolnya tinggi-tinggi. "Kau benar-benar yang terbaik!" Shen Jin tertawa kecil sambil mengangkat dagunya dengan bangga. "Tentu saja." "Kalau semua ibu mertua di dunia seperti dirimu, jumlah tragedi percintaan pasti berkurang setengahnya." "Hanya setengah?" "Baiklah, mungkin tujuh puluh persen." Mendengar itu, Shen Jin tertawa semakin keras. Sementara Xiu Jie mengangguk penuh keyakinan. Setidaknya, untuk urusan membersihkan harem, Shen Jin memang pantas mendapatkan penghargaan tertinggi. "Kak Shen Jin, untuk masalah putramu..." ucap Xiu Jie tiba-tiba dengan nada lebih serius. Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya perlahan menghilang. Shen Jin yang melihat perubahan ekspresinya ikut memasang wajah tenang. "Kenapa?" Xiu Jie menundukkan suara, seolah khawatir ada orang lain yang mendengarnya. "Sebaiknya jangan beritahu Kakak Ipar terlebih dahulu." Shen Jin memahami

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    bab. 174

    Xiu Jie dan Shen Jin menghabiskan waktu cukup lama untuk berbincang. Mereka membahas banyak hal, mulai dari kehidupan mereka di dunia modern hingga perjalanan tak terduga yang membawa mereka terlempar ke dunia asing yang penuh misteri ini. Sesekali terdengar tawa ringan di antara keduanya ketika mengenang berbagai kejadian konyol di masa lalu. Namun, semakin jauh percakapan berlangsung, suasana perlahan berubah menjadi lebih serius. "Senior..." panggil Xiu Jie dengan nada ragu. Namun, sebelum ia sempat melanjutkan ucapannya, Shen Jin langsung mengangkat tangan dan memotong perkataannya. "Mulai sekarang jangan memanggilku senior lagi," ujar Shen Jin sambil tersenyum tipis. "Panggil saja aku kakak." Xiu Jie terkekeh pelan. "Baiklah. Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi." Ia menggeser posisi duduknya sedikit lebih dekat. "Oh iya, Kak Shen Jin. Aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu mengenai putramu." Alis Shen Jin langsung terangkat. "Memangnya kenapa dengan Jinyu?" Nada

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 173

    Ekspresinya terlihat santai. Terlalu santai, bahkan. Di sampingnya berdiri beberapa pelayan yang berusaha mati-matian menahan tawa. “Yang Mulia Kaisar Agung,” panggil seorang pelayan dengan hati-hati. “Ikan yang satu itu sepertinya sudah matang.” “Aku tahu!” Jawaban Bai Li Yuan terdengar kesal. “Kalau tahu kenapa masih dibakar sampai gosong?” sahut Shen Jin tanpa mengangkat kepala. Bai Li Yuan langsung membeku. Para pelayan buru-buru menundukkan kepala, takut tertawa di hadapan mantan penguasa nomor satu di dunia itu. Xiu Jie dan Kaisar Jinyulong saling berpandangan. Mereka benar-benar tidak menyangka akan disambut pemandangan seperti ini. “Ayah...” panggil Kaisar Jinyulong perlahan. Bai Li Yuan menoleh. Begitu melihat kedatangan mereka, matanya langsung berbinar seolah menemukan penyelamat. “Jinyulong! Xiu Jie! Kalian datang tepat waktu!” Namun sebelum sempat melangkah mendekat, suara Shen Jin kembali terdengar. “Berani melangkah satu langkah dari dapur itu, hukumanny

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 172

    “Tidak apa-apa.” Xiu Jie tersenyum tipis, lalu menangkupkan kedua tangan di depan dada sebagai bentuk penghormatan. “Jika Yang Mulia sudah mempertimbangkan dan menyetujui tawaranku tadi, jangan lupa untuk menghubungiku. Baiklah, kalau begitu hamba mohon undur diri.” Ia hendak berbalik pergi, tetapi sebuah suara segera menghentikan langkahnya. “Tunggu!” Xiu Jie menoleh kembali. Sorot matanya tenang, seolah sudah menduga bahwa sang kaisar masih memiliki sesuatu yang ingin disampaikan. “Ada apa, Yang Mulia?” Kaisar Jinyulong tampak ragu-ragu. Untuk sesaat, pria yang biasanya tegas dan berwibawa itu justru terlihat seperti sedang mempertimbangkan sesuatu yang sulit diucapkan. “Setelah ini, kau akan pergi ke mana?” “Aku ingin menemui kakak senior. Ada beberapa hal yang perlu kudiskusikan dengannya.” Mata Kaisar Jinyulong sedikit berbinar. “Kebetulan sekali. Aku juga berencana mengunjungi kediaman ibunda. Apa kau mau ikut bersamaku ke sana?” Xiu Jie terdiam sejenak sebelum akhir

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 123

    Di tengah malam yang dingin, udara terasa menusuk kulit, membawa aroma tanah basah yang bercampur dengan bau anyir darah yang samar. Suara langkah-langkah kaki terdengar berat, seolah-olah setiap pijakan membawa beban yang tak tertanggungkan. Dalam keheningan yang mencekam, jeritan kecil pecah, mel

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 122

    Salah seorang penjaga berbadan kekar dengan wajah tanpa ekspresi mencengkeram rambut Xiu Juan dengan kasar, menarik kepalanya ke belakang hingga ia mendongak paksa. "Diam! Jangan membuat keributan, gadis kecil. Semakin kau melawan, semakin sakit jadinya." Suara seraknya bagai gerungan binatang bua

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 120

    Remang cahaya senja menari di sela pohon hutan bambu , menerpa raut wajah cantik Shen Jin yang diliputi gurat keterkejutan. Di hadapannya, Kaisar Yuan, dengan tatapan setenang permukaan danau di malam hari, baru saja mengungkapkan sebuah kenyataan yang mengguncang batinnya."Benarkah itu, ?" bisi

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 119

    Di keheningan ruang baca Istana Bai Li Yuan, di mana aroma dupa cendana berbaur dengan wangi tinta dan gulungan kitab kuno, Jin Yu tengah bertukar pikiran dengan Shen Zhibai, He Shen. Cahaya senja yang merayap masuk melalui jendela berukir menerangi wajah-wajah mereka yang tekun. Namun, ketenangan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status