Share

Mimpi Yang Aneh.

Author: Rizkymutha14
last update publish date: 2023-12-03 09:16:23

Yueyin menghampiri Shen Jin yang masih berada di kolam pemandian dengan membawa nampan berisi pakaian ganti. Shen Jin menatap jutek Yueyin sejenak, merasa di tatap oleh Shen Jin, Yueyin langsung menundukkan kepala takut dan berjalan ke arah meja yang berada di balik sekat pembatas kolam pemandian itu. Lalu, meletakan nampan yang di bawanya di atas meja, kemudian dia mengambil jubah mandi yang tergantung di sekat pembatas itu. 

Meskipun bukan baru pertama kalinya dia mendapat tatapan tajam seperti yang Shen Jin lakukan, tapi dia merasa tatapan Shen Jin ini sangat menakutkan bahkan lebih menakutkan dari para selir-selir lainnya. 

Yueyin menghampiri Shen Jin membawa jubah mandi dengan kepalan tertunduk dan tubuhnya sedikit gemetara. Shen Jin mengernyitkan dahi melihat tingkah Yueyin yang ketakutan seperti itu. 

"Ada apa dengan mu?" tanya Shen Jin tanpa beramah tamah. Yueyin seketika mendongak dan langsung bersimpuh di hadapan Shen Jin yang belum beranjak dari dalam kolam. 

"Nyonya maafkan hamba, jika di hari pertama  hamba melakukan kesalahan. Mohon ampuni hamba," ucap Yueyin. Nada bicara Yueyin terdengar gemetar. 

Shen Jin tercengang ketika melihat gadis muda yang sudah resmi menjadi pelayan pribadinya itu  memohon padanya hingga menangis seperti itu. Padahal dia hanya bertanya.

Shen Jin yang merasa bersalah, segera bangun dan mengambil jubah baju yang ada di dekat Yueyin lalu mengenakannya. Dia ikut duduk di depan Yueyin yang masih bersimpuh sedang memohon padanya. 

"Hei, jangan seperti itu. Aku kan hanya bertanya kenapa kau mengira aku akan mengusirmu?" Dengan cepat Yueyin mendongak menatap Shen Jin memperlihatkan wajah lucu dan menggemaskan bagi Shen Jin. 

Sebenarnya, Shen Jin sendiri pun bingung. Sepertinya, semua orang yang ada di kerajaan Bai Li Yuan begitu takut dengan kaisar mereka. Ya, meskipun dia ragu sedikit tentang rumor bagaimana kejamnya seorang kaisar Bai Li Yuan terhadap orang-orang yang berani menentangnya maka nyawa yang menjadi taruhannya. Yueyin bangun dan meraih tangan Shen Jin serta menciumnya.

"Terima kasih nyonya muda, aku berjanji akan menjadi pelayan yang baik dan selalu setia pada Anda." Gadis itu benar-benar terlihat polos, terlihat dari kilat matanya. 

"Iya. Sama-sama, sudah jangan menangis lagi. Yueyin tersenyum senang karena tidak mendapat hukuman dari Shen Jin. 

Yueyin yang bersemangat langsung bangun dan membantu Shen Jin. Setelah itu mereka berdua berjalan ke arah ruangan ganti pakaian. 

Shen Jin memperhatikan pakaian yang menurutnya cukup merepotkan. Awalnya Shen Jin menolak di bantu oleh Yueyin, namun karena dia bingung cara mengenakan tersebut, mau tidak mau diapun meminta bantuan Yueyin. 

"Pakaian ini sangat merepotkan, bahkan pakaian dalam pun, hanya berbentuk persegi dengan tali di bagian leher dan punggung saja, bentuknya pun seperti afron, setelah ini aku harus membuat desain pakaianku sendiri yang jauh lebih bagus dan praktis untuk aku pakai," gumam Shen jin dalam hati. Dia memperhatikan satu persatu tiap helai pakaian yang akan dia kenakan. 

Sekitar sepuluh menit, Yueyin pun selesai membantu Shen Jin berpakaian dan tinggal merias. Mereka berjalan ke kamar.

"Nyonya, biarkan hamba membantu Anda untuk berhias. Karena, sebentar lagi Yang Mulia Kaisar akan datang kesini, jadi Anda harus bertampil cantik." Shen Jin menatap tidak suka Yueyin.

"Untuk apa aku berhias? Aku sangat lelah hari ini, sebaiknya kau pergi saja. Aku mau tidur," ucap Shen Jin dengan nada ketus dan itu membuat Yueyin kembali merasa takut. 

"B-baiklah. Kalau begitu hamba akan menyiapkan makan malam, selagi Anda istirahat. Hamba akan kembali lagi setelah makanan malam siap," ucapnya lirih. Shen Jin beranjak dari tempat meja rias dan berjalan ke arah tempat tidur. Dia langsung menghempaskan tubuhnya yang begitu terasa lelah. Dalam hitungan detik, dia langsung terlelap ke alam mimpi. 

"Keamanan pun kau pergi, aku tidak akan melepaskan dirimu meskipun kau berada di belahan dunia ini." Shen Jin melihat seorang wanita berpakaian merah, tengah berlari ketakutan. Dia pun melihat seorang pria yang mengejar gadis itu. Sungguh terkejut ketika melihat wajah pria itu, dia begitu mirip dengan seseorang.

Nafas Shen Jin tersengal-sengal, dada naik turun dan degup jantung tidak beraturan, nampak keringat halus di dahinya. Shen Jin langsung terbangun dari berbaringnya dan duduk. Sejenak dia termenung memikirkan mimpinya yang baru saja dia alami. 

"Huh. Mimpi yang aneh. Seumur hidupku, kali pertama aku bermimpi aneh seperti ini." Setelah merasa sedikit tenang, Shen Jin beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah meja yang masih terdapat hidangan pengantin. Lalu, mengambil cangkir kecil yang berisi air. Namun, saat ia hendak akan meminumnya dia mencium aroma yang tidak wajar dari air tersebut. 

"Kenapa ada aroma obat pencegah kandungan dalam air ini? Cih. Sungguh jebakan murahan. Mereka pikir aku gadis kecil yang lemah, bisa mereka tindas dengan mudah," ucap Shen Jin. Dia kembali meletakan cangkir itu. 

Baru saja Shen Jin akan bangun dari duduknya, terdengar suara pintu terbuka. Shen Jin mengurungkan niat dan kembali duduk. Ia menatap tajam dan mengernyitkan dahi ketika melihat wanita paruh baya datang membawa nampan berisi makanan. Sontak saja, pelayan wanita paruh baya itu terlibat terkejut saat mata mereka beradu. Pelayan wanita itu langsung menundukkan kepala dan memberi hormat ke Shen Jin.

"Salam Yang Mulia, Permaisuri!" Tubuhnya sedikit membungkuk. 

"Dimana Yueyin? Bukanlah ini belum waktu makan malam? Siapa yang mengijinkan mu masuk?" tanya Shen Jin memberondong. Pelayan itu menatap remeh Shen Jin dan berjalan begitu santai tanpa rasa hormat. 

"Hamba, adalah utusan dari selir Lien Hua. Untuk mengantarkan sup Tonik ini sebagai tanda hormat kepada Anda." Pelayan itu meletakan semangkuk sup Tonik di atas meja tepat di hadapan Shen Jin. 

'Sup Tonik lagi, bahkan pemilik tubuh ini mati gara-gara meminum sup Tonik tersebut' gumam Shen Jin dalam hati. Dia menatap isi mangkuk tersebut, lalu tanpa ragu dia mengambil mangkuk tersebut. Pelayan itu tersenyum sumringah dengan tatapan yang penuh kemenangan. 

Sebelum Shen Jin meminum sup Tonik tersebut, dia mencium aroma sup itu terlebih dulu. Saat ia mengenali aroma yang di kuarkan dari sup Tonik itu, Shen Jin tersenyum tipis. Pelayan yang berdiri di sampingnya, mengira Shen Jin akan meminumnya. Namun, tanpa dia duga Shen Jin berdiri dan meminumkannya pada pelayan tersebut. 

Pelayan itu meronta-ronta ketika Shen Jin memaksa meminumkan sup Tonik tersebut hingga tak tersisa. Pelayan itu terbatuk dan mencoba memuntahkan cairan tersebut. 

"Bagaimana? Apa rasanya enak?" Shen Jin meletakan mangkuk yang sudah kosong itu di atas meja. Dengan sangat santainya, dia kembali duduk dengan kaki bertumpu di salah satu kakinya. 

"A-apa yang Anda lakukan? Anda sungguh tidak menghormati pemberian dari tuan ku," ucap pelayan itu dengan nada geram.

"Kenapa kau begitu marah, aku meminumkan sup itu padamu? Apa ada sesuatu dalam minuman tersebut?" Shen Jin menatap datar pada pelayan itu. Dalam sekejap, pelayan itu langsung bungkam dan gugup. Lehernya merasa tercekat tidak bisa mengatakan sesuatu lagi. 

"Meskipun kau tidak memberikan jawabannya, aku sudah tahu apa yang ada dalam kandungan sup yang di berikan oleh tuanmu. Jika, Yang Mulia Kaisar tahu bagaimana ya reaksi dia jika ada seseorang yang ingin mencelakai permaisurinya?" Pelayan tersebut langsung bersimpuh dengan tubuh yang gemetar. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 187 part2

    "Kalau begitu, mengapa Anda begitu berani memanggil namanya secara langsung?" tanyanya dengan nada tinggi. "Apa Anda tidak takut pada hukum kerajaan?"Beberapa pejabat tua langsung menundukkan kepala.Mereka mulai merasa bahwa Wei Yinlou sedang menggali kuburnya sendiri.Namun gadis itu sama sekali tidak menyadarinya.Shen Jin justru tertawa pelan.Tawanya terdengar ringan, tetapi membuat bulu kuduk beberapa orang berdiri."Takut?"Ia mengulang kata itu seolah mendengar sesuatu yang lucu.Kemudian, di hadapan seluruh tamu yang hadir, Shen Jin memalingkan wajahnya ke arah Bai Li Yuan yang sejak tadi hanya menikmati pertunjukan tersebut."Jangankan hanya Jinyulong."Sudut bibirnya terangkat."Bahkan memanggil nama penguasa tertinggi sekalipun, aku tidak takut."Lalu, dengan santai ia berkata,"Benar, bukan, Bai Li Yuan?"Ruangan itu langsung hening.Begitu hening hingga suara napas para tamu terdengar jelas.Para bangsawan saling memandang dengan ekspresi aneh.Jika orang lain mengucapk

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 186 part2

    "Permaisuri Shen, Anda sungguh pandai berbicara."Tiba-tiba sebuah suara yang terdengar tajam dan tidak bersahabat memecah suasana hangat di tengah perjamuan.Senyum tipis di bibir Shen Jin tidak langsung memudar. Dengan tenang, ia mengangkat pandangan dan mengikuti arah datangnya suara tersebut.Di antara para tamu yang memenuhi ruang perjamuan megah itu, berdiri seorang wanita muda mengenakan gaun merah menyala yang begitu mencolok. Sulaman benang emas menghiasi setiap lekuk pakaiannya, sementara perhiasan giok yang menggantung di pinggangnya berayun perlahan setiap kali ia bergerak. Namun, kemewahan itu tidak mampu menyembunyikan tatapan penuh ketidaksukaan yang terpancar dari matanya.Wanita itu menatap Shen Jin tanpa berusaha menyembunyikan permusuhannya."Yang Mulia Selir belum memulai Perjamuan Seribu Bunga karena menunggu kedatangan Yang Mulia Permaisuri Shen," ucapnya dengan suara lembut yang sengaja dibuat sopan, meski sindiran di balik kata-katanya begitu jelas terdengar.I

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 185 part2

    Gaun merah mudanya disulam dengan benang emas yang berkilauan di bawah cahaya lentera. Sulaman burung-burung mungil yang menghiasi bagian lengan dan ujung roknya tampak hidup, menambah kesan anggun sekaligus lembut pada dirinya.Shen Jin menyipitkan mata sebelum melirik putranya."Wanita yang begitu lembut dan cantik seperti itu, apa kau benar-benar yakin ingin menolak perjodohan ini?"Nada suaranya terdengar santai, tetapi ada sedikit godaan yang terselip di dalamnya.Jinyulong langsung mengerutkan kening."Ibunda, jangan bercanda. Aku tidak mungkin menyukai wanita seperti dia," bisiknya pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.Senyuman Shen Jin semakin lebar mendengar jawaban itu.Namun, tepat pada saat itu, Lin Meiling mengangkat kepalanya.Tatapannya yang jernih tanpa sengaja bertemu dengan mata Shen Jin. Sesaat kemudian, pandangannya bergeser ke arah Bai Li Yuan dan akhirnya berhenti pada Jinyulong.Mata gadis itu seketika berbinar.Keceriaan yang semula tersembunyi langsung t

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 184 Part2

    "Jinyu, berikan obat racikan ibumu yang terbaru."Kaisar Jinyulong perlahan membalikkan telapak tangannya. Cahaya keemasan yang lembut berkilauan di udara, berputar seperti kabut tipis sebelum mengembun menjadi sebuah botol porselen putih seukuran telapak tangan. Botol itu tampak sederhana, tetapi aura spiritual yang memancar darinya membuat siapa pun mengerti bahwa isinya bukanlah obat biasa.Hanya dalam hitungan detik, botol porselen itu telah berada di genggaman Kaisar."Ini."Jinyulong menyerahkannya kepada Shen Jin tanpa banyak bicara."Ibunda, ini obatnya."Shen Jin menerima botol tersebut dengan kedua tangan. Begitu tutupnya dibuka, aroma obat yang menenangkan langsung memenuhi ruangan, mengusir samar-samar bau darah yang masih tersisa.Pandangannya kemudian beralih kepada Xiu Jie yang duduk di tepi ranjang."Xiu Jie, luka gores di tanganmu cukup dalam."Nada suaranya terdengar lembut, tetapi sorot matanya penuh perhatian. Ia meraih tangan kanan Xiu Jie dan memeriksanya dengan

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 183 part2

    Tubuhnya merinding hanya dengan mengingat kejadian itu."Aku..."Xiu Jie menggigit bibir bawahnya."Seseorang mendorongku."Tatapan Kaisar Jinyulong langsung berubah dingin.Udara di dalam ruangan seolah ikut membeku."Siapa?"Xiu Jie menggeleng perlahan."Aku tidak melihat wajahnya.""Kau tidak melihatnya?""Aku hanya merasakan seseorang berdiri di belakangku. Sebelum sempat berbalik, orang itu sudah mendorongku ke dalam danau."Wajah Kaisar Jinyulong semakin suram.Berani menyerang seseorang di dalam istana saat pesta berlangsung sama saja dengan menantang kewibawaannya secara langsung.Dan orang yang diserang itu adalah Xiu Jie.Perempuan yang kini berada di bawah perlindungannya."Yang Mulia..."Xiu Jie memanggil pelan.Kaisar Jinyulong menoleh."Ada apa?""Mohon jangan membuat keributan besar karena masalah ini."Alis pria itu langsung berkerut.Kaisar Jinyulong menatap Xiu Jie dengan sorot mata yang semakin tajam."Kau hampir kehilangan nyawamu.""Aku tahu," jawab Xiu Jie pelan.

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 182 part 2

    "Apa aku akan mati untuk yang kedua kalinya...?"Pikiran itu menjadi hal terakhir yang terlintas di benak Xiu Jie sebelum kesadarannya benar-benar tenggelam ke dalam kegelapan.Entah berapa lama waktu berlalu.Perlahan, Xiu Jie membuka matanya. Pandangannya terasa buram, seolah tertutup lapisan kabut tipis. Kelopak matanya begitu berat hingga ia harus mengedip beberapa kali untuk memaksanya tetap terbuka.Sedikit demi sedikit, bayangan samar di hadapannya mulai menjadi jelas.Hal pertama yang tertangkap oleh matanya adalah langit-langit berwarna putih bersih yang diterangi cahaya lampu terang. Aroma obat-obatan yang khas memenuhi udara, menusuk indera penciumannya dan membuat dadanya terasa sesak.Xiu Jie mengernyit pelan."Di mana aku...?" gumamnya dalam hati.Tatapannya bergerak perlahan menelusuri ruangan asing itu."Apa aku sudah berada di surga?"Namun sebelum sempat menemukan jawabannya, suara langkah kaki yang tergesa-gesa tiba-tiba terdengar dari kejauhan."Cepat panggil dokte

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 175

    Untuk pertama kalinya sejak pembicaraan dimulai, wajah Xiu Jie kembali bersinar. Ia mengacungkan kedua jempolnya tinggi-tinggi. "Kau benar-benar yang terbaik!" Shen Jin tertawa kecil sambil mengangkat dagunya dengan bangga. "Tentu saja." "Kalau semua ibu mertua di dunia seperti dirimu, jumlah

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Penutup kepala istimewa

    Pandangan Kaisar Bai Li Yuan sesekali melihat ke arah Shen Jin. Dia memperhatikan penampilan Shen Jin yang sudah sedikit berantakan. "Nona Yi Xiuying, bukankah hari ini adalah hari pernikahanmu dengan Kaisar Yuan?" ucap Kaisar Yuan, Shen Jin memang tidak tahu seperti apa wajah pasangan yang akan m

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Apa Ini Ulahmu?

    "AAAAAAA," beberapa gadis menjerit ketakutan melihat kejadian tersebut. Mereka pun berusaha lari dari aula itu. "Cepat lindungi! Lindungi sang raja dan Ratu," teriak salah satu Kasim yang berdiri mengadang dihadapan raja Ruyi dan beberapa prajurit lainnya melindungi ratu Yuhe yang berada tidak jauh

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Melintasi waktu

    Di sebuah rumah sakit terkenal di negara China dengan nama Suzhou Medical College Hospital, tepatnya di kota Suzhou. Seorang gadis yang baru saja keluar dari ruang praktek dokter. Berjalan begitu terburu-buru dengan telepon genggam yang menempel di telinganya. Sepertinya, dia sedang menerima panggi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status