로그인Seorang auditor jenius abad ke-21, Alesha Naraya, terhempas ke abad ke-14—ke jantung kerajaan terbesar Noesantara: Majapahti. Ia terpaksa menyamar sebagai seorang pemuda untuk bertahan hidup. Penyamaran itu menyeretnya ke gerbang menuju kekuasaan, dan perlahan namanya melekat dengan sosok legendaris: Mahapatih Gaja Mada. Ia terjebak antara ambisi, rahasia, dan cinta terlarang pada Sang Raja, Arya Wuruk.
더 보기POV: Gianna
“I can’t believe it Lucas, can you? I can’t believe that I am going to be a big sister!” I say.
Today my mom is given birth to the triplets. You heard that right my mom will have a total of five little Werewolves in a few hours. I’m the second oldest, For the last eight years it has been just me and my brother Aaron. We have so much fun together. How impolite of me, I forgot to introduce myself.
My name is Gianna Federico, and I am the daughter of Belle and Anton Federico. My dad is the Alpha and my mom the Luna. I am eight years old. My best friend Lucas and I are heading over to the pack hospital a little later. Lucas has been my best friend since I was born, his dad is my dad’s Beta. We do everything together. If I were the future Alpha, he would be my Beta!
Lucas also has a twin sister, Sierra, we are all close, but Lucas is my best friend. We hang out at the club house all the time. Of course, there is Storm, another good friend of mine, she seems to have a little crush on Aaron. How funny would that be if they were mates.
A few hours later and we made it to the pack hospital; I told Lucas I would see him later and head in. Upon reaching the maternity ward, I knock then push open the door, a huge smile plastered across on my face.
“Gianna sweetheart come here and meet your new siblings” Dad says.
Dad is holding Teekon, while mom is holding Icing and Nova.
My older brother Aaron is here with us also. He is ten and next in line to be Alpha. I smile brightly and examine my new siblings more closely.
Nova has Caramel skin, brown eyes, and curly black hair.
Icing has Olive skin, brown eyes, and straight brown hair.
While Teekon has caramel skin, hazel eyes like mom and brown curly hair.
I love my siblings; I just wish one had the same complexion as me. I am the only werewolf with porcelain skin tone.
They are all so tiny. I am excited to be a big sister. Aaron has always been a great big brother so I know he will be a great Alpha when he gets older.
I look over to Aaron with a silly smile on my face and Aaron looks so angry, he walks out the room!
“Hey Aaron, what’s up?” I ask.
“Hmph It’s nothing, mom is just a breeding machine and keeps having all these pups.
“SO?” I say.
“You don’t get it do you? Mom and dad are going to love them more than us. They are just going to keep pushing us away. The more pups they have the less love we get” Aaron says.
“That’s not true, they love us all equally. They might love you more since you are the first born and are next in line. You start your Alpha training next week, aren’t you excited?”
“I don’t want the title. I don’t want to be an Alpha! I want to be a warrior, not have the whole pack depend on me. I just want to meet my mate and be happy. Is that so much to ask?” he asks.
“I guess not, I’m going to go back in the room with mom and the triplets, then go and hang out with Lucas. I’ll see you at dinner?” I walked back into mom’s room.
Mom looks exhausted and needs some rest. The nurses take the triplets back to the pack nursery, while dad goes back to the office. I stayed a little longer with mom.
“Baby what’s wrong?” she asks.
“Nothing Mama, I just wish one of them had the same complexion as me. I am the only fair skinned werewolf in the pack.”
“Don’t worry baby, there is a plan for you, you are special! The moon goddess blessed you” she says.
“Mom, you say that to me and Aaron all the time.” I say.
“Yes, but you are truly special, you will see.”
We talked a little while longer then, I left mom and go and find Lucas.
“Lucas, none of them have my complexion. I am such an outcast. I just wanted someone to be like me. I hate being the weird one of the pack” I say.
“Don’t worry about what others think, I like you. I think you are the most beautiful werewolf I have ever seen.” Lucas says.
“Ewe Lucas, you’re my best friend!”
“It’s the truth! When we grow up, I hope I will be your mate! I am going to love you and cherish you. I am going to make sure you never feel like an outcast.”
Beberapa hari setelah peristiwa tragis di desa seniman, ketenangan palsu menyelimuti Istana Wilwatikta. Rahasia kematian Kebo Iwa terkunci rapat di antara segelintir orang—Arya, Alesha, Rendra, dan Samudra. Warga desa telah dibungkam dengan janji bantuan dan perintah keras dari Istana.Arya Wuruk dan Alesha (Gaja Mada) segera mengadakan pertemuan strategis tertutup dengan orang ketiga yang paling penting dalam rencana ekspedisi: Laksamana Nala.Mereka bertemu di sebuah ruang rapat kecil yang dindingnya diukir dengan peta Nusantara. Suasana tegang, bercampur dengan bau kertas lontar dan dupa yang menenangkan.Arya Wuruk membuka diskusi dengan wajah datar, menyampaikan informasi yang telah disepakati untuk dirilis secara internal."Laksamana Nala," ujar Arya, suaranya serius. "Aku harus menyampaikan kabar penting. Panglima Perang Bali, Kebo Iwa, telah meninggal dunia."Laksamana Nala, yang selama ini sibuk mengurus persiapan Jung Jawa dan armada, seketika terkejut. Ia menegakkan tubuhny
Alesha bersimpuh di tanah yang basah dan berlumur debu kapur. Ia meratapi kengerian yang baru saja terjadi. Di dunia modernnya, Kebo Iwa akan dengan mudah diselamatkan oleh tim SAR dengan peralatan hidrolik, crane, dan tabung oksigen. Tetapi di abad ke-14 ini, dengan kondisi Kebo Iwa yang besar dan lubang sumur yang telah longsor, ia terkubur secara efektif."Kebo Iwa..." bisik Alesha, air matanya mengalir deras, membasuh bekas luka palsu di pipinya hingga riasan itu mulai luntur. Ia memukul tanah di sampingnya dengan frustrasi.Arya Wuruk tetap duduk di tanah, memeluk Alesha erat. Raja yang biasanya tegar itu merasakan rasa sakit dan kepanikan yang luar biasa. Ini adalah pertama kalinya ia melihat Alesha, Mahapatih Gaja Mada yang selalu kuat, strategis, dan penuh percaya diri, menangis tak berdaya. Air mata Alesha terasa seperti air matanya sendiri."Padahal, ia hanya ingin membantu warga Majapahit..." isak Alesha di antara tangisnya, rasa bersalah membebani jiwanya. "Ia datang untuk
Teriakan sorak sorai warga desa yang merayakan munculnya air di sumur Majapahit berubah menjadi kepanikan.Di dasar lubang, Kebo Iwa terhuyung. Tubuhnya yang bagaikan baja kini terasa seperti lumpur. Ia merasakan sensasi terbakar di kulitnya, tenggorokannya menyempit, dan pandangannya mulai kabur. Debu kapur yang terhirup dan menempel di keringatnya telah memicu reaksi alergi yang ekstrem, melumpuhkan seluruh kekuatannya."Le-Lestari..." Kebo Iwa merangkak, mencoba meraih tepi lubang, tetapi tangannya yang lemah hanya mencengkeram lumpur bercampur kapur. Ia ambruk, pandangannya menggelap.Di tengah kekacauan sorakan, Arya Wuruk tiba. Raja itu, yang tidak tahan menunggu dan khawatir dengan keselamatan Alesha, telah menyelinap keluar Istana, menyamar dalam pakaian rakyat jelata. Ia melihat kerumunan besar di desa seniman dan mendengar teriakan.Alesha, yang panik, sama sekali tidak menyadari kedatangan Arya. Ia hanya fokus pada Kebo Iwa. Mata Alesha melebar, melihat kondisi Kebo Iwa yan
Samudra membuka mulutnya, hendak memanggil nama Alesha atau setidaknya memberi salam, tetapi Alesha melihatnya lebih dulu.Alesha, yang menyadari bahaya besar jika Samudra bicara, dengan cepat dan hampir tak terlihat memberi isyarat menggelengkan kepala yang tegas pada Samudra. Mata Alesha penuh peringatan, meminta Samudra untuk diam.Samudra, yang cukup pintar itu, langsung mengerti: 'Ini adalah sandiwara. Bahaya. Jangan bicara.' Samudra segera menutup mulutnya dan berbalik, pura-pura kembali fokus pada cangkulnya.Kebo Iwa yang mendengar suara-suara itu penasaran, ia berjalan mendekati kelompok itu."Apa yang sedang kalian lakukan, Saudara?" tanya Kebo Iwa kepada salah satu pemuda.Pemuda itu, yang terintimidasi oleh postur Kebo Iwa, menjawab dengan hormat. "Kami sedang mencoba menggali sumur baru, Tuan. Tapi tanahnya terlalu keras, dan kami sudah menggali lama sekali. Kami butuh waktu lama untuk mencapai air."Kebo Iwa tersenyum kecil. Ia melihat kesulitan mereka."Sulit, ya?"Tanp
Malam itu, pelita minyak bergoyang pelan tertiup angin yang menyusup dari celah jendela kayu. Cahaya kuningnya menari di dinding, menciptakan bayangan yang bergerak seakan hidup. Aroma minyak kelapa terbakar bercampur dengan bau kayu tua, membuat ruang rahasia yang mendadak menjadi ruang belajar is
Malam itu hening menyelimuti ruang rahasia di bangsal raja. Hanya suara obor yang menari di sudut ruangan, membentuk bayangan gelap yang bergoyang di dinding kayu. Lembaran lontar yang berserakan di lantai tampak seperti lautan simbol yang menunggu untuk dipecahkan. Alesha, duduk di lantai sambil m
Sinar pagi menembus celah dinding kayu jati, menorehkan cahaya keemasan di ruangan rahasia bangsal raja. Aroma kayu basah bercampur dengan bau asap dupa tipis yang masih tersisa dari malam sebelumnya. Suara ayam jantan bersahut-sahutan, berpadu dengan langkah-langkah para abdi di kejauhan, membuat
Alesha menarik napas panjang, tubuhnya masih terasa segar setelah mandi, meskipun ia sempat merasa aneh mandi tanpa sabun dan sampo. Air yang dingin, kain tipis yang menempel di kulit, dan tangan Arya Wuruk yang tadi dengan tenang membantu membilas rambutnya, semuanya masih menempel jelas dalam ing












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰