Beranda / Romansa / ISTRI SIRI SANG CEO / Bab 41: Playing Victim

Share

Bab 41: Playing Victim

Penulis: Ai_Li
last update Tanggal publikasi: 2026-10-27 20:25:44

Dua keluarga besar itu duduk saling berhadapan di ruang tamu mewah kediaman Lion dan Indah. Suasana yang semula hangat oleh sambutan ramah tuan rumah seketika membeku kaku saat kata ‘cerai’ terucap tegas dan dingin dari bibir David.

"Kenapa harus bercerai? Apakah tidak ada solusi lain lagi, David?" ujar Rose, mama David, menatap putranya dengan pendar cemas dan rasa tidak percaya.

Indah, mama Steffi, meremas lembut jemari putrinya yang berada di pangkuan seraya menatap David dengan tatapan mem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • ISTRI SIRI SANG CEO   Bab 48: Ratapan dan Ketegasan

    Altair melirik ke arah pintu ruang kerja. Sebelum melangkah lebih jauh, ia memberi isyarat pelan pada Arjuna yang berdiri sigap tak jauh dari mereka."Jun, tolong bawa Nina bermain dulu ke area playground bawah atau belikan dia es krim," pinta Altair dengan nada lembut namun penuh perintah.Arjuna mengangguk patuh. Pria kepercayaan itu melangkah mendekat seraya menyunggingkan senyum ramah pada sang gadis kecil."Yuk, Princess Nina... kita cari es krim yang paling enak di bawah.""Asyik! Es krim!" seru Nina riang, melambaikan tangan mungilnya saat beralih ke dalam tuntunan Arjuna.Begitu derap langkah kaki Nina dan Arjuna menghilang di balik pintu utama suite, keheningan yang mencekam seketika kembali melingkupi ruangan. Altair menuntun Alina menuju meja kerjanya, menyodorkan map tebal bersampul hitam yang sejak tadi berada di atas meja kaca."Buka dan bacalah sendiri, Lin," ujar Altair tenang.Dengan jemari yang gemetar hebat, Alina membuka lembar demi lembar dokumen di hadapannya. Ma

  • ISTRI SIRI SANG CEO   Bab 47: Kebenaran yang Menyakitkan

    Sebuah suite hotel mewah bertingkat tinggi di jantung kota Singapura menjadi saksi bisu keheningan yang mencekam. Singapura, bukan Jepang seperti alibi yang disampaikan Alina pada sang mama. Alina sengaja menyebarkan informasi palsu demi menjaga kerahasiaan pergerakannya dari jangkauan Soni.Altair berdiri di dekat jendela raksasa yang membingkai pemandangan Marina Bay. Pria tegap itu menempelkan ponsel di telinganya, menatap dingin uap kopi hitam yang mengepul di atas meja kaca.Di seberang panggilan, suara Arjuna terdengar amat lugas dan fokus."Semua transaksi fiktif itu bukan cuma sebatas penggalangan dana gelap operasional cabang, Pak Altair," ujar Arjuna memulai laporannya dengan nada berat."Kami berhasil meretas sistem enkripsi server sekunder milik Soni. Selama enam bulan terakhir, dia memindahkan total dana bersih sebesar empat puluh lima miliar rupiah secara bertahap."Dahi Altair berkerut tajam. Manik matanya menyempit dingin."Ke mana aliran dana itu bermuara, Jun?""Ke t

  • ISTRI SIRI SANG CEO   Bab 46: Jejak yang Tersembunyi

    Seminggu telah berlalu. Namun, Soni yang semula pamit hanya akan pergi selama tujuh hari, nyatanya belum juga menunjukkan tanda-tanda akan kembali ke rumah. Firasat asing yang merayapi benak Alina makin hari makin menguat, meninggalkan rasa mengganjal yang kian sulit diabaikan.Pagi itu, Alina mendatangi rumah orang tuanya untuk berpamitan. Ia beralasan ingin membawa Nina pergi berlibur hanya berdua saja."Apakah tidak repot, Na, membawa Nina sendirian tanpa babysitter?" tanya Maya, sang mama, dengan raut wajah cemas seraya memperhatikan cucu kesayangannya yang sedang sibuk melompat-lompat kecil.Alina menggeleng pelan, mengulas senyum menenangkan."Enggak kok, Ma. Aku ingin menghabiskan waktu berkualitas berdua saja dengan Nina. Lagi pula, aku sudah terlanjur janji mau bawa dia jalan-jalan.""Soni tidak kamu ajak?" tanya Maya lagi."Mas Soni lagi sibuk sekali dengan pekerjaannya, Ma. Sepertinya tidak bisa ikut," jawab Alina berbohong halus. Ia sengaja tidak memberi tahu suaminya peri

  • ISTRI SIRI SANG CEO   Bab 45: Retakan yang Tersembunyi

    Suasana di dalam unit apartemen mewah milik Steffi terasa begitu tegang dan panas. Suara barang pecah belah berulang kali membentur lantai porselen, menyuarakan amarah meluap dari Steffi yang kini tampil sangat tidak terkontrol."Bangsat! David benar-benar brengsek!" jerit Steffi dengan raut wajah memerah, matanya membara penuh kebencian.Pria itu benar-benar membuktikan ucapannya. Hanya dalam hitungan hari setelah peristiwa konfrontasi di kediaman orang tuanya, seluruh bentuk kerja sama bisnis antara keluarga Albara dan perusahaan keluarga Steffi diputus total secara sepihak. Saham, investasi, hingga proyek bersama ditarik tanpa tersisa celah negosiasi.Meski begitu, David memilih untuk tidak memproses tuduhan pidana atas jebakan kotor Steffi ke jalur hukum. Keputusan itu murni ia ambil bukan karena simpati pada Steffi, melainkan demi memenuhi permohonan bersimpuh dan derai air mata dari Indah.Bagaimanapun juga, selama menjadi mertua, Indah dan Lion selalu memperlakukan David dengan

  • ISTRI SIRI SANG CEO   Bab 44: Keraguan yang Menjalar

    Hari demi hari berlalu dengan tenang. Di dalam rumah aman yang jauh dari hiruk-pikuk skandal masa lalu, Bintang tumbuh dengan sangat sehat dan menggemaskan. Gelak tawa serta celotehan mungil bayi berusia tiga bulan itu selalu menjadi pelipur lara, dikelilingi oleh orang-orang hangat yang begitu menyayanginya.Sejak pertemuan singkatnya dengan Alice di kafe rumah sakit beberapa minggu lalu, Arunika mulai merasa sedikit lebih lega. Mengikuti instruksi yang disampaikan Altair, Arunika berhasil menepis kecurigaan Alice dengan jawaban yang tenang dan masuk akal.Alice sepenuhnya percaya bahwa Arunika hanyalah korban musibah yang kebetulan ditolong oleh suaminya. Altair kembali mengizinkan Arunika untuk keluar rumah seperti biasa jika ada keperluan.Hari ini, sudah genap sebulan berlalu sejak persidangan resmi yang memutus ikrar talak perceraian Arunika dengan Gantara. Arunika resmi menyandang status sebagai janda di mata hukum dan agama, menjalani hari-hari masa iddah-nya dengan tenang.Ka

  • ISTRI SIRI SANG CEO   Bab 43: Desiran

    Pintu mobil mewah itu tertutup rapat, mengisolasi David sepenuhnya dari riuk suara tangis penyesalan dan jeritan keos yang membahana di dalam rumah mewah mertuanya. Pria itu menyandarkan tubuhnya yang lunglai pada sandaran jok kulit, memejamkan mata rapat-rapat seraya menghembuskan napas panjang yang terasa begitu berat.Perlahan, setetes air mata mengalir dari sudut matanya, melintasi pipi tegap yang selama ini selalu nampak tegar.Sesak. Dada David serasa dihantam bongkahan batu raksasa hingga tak tersisa udara untuk dihirup. Bohong besar jika ia berdalih tidak mencintai Steffi.Wanita itu pernah menjadi sosok yang mengisi hari-harinya, wanita yang ia harapkan menjadi pendamping hidup hingga usia senja. Namun, rasa kecewa atas pengkhianatan kotor, rencana penjebakan busuk, hingga kehamilan terlarang bersama Gantara, jauh lebih dalam meremukkan jiwanya ketimbang sisa rasa cinta itu sendiri.Mungkin memang benar kata Altair waktu itu.Jika sebuah hubungan tak lagi bisa dilanjutkan sec

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status