Compartir

Bab 161

Autor: Piemar
last update Fecha de publicación: 2026-05-24 09:42:56

Ketika Isabella sibuk menarik-narik bagian kerah gaunnya agar tidak menampakkan belahan dadanya yang bulat, seseorang tiba-tiba saja datang mirip jelangkung. Ya, Alex mirip sosok jelangkung yang datang dan pergi tanpa diundang. Bahkan tanpa mengetuk pintu, seolah semua tempat yang berada di istana adalah miliknya.

“Pangeran,” gumam Isabella antara panik dan merasa canggung. Sial, gaun itu begitu menyesakan tubuhnya. Dan, Alex datang di saat waktu yang tidak tepat.

Rasanya, ia ingin memakinya
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Red Girl
Yeay q yakin 99,9% seperti yg pernah q bilang di komen2 sebelumnya, klo Bella sang penyelamat Alex. Bella punya bekas luka bakar, keknya karna dia nolong Alex waktu kebakaran itu. Bellex (Bella-Alex) juga sama2 familiar dg aroma masing2. Tapi ntah kenapa kog bisa ga ingat ya ma Pangeran Jelangkung..
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 163

    Isabella menatap jemarinya, menimbang risiko. ‘Kalau aku menyelinap diam-diam seperti pencuri di malam hari, lalu tertangkap oleh si Pangeran Jelangkung itu, urusannya bisa ribet, panjang kali lebar. Bukannya dapat informasi penting, aku malah bisa dikurung di paviliun dan dilarang keras menyentuh kasus lagi oleh Alex,’ pikirnya realistis.Alex bukan pria bodoh yang mudah dikelabui. Semenjak Isabella ketahuan bepergian sendiri atau menyelinap, semakin pria itu mengetatkan pengawalan. Ada apa dengan pria itu? Kenapa mendadak menjadi posesif begini?Apa jangan-jangan kepalanya terbentur buah kelapa? Lain kali dia harus menanyakan hal itu. Keesokan paginya, Isabella mendatangi ruang kerja pribadi Alex di istana utama. Tanpa mengetuk pintu, sengaja. Ia membalas kelakuan Alex yang sering muncul mirip jelangkung di kamarnya.Isabella melangkah masuk dengan dagu terangkat, membawa nampan berisi teh hangat dan dua piring kecil biskuit gandum sebagai upah sogokan awal. Ya, seingatnya bukanka

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 162

    …“Nyamuk?” gumam Isabella, hidungnya mengendus-endus aroma yang berada di sekitarnya. “Ini aroma mint,” Gadis itu mendelik ke arah Alex yang tampak aneh. Pria dingin itu tengah mengamati sepasang burung merpati yang sedang bertengger di dahan pohon, sedang bercumbu. Alex buru-buru mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Bisa-bisanya ia kalah oleh sepasang burung merpati yang tengah bermesraan. Ia bahkan tidak memiliki keberanian seperti si merpati jantan. Ketika ke duanya asik terbenam ke dalam pikiran masing-masing, terdengar langkah sepatu wanita di atas jalan setapak berbatu yang membelah taman.Suaranya familiar dan bising memecah keheningan taman bunga yang sepi. Tuk, tuk, tukKe duanya terperangah ketika melihat siapa yang datang. Seorang wanita bergaun merah muda berenda dan menggunakan topi jaring yang menutupi setengah wajahnya bersuara tak kalah kaget.“Alex?” Ujarnya kemudian menoleh ke arah Isabella yang duduk di samping Alex. Detik berikutnya, ia menoleh ke arah suami

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 161

    …Ketika Isabella sibuk menarik-narik bagian kerah gaunnya agar tidak menampakkan belahan dadanya yang bulat, seseorang tiba-tiba saja datang mirip jelangkung. Ya, Alex mirip sosok jelangkung yang datang dan pergi tanpa diundang. Bahkan tanpa mengetuk pintu, seolah semua tempat yang berada di istana adalah miliknya. “Pangeran,” gumam Isabella antara panik dan merasa canggung. Sial, gaun itu begitu menyesakan tubuhnya. Dan, Alex datang di saat waktu yang tidak tepat.Rasanya, ia ingin memakinya karena memasuki kamar seorang gadis tanpa permisi. Namun, detik kemudian, ia baru menyadari jika ia bukanlah seorang gadis lajang, melainkan istri Alex Harrington yang masih perawan, eh. Alex melangkah maju, mendekati Isabella. Raut wajahnya dingin dengan tatapan gelap tertuju pada gaun dengan belahan rendah yang dikenakan olehnya. “Kau mau mengenakan gaun dengan belahan rendah itu di istana?” suara Alex terdengar rendah tetapi tajam. Isabella sontak terkesiap melihat reaksinya. Hanya dari ta

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 160

    “Yang Mulia, ada apa?” Anne mendekati Helena yang tampak berlari dengan kencang dari arah lorong istana barat. Peluh sudah membanjiri tubuhnya. Wajahnya pucat pasi bagai kunarpa. Napasnya juga memburu seolah dikejar waktu. “Anne,” suaranya rendah, napasnya terengah. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tidak ada yang mengintip mereka. Tak lama kemudian, ia meraih pergelangan tangan Anne, setengah menyeretnya untuk bicara di tempat yang sepi. Tubuh Helena gemetar meski ia berusaha mengatur napasnya agar normal. Baru saja ia mendengar berita buruk tentang penangkapan Baron Victor Moreau oleh pasukan bayangan. “Tenangkan dirimu, dulu, Putri,” bisik Anne tak kalah khawatir, melihat majikannya yang berwajah pias seperti melihat setan. Beberapa kali Helena menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. Ia mengulanginya hingga tiga kali. Setelah merasa lebih baik, ia mulai bercerita. “Anne, aku sudah mendengar semuanya,” bisik Helena, suaranya rendah bernada khawatir. Anne me

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 159

    Suasana mendadak hening seketika. Beberapa detik berlalu tetapi Hanna memilih bungkam seribu bahasa. Namun, ketika Isabella hendak bertanya lagi, suara tawa hambar pecah dari bibir wanita itu. Matanya sampai berkaca-kaca akibat tawa kosong itu. “Dengar baik-baik, Duchess yang jenius,” desis Hanna, wajahnya maju mendekati jeruji besi, memotong jarak di antara mereka. Ia menjeda kalimatnya, seolah sedang menyusun kalimat yang tepat di kepalanya. Sementara itu Isabella menatapnya intens, tak sabar menunggu sebuah the ultimate truth, kebenaran akhir dari kebenaran itu sendiri.“Aku meledakkan pelabuhan itu karena keinginanku sendiri! Aku sudah merencanakan kehancuran Royal Ashmond sejak hari di mana ayahku dihukum atas tuduhan korupsi palsu oleh kerajaan sialan ini! Aku memanfaatkan kebodohan Victor yang serakah, dan aku memanfaatkan Daisy si pengkhianat untuk memuluskan rencanaku. Tidak ada orang lain. Akulah sang dalang tunggal.” Jawabnya dengan sorot mata yang gelap. Sangat kontras de

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 158

    Atas perintah langsung dari Kanselir Marko, Pasukan Bayangan bergerak cepat tanpa menimbulkan kegaduhan publik. Penangkapan dilakukan secara serentak di dua tempat berbeda.Di kediaman distrik bangsawan, Baron Victor Moreau ditangkap dalam kondisi yang sangat kacau. Ruang kerjanya berantakan dengan botol-botol minuman keras yang kosong, sementara tangannya sedang berusaha membakar dokumen-dokumen manifest Pelabuhan Royal Ashmond yang sudah dimanipulasi sedemikian rupa. Ia ingin menghapus rekam jejak korupsinya sebelum terendus auditor kerajaan. Ketika tangannya sedang sibuk dengan melempar satu per satu berkas itu ke perapian, ia tersentak kaget ketika mendapati dua orang pria berpakaian hitam lengkap dengan masker hitam yang menutupi wajahnya. Mereka menerobos masuk tanpa audiensi seolah mereka masuk menembus dinding begitu saja karena senyap. “Kalian?” gumam Victor dengan wajah yang tegang. Tubuhnya mendadak bergetar hebat melihat dua orang pria dengan penampilan khas itu. Ke dua

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 7

    “Apa yang kau katakan tadi?” tanya Alex singkat. Tatapannya tertumbuk ke arah pengawalnya. Pengawal itu menelan salivanya sebelum menjawab. Ia mengangkat mata lalu berusaha menjawab. “Duchess Isabella tampak bahagia ketika mendengar Yang Mulia tidak akan datang malam ini.”Seketika udara terasa me

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 10

    “Apa? Dia meminta menu yang sama seperti menu yang aku makan?” Helena mendengus kesal setelah mendapat laporan dari Jehanne. Koki itu pergi melapor pada Helena di istana Rose saat malam ketika Isabella sudah tertidur. Ia merasa takut karena ancaman Isabella yang terlihat serius dan tidak main-main

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 9

    Jamuan pagi telah usai. Isabella keluar dari balairung istana Ashmond ditemani pelayan wanita muda bernama Mona. Gadis itu bertugas melayaninya selama tinggal di paviliun Honeysuckel. “Nyonya, maafkan hamba tidak tahu kalau Anda sedang sakit. Jika tahu, hamba akan membuatkan minuman herbal untuk A

  • ISTRI KEDUA PANGERAN KEJAM   Bab 8

    Alex mulai mendaratkan kecupan singkat di ceruk leher Isabella. Seketika kepala gadis itu kosong. Ia harus melakukan sesuatu atau ia kehilangan kendalinya. Alex mulai melonggarkan ikatan jubah tidurnya sendiri, memperlihatkan perut rata dengan kontur otot yang jelas. Untuk sesaat, Isabella terman

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status