/ Fantasi / Iblis Level Nol / 12 - Malam Pertama di Tengah Labirin

공유

12 - Malam Pertama di Tengah Labirin

작가: Jenang gula
last update 게시일: 2026-09-09 23:00:57

Semua iblis air menjauh saat Kael masuk danau, putri duyung yang melihat keanehan itu, mendekat, tahu kalau ada yang salah, dia menggunakan kekuatannya untuk mendorong Kael dan naga hitam itu keluar danau.

Kael dan Zarveth melayang dan jatuh di tepi danau. 'Uhuk. Uhuk.' Matanya memperhatikan sekeliling. Ada yang menolongnya barusan.

Keluar dari danau, ekornya berubah menjadi kaki, dan mendekati Kael. "Dia terkena bubuk racun penghilang kesadaran." Menyentuh kepala Zarveth yang pingsan, meme
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Iblis Level Nol   19 - Jamur Merah Besar

    Kael cepat menunggangi Zarveth dan bom sihir itu menyambar ranting yang tadi menjadi tempatnya bersandar, hingga patah. “Aku tidak punya urusan denganmu!” Mengajak Zarveth pergi dari sana.Pria bertudung, mengejar Kael ke mana pun Kael pergi, sambil melemparkan bom sihir, dia tertawa melihat Kael yang terus menghindar “Apa ini putra raja iblis?!”Kael tak peduli, terus terbang, level pria bertudung itu empat puluh delapan, dia tidak akan bisa menghadapinya. Melihat ada daratan cukup luas di tengah hutan, dia mengajak Zarveth ke sana, memasang kuda-kuda, dan mengaktifkan Devour.“Hahahaa. Sudah lelah melarikan diri?”“Kenapa kau menyerangku?”“Karena aku mau melakukannya.” Mengumpulkan bola sihir raksasa dan melemparnya ke Kael.Tangan Kael bergetar hebat, kekuatan itu sangat tinggi, tubuhnya terasa terbakar.Melihat Kael menahan sihirnya, dia menambahkan bola sihir lain, dan melemparnya lagi ke Keal.BOOM! Kael terlempar, bibirnya berdarah, devour-nya eror karena terlalu banyak seran

  • Iblis Level Nol   18 - Kedatangan Leon

    Baru saja masuk, bahkan belum sepenuhnya, dan Kael berhenti bergerak sambil menatap Lyria bingung. "I-iya, Ibu! Aku sedang... sedang ganti baju!" Kael tertawa kecil. Dia cukup tahu diri. Mengambil kembali miliknya, merapikan baju Lyria, memagut bibir itu singkat, dan keluar lewat jendela sambil memamerkan celana dalam Lyria yang sengaja dibawa. Lyria menarik napas beberapa kali sambil merapikan pakaiannya meski tanpa celana dalam, lalu membuka pintu, "A-ada apa, Bu?" Ibu Lyria menatap putrinya curiga, "Bukankah itu baju yang kamu pakai tadi?" Masuk kamar, memperhatikan sekeliling, dan kembali menoleh ke Lyria. "Iya, Bu." Membuka lemari, "Aku masih bingung mau pakai baju yang mana." Mengambil baju sembarang dan ditempetkan ke tubuhnya sendiri, "Aku tidak tahu pangeran Leon seperti apa." Tersenyum, "Pakai apa pun yang membuatmu nyaman, Lyria. Pangeran Leon baik, meski pun dia mengemban tanggung jawab berat, dia tak pernah mengabaikan semua hal yang terjadi di sekitarnya." Me

  • Iblis Level Nol   17 - Ramuan Baru

    "Apa yang kau lakukan di sini?!" Lyria tak percaya dengan kelancangan Kael. Kael tersenyum, mendekati Lyria lagi, dan saat berada tepat di depan Lyria, saat Lyria berpaling darinya, dia berbisik tepat di telinga Lyria, "Aku merindukan desahanmu." Ucapan itu sukses membuat Lyria menoleh, Kael tepat di hadapannya, dan dia benci kalimat itu. "Itu bukan kalimat yang pantas diucapkan oleh seorang pangeran." "Lalu siapa yang pantas mengucapkannya?" Kael menunjukkan celana dalam Lyria dengan tangan kirinya, "Aku akan menyimpannya dengan baik." Sambil menunjukkan senyumnya yang manis. "Kembalikan!" Lyria meraihnya dengan susah payah. Namun, Kael yang licik terus mempermainkannya, "Terserah kau saja, Kael. Pulanglah dari rumahku." Membuang muka dan bersedekap dada. "Mengusir pangeran adalah sebuah kejahatan, Lyria." "Kau!" Lyria menunjuk Kael tepat di depan wajah. Kael malah tertawa kecil mengetahui Lyria kesal padanya. Berbaring dan memejamkan mata begitu saja, "Tetapi aku bisa

  • Iblis Level Nol   16 - Di Kamar Lyria

    Kael membawa hati itu keluar. Melihat iblis agung berubah menjadi awan abu-abu, sepertinya sedang menyerang sesuatu dan yang ada di sini hanya Evelyn. Kael melesat cepat ke sana dan masuk ke awan abu-abu bersama dengan hati di tangannya. "Jadilah mainanku! Jadilah mainanku! Hahahaa." Pelindung tubuh Evelyn pecah, dia mrasakan dadanya sakit, dan langsung meringkuk sambil memeluk dirinya sendiri. Kael mencari sebuah titik di tengan awan abu-abu, saat inti pusat terlihat, mengulurkan tangan yang membawa hati, dan awan itu seketika menjadi kemerah-mudaan. Pusaran angin tak terlalu kencang dan perlahan menyusut tak sebesar tadi. Iblis agung jadi pohon besar lagi, memegangi inti pohon yang berubah menjadi kemerah-mudaan, dan menoleh ke Kael. "Kau membuka gua itu?!" Kael mengangguk, "Ya." Berlari ke arah gua, masuk untuk mencari sesuatu, dan keluar lagi. Dia melesat cepat ke inti hutan kekosongan. Evelyn masih pingsan dan Kael tak terlalu khawatir, dia mengikuti ke arah mana ib

  • Iblis Level Nol   15 - Kekosongan Hati Iblis Agung

    Lunara mencabut paksa bulu di sampinh pusar dan memberikannya ke Kael, "Simpanlah ini. Hutan kekosongan sangat berbahaya, banyak yang terjebak dan tidak bisa kembali hidup-hidup, kau sangat baik padaku." Kael menerima bulu itu, "Terima kasih." Lanjut menuju hutan kekosongan dan meninggalkan Lunara. Evelyn terus menjaga jarak. Tak banyak yang dibicarakan dengan Kael. Saat hutan berwarna abu-abu terbentang begitu luas di depannya, Evelyn berhenti berjalan, "Setelah kita masuk, tidak ada kesempatan untuk menyerah." Kael mengangguk, "Aku tidak akan menyerah." Melangkah lebih dulu dan seketika semua pakaian yang digunakan, bahkan waena bola mata Kael berubah jadi abu-abu. Evelyn merapatkan jarak, hutan ini aneh, tidak ada suara dan angin, dia seperti berada di dunia lain. "Kael." Mendekat dan merangkul lengan Kael. "Jangan khawatir, Evelyn. Tidak ada yang harus ditakuti." Evelyn malah mendorong Kael, "Ya, karena kau yang harusnya ditakuti!" Berjalan lebih dulu meninggalkan Kael

  • Iblis Level Nol   14 - Jilatan Serigala Lunara

    Evelyn berdiri dengan daging masih di tangan kanan, sedangkan tangan kirinya mengeluarkan bola sihir, dan bersiap melempar. Wanita asing itu menoleh untuk menatap tajam Evelyn, "Aku sangat lapar, aku sudah beberapa hari tidak makan, kalau kau tidak memberiku makan, aku akan mati." Menekan perut dan meringkuk di tanah. [Target ditemukan. Klan : Serigala. Level : 34] Kael mengambil bagian paha atas dari daging rusa yang dibakar, lalu dilempar ke wanita itu, "Kau terpisah dari kawananmu?" Wanita itu makan dengan rakus, "Aku lebih suka menyendiri. Dagingnya sangat lezat, terima kasih, namaku Lunara." "Kael. Dia temanku, Evelyn." Lunara menoleh ke Evelyn, tersenyun tipis, dan menoleh lagi ke Kael. "Sudah lama aku tidak bertemu iblis asing di sini. Kalian mau ke mana?" "Bukan urusanmu." Evelyn tidak suka dengan kehadiran Lunara. Bukannya marah, Lunara malah tertawa, "Kamu benar, itu memang bukan urusanku, aku tidak ikut campur kalau kamu tidak suka." "Hutan kekosongan." Ka

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status