Share

Bab 5 - Pertemuan Yang Dinanti

Author: Rianoir
last update Last Updated: 2025-01-30 10:09:23

Suara langkah anggun bergema di lorong kantor polisi. Alicia Moore berjalan dengan langkah tergesa namun tetap menjaga posturnya. 

Atasan putihnya dipadukan dengan rok kotak-kotak selutut, membingkai sosoknya yang sempurna dengan tinggi 180 centimeter. 

Penampilannya sederhana namun elegan, jenis yang mampu menarik perhatian tanpa perlu berusaha.

Di balik wajah cantiknya yang nyaris sempurna, hampir tidak ada emosi yang terbaca. 

Yang tampak hanyalah kesan dingin dan tak acuh, meski ada secercah kecemasan yang tersembunyi di balik topeng es itu.

"Nona Alicia, Anda sudah tiba!" dua orang polisi menyambut dengan antusias.

"Di mana putriku?" tanyanya langsung, mengabaikan sambutan mereka. Matanya menyapu area sekitar dengan tak sabar.

Yuri yang baru keluar dari ruang interogasi segera menghampiri. "Nona Alicia," sapanya menenangkan, "jangan khawatir. Putri Anda baik-baik saja, tidak terluka sedikitpun."

"Tolong antarkan saya ke tempat putri saya sekarang," Alicia meminta, nada suaranya tegas meski kecemasannya mulai tampak di permukaan.

Di ruang interogasi, Ryan bisa mendengar setiap langkah dan percakapan itu dengan jelas. 

Suara yang telah dia rindukan selama ribuan tahun akhirnya terdengar lagi, membuat jantungnya berdetak lebih kencang. 

Namun, setelah mengalami begitu banyak badai kehidupan di Alam Kultivasi, dia berhasil mempertahankan ketenangannya.

'Dia masih hidup dan sehat,' Ryan menenangkan dirinya. 'Kami pasti akan bertemu lagi. Tidak perlu terburu-buru.'

Di ruang tunggu, pemandangan mengharukan terjadi ketika Alicia akhirnya bertemu dengan putrinya. 

Topeng es yang selama ini dia kenakan langsung mencair. Dia berlari, memeluk putrinya erat-erat, seolah takut gadis kecil itu akan menghilang jika pelukannya mengendur.

"Mama..." bisik si gadis kecil. "Mama jangan menangis..."

"Mama tidak menangis, sayang," Alicia berbohong, meski air mata mengalir di pipinya. "Mama hanya sangat bahagia kamu selamat."

Seorang wanita berambut panjang dengan setelan denim berdiri di belakang mereka, diam mengamati. 

Sejak memasuki kantor polisi, dia belum mengucapkan sepatah kata pun.

"Alicia," akhirnya wanita itu angkat bicara, "Lena pasti lelah. Sebaiknya kita bawa dia pulang dulu untuk beristirahat."

Alicia mengangguk, mengusap air matanya. Namun sebelum mereka beranjak, putrinya berbicara dengan suara kecil.

"Mama, boleh tidak... paman yang menyelamatkanku ikut pulang dengan kita?"

Alicia tertegun. Dari cerita singkat yang dia dengar, seseorang telah menyelamatkan putrinya dari para penculik. Tapi dia belum tahu detail kejadiannya—atau siapa penyelamat misterius ini.

"Sherly," Alicia memanggil wanita berambut panjang itu, "tolong jaga Lena sebentar."

"Baik Nona," Sherly mengangguk, menggenggam tangan gadis kecil itu dengan lembut. "Ayo Lena, kita duduk di sana sambil menunggu mamamu."

Setelah memastikan putrinya dalam pengawasan yang aman, Alicia berpaling pada Yuri. Matanya yang semula lembut kembali menampakkan kesan dingin.

"Nona Yuri," panggilnya tenang, "bisa ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang menyelamatkan Lena?"

Yuri tampak ragu sejenak. Bayangan tatapan dingin Ryan masih membayanginya. "Seorang pria... dia mengalahkan semua penculik sendirian. Tapi..."

"Tapi?"

"Ada beberapa hal yang mencurigakan. Identitasnya tidak jelas, dan ada kekosongan informasi selama enam tahun terakhir."

Mendengar angka "enam tahun", Alicia merasakan jantungnya seperti berhenti berdetak sejenak. Namun dia berhasil mempertahankan ekspresi dinginnya.

"Saya ingin bertemu dengannya," ujar Alicia tegas. "Bagaimanapun, dia telah menyelamatkan putri saya. Saya yakin dia bukan orang jahat."

Yuri mengangguk setelah beberapa saat ragu. "Baiklah, ikuti saya."

Mereka berjalan menuju ruang interogasi. Setiap langkah terasa semakin berat bagi Alicia. Ada firasat aneh yang mengganggunya—sesuatu yang familiar namun dia tidak berani memastikan.

"Dia ada di dalam," Yuri membuka pintu ruang interogasi.

Alicia melangkah masuk, dan seketika itu juga, dunianya seolah berhenti berputar.

Di sana, duduk dengan tenang di kursi interogasi, adalah sosok yang selama enam tahun ini dia coba lupakan. 

Ryan Drake—pria yang pernah mengisi seluruh ruang di hatinya, yang kemudian menghancurkan kepercayaannya.

Ryan menatapnya dengan senyum lembut yang begitu dia kenal. Senyum yang dulu selalu membuatnya merasa aman dan dicintai. 

Senyum yang sama yang muncul dalam mimpi-mimpi buruknya selama bertahun-tahun.

Ruang interogasi mendadak terasa terlalu sempit, terlalu pengap. Alicia bisa merasakan tatapan bingung Yuri yang berdiri di ambang pintu, tapi dia tidak peduli.

Ribuan kenangan membanjiri benaknya—hari-hari bahagia mereka bersama, rencana-rencana masa depan yang mereka susun, dan kemudian... kehampaan saat Ryan menghilang tepat ketika dia paling membutuhkannya.

"Cia..." Ryan memanggilnya dengan nama kesayangan yang dulu sering dia gunakan.

Suara itu membangunkan Alicia dari lamunannya. Wajahnya yang sempat melembut kembali mengeras, matanya berkilat dingin. Tubuhnya terhuyung, nyaris kehilangan keseimbangan.

Dulu, dia telah mempertaruhkan segalanya demi pria ini. 

Meninggalkan keluarganya yang kaya di Kota York, memilih hidup sederhana di Crockhark yang dingin. 

Tapi apa balasannya? Ryan menghilang begitu saja saat dia hamil. Dan yang ia dengar dari ibunya, Ryan telah mengambil sejumlah uang dari ayahnya sebelum menghilang.

Air mata menggenang di pelupuk matanya saat mengingat masa-masa sulit itu—berjuang sendirian membesarkan Lena sambil membangun bisnisnya dari nol. 

Perjuangan yang mengajarinya bahwa cinta seringkali tak bertahan menghadapi ujian uang dan realita.

"Ternyata apa yang mereka katakan itu benar. Ternyata kamu benar-benar masih hidup." Alicia mengangkat wajahnya, menatap langit-langit ruangan, tersenyum getir sementara air matanya mengalir tanpa bisa ditahan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Zulfiah Isk
mantap .........
goodnovel comment avatar
Alexander M
mantap, lanjutkan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun   Bab 1436 - Epilog Season 1

    Di sebuah kediaman mewah yang sangat megah di York, suasana malam terasa sangat mencekam. Ruangan yang sangat luas itu dihiasi dengan perabotan antik yang sangat mahal. Lukisan-lukisan klasik tergantung di dinding dengan sangat rapi. Lampu kristal besar yang tergantung di langit-langit memberikan cahaya redup yang menciptakan bayangan-bayangan gelap di sudut-sudut ruangan. BRAK! Suara gedoran yang sangat keras tiba-tiba menggema di seluruh ruangan. Seorang pria berusia sekitar 50 tahun menggebrak meja kayu jati yang sangat kokoh di hadapannya dengan penuh kemarahan. Wajahnya yang tampan dengan kerutan di dahi menunjukkan pengalaman hidup yang sangat panjang. Rambutnya yang mulai beruban tersisir dengan sangat rapi ke belakang. Mata tajamnya memancarkan aura kekuasaan yang sangat menakutkan. Pria itu mengenakan setelan jas hitam yang sangat mahal dengan jam tangan mewah yang berkilauan di pergelangan tangannya. "Bagaimana?" suara pria itu terdengar sangat dingin dan penuh

  • Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun   Bab 1435 - Buku Nikah

    Jelas sekali bahwa wanita muda Serena Shaw itu bukan penduduk asli setempat. Dia mungkin pindah ke Crocshark setelah lulus dari perguruan tinggi. Dan pada usianya yang masih sangat muda, dia mungkin memiliki sangat sedikit minat dalam berita bisnis dan ekonomi, jadi sangat normal baginya untuk tidak tahu tentang Alicia Moore.Namun demikian, pegawai perempuan senior bernama Kak Lession kemungkinan besar adalah penduduk lokal asli Crocshark. Alicia Moore telah mendapatkan ketenaran yang sangat besar di Crocshark selama bertahun-tahun, sehingga para penduduk setempat pasti sudah sering mendengar namanya.Suara keras petugas wanita Kak Lession itu segera menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan pendaftaran lagi dengan sangat jelas.Tiga kata "CEO Alicia" yang berteriak dari mulut Kak Lession juga membuat banyak orang mulai menebak identitas sebenarnya dari Alicia Moore. Karena Moore Group telah menjadi sangat t

  • Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun   Bab 1434 - Ke Kantor Catatan Sipil (II)

    Keduanya tiba di sebuah loket pendaftaran, di mana petugasnya adalah seorang wanita muda yang baru lulus kuliah. Wajahnya penuh vitalitas masa muda dengan senyum yang sangat cerah. Melihat Ryan dan Alicia mendekat, petugas itu segera berdiri dengan sangat sopan dan berkata sambil menyeringai dengan ramah, "Selamat datang, silakan duduk." Saat petugas berbicara, dia memberi isyarat dengan tangannya ke arah dua kursi yang ditempatkan dengan rapi di luar loket. Ryan Drake tidak bisa menahan diri untuk menghela napas dengan sangat pelan, mengagumi betapa jauh lebih baik sikap pelayanan di industri berbasis loket ini telah menjadi dibandingkan dengan dulu. Ryan masih ingat dengan sangat jelas bahwa dia tidak pernah menerima perlakuan baik seperti ini ketika dia harus berurusan dengan departemen pemerintahan tertentu pada saat itu. Wanita muda petugas itu menatap Alicia Moore dengan tatapan yang sangat iri. Kecantikan Alicia Moore memang sangat menawan tidak hanya bagi para pria teta

  • Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun   Bab 1433 - Ke Kantor Catatan Sipil

    Pagi-pagi sekali keesokan harinya, Ryan Drake mengajak Alicia Moore keluar dari rumah. Duduk di dalam mobil yang melaju dengan tenang, Alicia Moore masih terlihat sedikit gelisah. Dia menoleh ke Ryan Drake dan bertanya dengan nada yang sedikit khawatir, "Saya rasa hari ini tidak akan ada tamu yang datang ke rumah, tapi apakah benar tidak apa-apa bagi kita untuk pergi seperti ini tanpa memberitahu siapa pun?" Ryan Drake menjawab dengan nada yang sangat santai dan tenang, "Memangnya ada apa?" "Apakah ada yang lebih penting dari pernikahan kita?" Mendengar kata-katanya yang sangat tegas itu, bibir Alicia Moore melengkung menjadi senyum yang sangat manis. Tadi malam Alicia sudah mendengar dengan sangat jelas perjanjian Ryan Drake dengan Tetua Saul. Hari ini Tetua Saul dan James Carrey akan berkunjung ke rumah untuk membahas hal penting. Selain itu, pesta makan malam amal tadi malam belum sepenuhnya selesai. Leon Carlson pasti akan datang untuk mengucapkan terima kasih, kemungk

  • Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun   Bab 1432 - Lamaran

    Melihat tatapan Alicia yang sangat bermasalah dan penuh kekhawatiran, Ryan Drake tersenyum dengan sangat lembut dan mengulurkan tangannya untuk menghaluskan kerutan di antara alis Alicia dengan gerakan yang sangat sayang. "Kamu baru saja mengatakan dengan sangat tepat bahwa ini semua sudah berlalu dan tidak ada gunanya membicarakannya lagi dengan terlalu mendalam." "Biarkan saja. Tidak perlu pergi mencari masalah tambahan atas hal-hal ini yang sudah terjadi." "Tapi," Alicia Moore ragu-ragu dengan sangat jelas, "bagaimana dengan Cynthia? Dia adalah sahabatku yang paling dekat." "Biarkan alam mengambil jalannya sendiri," Ryan Drake berkata dengan nada yang sangat tenang. "Kamu sudah melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang teman yang sangat baik." "Adapun masa depan Cynthia," Ryan Drake tertawa dengan sangat lembut, ekspresinya sangat tersusun dan penuh kepercayaan diri, "pasti akan berkembang seperti yang kamu inginkan." Alicia Moore sebenarnya telah menduga Ryan Drake u

  • Iblis Surgawi Turun Gunung Menjadi Ayah Setelah 6000 Tahun   Bab 1431 - Semakin Menjadi Misteri

    Alicia Moore berpikir dengan sangat keras untuk waktu yang cukup lama tetapi tidak dapat memberikan penjelasan apa pun yang masuk akal. Tidak mau berspekulasi lebih jauh tentang hal yang tidak pasti, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sangat pasrah dan berkata, "Terlepas dari alasan sebenarnya di balik semua itu, bertahun-tahun telah berlalu sejak kejadian itu." "Cynthia sudah lama meninggal, jadi bahkan jika kita akhirnya tahu alasan yang sebenarnya, itu tidak akan berarti banyak lagi atau mengubah apapun."Ryan Drake mengangguk diam-diam dengan sangat tenang, setuju sepenuhnya dengan pernyataan Alicia Moore.Namun demikian, Ryan Drake masih terus mempertimbangkan masalah yang aneh itu di dalam hatinya dengan sangat serius.Dengan sedikit emosi yang jelas di suaranya, Alicia Moore berkata dengan nada yang agak iba, "Urusan dunia ini sungguh sangat berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi." "Dulu, Shroud Carlson sang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status