แชร์

Bab 103

ผู้เขียน: Piemar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-03 20:05:18

“Kau?” Liam berusaha mengenali pria bermata tajam dan gelap itu. Ia tersentak, mencoba melepaskan lengannya dari cengkeraman pria asing itu. Namun, Alex segera meredam amarahnya. Menyerang Liam di daerah kumuh ini hanya akan membongkar penyamarannya dan menciptakan skandal yang lebih besar. Alex melepaskan tangannya dengan kasar, lalu menarik tudungnya lebih dalam.

“Maaf, aku salah orang,” kata Alex lalu pergi dari sana. Ia berjalan menuju penginapan. Tak lama kemudian, ia menunggangi Apollo un
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (6)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Helena ga kapok2...
goodnovel comment avatar
Ros
Ceraikan helena. Ngapain piara ular di sarang ular juga. Wanita licik , kalo alex ga jeli dan tegas. Isabela akan dipermainkan terus. Diremehkan oleh orang2.
goodnovel comment avatar
Ros
Akhir nya beraksi juga nih pangeran. Cari bukti keterlibatan Helena donk. Atau buka kastil kecil diantara istana dan perbatasan. Jd deket kalo mau nengok isabell. Dan para bangsawan dan mentri yg mau menghadap hrs pergi ke setengah arah perbatasan utara. Hrs nya hutang budi Alex sm helena selesai.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 225

    Suasana hening seketika. Hanya deru napas yang terdengar pelan tapi gelisah. Untuk beberapa detik sepasang mata ayah dan anak itu saling mengunci. “Aku akan melepaskan Helena.” Lanjut Alex dengan serius. “Aku akan menarik hukumannya. Dia akan kembali tinggal di istana Rose sesuai permintaan mereka.”Pria itu berbicara dengan tenang meski sebetulnya egonya tersentil. Bahkan sebagai putra mahkota, urusan rumah tangganya tetap berada di bawah kewenangannya sendiri dan tidak dapat diintervensi oleh pihak luar. Dominic tersenyum tipis. “Bagus. Bagaimanapun, kau harus tetap memperlakukannya sebagai istrimu. Ingat … ini bukan soal perasaan semata. Tapi .. ini soal menjaga stabilitas istana. Itulah raja yang dibutuhkan oleh istana.”Cengkraman tangan Alex pada lututnya mengeras. “Tapi … aku tidak akan mengijinkan Helena mengelola anggaran istana Rose kembali, Yang Mulia,” lanjut Alex, tidak ada keraguan di dalam nada bicaranya. Dominic terdiam, matanya yang tajam menelisik setiap inci waj

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 224

    Halaman istana yang biasanya tenang mendadak dipenuhi oleh derap langkah yang serempak dan dingin. Duke Ronald memimpin barisan keluarga besar Klan Moreau. Mereka tidak membawa pedang, namun pakaian formal serba hitam yang mereka kenakan. Simbol berkabung bagi mereka yang kehormatannya diinjak-injak, terlihat lebih intimidatif daripada baju zirah mana pun.Alex berdiri di balkon, wajahnya memucat melihat barisan keluarga paling berpengaruh di kerajaannya berdiri tegak di bawah terik matahari.Duke Ronald berhenti tepat di tengah halaman. Dia tidak berlutut. Dia justru menatap lurus ke arah balkon tempat Alex berada.“Putri kami, Helena Moreau tidak melakukan kesalahan yang setimpal dengan isolasi ini,” suara Duke Ronald bergema, tidak perlu berteriak akan tetapi cukup untuk membuat para penjaga istana gemetar. “Klan Moreau telah mengabdi pada mahkota berpuluh-puluh tahun. Namun hari ini, kami melihat mahkota tidak menghargai darah yang kami tumpahkan demi kejayaannya.”“Duke Ronald, j

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 223

    Matteo menatap surat yang baru saja diantar oleh prajurit itu dengan tatapan kosong. Ia meremas kertas perkamen mahal itu hingga berbunyi krek di telapak tangannya.“Satu minggu lagi,” gumam Matteo dengan suara yang terdengar seperti orang yang baru saja divonis hukuman mati. “Demi Tuhan, aku sudah hafal nama setiap kuda di kandang ini. Aku bahkan tahu kuda mana yang sedang mengalami gangguan pencernaan!”Noah menghela napas panjang. Wajahnya yang antusias kini berubah kecut macam asam kandis. “Sudahlah, sepertinya kita memang tidak ditakdirkan lagi kembali ke istana.”Pemuda berambut pirang itu menghentakkan kakinya kesal, meninggalkan Matteo menuju kandang kuda. “Ini semua gara-gara Duchess Isabella. Dulu tidak pernah ada kejadian dengan Putri Helena. Pangeran Alex memang sedang bulol—bucin tolol.”Matteo yang mengekorinya dari belakang menahan tawa melihat sosok pengawal yang paling dekat dengan Alex menggerutu panjang pendek. “Hei, kita tidak sedang berperang, Noah. Hanya tinggal

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 222

    Isabella terdiam ketika Alex bangun lalu mencekal pergelangan tangannya, mengambil kotak miliknya. “Kau selalu saja penasaran,” bisik Alex menatap istrinya dengan tatapan dalam yang berhasil membuat nyali sang istri menciut seketika. Isabella mendengus pelan. Bibirnya mengerucut kesal saat Alex merebut kotak itu dari tangannya. Mengabaikan suaminya, ia berusaha turun dari ranjang. Namun, baru saja kedua kakinya menyentuh permadani, Alex sudah kembali meraih pinggangnya dan menariknya ke dalam pelukan dari belakang.Pria itu menyandarkan dagunya di bahu Isabella, lalu menghirup lembut aroma mawar yang samar dari ceruk leher sang istri. Wewangian khas itu selalu berhasil memberinya rasa tenang yang sulit dijelaskan.“Kau marah hanya karena kotak ini?” bisik Alex parau. Bibirnya menempel di daun telinganya membuat sang istri meremang. Isabella menelengkan kepalanya, berusaha menghindari suaminya meski jantungnya berdegup liar. “Awas, Alex! Aku mandi.”“Kau marah?” Alex tidak bergeming

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 221

    Malam itu Alex duduk termenung di ruang kerjanya. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa kesepian. Biasanya ada teman bicara atau berdiskusi soal urusan pekerjaan. Namun, kali ini, ia merasa tidak ada kawan bicara yang tepat seperti Noah dan Matteo. Pengawal setianya justru tengah diasingkan ke kamp militer sebagai bentuk hukuman atas kelalaian mereka karena tidak bisa menjaga Isabella dengan benar. Ada beberapa prajurit pengganti mereka. Namun, mereka tampak lebih banyak diam ketimbang memberikan inisiatif padanya. Mereka akan bersuara hanya jika diajak bicara.Setelah memeriksa tumpukan berkas tentang upeti, Alex berdiri kemudian keluar dari ruang kerjanya dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Namun, baru saja beberapa meter, langkahnya berbelok ke arah lain. Ia berjalan keluar aula istana kemudian memilih jalan belakang menuju Paviliun Honeysuckle. Pria bertubuh berotot itu menaiki kuda Apollo lalu melajukannya dengan tempo yang sedang. Setiba di paviliun, ia disambut oleh Sarah ya

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 220

    Eva Moreau melangkah masuk dengan anggun. “Salam, Duchess Isabella Laurent,” sapanya dengan senyum tipis yang sopan.“Sebuah kehormatan menerima kunjungan Anda, Lady Eva,” jawab Isabella tenang. Ia memberikan hormat formal dengan gerakan yang luwes, menunjukkan bahwa ia sudah belajar banyak etiket sejak kedatangannya ke istana.Isabela menyambut tamunya dengan sopan dan penuh keramahtamahan. Mereka duduk berdua di ruang tamu berhadapan.Kecanggungan merayap di antara mereka seiring dengan suara denting porselen saat Isabella menuangkan teh. Eva tidak langsung membuka percakapan. Tatapannya menelusuri setiap sudut ruangan, lalu mendarat pada wajah Isabella. Tatapannya sangat mirip dengan tatapan putrinya, Helena. Sementara itu, Isabella pun melakukan hal yang sama. Ia melihat kemiripan dari segala sisi dari wanita dewasa di depannya dengan sosok rivalnya. Eva Moreau memiliki fitur wajah yang sama dan warna irish mata yang sama dengan Helena, putrinya. Selain itu, Isabella sedang mem

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 10

    “Apa? Dia meminta menu yang sama seperti menu yang aku makan?” Helena mendengus kesal setelah mendapat laporan dari Jehanne. Koki itu pergi melapor pada Helena di istana Rose saat malam ketika Isabella sudah tertidur. Ia merasa takut karena ancaman Isabella yang terlihat serius dan tidak main-main

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 9

    Jamuan pagi telah usai. Isabella keluar dari balairung istana Ashmond ditemani pelayan wanita muda bernama Mona. Gadis itu bertugas melayaninya selama tinggal di paviliun Honeysuckel. “Nyonya, maafkan hamba tidak tahu kalau Anda sedang sakit. Jika tahu, hamba akan membuatkan minuman herbal untuk A

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 7

    “Apa yang kau katakan tadi?” tanya Alex singkat. Tatapannya tertumbuk ke arah pengawalnya. Pengawal itu menelan salivanya sebelum menjawab. Ia mengangkat mata lalu berusaha menjawab. “Duchess Isabella tampak bahagia ketika mendengar Yang Mulia tidak akan datang malam ini.”Seketika udara terasa me

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 8

    Alex mulai mendaratkan kecupan singkat di ceruk leher Isabella. Seketika kepala gadis itu kosong. Ia harus melakukan sesuatu atau ia kehilangan kendalinya. Alex mulai melonggarkan ikatan jubah tidurnya sendiri, memperlihatkan perut rata dengan kontur otot yang jelas. Untuk sesaat, Isabella terman

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status