Share

Bab. 156 Part2

Penulis: Rizkymutha14
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 23:11:33

"Kau sudah bangun?" tanya Xiu Jie lembut, mengabaikan kekesalannya pada Kaisar sejenak.

"Kenapa saya bisa tidur di sini, Nona? Bukankah seharusnya saya berjaga?" tanya Lie Mei lagi, merasa bersalah karena telah menempati ranjang majikannya.

"Semalam kau terlihat sangat mengantuk dan kelelahan. Karena tidak tega membangunkanmu, aku memindahkanmu ke ranjangku agar kau bisa tidur nyenyak," jawab Xiu Jie, berbohong demi menenangkan pelayannya.

Padahal, kenyataannya jauh dari kata lembut. Ia masih i
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 156 Part2

    "Kau sudah bangun?" tanya Xiu Jie lembut, mengabaikan kekesalannya pada Kaisar sejenak."Kenapa saya bisa tidur di sini, Nona? Bukankah seharusnya saya berjaga?" tanya Lie Mei lagi, merasa bersalah karena telah menempati ranjang majikannya."Semalam kau terlihat sangat mengantuk dan kelelahan. Karena tidak tega membangunkanmu, aku memindahkanmu ke ranjangku agar kau bisa tidur nyenyak," jawab Xiu Jie, berbohong demi menenangkan pelayannya.Padahal, kenyataannya jauh dari kata lembut. Ia masih ingat betul saat Tuan Shen Zhibai datang untuk membawanya menghadap Kaisar, pria itu tanpa ragu memukul tengkuk Lie Mei hingga gadis malang itu jatuh pingsan seketika. Xiu Jie terpaksa menyembunyikan kenyataan pahit itu agar Lie Mei tidak merasa ketakutan atau merasa gagal menjaganya.****Kembali ke kediaman Selir Xie Yue, suasana di Paviliun Barat kini tampak sibuk namun penuh dengan ketenangan yang dibuat-buat. Ye Jinjing kini sudah terbaring di atas tempat tidur mewah milik paviliun tersebut,

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 155

    Di kediaman Jenderal Tian Ming, kabar kedatangan Selir Xie Yue langsung sampai ke telinga Ye Jinjing. Tanpa membuang waktu, ia dan Xiao Bo segera melancarkan rencana mereka. Keduanya bergegas menuju Paviliun Barat."Kali ini, aku harus bisa mengambil hati Selir Xie Yue," batinnya penuh ambisi. "Dengan begitu, menyingkirkan perempuan jalang itu akan jadi urusan mudah."Sekitar lima belas menit berjalan, mereka tiba di halaman kediaman Selir Xie Yue. Dari kejauhan, Ye Jinjing menangkap sosok sang selir yang sedang bersantai bersama Lin Meiling."Xiao Bo, itu mereka," bisik Ye Jinjing sambil mengedikkan dagu tipis."Ayo, Nona. Kita mulai sekarang," sahut Xiao Bo menyemangati. Ye Jinjing mengangguk pelan. Sepasang matanya bergerak liar menyisir sekitar, mencari posisi paling strategis agar aksinya tertangkap jelas oleh mata Selir Xie Yue."Di sana, sepertinya pas." Ye Jinjing dan Xiao Bo melangkah menuju taman yang letaknya tak jauh dari sang selir. Sejurus kemudian, tubuh Ye Jinjing limb

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 154 part2

    Xiu Jie yang berada dalam dekapan kaisar segera melepaskan diri dan beranjak bangun. Namun sedetik kemudian, Kaisar Jinyulong menariknya kembali hingga Xiu Jie jatuh terduduk di pangkuan sang kaisar."Kaisar, apa yang Anda lakukan?" bisiknya cemas. "Ada Kasim Han di sini."Sementara itu, Kasim Han duduk bersimpuh dengan kepala tertunduk dan tubuh gemetar. Ia yakin kali ini dirinya pasti akan terkena hukuman berat.Mendengar bisikan Xiu Jie, Kaisar Jinyulong langsung mengalihkan pandangannya pada Kasim Han dengan tatapan yang tajam, dingin, dan seolah menusuk."Kasim Han, kau tahu apa kesalahanmu?" tanya Kaisar dengan nada suara yang membeku."Hamba... Hamba mengerti, Baginda!" Tubuh Kasim Han semakin gemetar hebat."Untuk semua pelayan dan penjaga yang bertugas malam ini, jatuhi hukuman 50 kali pukulan papan." Mendengar perintah itu, mata Xiu Jie seketika terbelalak."Benar-benar pantas dijuluki kaisar tiran, batinnya dalam hati."Kenapa mereka harus dihukum? Memangnya apa kesalahan y

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 153 Part2

    Kaisar Jinyulong bangkit dari jongkoknya dengan bantuan Xiu Jie, lalu didudukkan di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati. Kaisar itu menghela napas panjang agar tubuhnya kembali rileks. "Xiu Jie... jangan lakukan hal konyol seperti tadi lagi. Aku tidak ingin dikasihani oleh siapa pun," ucap Kaisar dengan nada ketus. "Cih. Memangnya siapa yang kasihan sama Yang Mulia? Justru aku yang harus dikasihani," gerutu Xiu Jie kesal, sambil menatap telapak tangannya yang sempat ia sayat tadi. Sementara itu, di luar kamar, Kasim Han dan para pelayan merasa lega karena tidak lagi mendengar kegaduhan di dalam. "Sepertinya Nona Xiu Jie berhasil menenangkan Yang Mulia," gumam Kasim Han pelan seraya menatap ke arah pintu kamar kaisar. Kaisar Jinyulong menatap tajam ke arah telapak tangan Xiu Jie. Darah segar masih merembes dari luka sayatan yang dibuat gadis itu beberapa saat lalu. Tanpa banyak bicara, kaisar meraih pergelangan tangan Xiu Jie. "Yang Mulia, apa yang Anda lakukan?" tanya

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 152 part2

    Xiu Jie melangkah sangat pelan, nyaris tanpa suara. Wajah polosnya menoleh ke sana-kemari, memastikan keadaan sekitar aman."Jujur saja, nyaliku sebenarnya tidak seberapa," bisik Xiu Jie pada diri sendiri. Dia terus mengendap-endap sampai tirai tempat tidur kaisar mulai terlihat."Yang Mulia, Anda di mana?" Suaranya terdengar parau. Meski rasa takut mulai menjalar, dia tetap memaksakan diri maju demi melihat kondisi Kaisar Jinyulong."Yang Mulia, apa Anda baik-baik saja?" tanyanya lagi. Xiu Jie terus mencari-cari, namun sosok kaisar tak kunjung terlihat. "Aneh sekali, kenapa sepi sekali di sini?""Kata Tuan Bai, Kaisar sedang dalam bahaya. Tapi sepertinya semua baik-baik saja," gumamnya heran. Xiu Jie berdiri mematung sambil mengamati setiap sudut kamar yang sangat luas itu."Tidak kusangka, kamar kaisar tiran ini megah juga. Tapi sayang, rasanya mati dan tidak ada kehidupan. Ah, sudahlah, lebih baik aku kembali saja. Si tiran itu juga entah ke mana," gerutunya.Namun, tepat saat Xiu

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 151 part 2

    Begitu sampai di kamar, Xiu Jie langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Rasanya penat sekali; bukan cuma karena perjalanan jauh yang ia tempuh, tapi juga karena muak harus menonton drama antara Jenderal Tian Ming dan Ye Jinjing."Hari ini benar-benar bikin kepalaku mau pecah. Baru juga sampai, sudah harus melihat tingkah konyol Ye Jinjing," keluh Xiu Jie sambil menghela napas panjang. Ia berbaring telentang dengan mata terpejam rapat."Wanita itu memang keterlaluan, beraninya membuat Nona kesal," sahut Lie Mei, tak kalah geram."Oh iya, Lie Mei. Kalau ada yang mencariku, bilang saja aku sedang istirahat. Aku mau tidur dan tidak mau diganggu sama sekali," gumam Xiu Jie tanpa membuka mata."Baik, Nona!" jawab Lie Mei patuh. Tak butuh waktu lama, napas Xiu Jie sudah terdengar teratur; ia telah terlelap.Langit mulai menggelap. Di kediaman Kaisar Jinyulong, suasana mendadak mencekam. Para pelayan tampak tegang melihat aura sang Kaisar yang begitu menyeramkan. Tepat saat bulan pur

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 132

    "Ibunda, apakah aku boleh bertemu dengan keluarga Xiu Jie?" mohonnya penuh harap seraya menggenggam kedua tangan Shen Jin. Shen Jin mengalihkan pandangan ke arah kaisar Yuan yang berdiri di sampingnya. "Untuk apa kau ingin bertemu dengan perdana menteri Xiu?" bukan Shen Jin yang menjawab melainka

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 131 part 2

    Aroma dupa kayu manis dari aula istana masih melekat di udara ketika Xiu Jie melangkah keluar. Langkahnya berat dan sedikit terhentak, seolah ingin meluapkan kekesalan yang ia tahan sejak pertemuan itu. Baru saja ia menginjak batu marmer di teras luar, tangan hangat menarik lengannya—erat, tergesa.

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 130 Part 2

    Semua orang telah meninggalkan aula istana. Yang tersisa hanyalah Xiu Jie dan Kaisar Jinyulong. Suasana berubah sunyi, menekan. Xiu Jie menunduk, tak berani mengangkat wajahnya. Matanya terpaku pada lantai marmer yang dingin."Kenapa aku masih di sini?" pikirnya gelisah. Ia bahkan tak sadar saat Ka

  • ISTRI KECIL SANG KAISAR    Bab. 129-part 2

    Langit sore menggantung kelabu di atas paviliun utama kediaman Jenderal Tian. Angin membawa aroma bunga plum yang gugur, namun suasana di dalam ruangan jauh dari damai. Suara lantang Tian Ming memecah keheningan, tapi justru dibalas dengan ketenangan yang menusuk. “Tian Ming, kenapa kau berteriak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status