Home / Fantasi / ISTRI KECIL SANG KAISAR / Kambuhnya Racun Api.

Share

Kambuhnya Racun Api.

Author: Rizkymutha14
last update publish date: 2023-10-20 15:44:26

Kaisar Bai Li Yuan beranjak  meninggalkan aula pernikahan di istana ke kisaran. Semua para selir membelalakan mata ketika melihat penutup kepala yang di pakai oleh Shen Jin lain dari pada yang lain. Sangat cantik dan elegan, bahkan dalam pernikahan mereka dulu tidak secara langsung dijemput oleh sang kaisar, tapi mereka sendiri yang harus datang ke kerajaannya. 

Selama ini, tidak ada satupun yang pernah disentuh oleh sang Kaisar. Mulai dari istri pertama sampai ke lima apalagi melakukan perbuatan istimewa tidak pernah mereka dapatkan.

Kaisar terus membopong tubuh Shen Jin sampai ke istana Kuning di ikuti oleh Yueyin dan pangeran Liu Jun di belakangnya. 

Shen Jin merasa jengah dan mulai terasa pengap karena memakai penutup kepala. Sampailah Kaisar Bai Li Yuan di depan pintu, dengan cepat para pelayan yang di khususkan bertugas di sana langsung membukanya. 

Mereka sama terkejutnya ketika Kaisar mereka membawa seorang wanita ke istana Kuning untuk pertama kalinya. 

"Yueyin!" Panggil Kaisar Bai Li Yuan dengan suara yang dingin. 

"Semuanya sudah di persiapkan. Kamar pengantin dan segala sesuatunya sudah siap semua," jawabnya. Yueyin begitu gembira saat kaisarnya memperlakukan wanitanya dengan begitu manis. Ini adalah pemandangan yang sangat langka dalam sejarah. 

Seketika, semua para pelayan di istana kuning langsung tercengang mendengar ucapan Yueyin yang entah sejak kapan dia sudah mempersiapkan itu semua. 

Ternyata, saat Kaisar masih berada di kerajaan Ruyi, pangeran Liu Jun selalu adiknya mengirim surat dengan sihirnya pada Yueyin yang berada di kerajaan Bai Li Yuan untuk mempersiapkan kamar pengantin yang terletak di istana Kuning.

Saat suasana menjadi meriah, semua para pelayan yang bertugas di istana Kuning tersebut menyambut kedatangan pengantin baru yang untuk pertama kalinya akan tinggal di istana tersebut. 

Kaisar Bai Li Yuan melangkah masuk yang masih membopong tubuh Shen Jin. Tiba-tiba terdengar suara dengusan kasar membuat kaisar Bai Li Yuan bersuara. 

"Ada apa?" tanyanya dengan nada lembut. 

“Apa aku boleh membuka penutup kepalanya, aku pengap dan dadaku mulai terasa sesak,” tanya Shen Jin dengan suara yang ketus. Namun, Kaisar Bai Li Yuan tidak langsung menjawabnya. 

Mereka pun sampai di kamar yang sangat luas, sudah di desain sebaik mungkin. Nuansa merah yang dominan menjadi ciri khas kerajaan Tiongkok kuno, di setiap sudutnya terdapat meja kecil yang di atasnya di letakan lilin-lilin yang beraroma wangi serta menenangkan. Di tengah-tengah terdapat kasur pengantin yang berukuran luas yang sudah di hias dan di atas kasurnya sudah di taburkan kelopak bunga mawar merah. Tidak jauh dari tempat tidur, di depannya terdapat meja bundar berukuran sedang yang sudah tersedia teko kecil dan dua gelas yang sudah berisi arak, camilan-camilan kecil dan juga lainnya. 

Kaisar Bai Li Yuan tersenyum puas saat melihat hasil kerja keras Yueyin. Sepertinya, dia sangat senang sekali saat menyiapkan semuanya sehingga terlihat begitu sempurna di mata Kaisar. 

disarankan, Shen Jin merasa kesal karena tidak mendapat jawaban dari pria itu. Tanpa meminta izin dari pria yang membopongnya, Shen Jin langsung menarik penutup kepala yang membuatnya terasa pengap. 

"HAH!!!." Shen Jin langsung tercengang ketika dirinya sudah berada di kamar yang menurutnya sangat megah. Hembusan lilin wangi mengisi udara, menciptakan aura magis. Dinding-dinding merah dipenuhi lukisan motif naga dan burung fenghuang yang melambangkan keberuntungan. Lantai marmer putih bersih menonjolkan keindahan dan kelemahan. Tempat tidur berbalut sutera merah, dihiasi dengan bordiran emas dan manik-manik, menjadi pusat perhatian yang megah. Cahaya samar dari lilin merah yang terdapat di setiap sudutnya, menambahkan sentuhan romantis pada ruangan, menciptakan suasana yang penuh aksi dan keharuman.

"Waw. Ini sangat keren, aku merasa seperti dalam mimpi bisa mengalami hal seperti ini," decak Shen Jin yang mengagumi indahan kamar tersebut. Tanpa dia sadari, Kaisar Bai Li Yuan sudah mendudukan dirinya di sisi tempat tidur. 

Kaisar Bai Li Yuan yang duduk di samping Shen Jin, mengernyitkan kening bingung mendengar kata Shen Jing yang terbilang aneh. 

"Apa yang baru saja kau katakan? Kenapa bahasa yang kamu gunakan terdengar  asing?" tanyanya penasaran. 

Shen Jin langsung menengokkan kepala ke arah samping, lalu menatap manik mata yang begitu indah dan estetis. Sejenak Shen Jin terkagum,detik kemudian dia pun kembali sadar. Tidak ada jawaban dari mulut Shen Jin, dia kembali mengalihkan sudut ke arah meja bundar yang tersedia makanan kecil. 

Shen Jin berusaha untuk bangkit. Namun, tiba-tiba tangan besar Kaisar Bai Li Yuan merangkul pinggang ramping Shen Jin begitu erat.

"Yang Mulia, kamu sungguh tidak sopan." Shen Jin melorot pada Kaisar Bai Li Yuan yang di balas senyuman yang menawan. 

“Istriku, sebaiknya kau duduk tenang disini.” Kaisar Bai Li Yuan mengulurkan tangan dan merapikan rambut anak lalu menyelipkannya ke telinga. 

"Siapa yang istrimu! Aku saja tidak pernah bermimpi menikah dengan seorang pria yang sudah memiliki 5 selir." Shen Jin membuang muka ke arah lain. "Entah dosa apa yang ku buat di masa lalu, sampai aku harus menjadi selir ke 6 pria kejam ini," gumamnya pelan. Tetapi sangat jelas di telinga Kaisar Bai Li Yuan.

"Cepat lepaskan aku!." Shen Jin sangat risih di peluk seperti itu dan sungguh sangat tidak nyaman. Bukannya melepaskan tapi semakin erat dia memeluk tubuh Shen Jin. Perlahan-lahan dia pun mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Shen Jin dan menghirup aroma yang begitu menenangkan. 

Gerakannya begitu halus dan lembut sehingga Shen Jin tidak merasakan gerakan tangan Kaisar Bai Li Yuan yang menyingkapkan rambut panjang Shen Jin yang menghalangi bagian sekitarnya. Kaisar Bai Li Yuan begitu menikmati aroma ceruk leher Shen Jin. 

Shen Jin merasakan ada yang aneh dengan deru nafas pria yang sedang duduk di belakangnya. Dia pun memiliki tekanan yang buruk terhadap dirinya sehingga akan terjadi sesuatu. 

“Apa yang kau lakukan,” ucap Shen Jin yang merasakan geli di bagiannya. Kaisar Bai Li Yuan tengah menghirup aroma tubuh Shen Jin yang seolah seperti makanan begitu menggugah selera. 

"Dasar pria mesum!" pedik Shen Jin yang memberontak. Kemudian, pada saat dia akan menengokkan kepalanya, Kaisar Bai Li Yuan langsung menancapkan taringnya. 

Shen Jin membelalakan mata dengan mulut menganga, ketika merasakan sesuatu yang menancap di cermin. Shen Jin mencoba teriak tapi lidahnya terasa Kelu dan suaranya tercekat. 

"Sa-sakit. Aaaaaa." Shen Jin merasakan tubuhnya mulai lemas dan tak lama kemudian, dia pun hilang akibat kesadaran darahnya yang di hisap oleh sang kaisar. 

Kaisar Bai Li Yuan tidak menyadari apa yang di perbuatnya terhadap wanita yang baru di nikahinya itu. Menit kemudian, dia pun tersadar dan terkejut ketika merasakan sesuatu yang sejak tadi bergejolak dalam tubuhnya hilang begitu saja. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, saat kesadarannya di luar kendali mendapati Shen Jin yang sudah terluka di bagiannya meniru akibat gigitan taringnya.

Kemudian, Kaisar pun langsung membaringkan tubuh kurus Shen Jin yang sudah tak sadarkan diri. Dia memeriksa detak nadi Shen Jin untuk memastikan kondisinya dan semuanya normal, sehingga membuat kaisar merasa heran. 

"Bagaimana bisa racun api itu kambuh pada waktu seperti ini?" ucapnya lirih. Dia menatap Shen Jin yang terbaring di atas tempat tidurnya dengan raut wajah yang semakin pucat.

    

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 157 part 2

    Lie Mei menggaruk kepalanya yang tidak gatal, masih berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Pandangannya kemudian beralih pada Xiu Jie, dan ia menyadari sesuatu yang aneh. Wajah majikannya itu tampak agak pucat."Nona, kenapa wajahmu pucat sekali?" tanya Lie Mei heran.Xiu Jie langsung tersentak. Kepanikan jelas tergambar di wajahnya."Aku... aku cuma kurang tidur semalam," sahut Xiu Jie cepat, suaranya agak bergetar. "Lagipula aku lupa minum sup buah longan, makanya kelihatan pucat. Sudahlah, mending sekarang kamu buatkan aku sup buah longan sama olahan hati biar wajahku segar lagi. Kalau aku pucat begini, gimana bisa aku mempertahankan posisi sebagai nyonya jenderal?"Xiu Jie terus mengoceh, sengaja tidak memberi kesempatan bagi Lie Mei untuk membalas."Baik, Nona." Baru saja Lie Mei hendak beranjak, seorang pelayan lain datang terburu-buru."Maaf, Nona. Ada utusan kekaisaran datang membawa titah kaisar. Nona diminta segera ke halaman depan. Jenderal Tian Ming sudah menunggu

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 156 Part2

    "Kau sudah bangun?" tanya Xiu Jie lembut, mengabaikan kekesalannya pada Kaisar sejenak."Kenapa saya bisa tidur di sini, Nona? Bukankah seharusnya saya berjaga?" tanya Lie Mei lagi, merasa bersalah karena telah menempati ranjang majikannya."Semalam kau terlihat sangat mengantuk dan kelelahan. Karena tidak tega membangunkanmu, aku memindahkanmu ke ranjangku agar kau bisa tidur nyenyak," jawab Xiu Jie, berbohong demi menenangkan pelayannya.Padahal, kenyataannya jauh dari kata lembut. Ia masih ingat betul saat Tuan Shen Zhibai datang untuk membawanya menghadap Kaisar, pria itu tanpa ragu memukul tengkuk Lie Mei hingga gadis malang itu jatuh pingsan seketika. Xiu Jie terpaksa menyembunyikan kenyataan pahit itu agar Lie Mei tidak merasa ketakutan atau merasa gagal menjaganya.****Kembali ke kediaman Selir Xie Yue, suasana di Paviliun Barat kini tampak sibuk namun penuh dengan ketenangan yang dibuat-buat. Ye Jinjing kini sudah terbaring di atas tempat tidur mewah milik paviliun tersebut,

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 155

    Di kediaman Jenderal Tian Ming, kabar kedatangan Selir Xie Yue langsung sampai ke telinga Ye Jinjing. Tanpa membuang waktu, ia dan Xiao Bo segera melancarkan rencana mereka. Keduanya bergegas menuju Paviliun Barat."Kali ini, aku harus bisa mengambil hati Selir Xie Yue," batinnya penuh ambisi. "Dengan begitu, menyingkirkan perempuan jalang itu akan jadi urusan mudah."Sekitar lima belas menit berjalan, mereka tiba di halaman kediaman Selir Xie Yue. Dari kejauhan, Ye Jinjing menangkap sosok sang selir yang sedang bersantai bersama Lin Meiling."Xiao Bo, itu mereka," bisik Ye Jinjing sambil mengedikkan dagu tipis."Ayo, Nona. Kita mulai sekarang," sahut Xiao Bo menyemangati. Ye Jinjing mengangguk pelan. Sepasang matanya bergerak liar menyisir sekitar, mencari posisi paling strategis agar aksinya tertangkap jelas oleh mata Selir Xie Yue."Di sana, sepertinya pas." Ye Jinjing dan Xiao Bo melangkah menuju taman yang letaknya tak jauh dari sang selir. Sejurus kemudian, tubuh Ye Jinjing limb

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 154 part2

    Xiu Jie yang berada dalam dekapan kaisar segera melepaskan diri dan beranjak bangun. Namun sedetik kemudian, Kaisar Jinyulong menariknya kembali hingga Xiu Jie jatuh terduduk di pangkuan sang kaisar."Kaisar, apa yang Anda lakukan?" bisiknya cemas. "Ada Kasim Han di sini."Sementara itu, Kasim Han duduk bersimpuh dengan kepala tertunduk dan tubuh gemetar. Ia yakin kali ini dirinya pasti akan terkena hukuman berat.Mendengar bisikan Xiu Jie, Kaisar Jinyulong langsung mengalihkan pandangannya pada Kasim Han dengan tatapan yang tajam, dingin, dan seolah menusuk."Kasim Han, kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Kaisar dengan nada suara yang membeku."Hamba... Hamba mengerti, Baginda!" Tubuh Kasim Han semakin gemetar hebat."Untuk semua pelayan dan penjaga yang bertugas malam ini, jatuhi hukuman 50 kali pukulan papan." Mendengar perintah itu, mata Xiu Jie seketika terbelalak."Benar-benar pantas dijuluki kaisar tiran, batinnya dalam hati."Kenapa mereka harus dihukum? Memangnya apa kesalahan y

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 153 Part2

    Kaisar Jinyulong bangkit dari jongkoknya dengan bantuan Xiu Jie, lalu didudukkan di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati. Kaisar itu menghela napas panjang agar tubuhnya kembali rileks. "Xiu Jie... jangan lakukan hal konyol seperti tadi lagi. Aku tidak ingin dikasihani oleh siapa pun," ucap Kaisar dengan nada ketus. "Cih. Memangnya siapa yang kasihan sama Yang Mulia? Justru aku yang harus dikasihani," gerutu Xiu Jie kesal, sambil menatap telapak tangannya yang sempat ia sayat tadi. Sementara itu, di luar kamar, Kasim Han dan para pelayan merasa lega karena tidak lagi mendengar kegaduhan di dalam. "Sepertinya Nona Xiu Jie berhasil menenangkan Yang Mulia," gumam Kasim Han pelan seraya menatap ke arah pintu kamar kaisar. Kaisar Jinyulong menatap tajam ke arah telapak tangan Xiu Jie. Darah segar masih merembes dari luka sayatan yang dibuat gadis itu beberapa saat lalu. Tanpa banyak bicara, kaisar meraih pergelangan tangan Xiu Jie. "Yang Mulia, apa yang Anda lakukan?" tanya

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 152 part2

    Xiu Jie melangkah sangat pelan, nyaris tanpa suara. Wajah polosnya menoleh ke sana-kemari, memastikan keadaan sekitar aman."Jujur saja, nyaliku sebenarnya tidak seberapa," bisik Xiu Jie pada diri sendiri. Dia terus mengendap-endap sampai tirai tempat tidur kaisar mulai terlihat."Yang Mulia, Anda di mana?" Suaranya terdengar parau. Meski rasa takut mulai menjalar, dia tetap memaksakan diri maju demi melihat kondisi Kaisar Jinyulong."Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?" tanyanya lagi. Xiu Jie terus mencari-cari, namun sosok kaisar tak kunjung terlihat. "Aneh sekali, kenapa sepi sekali di sini?""Kata Tuan Bai, Kaisar sedang dalam bahaya. Tapi sepertinya semua baik-baik saja," gumamnya heran. Xiu Jie berdiri mematung sambil mengamati setiap sudut kamar yang sangat luas itu."Tidak kusangka, kamar kaisar tiran ini megah juga. Tapi sayang, rasanya mati dan tidak ada kehidupan. Ah, sudahlah, lebih baik aku kembali saja. Si tiran itu juga entah ke mana," gerutunya.Namun, tepat saat Xiu

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab 100

    Pesta kembali berjalan lancar setelah ada sedikit insiden yang hampir mengacaukan acara tersebut. Para tamu sudah berkumpul di aula istana utama, ruangan megah yang dihiasi lampu kristal berkilauan dan lantai marmer yang memantulkan cahaya. Aroma bunga peony segar yang ditempatkan di setiap sudut r

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 96

    Shen Jin berdiri tegak, matanya menatap tajam ke arah putri itu. Udara malam terasa dingin menusuk kulit, angin berhembus pelan membawa aroma tanah basah. Dia memperhatikan penampilan putri yang menindas gadis lain, dari ujung rambut hitam legam yang terjepit di sanggul mewah hingga ujung sepatu be

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 95

    Ketika mereka semua tengah menikmati pesta tersebut, tiba-tiba terdengar suara kegaduhan yang memecah kesenangan dan membuat semua orang terhenti. Aroma manis anggur dan cahaya lilin yang berkilauan di sekitar mereka seolah memudar sejenak. Jin Yu, Shen Zhibai, dan He Shen ikut mengalihkan pandangan

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab.94

    Di sudut aula, Putri Lin dari Kerajaan Selatan sedang berbincang dengan Putri Wei dari Kerajaan Utara. Putri Lin mengenakan gaun hijau zamrud yang serasi dengan matanya yang cerah, sedangkan Putri Wei mengenakan gaun emas yang berkilau seperti sinar matahari. Mereka berbincang tentang pengalaman da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status